Fokus Dialog

Berita Terkini

Respon Cepat Polisi, Brimob dan Damkar Tangani Kebakaran Lahan Kedawung

CIREBON KOTA , Fokus Dialog@com.-- Respons cepat Polres Cirebon Kota bersama Den C Brimobda Jabar dan Dinas Pemadam Kebakaran Ka...

Postingan Populer

Kamis, 27 Agustus 2026

Respon Cepat Polisi, Brimob dan Damkar Tangani Kebakaran Lahan Kedawung



CIREBON KOTA , Fokus Dialog@com.-- Respons cepat Polres Cirebon Kota bersama Den C Brimobda Jabar dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon menangani kebakaran lahan kosong di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, RW 05, Desa Kedungdawa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Kamis (27/8/2026) malam. Penanganan dilakukan setelah informasi kebakaran diterima dari masyarakat sehingga personel segera bergerak ke lokasi untuk mencegah api meluas.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 20.45 WIB pada lahan kosong seluas kurang lebih 1,7 hektare yang berada di pinggir Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, tepatnya di depan Perum Griya Caraka. Kondisi lahan yang banyak ditumbuhi rumpun kering serta hembusan angin menyebabkan api dengan cepat membesar dan membakar sekitar 80 persen area lahan.

Saksi pertama, Heriawan (56), pekerjaan Polri selaku Ketua RW 05, beralamat di Griyamukti RW 05, Desa Kedungdawa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, menerangkan bahwa dirinya melihat api berasal dari samping jalan di depan Klinik Mata Perum Griya Caraka. Setelah mengetahui adanya kebakaran tersebut, Heriawan kemudian menghubungi Layanan Polisi 110 untuk menyampaikan informasi agar petugas segera datang ke lokasi.

Saksi kedua, Yadi Supriyadi (50), Ketua RW 08 Desa Kalikoa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, beralamat di Perumahan Griya Caraka RW 08, Desa Kalikoa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, menerangkan bahwa dirinya awalnya mendapat informasi dari Sdr. Otong selaku petugas keamanan Perum Griya Caraka mengenai adanya kebakaran lahan di seberang perumahan. Berdasarkan keterangan yang diterima dari Sdr. Otong, api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang oleh orang yang melintas di sekitar lokasi.

Setelah menerima informasi melalui Layanan Polisi 110, personel Polsek Kedawung segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan area. Petugas kemudian berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon dan Den C Brimobda Jabar guna mempercepat penanganan kobaran api.

Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran untuk melakukan penyemprotan pada titik-titik api. Sementara itu, Den C Brimobda Jabar turut mengerahkan satu unit water cannon untuk membantu proses pemadaman, terutama pada bagian lahan yang masih terdapat bara dan material kering.

Sinergi personel Polres Cirebon Kota, Den C Brimobda Jabar dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Petugas juga memastikan area sekitar lokasi tidak membahayakan masyarakat serta melakukan pemantauan terhadap titik-titik yang berpotensi kembali terbakar.

Sekitar pukul 21.30 WIB, api berhasil dipadamkan setelah kurang lebih 45 menit dilakukan penanganan. Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas melakukan pengecekan kembali di sekitar lahan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang masih menyala atau bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka serta tidak ditemukan kerugian materiil. Berdasarkan keterangan saksi dan informasi awal yang diperoleh di lokasi, kebakaran diduga dipicu oleh puntung rokok yang dibuang oleh pengguna atau pengendara yang melintas di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, namun penyebab tersebut masih merupakan dugaan awal.

Kapolsek Kedawung Kompol Ahmad Nasori, S.H., mengatakan bahwa respons cepat dan koordinasi bersama unsur terkait sangat membantu proses penanganan kebakaran sehingga api dapat segera dikendalikan. “Begitu informasi diterima, personel langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan Damkar Kabupaten Cirebon serta Den C Brimobda Jabar untuk melakukan pemadaman. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.30 WIB, dan kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan karena pada kondisi lahan kering, sumber api kecil sekalipun dapat dengan cepat memicu kebakaran,” ujarnya.
(Wak Diding)

Gotong Royong 22 RT, Warga Bangkaloa Ilir Bangun Aula Pendopo Pesarean Mbah Buyut Warti


Kuwu Bangkaloa Ilir H. Mislam bersama perangkat desa dan warga saat meninjau 
pembangunan aula pendopo Pesarean Mbah Buyut Warti, Agustus 2026. 

INDRAMAYU, fokusdialog.com. – Semangat gotong royong dan penghormatan kepada leluhur kembali ditunjukkan warga Desa Bangkaloa Ilir, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu. Seluruh warga dari RT 1 sampai RT 22 bersama Kuwu dan jajaran perangkat desa saat ini tengah melaksanakan pembangunan aula atau pendopo di area Makam Mbah Buyut Warti.


