INDRAMAYU, FOKUS DIALOG.COM – Suasana berbeda terasa di UPTD SDN 1 Kalimati, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Sabtu 5 September 2026. Untuk pertama kalinya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak lagi digelar di dalam kelas, melainkan di halaman sekolah. Alunan shalawat, sorak takbir, dan wajah antusias 119 siswa mewarnai kegiatan yang berlangsung sederhana namun penuh makna.
Acara ini dihadiri seluruh dewan guru berjumlah 8 orang, seluruh peserta didik dari kelas 1 hingga 6, serta para orang tua murid dan masyarakat sekitar. Meski tanpa kemewahan, semangat kebersamaan justru membuat peringatan tahun ini terasa lebih hidup.
Kepala UPTD SDN 1 Kalimati, Warnita, S.Pd., M.M., menyebut ada pembaruan dalam pelaksanaan Maulid tahun ini.
"Barusan hari ini, Sabtu tanggal 5 Bulan September 2026, UPTD SDN 1 Kalimati telah selesai melaksanakan kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Alhamdulillah dihadiri dewan guru, seluruh peserta didik 119 orang, dan orang tua murid masyarakat," ujarnya di sela kegiatan.
Menurut Warnita, pemindahan lokasi ke halaman sekolah sengaja dilakukan agar suasana lebih terbuka dan khidmat.
"Kalau sebelumnya penyelenggaraan peringatan Maulid Nabi diselenggarakan di dalam ruangan kelas. Tetapi tahun ini diselenggarakan di luar ruangan kelas atau di halaman sekolah. Alhamdulillah walaupun dilaksanakan secara sederhana tetapi meriah," jelasnya.
Ia menegaskan tujuan utama kegiatan bukan sekadar seremoni.
"Saya tegaskan kepada anak-anak, ini bukan hanya sekadar acara seremonial tahunan belaka. Tetapi lebih penting dari itu, kegiatan ini merupakan momentum penting bagi kita semua untuk mengenang kembali sejarah kelahiran, perjuangan, dan yang paling utama adalah meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari," tegasnya.
Melalui tema peringatan tahun ini, Warnita mengajak seluruh siswa menjadikan Rasulullah sebagai teladan utama.
"Saya mengajak kepada seluruh siswa dan siswi untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai suri tauladan utama dalam belajar, beribadah, serta berinteraksi baik dengan guru, orang tua, maupun sesama teman," tambahnya.
Tausiyah Mengupas Sejarah Kelahiran Nabi, dan sebagai penceramah dalam kegiatan ini adalah Ustadz Chaliel Gibran Mustafa, S.Pd., yang berasal dari Desa Plumbon, Kecamatan Indramayu. Ia merupakan lulusan Universitas Tribakti Lirboyo Kediri, Jawa Timur, dan saat ini sedang melanjutkan S2 di UIN SSC Syekh Nurjati Cirebon. Sehari-hari ia juga mengajar di SDN 1 Plumbon.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Chaliel Gibran Mustafa, S.Pd. mengajak siswa menyelami kisah Nabi sejak dalam kandungan.
"Untuk acara Maulid Nabi Muhammad SAW itu perlu diperingati. Karena sangatlah besar bahagianya, sangatlah besar berkahnya dan sangatlah besar pahalanya. Sejarah tentang Nabi Muhammad SAW sangat perlu diingat karena Nabi Muhammad adalah panutan kita, Uswatun Hasanah kita," tuturnya.
Ia mengisahkan bagaimana malaikat mendatangi Siti Aminah dan menyampaikan kabar bahwa anak yang dikandungnya adalah pemimpin umat. Ia juga menceritakan mengapa Abdul Muthalib menamai cucunya dengan "Muhammad".
"Orang Arab bertanya ke Abdul Muthalib, cucumu mau dinamai siapa? Namanya Muhammad saja. Kok bisa Muhammad? Padahal di nama marga tidak ada. Tidak apa-apa, karena saya ingin menamakan Muhammad agar beliau selalu dipuji dan disanjung terus menerus hingga Yaumil Kiamah," kisahnya disimak khidmat oleh siswa.
Menutup tausiyah, Ustadz Chaliel Gibran Mustafa memuji pelaksanaan Maulid di UPTD SDN 1 Kalimati.
"Acara Maulid Nabi yang digelar UPTD SDN 1 Kalimati ini sangatlah luar biasa. Karena dengan adanya jalan di atas jembatan syafaatnya Nabi, maka semuanya akan berjalan dengan lancar dan sukses," ucapnya.
Guru Agama SDN 1 Kalimati, Saepunah, S.Pd.I., menyampaikan rasa syukur atas antusiasme yang luar biasa dari siswa, guru, dan wali murid.
"Alhamdulillah perayaan Maulid Nabi di tahun ini berjalan dengan penuh hikmat. Ibu dan Bapak guru sangat bangga melihat semangat para siswa dalam bershalawat dan mendengarkan kisah perjuangan Rasulullah SAW," katanya.
Ia berpesan agar peringatan Maulid tidak berhenti pada acara.
"Semoga anak-anakku yang sholeh dan sholehah memahami bahwa memperingati kelahiran Nabi bukan hanya tentang perayaan, tetapi tentang meneladani akhlak mulia beliau. Mari kita mulai dari hal terkecil di sekolah dan di rumah: berkata jujur, menghormati orang tua dan guru, serta menyayangi sesama teman. Jangan pernah tinggalkan sholat dan selalu bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW," pesannya.
Sementara itu keceriaan juga terpancar dari siswa. Dinda Rosdiana, siswi kelas 6, mengaku sangat senang.
"Sangat senang acaranya meriah, terutama saat mendengarkan tausiyah dari Pak Ustadz Khalil Gibran Mustafa," ujarnya sambil tersenyum.
Hal senada disampaikan Fuji Kalifah, juga siswa kelas 6.
"Dengan acara Maulid Nabi ini membuat saya tahu lebih banyak tentang sejarah kelahiran dan sifat-sifat mulia Rasulullah SAW," katanya.
Para orang tua murid pun memberikan apresiasi. Ibu Dini berharap kegiatan ini berdampak pada perilaku anak di rumah.
"Ya bagus, ini dapat membuat anak-anak lebih giat, lebih mengenal kisah-kisah Nabi Muhammad SAW dan bisa mengajarkan untuk keteladanannya, kesolehannya, kemandiriannya. Nabi Muhammad SAW ditinggal ayah ibunya waktu masih kecil, semoga jadi contoh buat anak-anak," ujarnya.
Ibu Saroh menambahkan harapan untuk tahun depan.
"Bagus, suka. Insya Allah mudah-mudahan ke depan makin meriah, makin bagus lagi. Mudah-mudahan anak-anak makin bisa mengenal dan mendalami kisah Kanjeng Nabi Muhammad SAW," ucapnya.
Dengan mengusung semangat sederhana namun meriah, UPTD SDN 1 Kalimati membuktikan bahwa pendidikan karakter tidak harus mahal. Melalui peringatan Maulid ini, sekolah berharap 119 siswanya tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak seperti Rasulullah SAW.
Reporter: Jaya
Editor: Adi Mukti