Fokus Dialog

Berita Terkini

Satgas TMMD Bantu Petani Jemur Padi, Dukung Ketahanan Pangan di Cupunagara

Fokus Dialog  (Subang) - Kepedulian terhadap ketahanan pangan diwujudkan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang melalui aksi membantu petani...

Postingan Populer

Sabtu, 07 November 2026

Satgas TMMD Bantu Petani Jemur Padi, Dukung Ketahanan Pangan di Cupunagara


Fokus Dialog (Subang) - Kepedulian terhadap ketahanan pangan diwujudkan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang melalui aksi membantu petani di kawasan Jalan Gunung Geulis, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Sabtu (7/11/2026). Personel Satgas turut membantu Ibu Sutini menjemur padi hasil panennya.

Di tengah pelaksanaan pembangunan desa, anggota Satgas menyempatkan diri membantu proses penjemuran padi. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian TNI terhadap aktivitas pertanian yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa pendampingan kepada petani merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan.

“Kami berupaya hadir dan membantu masyarakat dalam berbagai aktivitas, termasuk pertanian. Harapannya, kebersamaan ini dapat memberikan manfaat serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ungkapnya.

Ibu Sutini menyambut baik bantuan yang diberikan personel Satgas. Kehadiran anggota TNI di tengah aktivitasnya menjadi wujud kebersamaan dan kepedulian terhadap para petani di Desa Cupunagara.

Melalui kegiatan tersebut, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, mendukung ketahanan pangan, serta mempererat hubungan dengan warga selama pelaksanaan program TMMD.

Tak Hanya Bangun Jalan, Satgas TMMD Turut Gerakkan Ekonomi Masyarakat


Fokus Dialog (Subang) - Kehadiran Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, turut memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM. Di sela waktu istirahat, anggota Satgas menyempatkan diri berbelanja makanan dan minuman di warung-warung warga sekitar lokasi pengerjaan, Sabtu (7/11/2026).

Aktivitas tersebut turut menambah pelanggan bagi pedagang lokal. Kehadiran personel Satgas selama pelaksanaan TMMD menjadi peluang bagi warung warga untuk meningkatkan penjualan.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa kehadiran Satgas diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk dalam menggerakkan ekonomi lokal.

“Dengan berbelanja di warung warga, kami berharap dapat membantu meningkatkan aktivitas usaha masyarakat. Kebersamaan ini menjadi bagian dari manfaat TMMD yang dirasakan langsung oleh warga,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang turut mendukung perputaran ekonomi masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antara Satgas dan warga Desa Cupunagara.

Satgas TMMD dan Warga Cupunagara Rapikan Badan Jalan, Siapkan Saluran Air


Fokus Dialog (Subang) - Perjuangan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang bersama masyarakat dalam membuka akses jalan di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, terus berlanjut. Di tengah pengerjaan sasaran fisik, personel Satgas bersama warga melakukan perapian batu yang telah digelar pada badan jalan sekaligus membuat saluran air di sisi jalan, Sabtu (6/11/2026).

Pekerjaan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi jalan yang tengah dibuka. Batu-batu yang telah digelar dirapikan agar permukaan jalan lebih tertata, sementara saluran sementara dibuat untuk mengarahkan aliran air ketika hujan turun sehingga material batu tidak mudah tergerus.

Kondisi medan yang berada di kawasan perbukitan menjadi tantangan tersendiri bagi Satgas dan masyarakat. Terlebih saat hujan, aliran air berpotensi mengikis material yang telah dikerjakan. Karena itu, penataan badan jalan dan pengaturan aliran air terus dilakukan seiring berlangsungnya pembukaan akses jalan.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa pengerjaan jalan dilakukan dengan memperhatikan kondisi medan dan ketahanan material.

“Kami bersama masyarakat terus berupaya menyelesaikan pekerjaan jalan dengan sebaik-baiknya. Perapian batu dan pembuatan saluran air sementara ini dilakukan agar badan jalan tetap terjaga, terutama ketika turun hujan,” ungkapnya.