Pembangunan ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan kepada tokoh yang dihormati warga setempat, karena beliau merupakan orang pertama yang membuka hutan atau mbabat alas untuk dijadikan pedukuhan yang kini dikenal dengan nama Desa Bangkaloa Ilir.


Kuwu Bangkaloa Ilir H. Mislam mengatakan, pembangunan aula pendopo pesarean ini sepenuhnya bersumber dari swadaya masyarakat.


“Alhamdulillah, sumber dana pembangunan murni dari swadaya seluruh masyarakat Bangkaloa Ilir. Warga juga sangat mendukung pembangunan ini, bahkan warga secara sukarela memberikan bantuan dana seikhlasnya tanpa nominal harus sekian,” terangnya saat ditemui di lokasi, Kamis (27/8/2026).


Hal senada disampaikan Saryono selaku Ketua RT 19 Blok Kuburan RW 04. Ia menegaskan tidak ada paksaan dalam pengumpulan dana. 

“Ya. Tidak dipatok harus sekian, jadi seikhlasnya saja. Bervariasi, ada yang 10.000, 20.000, 50.000, bahkan ada yang ngasih 100.000,” ucapnya.


Menurut H. Mislam, antusiasme masyarakat sangat tinggi demi suksesnya pembangunan ini. Pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu 1 bulan. Hal ini agar pendopo sudah bisa digunakan untuk acara adat tahunan.


“Oleh karena itu, mudah-mudahan pembangunan ditargetkan 1 bulan rampung, karena nanti tanggal 27 September 2026 akan diadakan acara adat ngunjung Mbah Buyut Warti,” jelas H. Mislam.


Ia berharap melalui pembangunan ini, kelestarian budaya warisan para tetua desa dapat terus dijaga secara turun-temurun. 

“Mudah-mudahan Desa Bangkaloa Ilir dapat terus menjaga kelestarian budaya yang diwariskan oleh para tetua desa secara turun-temurun. Pembangunan aula pendopo pesarean ini adalah salah satu bentuk penghargaan warga Bangkaloa Ilir terhadap leluhur desa yakni Mbah Buyut Warti,” katanya.


Dukungan penuh juga datang dari seluruh ketua RT. Saryono menyatakan 22 RT di Desa Bangkaloa Ilir kompak mendukung kegiatan ini. 

“Alhamdulillah, Pak Kuwu H. Mislam juga sangat mendukung dan sangat royal, baik itu terhadap warga maupun RT, RW juga kepada perangkat desanya,” tuturnya.



Aparat keamanan pun turut mengapresiasi. PLH Polsek Widasari IPTU Veronika, SH menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong seperti ini sangat baik. 

“Kami dari kepolisian juga mendukung kegiatan masyarakat dalam menjaga cagar budaya, dengan harapan terciptanya silaturahmi dan kerukunan yang terjalin kuat antar warga sehingga tercipta situasi aman dan kondusif khususnya Bangkaloa Ilir, Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu,” ujarnya.


Di akhir penyampaiannya, Saryono mengapresiasi kepedulian seluruh pihak. 

“Alhamdulillah, semua berjalan lancar aman dan kondusif. Semoga semangat kebersamaan dalam berbagai bidang pembangunan, kegiatan sosial dan budaya dapat terus terjaga,” pungkasnya.


Reporter: Jaya

Editor: Adi M

Rabu, 26 Agustus 2026

Polres Cirebon Kota dan Polsek Kapetakan Tangani Penemuan Jenazah di Aliran Sungai Suranenggala



Cirebon Kota, Fokus Dialog@com.-- Polsek Kapetakan, Polres Cirebon Kota, menangani penemuan jenazah seorang laki-laki di aliran Sungai Anak Winong (Karangsambung), Desa Surakarta, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.

Korban diketahui berinisial H.H.D.S., 71 tahun, laki-laki, warga Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, yang sebelumnya berangkat mencari ikan menggunakan sepeda motor pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB dan tidak kunjung kembali ke rumah.

Penemuan bermula ketika Sutrisno, 39 tahun, buruh tani, beralamat di Blok Kamis RT 001 RW 004, Desa Surakulon, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, bersama Leman, 43 tahun, buruh, beralamat di Blok Kamis RT 001 RW 004, Desa Surakulon, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, hendak pulang setelah mengairi sawah dan melihat sepeda motor terparkir di pinggir tanggul Sungai Karangsambung.

