Fokus Dialog

Berita Terkini

Wartawan Cari Kepala Sekolah, Guru Malah Tunjuk Arah Berbeda, Konfirmasi Dana PMI Jadi Misteri

Bak Drama Korea! Kepala SMPN 4 Palimanan Dicari Wartawan, Ternyata Ada di Belakang, Selisih Dana PMI Rp3.000 Jadi Sorotan KABUPA...

Postingan Populer

Jumat, 06 November 2026

Wartawan Cari Kepala Sekolah, Guru Malah Tunjuk Arah Berbeda, Konfirmasi Dana PMI Jadi Misteri


Bak Drama Korea! Kepala SMPN 4 Palimanan Dicari Wartawan, Ternyata Ada di Belakang, Selisih Dana PMI Rp3.000 Jadi Sorotan

KABUPATEN CIREBON – Bak cerita drama Korea yang penuh kejutan, kunjungan awak media ke SMP Negeri 4 Palimanan, Kabupaten Cirebon, untuk mengonfirmasi pengumpulan dana Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) justru diwarnai adegan yang mengundang tanda tanya.

Mulai dari keberadaan kepala sekolah yang sempat membingungkan, perbedaan nominal uang sumbangan dengan nilai kupon PMI, hingga pernyataan kepala sekolah yang menegaskan bahwa seluruh uang telah disetorkan ke Dinas Pendidikan.

Peristiwa bermula ketika awak media mendatangi SMPN 4 Palimanan untuk meminta klarifikasi langsung kepada Misno selaku kepala sekolah terkait mekanisme pengumpulan dana PMI.

Saat menanyakan keberadaan kepala sekolah kepada salah satu guru, awak media justru mendapatkan petunjuk arah yang berbeda. Guru tersebut terkesan kebingungan dan menunjuk ke arah lain.

Namun, siapa sangka? Ketika wartawan menoleh ke belakang, sosok yang sedang dicari ternyata berada tidak jauh dari posisi mereka. Misno, Kepala SMPN 4 Palimanan, ternyata berada di belakang awak media.

Situasi tersebut sontak menjadi momen yang mengundang tanda tanya. Wartawan pun mempertanyakan kepada guru tersebut apakah dirinya tidak mengetahui keberadaan kepala sekolahnya sendiri.

Kejadian itu memunculkan kesan seolah-olah keberadaan kepala sekolah menjadi sebuah teka-teki. Meski demikian, alasan guru memberikan petunjuk arah tersebut belum diketahui secara pasti.

Pernyataan Kepala Sekolah: Saya Tidak Makan Uang PMI!

Di tengah upaya konfirmasi tersebut, Misno akhirnya memberikan pernyataan mengenai dana PMI yang dikumpulkan di lingkungan sekolah.

Dengan nada tegas, Misno menyampaikan kepada awak media:

"Nih Mas, aku kasih tahu, yang jelas kepala sekolah tidak makan uang PMI, karena uang disetorkan semua ke Dinas Pendidikan," ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena substansi pertanyaan awak media sebenarnya bukan hanya mengenai siapa yang menikmati atau menerima uang PMI.

Lebih jauh, yang perlu dijelaskan adalah bagaimana mekanisme pengumpulan sumbangan, berapa nominal yang dibayarkan masing-masing kelompok, berapa kupon yang diberikan, serta bagaimana pencatatan dan penyetoran seluruh dana tersebut.

Satu Kupon Rp2.000, Guru Bayar Rp5.000, Selisih Rp3.000 ke Mana?

Persoalan semakin menarik ketika muncul keterangan dari salah satu staf tata usaha (TU) yang ditunjuk pihak sekolah untuk memberikan penjelasan kepada awak media.

Menurut keterangan staf TU tersebut, guru, staf TU, dan siswa masing-masing mendapatkan satu lembar kupon PMI.

Namun, terdapat perbedaan nominal uang yang diserahkan. Siswa disebut membayar Rp2.000, sedangkan guru membayar Rp5.000 untuk memperoleh satu kupon.

"Kalau untuk guru dipungut Rp5.000, sedangkan siswa Rp2.000 dan mendapatkan satu tiket atau kupon PMI," ungkap staf TU tersebut.

Keterangan itu menimbulkan pertanyaan mendasar.

Jika satu kupon PMI memiliki nilai nominal Rp2.000, sementara guru menyerahkan uang Rp5.000 untuk mendapatkan satu kupon, terdapat selisih Rp3.000.