Pembukaan jalan dengan sasaran sepanjang 1.500 meter dan lebar 4 meter tersebut diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat Desa Cupunagara. Jalan ini nantinya akan mendukung mobilitas warga, termasuk dalam menunjang aktivitas sehari-hari dan kegiatan perekonomian masyarakat.

Semangat gotong royong antara Satgas TMMD dan warga menjadi kekuatan dalam menyelesaikan sasaran pembangunan. Meski menghadapi tantangan alam dan kondisi medan, pengerjaan terus dilakukan sebagai wujud pengabdian TNI dalam mendukung pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.

Jelang Akhir Penugasan, Satgas TMMD Siapkan Panggung Prajurit dan Doa Bersama


Fokus Dialog (Subang) - Menjelang berakhirnya penugasan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0605/Subang, Satgas bersama aparatur Desa Cupunagara mulai mematangkan persiapan kegiatan perpisahan. Pembahasan berlangsung di Kantor Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Sabtu (7/11/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Satgas TMMD dan aparatur desa membahas rencana penyelenggaraan panggung prajurit dan doa bersama yang direncanakan berlangsung pada Sabtu malam (7/11/2026). Agenda ini disiapkan sebagai momentum kebersamaan menjelang berakhirnya pengabdian Satgas di wilayah tersebut.

Antusiasme masyarakat menjadi salah satu hal yang mengemuka dalam persiapan kegiatan. Kebersamaan yang telah terjalin selama pelaksanaan TMMD turut mendorong warga untuk menyambut agenda perpisahan tersebut dengan penuh kehangatan.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa rencana kegiatan tersebut menjadi bentuk kebersamaan antara personel Satgas dan masyarakat.

“Kami merasa senang melihat antusiasme masyarakat. Panggung prajurit dan doa bersama ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi serta mengenang kebersamaan selama pelaksanaan TMMD,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Cupunagara, Wahidin Hidayat, menyampaikan bahwa masyarakat menyambut baik rencana kegiatan perpisahan tersebut.

“Masyarakat sangat antusias. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi momen kebersamaan yang berkesan bagi warga dan anggota Satgas TMMD yang selama ini telah bersama-sama membangun desa,” tuturnya.

Melalui agenda tersebut, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang bersama aparatur desa berharap hubungan baik yang telah terjalin selama pelaksanaan program dapat terus terpelihara. Kebersamaan dan semangat gotong royong yang tumbuh menjadi bagian penting dari pengabdian TNI di tengah masyarakat Desa Cupunagara.

Satgas TMMD ke-130 Pererat Kebersamaan dengan Warga melalui Shalat Jumat


Fokus Dialog  (Subang) - Kebersamaan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang dengan masyarakat Desa Cupunagara terus terjalin melalui berbagai kegiatan, termasuk ibadah bersama. Anggota Satgas melaksanakan Shalat Jumat bersama warga di Masjid Baitul Rahman, Kampung Cihaur Wetan, Dusun 1, RW 02, RT 03, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat di tengah pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130. Melalui kebersamaan dalam beribadah, Satgas dan warga membangun kedekatan yang dilandasi nilai persaudaraan serta kepedulian.

Kehadiran anggota Satgas di masjid juga mencerminkan bahwa pelaksanaan TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan sarana dan prasarana, tetapi turut memperhatikan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa kebersamaan dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan tugas Satgas di wilayah sasaran.

“Melalui kegiatan ibadah bersama seperti Shalat Jumat, kami berharap hubungan silaturahmi antara Satgas TMMD dan masyarakat semakin erat. Kebersamaan ini menjadi modal penting dalam mendukung pelaksanaan TMMD serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.”

Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus berupaya hadir di tengah masyarakat, membangun kedekatan, serta mendukung terciptanya lingkungan yang harmonis selama pelaksanaan program TMMD di Desa Cupunagara.

Jumat, 06 November 2026

Terciptanya Kondusif Diwilayah Jebres, Piket Koramil 04/Jebres Melaksanakan Patroli Malam


Uploaded Image

Surakarta - Guna menciptakan Kondusifitas wilayah dan rasa nyaman bagi warga masyarakat, Piket Koramil 04/Jebres Sertu Budiono melaksanakan Patroli malam di seputaran wilayah Kecamatan Jebres Kota Surakarta. Jum’at ( 06/11/2026 ) Pkl 21.00 Wib s.d selesai.