Karena sepeda motor tersebut diketahui telah berada di lokasi sejak sehari sebelumnya, kedua saksi kemudian mencari di sekitar tanggul. Sutrisno selanjutnya melihat sesosok tubuh berada di aliran sungai dalam posisi telungkup dan segera menghubungi Layanan Polisi 110 untuk melaporkan penemuan tersebut.

Informasi dari masyarakat tersebut segera ditindaklanjuti personel Polsek Kapetakan dengan mendatangi lokasi. Petugas kemudian melakukan pengecekan TKP, meminta keterangan saksi, mengamankan lokasi serta berkoordinasi dengan unsur terkait untuk proses penanganan dan evakuasi jenazah.

Saksi Wawan alias Godeg, 40 tahun, perangkat Desa Surakulon/juragan, beralamat di Blok Sabtu RT 003 RW 006, Desa Suranenggala Kulon, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, turut memberikan keterangan kepada petugas mengenai informasi awal penemuan jenazah tersebut.

Kapolsek Kapetakan AKP Rudiana, S.H., M.H., C.P.H.R., bersama personel Polsek Kapetakan, Tim Inafis dan Pamapta 1 Polres Cirebon Kota kemudian melakukan pengecekan serta olah TKP. Jenazah dievakuasi dari aliran sungai dengan dibantu warga sekitar untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka.

Dari keterangan pihak keluarga, korban diketahui berangkat mencari ikan pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB dengan membawa jaring ikan menggunakan sepeda motor. Hingga sekitar pukul 19.00 WIB korban belum kembali, sehingga pihak keluarga melakukan pencarian di sejumlah lokasi sungai sebelum akhirnya menerima informasi bahwa korban telah ditemukan meninggal dunia.

Sekitar pukul 20.20 WIB, jenazah berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah duka. Berdasarkan keterangan pihak Puskesmas Kapetakan, korban diduga meninggal dunia akibat terlalu banyak kemasukan air, sementara pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum luar maupun autopsi yang dituangkan dalam surat pernyataan.

Kapolsek Kapetakan mengatakan, penanganan dilakukan setelah pihaknya menerima informasi masyarakat melalui Layanan Polisi 110 dan langsung menerjunkan personel untuk melakukan pengecekan serta penanganan di lokasi. “Kami mengapresiasi respons masyarakat yang segera menghubungi Layanan Polisi 110 sehingga informasi penemuan jenazah dapat dengan cepat diterima dan ditindaklanjuti oleh personel kepolisian,” ujar AKP Rudiana.

“Setiap informasi dari masyarakat sangat penting bagi kepolisian, terutama dalam kondisi darurat. Kami mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi Layanan Polisi 110 apabila menemukan kejadian yang membutuhkan kehadiran dan penanganan kepolisian,” tutupnya.
(Wak Diding)

Tegas, Pemkab Pekalongan Bentuk Satgas dan Larang Pungli di PRK 2026

Plt Bupati Pekalongan Sukirman saat memberikan sambutan pembukaan PRK 2026 di Taman Boulevard Kajen, Selasa (25/8/2026).

PEKALONGAN, FOKUSDIALOG.COM – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan komitmennya memberantas praktik pungutan liar (pungli) dalam pelaksanaan Pekan Raya Kajen (PRK) 2026. Penegasan itu disampaikan langsung oleh Plt Bupati Pekalongan Sukirman saat membuka PRK 2026 di Taman Boulevard Kajen, Selasa sore (25/8/2026).

"Saya bertekad memperbaiki aturan main. PRK hari ini tidak ada lagi pungli, pungutan di luar tarif resmi, pungutan di luar peraturan daerah yang ada," tegas Sukirman di hadapan pedagang, unsur Forkopimda, dan kepala OPD.

Untuk memastikan hal itu, Pemkab Pekalongan telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus. Satgas ini bertugas mengawasi pelaksanaan PRK dan menjadi tempat pengaduan bagi pedagang yang menemukan pungutan tidak resmi.

"Tim kabupaten sudah membentuk satgas, jika ada pungli silakan lapor ke satgas. Ini dilakukan agar pelaku UMKM bisa terus berkembang tanpa beban retribusi yang berlebihan," tandasnya.

PRK Jadi Ruang Penguatan UMKM

Sukirman menekankan PRK 2026 bukan sekadar agenda seremonial dan hiburan rakyat. Event tahunan ini harus menjadi ruang nyata bagi pelaku UMKM Kabupaten Pekalongan untuk memperluas pasar dan meningkatkan omzet.

Ia pun menitipkan tugas kepada Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja untuk terus menata serta menghidupkan sentra-sentra UMKM di berbagai wilayah, seperti di Kajen, Wonopringgo, Kedungwuni, Kesesi, dan daerah lainnya.

"Semoga semuanya laris manis, dan masyarakat daya belinya meningkat," harapnya.

Hal senada disampaikan Plt Kepala Disperindag, Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan, Siti Masruroh. Ia menyebut PRK 2026 digelar selama lima hari, mulai 25 hingga 30 Agustus 2026, untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404.

"PRK 2026 juga menjadi wadah integrasi pameran pelayanan publik, promosi produk unggulan, budaya, serta penguatan kemandirian ekonomi kerakyatan," terang Siti.

Tinjau Stan dan Kampanyekan Integritas

Usai membuka acara, Sukirman bersama Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar dan jajaran Forkopimda meninjau sejumlah stan peserta.

Di stan Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan, Sukirman menjadi saksi akad nikah pasangan pengantin. Selama PRK berlangsung, stan Kemenag juga membuka layanan pendaftaran pernikahan.

Selanjutnya, Sukirman mengunjungi stan Inspektorat Daerah Kabupaten Pekalongan. Di sana ia mengikuti permainan integritas "Game Fokus". Dalam permainan tersebut, Sukirman menancapkan mata panah pada kata "sederhana".

Ia menegaskan pentingnya aparatur pemerintah menerapkan gaya hidup sederhana.Dengan penegasan larangan pungli dan penguatan pengawasan, Pemkab Pekalongan menempatkan PRK 2026 tidak hanya sebagai pesta rakyat, tetapi juga sebagai ajang promosi dan pengembangan UMKM yang berlangsung transparan sesuai ketentuan. (Tim/Syamsuri) 

Editor: Adi M

4 Tahun Menanti, Pemkab Banyumas Lanjutkan Pembangunan Jembatan Logawa Tahap 4

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono bersama Anggota DPR RI Yanuar Arif Wibowo melakukan 
peletakan batu pertama Jembatan Logawa tahap 4 di Desa Sunyalangu, Senin (24/8/2026).  

BANYUMAS, FOKUSDIALOG.COM – Setelah empat tahun terhenti, harapan warga Grumbul Cibun, Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas untuk memiliki jembatan permanen kembali menyala. Pemerintah Kabupaten Banyumas resmi melanjutkan pembangunan Jembatan Sungai Logawa ruas Baseh–Sunyalangu melalui tahap keempat, Senin (24/8/2026).

Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, didampingi Anggota DPR RI Yanuar Arif Wibowo dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyumas Kresnawan.

Anggaran Rp7,1 Miliar, Target 5 Bulan.

Kepala Dinas PU Banyumas Kresnawan menjelaskan, pembangunan tahap keempat ini merupakan lanjutan pekerjaan konstruksi yang didukung bantuan dari pemerintah pusat.

“Kami ucapkan terima kasih, Pak Yanuar yang telah ikut mengawal kegiatan ini sehingga dapatkan bantuan dari pemerintah pusat senilai sekitar Rp5 miliar,” ungkap Kresnawan.

Selain bantuan pusat, Pemkab Banyumas juga menggelontorkan dana dari APBD sebesar Rp2,1 miliar.

“Bantuan dari pemerintah pusat melengkapi itu. Kami berharap bahwa pekerjaan ini tidak selesai. Ada tahapan berikutnya yaitu meneruskan jalan yang di seberang jembatan,” tuturnya.

Jembatan permanen yang dibangun memiliki panjang 60 meter dan lebar 8 meter. Target pengerjaan ditetapkan selama 5 bulan.

Akses Vital Warga Grumbul Cibun

Bagi warga Grumbul Cibun, jembatan ini merupakan urat nadi mobilitas. Wartun, warga RT 8 Grumbul Cibun, menuturkan pembangunan ini sudah dinanti sejak selesainya tahap tiga pada akhir 2022.

“Sebelum ada jembatan gantung pada tahun 2004, kami menyebrang lewat sungai,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberadaan jembatan sangat menentukan aktivitas warga. Saat proses pembangunan sebelumnya, akses sempat terputus total.

“Waktu dulu ada pekerjaan di jembatan ini, kita engga bisa kemana-mana. Ke pasar harus jalan ke Sokawera. Jauh banget,” katanya.

Rencana Lanjutan dan Dukungan Warga

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan komitmen Pemkab untuk menuntaskan konektivitas di ruas tersebut. Setelah jembatan, fokus berikutnya adalah pembangunan jalan di seberang jembatan.

“Kalau tahun 2027 sepertinya agak susah. Mudah-mudahan nanti 2028 bisa jalan,” ujar Sadewo.

Ia juga mengapresiasi dukungan warga terkait pembebasan lahan untuk pelebaran jalan.

“Saya tadi menanyakan kepada warga terkait lahan mereka, mereka siap tanpa meminta ganti rugi,” ucapnya.

Saat ini, dengan kondisi akses yang ada, jembatan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. Dengan rampungnya tahap empat ini, Pemkab berharap mobilitas dan perekonomian warga Grumbul Cibun semakin lancar. 

Pembangunan ini sekaligus menjadi bukti keseriusan Pemkab Banyumas dalam memperkuat infrastruktur penunjang ekonomi kerakyatan di wilayah kecamatan. (Tim/Syamsuri) 

Editor: Adi M

Plt Bupati Pemalang Apresiasi Semangat Kebersamaan Warga, UMKM Ikut Bergerak di HUT RI ke-81

Plt Bupati Pemalang Nurkholes bersapa dengan warga saat mengikuti jalan sehat di Lapangan Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Minggu (23/8/2026).

PEMALANG, FOKUSDIALOG.COM – Semangat kebersamaan dan gotong royong warga Kabupaten Pemalang dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI mendapat apresiasi langsung dari Plt Bupati Pemalang, Nurkholes. Apresiasi itu disampaikan saat ia hadir di tengah ribuan warga yang mengikuti senam bersama dan jalan sehat di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan dan Desa Pagergunung, Kecamatan Ulujami, Minggu (23/8/2026).

Ribuan Warga Antusias, UMKM Ikut Laris

Di Desa Pegundan, ribuan warga memadati Lapangan Desa dalam rangkaian kegiatan "Petarukan Expo" yang diisi senam bersama dan jalan sehat. Suasana serupa juga terjadi di Sport Center Kecamatan Berdaya Ulujami dan Lapangan Sepak Bola Desa Pagergunung, Kecamatan Ulujami.Ditemui di sela kegiatan,

Nurkholes menilai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung memiliki dampak ganda. Selain mempererat kebersamaan, kegiatan ini juga menggerakkan roda ekonomi.

“Saya sangat senang melihat UMKM yang ada di sini bisa tumbuh dan bergerak bersama. Kegiatan seperti ini memberikan dampak nyata terhadap pergerakan ekonomi masyarakat. Saya tadi melihat langsung, UMKM di sini ramai dan dagangannya laris,” ujarnya.

Lapangan desa memang disulap menjadi pusat kegiatan. Selain arena olahraga, deretan lapak UMKM tampak ramai dikunjungi warga yang membeli berbagai produk unggulan lokal.

Jogging Track Jadi Ruang Publik Produktif.

Plt Bupati juga menyoroti keberadaan fasilitas jogging track di kawasan tersebut. Menurutnya, lapangan desa kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana olahraga, tetapi juga sebagai ruang publik untuk rekreasi dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

“Tempat ini menjadi ruang publik yang luar biasa karena tidak hanya menjadi tempat masyarakat berolahraga dengan adanya jogging track, tetapi juga menjadi ruang untuk berekreasi dan mengembangkan kegiatan ekonomi masyarakat,” kata Nurkholes.

Ia berharap konsep serupa dapat ditiru di desa-desa lain di Kabupaten Pemalang yang memiliki lapangan.

“Saya berharap seluruh desa di Kabupaten Pemalang yang mempunyai lapangan bisa memiliki jogging track semacam ini. Masyarakat bisa berolahraga, berekreasi, sekaligus memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berjualan dengan harga yang terjangkau,” lanjutnya.

Sinergi Olahraga, Ruang Publik dan Ekonomi Desa

Menurut Nurkholes, sinergi antara olahraga, penyediaan ruang publik, dan pemberdayaan UMKM merupakan langkah sederhana namun memiliki manfaat luas.

Melalui momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, ia mengajak masyarakat Kabupaten Pemalang untuk terus menjaga semangat kebersamaan dengan menghadirkan kegiatan positif yang tidak hanya meriah, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi perekonomian lokal.

Kehadiran orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Pemalang di tengah masyarakat menjadi bentuk dukungan nyata Pemkab terhadap antusiasme warga dalam memeriahkan kemerdekaan. (Tim/Syamsuri) 

Editor: Adi M

360 Pramuka Penegak dan Pandega Cilacap Ikuti Raimuna Cabang VIII di Kesugihan


Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Lapangan Binar Jaya, Desa Bulupayung, Sabtu (22/8/2026).

CILACAP, FOKUSDIALOG.COM – Semangat kemandirian dan kreativitas generasi muda ditunjukkan dalam Raimuna Cabang VIII Tahun 2026. Sebanyak 360 Pramuka Penegak dan Pandega dari seluruh Kabupaten Cilacap berkumpul di Desa Bulupayung, Kecamatan Kesugihan, selama empat hari, Jumat-Senin (21-24/8/2026).

