Jumat, 28 Agustus 2026
Kapolres Cirebon Kota Berikan Sembako dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Ojol
Usai Apel, Polres Cirebon Kota Resmikan Cuci Motor dan Bengkel Gratis untuk Ojol
Ojol Kamtibmas Jadi Mitra Strategis Polres Cirebon Kota Jaga Keamanan
Kamis, 27 Agustus 2026
Polresta Cirebon Sita 647 Botol Ilegal
Puluhan Driver Ojol di Kuningan Dapat Servis Motor dan Ganti Oli Gratis dari Polisi
Respon Cepat Polisi, Brimob dan Damkar Tangani Kebakaran Lahan Kedawung
Gotong Royong 22 RT, Warga Bangkaloa Ilir Bangun Aula Pendopo Pesarean Mbah Buyut Warti
pembangunan aula pendopo Pesarean Mbah Buyut Warti, Agustus 2026.
INDRAMAYU, fokusdialog.com. – Semangat gotong royong dan penghormatan kepada leluhur kembali ditunjukkan warga Desa Bangkaloa Ilir, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu. Seluruh warga dari RT 1 sampai RT 22 bersama Kuwu dan jajaran perangkat desa saat ini tengah melaksanakan pembangunan aula atau pendopo di area Makam Mbah Buyut Warti.
Pembangunan ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan kepada tokoh yang dihormati warga setempat, karena beliau merupakan orang pertama yang membuka hutan atau mbabat alas untuk dijadikan pedukuhan yang kini dikenal dengan nama Desa Bangkaloa Ilir.
Kuwu Bangkaloa Ilir H. Mislam mengatakan, pembangunan aula pendopo pesarean ini sepenuhnya bersumber dari swadaya masyarakat.
“Alhamdulillah, sumber dana pembangunan murni dari swadaya seluruh masyarakat Bangkaloa Ilir. Warga juga sangat mendukung pembangunan ini, bahkan warga secara sukarela memberikan bantuan dana seikhlasnya tanpa nominal harus sekian,” terangnya saat ditemui di lokasi, Kamis (27/8/2026).
Hal senada disampaikan Saryono selaku Ketua RT 19 Blok Kuburan RW 04. Ia menegaskan tidak ada paksaan dalam pengumpulan dana.
“Ya. Tidak dipatok harus sekian, jadi seikhlasnya saja. Bervariasi, ada yang 10.000, 20.000, 50.000, bahkan ada yang ngasih 100.000,” ucapnya.
Menurut H. Mislam, antusiasme masyarakat sangat tinggi demi suksesnya pembangunan ini. Pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu 1 bulan. Hal ini agar pendopo sudah bisa digunakan untuk acara adat tahunan.
“Oleh karena itu, mudah-mudahan pembangunan ditargetkan 1 bulan rampung, karena nanti tanggal 27 September 2026 akan diadakan acara adat ngunjung Mbah Buyut Warti,” jelas H. Mislam.
Ia berharap melalui pembangunan ini, kelestarian budaya warisan para tetua desa dapat terus dijaga secara turun-temurun.
“Mudah-mudahan Desa Bangkaloa Ilir dapat terus menjaga kelestarian budaya yang diwariskan oleh para tetua desa secara turun-temurun. Pembangunan aula pendopo pesarean ini adalah salah satu bentuk penghargaan warga Bangkaloa Ilir terhadap leluhur desa yakni Mbah Buyut Warti,” katanya.
Dukungan penuh juga datang dari seluruh ketua RT. Saryono menyatakan 22 RT di Desa Bangkaloa Ilir kompak mendukung kegiatan ini.
“Alhamdulillah, Pak Kuwu H. Mislam juga sangat mendukung dan sangat royal, baik itu terhadap warga maupun RT, RW juga kepada perangkat desanya,” tuturnya.
Aparat keamanan pun turut mengapresiasi. PLH Polsek Widasari IPTU Veronika, SH menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong seperti ini sangat baik.
“Kami dari kepolisian juga mendukung kegiatan masyarakat dalam menjaga cagar budaya, dengan harapan terciptanya silaturahmi dan kerukunan yang terjalin kuat antar warga sehingga tercipta situasi aman dan kondusif khususnya Bangkaloa Ilir, Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu,” ujarnya.
Di akhir penyampaiannya, Saryono mengapresiasi kepedulian seluruh pihak.
“Alhamdulillah, semua berjalan lancar aman dan kondusif. Semoga semangat kebersamaan dalam berbagai bidang pembangunan, kegiatan sosial dan budaya dapat terus terjaga,” pungkasnya.
Reporter: Jaya
Editor: Adi M
Rabu, 26 Agustus 2026
Polres Cirebon Kota dan Polsek Kapetakan Tangani Penemuan Jenazah di Aliran Sungai Suranenggala
Tegas, Pemkab Pekalongan Bentuk Satgas dan Larang Pungli di PRK 2026
Plt Bupati Pekalongan Sukirman saat memberikan sambutan pembukaan PRK 2026 di Taman Boulevard Kajen, Selasa (25/8/2026).
PEKALONGAN,
FOKUSDIALOG.COM – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan komitmennya
memberantas praktik pungutan liar (pungli) dalam pelaksanaan Pekan Raya Kajen
(PRK) 2026. Penegasan itu disampaikan langsung oleh Plt Bupati Pekalongan
Sukirman saat membuka PRK 2026 di Taman Boulevard Kajen, Selasa sore
(25/8/2026).
"Saya bertekad memperbaiki aturan main. PRK
hari ini tidak ada lagi pungli, pungutan di luar tarif resmi, pungutan di luar
peraturan daerah yang ada," tegas Sukirman di hadapan pedagang, unsur
Forkopimda, dan kepala OPD.
Untuk memastikan hal itu, Pemkab Pekalongan telah
membentuk satuan tugas (satgas) khusus. Satgas ini bertugas mengawasi
pelaksanaan PRK dan menjadi tempat pengaduan bagi pedagang yang menemukan
pungutan tidak resmi.
"Tim kabupaten sudah membentuk satgas, jika ada
pungli silakan lapor ke satgas. Ini dilakukan agar pelaku UMKM bisa terus
berkembang tanpa beban retribusi yang berlebihan," tandasnya.
PRK
Jadi Ruang Penguatan UMKM
Sukirman menekankan PRK 2026 bukan sekadar agenda
seremonial dan hiburan rakyat. Event tahunan ini harus menjadi ruang nyata bagi
pelaku UMKM Kabupaten Pekalongan untuk memperluas pasar dan meningkatkan omzet.
Ia pun menitipkan tugas kepada Dinas Koperasi, UMKM
dan Tenaga Kerja untuk terus menata serta menghidupkan sentra-sentra UMKM di
berbagai wilayah, seperti di Kajen, Wonopringgo, Kedungwuni, Kesesi, dan daerah
lainnya.
"Semoga semuanya laris manis, dan masyarakat
daya belinya meningkat," harapnya.
Hal senada disampaikan Plt Kepala Disperindag,
Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan, Siti Masruroh. Ia menyebut
PRK 2026 digelar selama lima hari, mulai 25 hingga 30 Agustus 2026, untuk
memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus Hari Jadi Kabupaten Pekalongan
ke-404.
"PRK 2026 juga menjadi wadah integrasi pameran
pelayanan publik, promosi produk unggulan, budaya, serta penguatan kemandirian
ekonomi kerakyatan," terang Siti.
Tinjau
Stan dan Kampanyekan Integritas
Usai membuka acara, Sukirman bersama Sekda Kabupaten
Pekalongan M Yulian Akbar dan jajaran Forkopimda meninjau sejumlah stan
peserta.
Di stan Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan,
Sukirman menjadi saksi akad nikah pasangan pengantin. Selama PRK berlangsung,
stan Kemenag juga membuka layanan pendaftaran pernikahan.
Selanjutnya, Sukirman mengunjungi stan Inspektorat
Daerah Kabupaten Pekalongan. Di sana ia mengikuti permainan integritas
"Game Fokus". Dalam permainan tersebut, Sukirman menancapkan mata
panah pada kata "sederhana".