Lantas, bagaimana pencatatan selisih tersebut? Apakah Rp3.000 merupakan sumbangan tambahan secara sukarela? Apakah ada ketentuan khusus dari Dinas Pendidikan? Ataukah terdapat mekanisme administrasi tersendiri?

Pertanyaan tersebut membutuhkan penjelasan agar tidak berkembang menjadi kesalahpahaman di lingkungan pendidikan.

Keterangan Kepala Markas PMI Jadi Pembanding

Sebelumnya, Kepala Markas PMI Kabupaten Cirebon, Aris Sugema, saat ditemui di kantornya di Jalan Otto Iskandardinata Nomor 40A, Tegalsari, Plered, Kabupaten Cirebon, Senin (12/10/2026), telah menjelaskan mekanisme penggunaan kupon dalam kegiatan Bulan Dana PMI.

Menurut Aris, satu lembar kupon PMI memiliki nilai nominal Rp2.000 dan berfungsi sebagai bukti sumbangan sekaligus bagian dari mekanisme pencatatan dana.

Ia memberikan contoh, apabila seseorang menyumbang Rp10.000, maka kupon yang diberikan sebanyak lima lembar, dengan masing-masing kupon bernilai Rp2.000.

Aris juga menyampaikan bahwa terdapat alokasi 10 persen dari kupon yang beredar untuk kepentingan koordinator sebagai pengganti biaya operasional, seperti bensin.

Keterangan tersebut menjadi pembanding untuk meminta penjelasan lebih lanjut mengenai penerapan mekanisme pengumpulan sumbangan di SMPN 4 Palimanan.

Sebab, apabila nominal pembayaran berbeda dengan nilai kupon yang diterima, transparansi pencatatan menjadi hal penting untuk diperjelas.

Nomor Wartawan Disebut Diblokir, Konfirmasi Berlanjut atau Berhenti?

Persoalan tidak berhenti sampai di situ. Awak media juga menyebut mengalami kendala komunikasi setelah melakukan konfirmasi kepada pihak sekolah. Nomor telepon wartawan disebut tidak lagi dapat digunakan untuk menghubungi Misno karena diduga telah diblokir.

Jika benar terjadi, kondisi tersebut tentu perlu diklarifikasi agar tidak menimbulkan persepsi bahwa pihak sekolah menutup ruang komunikasi dengan pers.

Padahal, konfirmasi merupakan bagian penting dalam proses jurnalistik untuk mendapatkan informasi yang utuh dan berimbang.

Kini, sejumlah pertanyaan masih menunggu jawaban dari pihak terkait.

Pertama, apa dasar penetapan nominal Rp5.000 bagi guru yang hanya menerima satu kupon senilai Rp2.000?

Kedua, bagaimana pencatatan selisih Rp3.000 tersebut?

Apakah mekanisme tersebut telah mendapatkan arahan atau ketentuan resmi dari pihak Dinas Pendidikan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut bukan tuduhan bahwa telah terjadi penyimpangan. Namun, merupakan bagian dari upaya memperoleh kejelasan atas mekanisme pengumpulan dana kemanusiaan di lingkungan sekolah.

Hingga berita ini disusun, redaksi belum memperoleh dokumen pendukung yang dapat memastikan dasar penetapan nominal Rp5.000 bagi guru maupun pencatatan selisih Rp3.000 tersebut.


(Cephy)

Lelah Bekerja Terbayar dengan Keceriaan, Satgas TMMD Bermain Bola Bersama Anak-anak


Fokus Dialog (Subang) - Suasana ceria terlihat di sekitar Posko Sektor SAB 4, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jumat (6/11/2026). Di sela-sela pelaksanaan tugas, anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang menyempatkan diri bermain bola bersama anak-anak setempat.

Tawa dan semangat anak-anak mewarnai permainan sederhana tersebut. Anggota Satgas tampak berbaur, menendang bola dan bermain bersama tanpa sekat, menghadirkan suasana akrab di lingkungan posko.

Kedekatan ini menjadi gambaran hubungan hangat yang terjalin antara Satgas TMMD dan masyarakat. Kehadiran prajurit di tengah warga tidak hanya dalam kegiatan pembangunan, tetapi juga melalui interaksi sehari-hari yang menciptakan rasa nyaman dan kebersamaan.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa kebersamaan dengan masyarakat, termasuk anak-anak, merupakan bagian penting dari pelaksanaan TMMD. Menurutnya, interaksi sederhana dapat mempererat hubungan dan menghadirkan kesan positif bagi generasi muda.