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya selaku Ketua Mabicab Cilacap, bersamaan dengan Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Lapangan Sepak Bola Binar Jaya Desa Bulupayung, Sabtu (22/8/2026).

Upacara tersebut diikuti 720 anggota Pramuka Siaga, Penggalang dan Penegak dari gugus depan se-Kecamatan Kesugihan.

Wadah Pembinaan Karakter dan Keterampilan

Waka Bidang Organisasi dan Hukum Kwarcab Cilacap Luhur Satrio Muchsin mengatakan, Raimuna menjadi ruang strategis untuk membina karakter generasi muda.

“Raimuna bertujuan mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam menguasai keterampilan teknologi dan kewirausahaan guna mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Menurutnya, melalui kegiatan perkemahan tingkat cabang ini, peserta tidak hanya dilatih kedisiplinan dan kemampuan beradaptasi, tetapi juga dibekali keterampilan yang relevan dengan tantangan zaman.

Sejalan dengan Tema Hari Pramuka: Mandiri dan Inovatif

Dalam amanatnya, Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya menekankan bahwa tema Hari Pramuka ke-65, “Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan”, sangat sejalan dengan kebutuhan saat ini.

“Cilacap memiliki potensi besar di bidang pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan hingga ekonomi kreatif. Ini bisa menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkarya dan berinovasi,” kata Ammy.

Ia berpesan agar Pramuka Cilacap menjadi generasi yang berkarakter kuat.

“Jadilah generasi yang berkarakter, terampil, mandiri, kreatif, inovatif, menguasai teknologi, mencintai budaya, peduli terhadap lingkungan dan masyarakat,” pesannya.

Lebih lanjut, Ammy menyebut Raimuna merupakan bagian dari persiapan menyongsong Indonesia Emas 2045. Peserta Raimuna hari ini, lanjutnya, akan berada di usia produktif dan menjadi motor penggerak pembangunan bangsa di masa depan.

Apresiasi untuk 56 Pembina dan Tokoh Pramuka

Dalam rangkaian upacara, Kwarcab Cilacap juga memberikan penghargaan kepada 56 orang atas jasa, pengabdian, dan kontribusi mereka terhadap perkembangan Gerakan Pramuka di Kabupaten Cilacap.

Pemberian penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi para pembina, pelatih, dan tokoh yang terus menjaga eksistensi kepramukaan sebagai wadah pembentukan karakter bangsa.

Dengan berakhirnya Raimuna Cabang VIII, diharapkan lahir Pramuka Penegak dan Pandega Cilacap yang tidak hanya terampil di lapangan, tetapi juga siap menjadi agen perubahan dalam mendukung ketahanan pangan dan kemandirian daerah. (Tim/Syamsuri) 

Editor: Adi M

1,5 Ton Sampah Diangkut! 330 Orang Gotong Royong Bersihkan Sungai Kramean Purbalingga


Warga Purbalingga Kidul berharap Sungai Kramean kembali bening seperti dulu setelah aksi bersih lingkungan.

PURBALINGGA, FOKUSDIALOG.COM – Semangat gotong royong warga Purbalingga kembali terlihat. Sebanyak 1,5 ton sampah berhasil dikumpulkan dalam aksi bersih lingkungan di Sungai Kramean, Jumat (21/8/2026).

Aksi yang melibatkan 330 orang dari berbagai unsur ini menjadi langkah awal Gerakan Purbalingga Gotong Royong menuju Purbalingga ASRI - Aman, Sehat, Resik, Indah.

3 Titik Pembersihan, 330 Orang Turun Langsung

Kegiatan ini menggerakkan aparatur pemerintah, anggota Pramuka, pelajar, hingga pegiat lingkungan. Mereka bahu-membahu menyisir sampah di 3 titik Sungai Kramean.

Kepala DLHPKP Kabupaten Purbalingga Bambang Triono merinci lokasinya:

- Kawasan SDIT Madani Kelurahan Kandang Gampang

- Jembatan Purbalingga Food Center di Kelurahan Purbalingga Kidul

Dusun Timbang Kelurahan Penambongan

“Sampah yang terkumpul akan kami catat dan evaluasi untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya. Aksi bersih lingkungan juga akan dilakukan secara rutin setiap bulan di sejumlah lokasi yang membutuhkan penanganan,” jelas Bambang.

Bupati: Ini Bukan Sekadar Bersih-Bersih

Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif yang hadir di lokasi menyebut aksi ini sebagai embrio awal gerakan sadar lingkungan di Purbalingga.

“Kita perlu memahami dan memperhatikan kondisi lingkungan di Purbalingga. Jadi, aksi ini bukan hanya untuk membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk sama-sama menjaganya,” kata Fahmi.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Masih banyak persoalan lingkungan yang butuh kepedulian warga. Ia mengajak masyarakat memulai dari hal sederhana: tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan sungai, dan merawat tempat umum.

