• Jelajahi

    Cirebon (55) Kabar Daerah (70) Koran (1)
    Copyright © Fokus Dialog
    Best Viral Premium Blogger Templates

    e-koran

    BMKG Ungkap Penyebab Banjir Bandang di Bali

    FOKUS DIALOG
    Jumat, 12 September 2025, September 12, 2025 WIB Last Updated 2025-09-12T17:18:06Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Jakarta,
    FD.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengungkapkan penyebab banjir bandang yang melanda Bali pada 9 September 2025 lalu.

    Menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa masa peralihan musim dapat memicu kondisi ekstrem akibat dinamika atmosfer yang kompleks.

    "Jadi ini sudah menjadi suatu empiris ya, fakta empiris. Biasanya masa peralihan itu justru juga bisa terjadi kondisi ekstrem. Kenapa bisa begitu? Nah karena tadi dikatakan dinamika atmosfer yang terjadi saat itu, itu merupakan fenomena, beberapa fenomena yang terjadinya itu bersamaan,” ujar Dwikorita saat Prakiraan Musim Hujan 2025 dan Update Kondisi Cuaca, Jumat (12/9/2025).

    Apa Penyebabnya? Beberapa fenomena atmosfer yang muncul bersamaan menjadi penyebab banjir bandang di Bali, antara lain:

    - Madden Julian Oscillation (MJO): pergerakan arak-arakan awan hujan dari Samudra Hindia sebelah barat Indonesia

    - Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuator: gelombang atmosfer yang dapat menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan

    - Bibit Siklon: fenomena yang memperkuat hujan ekstrem.

    Dwikorita menjelaskan bahwa fenomena-fenomena tersebut sebelumnya diperkirakan hanya terjadi saat musim hujan, namun faktanya juga bisa muncul di musim kemarau maupun masa peralihan. BMKG masih mengkaji kemungkinan adanya anomali cuaca yang tidak sesuai teori.

    Dwikorita mengingatkan kembali fenomena Badai Tropis Seroja yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2021 sebagai contoh anomali cuaca yang tidak sesuai teori.

    “Badai tropis tersebut seharusnya tidak terjadi di lintang ekuator, namun faktanya terjadi anomali yang perlu diwaspadai,” pungkasnya. *(Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini