Jumat, 02 Oktober 2026
Kapolres Kuningan Berikan Kuliah Umum kepada Mahasiswa Baru Universitas Kuningan
Pancasila Pengikat Bangsa! Bupati Kuningan: Rongrongan Terhadap NKRI Sangat Terasa
KUNINGAN,FOKUSDIALOG.COM.
Di tengah berbagai tantangan yang dapat menguji
persatuan bangsa, Pancasila kembali diingatkan sebagai pengikat yang menjaga
Indonesia tetap berdiri dalam satu kesatuan.
Pesan kuat itu mengemuka dalam Upacara Peringatan
Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kabupaten Kuningan Tahun 2026 yang dipimpin
langsung Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., pada Kamis
(1/10/2026).
Upacara berlangsung khidmat di halaman Setda. Hadir
lengkap Wakil Bupati Kuningan, Sekretaris Daerah, unsur Forum Koordinasi
Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala SKPD, camat, pejabat di lingkungan
Sekretariat Daerah, Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan beserta jajaran, Ketua
Dharma Wanita Persatuan, serta para pimpinan BUMD.
Tahun ini, peringatan mengusung tema nasional
“Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.
Bupati Dian bertindak sebagai Inspektur Upacara. Salah satu momen paling penting adalah pembacaan Ikrar Kesaktian Pancasila atas nama Ketua DPR RI Puan Maharani.
Ikrar tersebut menegaskan tekad bulat bangsa
Indonesia untuk mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai
sumber kekuatan dalam membangun kebersamaan, memperjuangkan kebenaran dan
keadilan, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Peringatan ini juga menjadi momentum untuk mengenang
pengorbanan para Pahlawan Revolusi dalam peristiwa G30S/PKI 30 September 1965.
Bagi Bupati Dian, Hari Kesaktian Pancasila tidak
boleh berhenti sebagai seremoni tahunan.
“Peringatan Kesaktian Pancasila bagi kita tidak
hanya sekadar upacara seremonial semata. Terkandung di dalamnya apa memberikan
warning, memberikan semangat juga kepada kita bahwa Pancasila adalah pengikat,”
ujar Bupati Dian usai upacara.
Menurutnya, Pancasila adalah pengikat secara
batiniah dan lahiriah yang memastikan NKRI tetap bersatu di tengah keberagaman.
“Sebagai pengikat secara batiniah, secara lahiriah,
bagaimana terus Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap bersatu,” katanya.
Bupati Dian mengingatkan, menjaga Pancasila dan NKRI
adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Ia menilai tantangan
terhadap persatuan saat ini hadir dalam berbagai bentuk, baik yang terlihat
maupun tidak terlihat.
“Saya melihat rongrongan terhadap NKRI, rongrongan
terhadap Pancasila, baik secara kasat mata maupun tidak kasat mata, ini sangat
terasa,” ungkapnya.
Karena itu, momentum 1 Oktober menjadi sangat
esensial untuk kembali menyadarkan masyarakat tentang posisi Pancasila.
“Momentum Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan
kembali bahwa Pancasila betul-betul adalah sesuatu yang esensial bagi kehidupan
kita untuk berbangsa dan bernegara,” tutur Bupati.
Bupati menegaskan, penghormatan kepada Pancasila dan
para pahlawan tidak cukup hanya melalui upacara. Nilai-nilainya harus
dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.Yakni melalui sikap saling menghargai
perbedaan, menjaga persaudaraan, memperkuat gotong royong, serta menempatkan
kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Pancasila bukan sekadar untuk dihafalkan, tetapi
untuk dijaga, dihayati, dan diamalkan agar persatuan Indonesia tetap kokoh
selamanya. (Kom/Angga P)
Tekab 852 Polresta Cirebon Bekuk Tiga Pelaku Pengeroyokan, Korban Dibacok dengan Celurit
320 Lulus, 80 Baru Dimulai!, Bupati Kuningan: Jangan Cari Kerja, Ciptakan Lapangan Kerja
KUNINGAN,FOKUSDIALOG.COM – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memperkuat kompetensi masyarakat sebagai bekal memasuki dunia kerja sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha baru.