“Lingkungan yang bersih berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas air di sekitarnya,” tegasnya.

Harapan Warga: Sungai Kramean Kembali Bening

Bagi warga yang tinggal di bantaran sungai, aksi ini membawa harapan besar. Rasmini, warga Purbalingga Kidul, masih ingat bagaimana Sungai Kramean dulu.

“Dulu bening, bisa untuk nyuci. Sekarang sudah kotor, banyak sampah dan airnya gatal,” ujar Rasmini.

Ia berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti di sini. Yang lebih penting, lanjutnya, ada kesadaran warga untuk tidak lagi membuang sampah ke sungai.

Menuju Purbalingga ASRI

Melalui Gerakan Purbalingga Gotong Royong, Pemkab menargetkan perubahan perilaku warga. Sungai yang bersih bukan hanya indah dipandang, tapi juga aman untuk kesehatan dan mendukung kualitas lingkungan.

Dengan 1,5 ton sampah yang berhasil diangkut di hari pertama, Pemkab Purbalingga optimis gerakan ini akan terus meluas dan menjadikan Purbalingga sebagai kabupaten yang ASRI. (Tim/Syamsuri) 

Editor: Adi M

Pemkab Kuningan Gelar Haul Syekh Maulana Akbar Rangkaian HUT ke-528


Ustad Solmed Isi Tabligh Akbar: "Dari Astana Menuju Mimbar, Dari Sejarah Menuju Masa Depan"

KUNINGAN, fokusdialog.com.

Kompleks Makam Astana Gede, Kabupaten Kuningan, Rabu 26 Agustus 2026 dipadati ribuan jamaah. Dengan suasana khidmat, Pemerintah Kabupaten Kuningan menggelar Haul Syekh Maulana Akbar yang dirangkaikan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Istighosah, dan Tabligh Akbar bersama Ustad Sholeh Mahmoed Nasution atau Ustad Solmed.


Kegiatan ini menjadi salah satu agenda resmi dalam rangkaian Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan dengan tema “Napak Tilas Spiritualitas dan Kepemimpinan Menuju Kuningan Melesat”.



Ziarah Buka Rangkaian, Makna Sejarah Dihidupkan

Acara dimulai dengan ziarah dan doa bersama di makam Syekh Maulana Akbar. Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Wakil Bupati Tuti Andriani, Sekda U. Kusmana, unsur Forkopimda, para ulama, pimpinan ponpes, santri, hingga zuriat Syekh Maulana Akbar bersama-sama memanjatkan Al-Fatihah.

Ziarah ini menjadi simbol bahwa ikhtiar membangun Kuningan tidak boleh memutus mata rantai dengan sejarah dan akar spiritual daerah.

“Agenda ini mengingatkan kita, bahwa kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur. Jalan, gedung, jembatan penting. Tapi harus beriringan dengan penguatan moral, SDM, dan kehidupan keagamaan,” ujar Bupati Dian dalam sambutannya.

Refleksi Sejarah: Dari Sidapurna ke Astana Gede

Dalam sesi selayang pandang, akademisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Prof. H. Didin Nurul Rosidin, M.A., Ph.D memaparkan jejak perjuangan Syekh Maulana Akbar. Menurut Prof. Didin, Syekh Maulana Akbar tidak hanya ulama, tapi juga pendidik dan pembangun peradaban. Beliau mendirikan pesantren di Sidapurna yang kemudian melahirkan pemukiman baru bernama Purwawinangun.

“Haul seorang ulama punya dua makna: mengenang jasa dan menghidupkan nilai perjuangannya. Sejarah yang hanya dikenang jadi nostalgia. Sejarah yang dihidupkan akan jadi inspirasi. Sejarah yang diteruskan akan jadi peradaban,” tegasnya.

Kepala Bagian Kesra Setda Kuningan Emup Muplihudin dalam laporannya menyebut, istighosah adalah ikhtiar spiritual memohon keberkahan dan keselamatan bagi warga Kuningan. Sementara Tabligh Akbar menjadi ruang menambah ilmu dan memperkuat ukhuwah.

Puncak acara diisi Tabligh Akbar oleh Ustad Solmed. Tausiahnya diharapkan dapat membuka mata hati masyarakat untuk memperbaiki kualitas hidup.

Bupati Dian juga mengapresiasi kehadiran penceramah nasional tersebut. Ia sekaligus mengajak seluruh elemen menjaga kondusifitas Kuningan.