Patroli malam dilakukan secara rutin oleh piket koramil dengan sasaran objek vital pemerintahan dan tempat-tempat yang dianggap rawan dari tindak kejahatan dan kriminal di wilayah kecamatan Jebres.

Dalam patroli tersebut, Piket Koramil selalu mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan  lingkungan dari tindak kejahatan yang dapat merugikan warga masyarakat dan juga harus tanggap terhadap perkembangan situasi lingkungan di sekitar wilayah.

Penulis : Arda 72

Wartawan Cari Kepala Sekolah, Guru Malah Tunjuk Arah Berbeda, Konfirmasi Dana PMI Jadi Misteri


Bak Drama Korea! Kepala SMPN 4 Palimanan Dicari Wartawan, Ternyata Ada di Belakang, Selisih Dana PMI Rp3.000 Jadi Sorotan

KABUPATEN CIREBON – Bak cerita drama Korea yang penuh kejutan, kunjungan awak media ke SMP Negeri 4 Palimanan, Kabupaten Cirebon, untuk mengonfirmasi pengumpulan dana Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) justru diwarnai adegan yang mengundang tanda tanya.

Mulai dari keberadaan kepala sekolah yang sempat membingungkan, perbedaan nominal uang sumbangan dengan nilai kupon PMI, hingga pernyataan kepala sekolah yang menegaskan bahwa seluruh uang telah disetorkan ke Dinas Pendidikan.

Peristiwa bermula ketika awak media mendatangi SMPN 4 Palimanan untuk meminta klarifikasi langsung kepada Misno selaku kepala sekolah terkait mekanisme pengumpulan dana PMI.

Saat menanyakan keberadaan kepala sekolah kepada salah satu guru, awak media justru mendapatkan petunjuk arah yang berbeda. Guru tersebut terkesan kebingungan dan menunjuk ke arah lain.

Namun, siapa sangka? Ketika wartawan menoleh ke belakang, sosok yang sedang dicari ternyata berada tidak jauh dari posisi mereka. Misno, Kepala SMPN 4 Palimanan, ternyata berada di belakang awak media.

Situasi tersebut sontak menjadi momen yang mengundang tanda tanya. Wartawan pun mempertanyakan kepada guru tersebut apakah dirinya tidak mengetahui keberadaan kepala sekolahnya sendiri.

Kejadian itu memunculkan kesan seolah-olah keberadaan kepala sekolah menjadi sebuah teka-teki. Meski demikian, alasan guru memberikan petunjuk arah tersebut belum diketahui secara pasti.

Pernyataan Kepala Sekolah: Saya Tidak Makan Uang PMI!

Di tengah upaya konfirmasi tersebut, Misno akhirnya memberikan pernyataan mengenai dana PMI yang dikumpulkan di lingkungan sekolah.

Dengan nada tegas, Misno menyampaikan kepada awak media:

"Nih Mas, aku kasih tahu, yang jelas kepala sekolah tidak makan uang PMI, karena uang disetorkan semua ke Dinas Pendidikan," ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena substansi pertanyaan awak media sebenarnya bukan hanya mengenai siapa yang menikmati atau menerima uang PMI.

Lebih jauh, yang perlu dijelaskan adalah bagaimana mekanisme pengumpulan sumbangan, berapa nominal yang dibayarkan masing-masing kelompok, berapa kupon yang diberikan, serta bagaimana pencatatan dan penyetoran seluruh dana tersebut.

Satu Kupon Rp2.000, Guru Bayar Rp5.000, Selisih Rp3.000 ke Mana?

Persoalan semakin menarik ketika muncul keterangan dari salah satu staf tata usaha (TU) yang ditunjuk pihak sekolah untuk memberikan penjelasan kepada awak media.

Menurut keterangan staf TU tersebut, guru, staf TU, dan siswa masing-masing mendapatkan satu lembar kupon PMI.

Namun, terdapat perbedaan nominal uang yang diserahkan. Siswa disebut membayar Rp2.000, sedangkan guru membayar Rp5.000 untuk memperoleh satu kupon.

"Kalau untuk guru dipungut Rp5.000, sedangkan siswa Rp2.000 dan mendapatkan satu tiket atau kupon PMI," ungkap staf TU tersebut.

Keterangan itu menimbulkan pertanyaan mendasar.

Jika satu kupon PMI memiliki nilai nominal Rp2.000, sementara guru menyerahkan uang Rp5.000 untuk mendapatkan satu kupon, terdapat selisih Rp3.000.

Lantas, bagaimana pencatatan selisih tersebut? Apakah Rp3.000 merupakan sumbangan tambahan secara sukarela? Apakah ada ketentuan khusus dari Dinas Pendidikan? Ataukah terdapat mekanisme administrasi tersendiri?

Pertanyaan tersebut membutuhkan penjelasan agar tidak berkembang menjadi kesalahpahaman di lingkungan pendidikan.

Keterangan Kepala Markas PMI Jadi Pembanding

Sebelumnya, Kepala Markas PMI Kabupaten Cirebon, Aris Sugema, saat ditemui di kantornya di Jalan Otto Iskandardinata Nomor 40A, Tegalsari, Plered, Kabupaten Cirebon, Senin (12/10/2026), telah menjelaskan mekanisme penggunaan kupon dalam kegiatan Bulan Dana PMI.

Menurut Aris, satu lembar kupon PMI memiliki nilai nominal Rp2.000 dan berfungsi sebagai bukti sumbangan sekaligus bagian dari mekanisme pencatatan dana.

Ia memberikan contoh, apabila seseorang menyumbang Rp10.000, maka kupon yang diberikan sebanyak lima lembar, dengan masing-masing kupon bernilai Rp2.000.

Aris juga menyampaikan bahwa terdapat alokasi 10 persen dari kupon yang beredar untuk kepentingan koordinator sebagai pengganti biaya operasional, seperti bensin.

Keterangan tersebut menjadi pembanding untuk meminta penjelasan lebih lanjut mengenai penerapan mekanisme pengumpulan sumbangan di SMPN 4 Palimanan.

Sebab, apabila nominal pembayaran berbeda dengan nilai kupon yang diterima, transparansi pencatatan menjadi hal penting untuk diperjelas.

Nomor Wartawan Disebut Diblokir, Konfirmasi Berlanjut atau Berhenti?

Persoalan tidak berhenti sampai di situ. Awak media juga menyebut mengalami kendala komunikasi setelah melakukan konfirmasi kepada pihak sekolah. Nomor telepon wartawan disebut tidak lagi dapat digunakan untuk menghubungi Misno karena diduga telah diblokir.

Jika benar terjadi, kondisi tersebut tentu perlu diklarifikasi agar tidak menimbulkan persepsi bahwa pihak sekolah menutup ruang komunikasi dengan pers.

Padahal, konfirmasi merupakan bagian penting dalam proses jurnalistik untuk mendapatkan informasi yang utuh dan berimbang.

Kini, sejumlah pertanyaan masih menunggu jawaban dari pihak terkait.

Pertama, apa dasar penetapan nominal Rp5.000 bagi guru yang hanya menerima satu kupon senilai Rp2.000?

Kedua, bagaimana pencatatan selisih Rp3.000 tersebut?

Apakah mekanisme tersebut telah mendapatkan arahan atau ketentuan resmi dari pihak Dinas Pendidikan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut bukan tuduhan bahwa telah terjadi penyimpangan. Namun, merupakan bagian dari upaya memperoleh kejelasan atas mekanisme pengumpulan dana kemanusiaan di lingkungan sekolah.

Hingga berita ini disusun, redaksi belum memperoleh dokumen pendukung yang dapat memastikan dasar penetapan nominal Rp5.000 bagi guru maupun pencatatan selisih Rp3.000 tersebut.


(Cephy)

Lelah Bekerja Terbayar dengan Keceriaan, Satgas TMMD Bermain Bola Bersama Anak-anak


Fokus Dialog (Subang) - Suasana ceria terlihat di sekitar Posko Sektor SAB 4, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jumat (6/11/2026). Di sela-sela pelaksanaan tugas, anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang menyempatkan diri bermain bola bersama anak-anak setempat.