Ia menegaskan pentingnya aparatur pemerintah
menerapkan gaya hidup sederhana.Dengan penegasan larangan pungli dan penguatan
pengawasan, Pemkab Pekalongan menempatkan PRK 2026 tidak hanya sebagai pesta
rakyat, tetapi juga sebagai ajang promosi dan pengembangan UMKM yang
berlangsung transparan sesuai ketentuan. (Tim/Syamsuri)
Editor: Adi M
4 Tahun Menanti, Pemkab Banyumas Lanjutkan Pembangunan Jembatan Logawa Tahap 4
Bupati
Banyumas Sadewo Tri Lastiono bersama Anggota DPR RI Yanuar Arif Wibowo
melakukan
peletakan batu pertama Jembatan Logawa tahap 4 di Desa Sunyalangu,
Senin (24/8/2026).
BANYUMAS,
FOKUSDIALOG.COM
– Setelah empat tahun terhenti, harapan warga Grumbul Cibun, Desa Sunyalangu,
Kecamatan Karanglewas untuk memiliki jembatan permanen kembali menyala.
Pemerintah Kabupaten Banyumas resmi melanjutkan pembangunan Jembatan Sungai
Logawa ruas Baseh–Sunyalangu melalui tahap keempat, Senin (24/8/2026).
Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama
oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, didampingi Anggota DPR RI Yanuar Arif
Wibowo dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyumas Kresnawan.
Anggaran Rp7,1 Miliar, Target 5 Bulan.
Kepala Dinas PU Banyumas Kresnawan menjelaskan,
pembangunan tahap keempat ini merupakan lanjutan pekerjaan konstruksi yang
didukung bantuan dari pemerintah pusat.
“Kami ucapkan terima kasih, Pak Yanuar yang telah
ikut mengawal kegiatan ini sehingga dapatkan bantuan dari pemerintah pusat
senilai sekitar Rp5 miliar,” ungkap Kresnawan.
Selain bantuan pusat, Pemkab Banyumas juga
menggelontorkan dana dari APBD sebesar Rp2,1 miliar.
“Bantuan dari pemerintah pusat melengkapi itu. Kami
berharap bahwa pekerjaan ini tidak selesai. Ada tahapan berikutnya yaitu
meneruskan jalan yang di seberang jembatan,” tuturnya.
Jembatan permanen yang dibangun memiliki panjang 60
meter dan lebar 8 meter. Target pengerjaan ditetapkan selama 5 bulan.
Akses Vital Warga Grumbul Cibun
Bagi warga Grumbul Cibun, jembatan ini merupakan
urat nadi mobilitas. Wartun, warga RT 8 Grumbul Cibun, menuturkan pembangunan
ini sudah dinanti sejak selesainya tahap tiga pada akhir 2022.
“Sebelum ada jembatan gantung pada tahun 2004, kami
menyebrang lewat sungai,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberadaan jembatan sangat
menentukan aktivitas warga. Saat proses pembangunan sebelumnya, akses sempat
terputus total.
“Waktu dulu ada pekerjaan di jembatan ini, kita
engga bisa kemana-mana. Ke pasar harus jalan ke Sokawera. Jauh banget,”
katanya.
Rencana Lanjutan dan Dukungan Warga
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan
komitmen Pemkab untuk menuntaskan konektivitas di ruas tersebut. Setelah
jembatan, fokus berikutnya adalah pembangunan jalan di seberang jembatan.
“Kalau tahun 2027 sepertinya agak susah.
Mudah-mudahan nanti 2028 bisa jalan,” ujar Sadewo.
Ia juga mengapresiasi dukungan warga terkait
pembebasan lahan untuk pelebaran jalan.
“Saya tadi menanyakan kepada warga terkait lahan mereka,
mereka siap tanpa meminta ganti rugi,” ucapnya.
Saat ini, dengan kondisi akses yang ada, jembatan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. Dengan rampungnya tahap empat ini, Pemkab berharap mobilitas dan perekonomian warga Grumbul Cibun semakin lancar.
Pembangunan
ini sekaligus menjadi bukti keseriusan Pemkab Banyumas dalam memperkuat
infrastruktur penunjang ekonomi kerakyatan di wilayah kecamatan. (Tim/Syamsuri)
Editor: Adi M