“Kita tidak boleh mudah terpecah belah atau terpengaruh isu menyesatkan. Perbedaan harus jadi kekuatan dalam persaudaraan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perlu ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga,” pesannya.

Bupati juga menyinggung program Gema Saumima - Gerakan Bersama Sauyunan Miara Makam sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur.

Turut hadir Wakil Bupati Tuti Andriani, Ketua TP PKK, Ketua DWP, MUI Kuningan, Baznas, OPD, Kemenag, akademisi, dan ribuan masyarakat.

Dengan tagline “Dari Astana Menuju Mimbar, Dari Sejarah Menuju Masa Depan”, Pemkab Kuningan berharap rangkaian haul ini tidak berhenti sebagai seremoni tahunan.

Melainkan menjadi momentum bertafakur, bermuhasabah, dan memperkuat tekad melanjutkan pembangunan dengan tetap berpijak pada nilai-nilai luhur para pendahulu.

 

Fakta Singkat Syekh Maulana Akbar:

Peran: Ulama penyebar Islam di Kuningan

Jejak: Mendirikan Pesantren Sidapurna → cikal bakal Desa Purwawinangun

Warisannya: Dimensi spiritual, pendidikan, sosial, dan kultural

Makam: Kompleks Astana Gede, Kuningan. 


(Kom/Angga P/Asep S)

Editor: Adi M

Polwan Goes To School Edukasi Siswa SMPN 6 Cirebon tentang Perlindungan dari Kekerasan Seksual



Cirebon Kota, Fokus Dialog@com.-- Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-78 Polwan RI, Polwan Polres Cirebon Kota melaksanakan kegiatan Polwan Goes To School di SMPN 6 Kota Cirebon, Rabu (26/8/2026), sebagai bentuk kehadiran Polri di lingkungan pendidikan sekaligus membangun kedekatan dengan generasi muda.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut mengusung tema “Menjaga dan Melindungi Generasi Bangsa dari Kekerasan Seksual”, dengan melibatkan jajaran Polwan Polres Cirebon Kota bersama pihak sekolah dan para siswa SMPN 6 Kota Cirebon.

Kegiatan tersebut dihadiri Kaurmintu Sat Intelkam Polres Cirebon Kota Iptu Euis Tuti Herawati bersama sejumlah Polwan Polres Cirebon Kota, Kepala SMPN 6 Kota Cirebon Yudi Taryadu, S.Pd., M.M., Wakasek Bidang Humas Yati Mulyati, Wakasek Bidang Kesiswaan Noor Aen, M.Pd., serta para siswa sebagai peserta kegiatan.

Melalui program Polwan Goes To School, Polwan hadir langsung di tengah lingkungan sekolah untuk memberikan edukasi yang dekat dengan kehidupan remaja, sekaligus mengajak para siswa lebih memahami pentingnya menjaga diri, menghormati orang lain, dan berani mengambil sikap ketika menghadapi situasi yang dapat membahayakan keselamatan maupun masa depan mereka.

Materi edukasi disampaikan dengan pendekatan yang sesuai dengan dunia remaja, mulai dari mengenali pertemanan yang sehat, memahami personal boundaries atau batasan diri, berani mengatakan tidak terhadap sesuatu yang membuat tidak nyaman, hingga mengenali berbagai bentuk pelecehan dan kekerasan yang tidak selalu berbentuk kekerasan fisik.

Selain membahas kehidupan sehari-hari, Polwan juga mengajak para siswa memahami berbagai risiko di ruang digital, termasuk pentingnya menyaring informasi sebelum membagikan konten, menghindari cyberbullying, menjaga keamanan akun media sosial, serta memahami bahwa aktivitas di dunia maya tetap memiliki konsekuensi terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Iptu Euis Tuti Herawati menjelaskan bahwa kegiatan Polwan Goes To School merupakan kesempatan bagi Polwan untuk berinteraksi secara langsung dengan pelajar dan menyampaikan edukasi yang dapat menjadi bekal bagi mereka dalam menghadapi berbagai tantangan pada masa remaja.

“Melalui Polwan Goes To School, kami ingin hadir lebih dekat dengan para pelajar, memberikan pemahaman bahwa setiap anak memiliki hak untuk merasa aman, dihargai dan terlindungi, termasuk berani menjaga batasan dirinya serta menghormati batasan orang lain,” ujar Iptu Euis Tuti Herawati.

Ia menambahkan, generasi muda perlu dibekali pemahaman sejak dini agar mampu mengenali situasi yang tidak aman, berani berkata tidak, tidak takut mencari pertolongan, serta menggunakan media sosial secara bijak sehingga dapat tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, bertanggung jawab dan mampu melindungi dirinya maupun lingkungan di sekitarnya.
(Wak Diding)