Upaya
itu diwujudkan melalui program pelatihan berbasis kompetensi yang digelar Dinas
Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kuningan.
Tutup
320 Peserta, Buka 80 Peserta Baru
Bupati
Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menghadiri penutupan Pelatihan
Berbasis Kompetensi bagi 320 peserta Batch 1 Tailor Made Training (TMT)
sekaligus membuka Pelatihan Vokasi Nasional bagi 80 peserta Batch 5. Kegiatan
tersebut dipusatkan di J&J Resto, Kecamatan Cilimus, Jumat (2/10/2026).
Acara
turut dihadiri Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., unsur DPRD,
Kepala Disnakertrans Kabupaten Kuningan Dr. H. Toto Toharudin, M.Pd., M.H.,
Camat Cilimus Ade Bunyamin, S.E., M.Si., Kepala Desa Tambakbaya Lukman Mulyadi,
Forkopimcam Cilimus, pemerintah desa, serta BAZNAS Kabupaten Kuningan.
Pelatihan
Menyebar di 20 Titik,Biaya APBN
Kepala
Disnaker Kabupaten Kuningan, Dr. Toto Toharuddin, menjelaskan pelatihan TMT
dilaksanakan langsung di tengah masyarakat dan tersebar di sekitar 20 titik di
Kabupaten Kuningan.
Cakupannya
beragam, mulai dari barbershop, menjahit, tata boga, hidroponik, barista, tata
rias hingga pengoperasian mesin Computer Numerical Control (CNC).
“Sebanyak
320 orang hari ini kita tutup pelatihannya. Kegiatannya tersebar di 20 titik,
sehingga tidak seluruh peserta bisa dihadirkan dalam acara penutupan,” ungkap
Toto.
Menurutnya,
program ini didukung penuh pembiayaan APBN melalui Kementerian Ketenagakerjaan,
termasuk dukungan peralatan dan instruktur.
Disnaker
juga aktif menghubungkan hasil pelatihan dengan kebutuhan industri. Salah
satunya melalui penjajakan dengan investor yang membutuhkan 500–1.000 tenaga
jahit pada tahun pertama.
Di
bidang teknologi, Kuningan telah memiliki 19 mesin CNC bantuan Pemerintah
Provinsi Jawa Barat yang sudah digunakan dalam dua gelombang pelatihan.
Jangan Hanya Cari Kerja, Berani Buka Usaha
Dalam
arahannya, Bupati Dian Rachmat Yanuar menegaskan pelatihan ini bukan formalitas
untuk mendapatkan sertifikat semata.
“Ini
bukan pendidikan yang bersifat formalistik. Ini benar-benar bekal hidup untuk
masa depan. Manfaatkan keterampilan yang diberikan oleh instruktur karena
kesempatan seperti ini belum tentu datang untuk kedua kalinya,” tutur Bupati.
Ia
mendorong peserta untuk tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi
menjadi pencipta lapangan kerja.Bupati mencontohkan keterampilan barbershop
yang kini menjadi gaya hidup dan memiliki peluang besar.
Menurutnya,
usaha tidak selalu butuh modal besar, tetapi butuh keterampilan, konsistensi, dan
pelayanan yang membuat pelanggan kembali.
Begitu
pula dengan menjahit. Peserta tidak harus terpaku bekerja di pabrik, tetapi
bisa mengembangkan usaha custom tailoring, modiste, alteration, sample maker
hingga wardrobe specialist.
“Banyak
peluang bisnis di sekeliling kita. Tinggal bagaimana kemampuan kita
mengolahnya. Jangan gengsi untuk memulai. Harus berani memulai,” katanya.
Bupati
juga mengingatkan pentingnya membangun jejaring sejak pelatihan.
“Hari
ini bertemu ratusan orang, manfaatkan jejaring ini. Saling tukar pikiran,
saling memberikan informasi. Orang yang terus membangun relasi dan silaturahmi
akan menemukan peluang-peluang yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya,”
ujarnya.