Tawa dan semangat anak-anak mewarnai permainan sederhana tersebut. Anggota Satgas tampak berbaur, menendang bola dan bermain bersama tanpa sekat, menghadirkan suasana akrab di lingkungan posko.

Kedekatan ini menjadi gambaran hubungan hangat yang terjalin antara Satgas TMMD dan masyarakat. Kehadiran prajurit di tengah warga tidak hanya dalam kegiatan pembangunan, tetapi juga melalui interaksi sehari-hari yang menciptakan rasa nyaman dan kebersamaan.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa kebersamaan dengan masyarakat, termasuk anak-anak, merupakan bagian penting dari pelaksanaan TMMD. Menurutnya, interaksi sederhana dapat mempererat hubungan dan menghadirkan kesan positif bagi generasi muda.

“Melihat anak-anak bermain dengan ceria menjadi kebahagiaan tersendiri bagi anggota kami. Kami ingin kehadiran Satgas TMMD dapat dirasakan dekat oleh masyarakat, termasuk anak-anak di sekitar lokasi kegiatan,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.

Melalui momen kebersamaan tersebut, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus menumbuhkan kedekatan dengan masyarakat Desa Cupunagara. Semangat pengabdian hadir dalam setiap kegiatan, baik melalui pembangunan maupun kebersamaan yang terjalin dengan warga.

Satgas TMMD Gelar Pemeriksaan Kesehatan Keliling bagi Warga Cupunagara


Fokus Dialog (Subang) - Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat terus diwujudkan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang melalui pemeriksaan kesehatan keliling di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jumat (6/11/2026).

Pemeriksaan dilakukan oleh PNS Mukmin, anggota kesehatan Satgas TMMD, dengan menyasar warga masyarakat, perangkat desa, serta sejumlah personel Satgas. Kegiatan ini menjadi bagian dari pelayanan kesehatan selama pelaksanaan program TMMD.

Melalui pemeriksaan tersebut, kondisi kesehatan masyarakat dan personel dapat diketahui sejak dini. Kehadiran anggota kesehatan Satgas juga memberikan kemudahan bagi warga untuk memperoleh layanan pemeriksaan di tengah aktivitas sehari-hari.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan merupakan salah satu bentuk kepedulian Satgas terhadap masyarakat. Kesehatan warga dan personel menjadi perhatian selama program TMMD berlangsung.

“Melalui pemeriksaan kesehatan keliling ini, kami berharap masyarakat dan anggota Satgas dapat mengetahui kondisi kesehatannya. Pelayanan ini juga menjadi wujud kepedulian kami terhadap kesehatan warga selama pelaksanaan TMMD,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.

Kegiatan tersebut melengkapi sasaran nonfisik TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang. Melalui pelayanan kesehatan, Satgas terus berupaya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Cupunagara.

Satgas TMMD dan Warga Tetap Semangat Kejar Target Pengecoran Jembatan


Fokus Dialog (Subang) - Pengecoran jembatan pada titik pertama sasaran pembukaan jalan TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus dikebut. Anggota Satgas bersama masyarakat bergotong royong menyelesaikan pekerjaan di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jumat (6/11/2026).

Kendala pengangkutan material menuju lokasi tidak menyurutkan semangat personel Satgas dan warga. Dengan saling membantu, material diangkut dan pekerjaan pengecoran terus dilanjutkan demi mengejar target pembangunan.

Kebersamaan terlihat saat anggota Satgas dan masyarakat bekerja di atas rangka jembatan. Mereka bahu-membahu dalam proses pengecoran, menunjukkan kuatnya gotong royong dalam mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa berbagai kendala di lapangan menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Semangat dan kerja sama seluruh personel serta masyarakat menjadi modal penting dalam menyelesaikan sasaran pembangunan.

“Meski pengangkutan material cukup menantang, anggota Satgas bersama masyarakat tetap bersemangat melanjutkan pengecoran. Kami terus berupaya agar pekerjaan berjalan sesuai target yang telah ditentukan,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari sasaran pembukaan jalan sepanjang 1.500 meter dengan lebar 4 meter. Infrastruktur ini diharapkan dapat menunjang akses dan mobilitas masyarakat Desa Cupunagara setelah pembangunan rampung.