“Melihat anak-anak bermain dengan ceria menjadi kebahagiaan tersendiri bagi anggota kami. Kami ingin kehadiran Satgas TMMD dapat dirasakan dekat oleh masyarakat, termasuk anak-anak di sekitar lokasi kegiatan,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.

Melalui momen kebersamaan tersebut, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus menumbuhkan kedekatan dengan masyarakat Desa Cupunagara. Semangat pengabdian hadir dalam setiap kegiatan, baik melalui pembangunan maupun kebersamaan yang terjalin dengan warga.

Satgas TMMD Gelar Pemeriksaan Kesehatan Keliling bagi Warga Cupunagara


Fokus Dialog (Subang) - Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat terus diwujudkan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang melalui pemeriksaan kesehatan keliling di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jumat (6/11/2026).

Pemeriksaan dilakukan oleh PNS Mukmin, anggota kesehatan Satgas TMMD, dengan menyasar warga masyarakat, perangkat desa, serta sejumlah personel Satgas. Kegiatan ini menjadi bagian dari pelayanan kesehatan selama pelaksanaan program TMMD.

Melalui pemeriksaan tersebut, kondisi kesehatan masyarakat dan personel dapat diketahui sejak dini. Kehadiran anggota kesehatan Satgas juga memberikan kemudahan bagi warga untuk memperoleh layanan pemeriksaan di tengah aktivitas sehari-hari.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan merupakan salah satu bentuk kepedulian Satgas terhadap masyarakat. Kesehatan warga dan personel menjadi perhatian selama program TMMD berlangsung.

“Melalui pemeriksaan kesehatan keliling ini, kami berharap masyarakat dan anggota Satgas dapat mengetahui kondisi kesehatannya. Pelayanan ini juga menjadi wujud kepedulian kami terhadap kesehatan warga selama pelaksanaan TMMD,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.

Kegiatan tersebut melengkapi sasaran nonfisik TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang. Melalui pelayanan kesehatan, Satgas terus berupaya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Cupunagara.

Satgas TMMD dan Warga Tetap Semangat Kejar Target Pengecoran Jembatan


Fokus Dialog (Subang) - Pengecoran jembatan pada titik pertama sasaran pembukaan jalan TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus dikebut. Anggota Satgas bersama masyarakat bergotong royong menyelesaikan pekerjaan di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jumat (6/11/2026).

Kendala pengangkutan material menuju lokasi tidak menyurutkan semangat personel Satgas dan warga. Dengan saling membantu, material diangkut dan pekerjaan pengecoran terus dilanjutkan demi mengejar target pembangunan.

Kebersamaan terlihat saat anggota Satgas dan masyarakat bekerja di atas rangka jembatan. Mereka bahu-membahu dalam proses pengecoran, menunjukkan kuatnya gotong royong dalam mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa berbagai kendala di lapangan menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Semangat dan kerja sama seluruh personel serta masyarakat menjadi modal penting dalam menyelesaikan sasaran pembangunan.

“Meski pengangkutan material cukup menantang, anggota Satgas bersama masyarakat tetap bersemangat melanjutkan pengecoran. Kami terus berupaya agar pekerjaan berjalan sesuai target yang telah ditentukan,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari sasaran pembukaan jalan sepanjang 1.500 meter dengan lebar 4 meter. Infrastruktur ini diharapkan dapat menunjang akses dan mobilitas masyarakat Desa Cupunagara setelah pembangunan rampung.

Harumkan Nama Kabupaten Cirebon! Siswa SMPN 3 Sumber Tembus Nasional Kompetisi Matematika 2026



Cirebon, Kepala SMP Negeri 3 Sumber, Nani Sariningsih, S.Pd., M.M., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas pencapaian yang diraih oleh Muhammad Farhan Nahjan Albar. Jum'at, (6/11/2026), SMP Negeri 3 Sumber Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari semangat belajar, kerja keras, ketekunan, serta keberanian siswa dalam mengembangkan potensi akademiknya.