Pada
kesempatan itu, Bupati menyatakan dukungan terhadap rencana Disnaker menggelar
cukur rambut massal yang ditargetkan memecahkan rekor MURI dengan melibatkan
1.000 hingga 1.500 peserta. Pemkab juga siap mendukung penguatan sarana dan
prasarana pelatihan.
Menutup
sambutan, Bupati membakar semangat peserta.
“Yang
menentukan masa depan bukan siapa-siapa, tetapi kalian sendiri. Siap menjemput
masa depan yang cemerlang? Siap mandiri? Siap bekerja profesional? Siap hidup
sejahtera?” serunya, yang langsung disambut antusias peserta.
Kegiatan
kemudian ditandai dengan pembukaan Pelatihan Vokasional Nasional Batch 5 dan
penutupan Tailor Made Training (TMT) Batch 1 Kabupaten Kuningan secara resmi. (Kom/Angga P/Asep S)
Editor: Adi M
KEMENDAGRI GELAR RAKOR STRATEGI KEBIJAKAN DAERAH DI CIREBON, DORONG PERCEPATAN PERTUMBUHAN EKONOMI YANG BERKELANJUTAN
Sat Reskrim Polres Ciko, Berhasil Amankan Pelajar 14 Tahun Bobol Counter HP
Kamis, 01 Oktober 2026
Kapolri Baru Pernah Jabat Kapolres Majalengka, Bupati Eman: Kami Bangga
MAJALENGKA,FOKUSDIALOG.COM. – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Pelantikan ini menandai babak baru bagi institusi Polri. Jenderal Suyudi Ario Seto dipercaya menggantikan pucuk pimpinan Polri setelah meniti karier panjang dari bawah.
Sosok Suyudi Ario Seto bukan orang asing bagi warga Majalengka. Sebelum mencapai bintang empat, ia pernah mengabdi sebagai Kapolres Majalengka pada 2014. Kariernya kemudian terus menanjak: Kapolres Bogor, Kapolresta Bogor Kota, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Wakapolda Metro Jaya, Kapolda Banten, hingga Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI.
Kedekatan historis itu bahkan masih ia kenang saat berkunjung kembali ke Majalengka pada Agustus 2026 lalu, di mana ia mengenang masa pengabdiannya di Bumi Sindangkasih.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, langsung menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangga atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Majalengka.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Majalengka dan masyarakat Majalengka, kami mengucapkan selamat kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto atas amanah baru sebagai Kapolri. Beliau bukan sosok yang asing bagi Majalengka karena pernah mengemban tugas sebagai Kapolres Majalengka pada tahun 2014," ujar Bupati Eman.
Menurut Eman, perjalanan karier Suyudi dari Kapolres Majalengka hingga menjadi Kapolri adalah catatan membanggakan bagi daerah.
"Tentu kami merasa bangga karena beliau pernah mengabdi di Majalengka. Kami mendoakan semoga amanah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai Kapolri, serta diberikan kekuatan dan kelancaran dalam memimpin institusi Polri," katanya.
Harapan Sinergi Semakin Kuat
Bupati Eman berharap di bawah kepemimpinan Jenderal Suyudi, sinergitas Polri dengan pemerintah daerah semakin solid, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sebagai fondasi pembangunan.
"Kami berharap sinergi antara Polri dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat. Keamanan dan ketertiban merupakan fondasi penting bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.
Ia menegaskan tantangan keamanan ke depan semakin kompleks sehingga membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia pendidikan, hingga masyarakat.
"Majalengka siap terus bersinergi dengan jajaran kepolisian. Kita ingin masyarakat merasa aman, nyaman dan mendapatkan pelayanan yang baik. Semoga kepemimpinan Jenderal Suyudi membawa Polri semakin dekat dengan masyarakat," tutur Eman.