"Kami merasa bangga dan bersyukur atas prestasi yang telah diraih oleh ananda Muhammad Farhan Nahjan Albar. Keberhasilan lolos ke tingkat nasional dalam ajang Eduversal Mathematics Competition 2026 merupakan pencapaian yang sangat membanggakan bagi keluarga besar SMP Negeri 3 Sumber," ungkapnya.

Ia berharap prestasi tersebut tidak membuat siswa cepat berpuas diri, melainkan menjadi motivasi untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan memberikan hasil terbaik pada kompetisi tingkat nasional.

"Kami juga berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik lainnya agar terus bersemangat dalam belajar, berani mencoba, serta tidak takut berkompetisi. Sekolah akan terus berupaya memberikan dukungan dan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat serta potensi yang dimiliki," tambahnya.
Nani juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan seluruh pihak yang telah memberikan bimbingan serta dukungan sehingga peserta didik mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Mohon doanya tanggal 21 November 2026 uji tingkat Nasional semoga lolos. Setelah lolos tingkat kab/ kota dan tingkat prov

(Cephy)

Kamis, 05 November 2026

Kupon PMI Rp2.000, Guru SMPN 4 Palimanan Bayar Rp5.000, Ke Mana Selisihnya?

Satu Kupon PMI Bernilai Rp2.000, Guru Diminta Rp5.000 di SMPN 4 Palimanan, Kepala Sekolah Tegaskan Dana Disetor ke Dinas

KABUPATEN CIREBON – Mekanisme pengumpulan sumbangan dalam kegiatan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) di SMP Negeri 4 Palimanan, Kabupaten Cirebon, menuai sorotan. Pasalnya, terdapat perbedaan nominal uang yang diserahkan dengan nilai kupon PMI yang diterima oleh guru dan siswa.

Persoalan tersebut menjadi perhatian setelah muncul keterangan bahwa guru dan siswa sama-sama menerima satu lembar kupon PMI dengan nilai nominal Rp2.000. Namun, nominal uang yang diminta kepada guru disebut mencapai Rp5.000, sedangkan siswa Rp2.000.

Informasi tersebut disampaikan salah satu staf tata usaha (TU) yang ditunjuk pihak sekolah untuk memberikan keterangan kepada awak media. Jumat (6/11/2026).

Menurut keterangan staf TU tersebut, seluruh uang hasil pengumpulan sumbangan telah disetorkan kepada Dinas Pendidikan. Ia juga menyebutkan bahwa perbedaan nominal pembayaran antara guru dan siswa telah mengikuti ketentuan yang disampaikan pihak dinas.

"Kalau untuk guru dipungut Rp5.000, sedangkan siswa Rp2.000 dan mendapatkan satu tiket atau kupon PMI," ungkap staf TU tersebut.

Sementara itu, Misno selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Palimanan memberikan penegasan ketika dikonfirmasi awak media. Ia menyatakan bahwa kepala sekolah tidak menikmati uang hasil pengumpulan sumbangan PMI karena seluruh dana telah disetorkan.

"Nih Mas, aku kasih tahu, yang jelas kepala sekolah tidak makan uang PMI, karena uang disetorkan semua ke Dinas Pendidikan," ujar Misno.

Pernyataan tersebut menjadi bagian penting dari persoalan yang perlu diperjelas. Sebab, persoalan yang dipertanyakan bukan semata-mata mengenai siapa yang menerima atau menyetorkan uang, melainkan bagaimana mekanisme penetapan nominal sumbangan, pencatatan, serta kesesuaian antara uang yang terkumpul dengan kupon yang dibagikan.

Selisih Rp3.000 Jadi Pertanyaan

Jika satu kupon PMI memiliki nilai nominal Rp2.000, sementara guru menyerahkan uang sebesar Rp5.000 untuk memperoleh satu kupon, terdapat selisih Rp3.000 yang memerlukan penjelasan.

Apakah selisih tersebut merupakan bentuk sumbangan sukarela tambahan? Apakah terdapat ketentuan khusus dari Dinas Pendidikan mengenai nominal sumbangan bagi guru? Ataukah ada mekanisme pencatatan tersendiri atas kelebihan uang tersebut?