"Pengalaman beliau selama bertugas di berbagai daerah dan sejumlah posisi strategis di lingkungan Polri menjadi bagian dari perjalanan panjang pengabdiannya. Sekali lagi, selamat kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Dari Majalengka kami menyampaikan doa dan dukungan agar beliau senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan kelancaran dalam menjalankan amanah besar sebagai Kapolri," pungkasnya. (Kom/Uj Ar)
Editor: Adi Mukti
Ribuan Lowongan Dibuka, Job Fair Majalengka Jadi Jembatan Emas Pencari Kerja
MAJALENGKA,FOKUSDIALOG.COM - Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi, dan UKM (DK2UKM) terus memperluas akses masyarakat terhadap lapangan pekerjaan.
Komitmen itu diwujudkan melalui penyelenggaraan
Bursa Kerja atau Job Fair 2026 yang dipusatkan di Lapangan Gelanggang Generasi
Muda (GGM) Majalengka, pada Jumat (25/9/2026) lalu.
Kegiatan ini digelar berkolaborasi dengan DPD Komite
Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Majalengka dan diikuti oleh 20
perusahaan mitra dari berbagai sektor usaha.
20
Perusahaan, 2.789 Lowongan
Dalam Job Fair tersebut, tersedia total 2.789
lowongan pekerjaan yang bisa diakses secara terbuka oleh para pencari kerja, baik
laki-laki maupun perempuan.
Kepala DK2UKM Kabupaten Majalengka, Solehudin,
mengatakan Job Fair menjadi upaya konkret pemerintah daerah untuk mempertemukan
secara langsung pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
"Perusahaan mitranya ada 20 perusahaan.
Lowongan kerja yang disediakan mencapai 2.789 lowongan. Kesempatan ini terbuka
bagi pencari kerja laki-laki maupun perempuan sesuai dengan persyaratan dan
kualifikasi yang ditetapkan masing-masing perusahaan," ujar Solehudin.
Menurutnya, bursa kerja terpusat ini diharapkan
memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi lowongan
sekaligus mengikuti proses rekrutmen di satu lokasi.
Tekan Pengangguran dan Dongkrak Ekonomi
Solehudin menegaskan, Job Fair tidak hanya sekadar
ajang rekrutmen, tetapi juga strategi untuk menekan angka pengangguran dan
mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia mengajak para pencari kerja untuk memanfaatkan
momentum ini dengan menunjukkan kompetensi, keterampilan, dan kesiapan kerja
terbaik mereka.
"Job Fair ini diharapkan menjadi jembatan emas
bagi para pencari kerja. Mudah-mudahan mereka bisa menunjukkan kompetensi dan
memanfaatkan kesempatan ini," katanya.
Penyerapan tenaga kerja, lanjut dia, akan berdampak
langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, daya beli, dan aktivitas
ekonomi keluarga di Kabupaten Majalengka.
"Pada akhirnya, Tingkat Pengangguran Terbuka
(TPT) di Majalengka bisa kembali turun dan menumbuhkan perekonomian
masyarakat," ujarnya.
Solehudin menambahkan, upaya ini tidak bisa
dilakukan satu OPD saja. Diperlukan sinergi lintas sektor, terutama dengan
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk menciptakan
iklim investasi yang kondusif.
"Ketika investasi masuk, lowongan kerja
otomatis terbuka. Dengan bekerja dan memiliki penghasilan, tingkat
kesejahteraan serta perekonomian masyarakat tentu ikut meningkat,"
pungkasnya.
Sinergi
Pemda dan Pemuda
Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kabupaten Majalengka,
Anto Febrianto, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, pemuda
memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah.
"KNPI Majalengka berkomitmen untuk terus
bermitra dengan Pemkab Majalengka dalam memfasilitasi potensi generasi muda,
khususnya dalam membuka akses lapangan kerja yang seluas-luasnya," ujar
Anto.
Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar
berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak perusahaan, serta mendorong pemuda
untuk terus meningkatkan pendidikan, keterampilan, dan kemampuan adaptasi
menghadapi dunia industri yang dinamis.