Pertanyaan-pertanyaan itu penting dijawab secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Terlebih, kegiatan Bulan Dana PMI pada prinsipnya merupakan kegiatan pengumpulan sumbangan kemanusiaan. Oleh karena itu, transparansi mengenai mekanisme penghimpunan dan pertanggungjawaban dana menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Penjelasan PMI: Satu Kupon Senilai Rp2.000

Sebelumnya, Kepala Markas PMI Kabupaten Cirebon, Aris Sugema, saat ditemui di kantornya di Jalan Otto Iskandardinata Nomor 40A, Tegalsari, Plered, Kabupaten Cirebon, Senin (12/10/2026), menjelaskan mekanisme penggunaan kupon dalam kegiatan Bulan Dana PMI.

Menurut Aris, setiap kupon memiliki nilai nominal Rp2.000 dan berfungsi sebagai bukti sumbangan sekaligus bagian dari mekanisme pencatatan dana yang terkumpul.

Ia memberikan contoh, apabila seseorang menyumbang Rp10.000, maka kupon yang diberikan sebanyak lima lembar, dengan masing-masing kupon bernilai Rp2.000.

Aris juga menjelaskan bahwa dari kupon yang beredar terdapat alokasi sebesar 10 persen untuk kepentingan koordinator sebagai pengganti biaya operasional, seperti bensin.

Keterangan tersebut menjadi salah satu dasar untuk meminta penjelasan lebih lanjut mengenai penerapan mekanisme pengumpulan sumbangan di SMPN 4 Palimanan.

Konfirmasi dan Transparansi Perlu Dikedepankan

Di sisi lain, muncul pula persoalan komunikasi setelah awak media berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut. Nomor telepon awak media disebut tidak lagi dapat digunakan untuk menghubungi kepala sekolah karena diduga telah diblokir.

Saat diklarifikasi agar tidak menimbulkan persepsi bahwa pihak sekolah menghindari pertanyaan media.

Padahal, konfirmasi merupakan bagian dari tugas jurnalistik untuk memperoleh informasi yang utuh, berimbang, dan tidak sepihak.

Kepala sekolah maupun pihak Dinas Pendidikan memiliki ruang untuk memberikan penjelasan, termasuk menunjukkan bukti penyetoran, dasar penetapan nominal sumbangan, serta mekanisme pencatatan dana yang terkumpul.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh dokumen yang dapat memastikan secara menyeluruh dasar penetapan nominal Rp5.000 bagi guru dan pencatatan selisih Rp3.000 tersebut.

(Cephy)

Istirahat di Lokasi Pembukaan Jalan, Satgas TMMD dan Warga Cupunagara Berbagi Cerita


Fokus Dialog (Subang) - Suasana akrab terlihat di lokasi pembukaan jalan Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jumat (6/11/2026). Di sela-sela pekerjaan, anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang bersama masyarakat memanfaatkan waktu istirahat untuk berinteraksi dan berbagi cerita.

Duduk bersama setelah menyelesaikan pekerjaan, Satgas dan warga saling bertukar cerita mengenai kehidupan serta kondisi kampung masing-masing. Obrolan sederhana tersebut menghadirkan suasana kebersamaan di tengah pelaksanaan pembangunan jalan.

Momen istirahat ini menjadi ruang bagi anggota Satgas untuk lebih dekat dengan masyarakat. Berbagai cerita yang disampaikan warga juga memberikan gambaran tentang kehidupan sehari-hari serta harapan mereka terhadap pembangunan akses jalan di wilayahnya.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa kebersamaan dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan TMMD. Interaksi yang terjalin diharapkan dapat memperkuat hubungan antara TNI dan warga selama kegiatan berlangsung.

“Melalui kebersamaan seperti ini, kami dapat lebih mengenal masyarakat dan mendengar langsung cerita serta harapan mereka. Kedekatan dengan warga menjadi semangat bagi anggota Satgas dalam melaksanakan tugas pembangunan di Desa Cupunagara,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.

Kebersamaan tersebut mencerminkan semangat TMMD yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Di lokasi pembukaan jalan, kedekatan itu tumbuh melalui pekerjaan bersama hingga obrolan sederhana saat melepas lelah.

Satgas TMMD Awali Pekerjaan Pembukaan Jalan dengan Apel Pagi


Fokus Dialog (Subang) - Sebelum memulai pekerjaan pembukaan jalan, anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang melaksanakan apel pagi di lokasi sasaran pembangunan jalan Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jumat (6/11/2026). Apel dipimpin Serka Agus selaku tertua sektor jalan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan personel sebelum melaksanakan pekerjaan di lapangan. Melalui apel pagi, kondisi dan kesiapan anggota diperiksa sekaligus memastikan seluruh personel mengetahui tugas yang akan dilaksanakan.

Selain pengecekan personel, apel pagi juga dimanfaatkan untuk menentukan prioritas pekerjaan. Dengan demikian, setiap anggota dapat memahami pembagian tugas dan pekerjaan yang harus didahulukan sesuai kebutuhan di lokasi pembukaan jalan.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menegaskan bahwa kesiapan personel dan koordinasi menjadi hal penting dalam mendukung kelancaran pembangunan. Menurutnya, setiap kegiatan perlu diawali dengan perencanaan yang jelas agar pekerjaan dapat dilaksanakan secara terarah.

“Apel pagi ini dilaksanakan untuk mengecek kesiapan anggota sekaligus menyampaikan pekerjaan yang menjadi prioritas hari ini. Dengan pembagian tugas yang jelas, diharapkan seluruh anggota dapat melaksanakan pekerjaan secara optimal,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.

Melalui persiapan yang terkoordinasi, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus mengoptimalkan pelaksanaan sasaran pembukaan jalan sepanjang 1.500 meter dengan lebar 4 meter di Desa Cupunagara. Pembangunan tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran akses dan aktivitas masyarakat setempat.

Sidang Korupsi PDAM Pekalongan Ditunda! Hakim Dinas Luar Kota, 4 Terdakwa Kembali ke Tahanan


SEMARANG, FOKUSDIALOG.COM – Harapan publik untuk melihat dimulainya sidang kasus korupsi Perumda Tirtayasa (PDAM Kota Pekalongan) harus tertunda.

Sidang perdana yang dijadwalkan digelar di Pengadilan Tipikor Semarang, batal digelar dan ditunda hingga Kamis, 12 November 2026 mendatang.

Penundaan ini disebabkan Ketua Majelis Hakim yang akan memimpin jalannya persidangan berhalangan hadir karena sedang menjalani tugas dinas di luar kota.

"Ketua Majelis Hakim sedang dinas luar kota, jadi sidang hari ini tidak bisa dilanjutkan dan ditunda ke Kamis depan, 12 November 2026," kata petugas pengadilan saat dikonfirmasi.

Akibat penundaan tersebut, agenda pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kota Pekalongan terhadap empat terdakwa pun ikut tertunda.

Keempat terdakwa yang akan diadili adalah:

1. Muhammad Iqbal (MI)  – Mantan Dirut Perumda Tirtayasa 2019-2024
2. Teguh Sikas (TS) – Mantan Kasubag SPI
3. Sukaryono (S/K) – Kasubag Umum dan Personalia
4. Purnomo (P) – Kasubag Distribusi

Mereka didakwa terlibat dalam dugaan pengadaan barang dan jasa fiktif serta pemalsuan voucher operasional perawatan kendaraan tahun anggaran 2022-2023 yang mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp2,7 miliar.

Para terdakwa yang sebelumnya ditahan di Rutan Kota Pekalongan sejak 18 Agustus 2026, terpaksa kembali ke tahanan usai sidang dinyatakan ditunda.

Persidangan akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda yang sama, yakni pembacaan dakwaan oleh JPU.

Publik Kota Pekalongan kini menanti, apakah pada 12 November nanti sidang benar-benar akan dibuka dan dakwaan Rp2,7 miliar itu akhirnya dibacakan di muka persidangan. (Romi)

Editor: Adi Mukti 

Rabu, 04 November 2026

Piket Koramil 04/Jebres Laksanakan Patroli Malam Bersama Anggota Linmas Guna Ciptakan Kenyamanan Dan Kondusifitas Wilayah


Uploaded Image

Surakarta - Pada hari Rabu tanggal 04 November 2026, pukul  21.00 Wib, Piket Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Serma Taufik Mukhlis melaksanakan Patroli bersama anggota Linmas di wilayah Kecamatan Jebres Kota Surakarta.

Piket Koramil 04/Jebres bersama anggota Linmas melaksanakan Patroli melewati route yang rawan terjadinya kriminalitas dan tempat obyek vital serta lingkungan perumahan warga masyarakat, yang bertujuan menciptakan kenyamanan, kondusifitas, maupun pengamanan obyek Vital di wilayah Kecamatan Jebres.

"Kegiatan patroli keamanan seperti ini akan terus kita lakukan secara rutin dan konsisten guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif."tegas Serma Taufik Mukhlis.

Penulis : Arda 72