Antusiasme
Pencari Kerja
Sejak pagi, Lapangan GGM Majalengka dipadati ratusan
pencari kerja. Mereka antusias mendatangi setiap stan perusahaan untuk mencari
informasi posisi, persyaratan, hingga langsung mengikuti tahapan seleksi.
Salah satunya Rian (23), warga Majalengka. Ia
mengaku sangat terbantu dengan adanya Job Fair.
"Sangat membantu karena pilihan perusahaannya
banyak dan prosesnya jelas. Harapan saya dan teman-teman tentu bisa lolos
seleksi dan segera diterima bekerja di perusahaan yang dilamar," ungkap
Rian.
Penyelenggaraan Job
Fair ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia usaha, pemerintah daerah, dan
organisasi kepemudaan dalam membuka akses informasi dan kesempatan kerja yang
lebih luas bagi masyarakat Majalengka. (Kom/Ujang
Ar/Adi M)
Negosiasi Berhasil! LP2B Majalengka Turun Jadi 80,86%, 7.000 Hektare Disiapkan Untuk Industri
MAJALENGKA,FOKUSDIALOG.COM – Pemerintah Kabupaten Majalengka terus mematangkan langkah strategis dalam penataan ruang daerah. Keseimbangan antara ketahanan pangan, perlindungan lahan pertanian, kepastian investasi, dan percepatan pembangunan infrastruktur menjadi fokus utama.
Salah satu langkah penting yang tengah dilakukan adalah
penyesuaian penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) serta
pengalokasian Kawasan Peruntukan Industri (KPI) melalui revisi Rencana Tata
Ruang Wilayah (RTRW).
Berjuang Agar Investasi Tak Terkunci
Dari total Lahan Baku Sawah (LBS) Kabupaten Majalengka
seluas 50.412 hektare, sebelumnya pemerintah pusat mengarahkan agar penetapan
LP2B mencapai 87 persen.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, menilai angka tersebut
jika diberlakukan per kabupaten akan mengunci ruang gerak pembangunan dan
investasi.
"Kalau hitung-hitungan 87 persen diberlakukan per
kabupaten, Majalengka tidak akan bisa maju dan investasi akan terkunci. Kami
berjuang melakukan negosiasi agar kalkulasinya berbasis agregat provinsi,"
ujar Eman, Kamis (24/9/2026).
HASIL NEGOSIASI: LP2B
Turun Jadi 40.800 Hektare
Hasil koordinasi intensif dengan pemerintah pusat membuahkan
kesepakatan penting. Batas LP2B Kabupaten Majalengka disepakati turun menjadi
80,86 persen atau sekitar 40.800 hektare.
"Alhamdulillah, batas LP2B Majalengka disepakati turun
menjadi 80,86 persen. Ini memberikan ruang yang cukup bagi investor untuk
masuk, tetapi tetap menjaga lahan pertanian yang menjadi bagian penting dari
ketahanan pangan," kata Eman.
Ia menegaskan, penyesuaian ini bukan berarti mengabaikan
sektor pertanian. Lahan yang telah ditetapkan sebagai kawasan perlindungan akan
tetap dijaga agar tidak beralih fungsi.Selanjutnya, Pemkab Majalengka akan
menerbitkan Surat Keputusan (SK) Bupati mengenai LP2B untuk diajukan kepada
Kementerian ATR/BPN dalam proses Integrasi Substansi (Insek), sebelum dibahas
bersama DPRD Kabupaten Majalengka.
PANDANGAN DKP3: Lahan
Produktif Tetap Dilindungi
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan
(DKP3) Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman, menegaskan LP2B adalah instrumen
perlindungan, bukan untuk membuka alih fungsi secara bebas.
"Prinsipnya, kami dari DKP3 tetap berkomitmen menjaga
lahan pertanian produktif. LP2B ini justru menjadi instrumen perlindungan agar
lahan yang sudah ditetapkan benar-benar dipertahankan untuk kepentingan
ketahanan pangan," ujar Gatot.
Menurutnya, penetapan LP2B tetap melalui pemetaan dan kajian
komprehensif dengan mempertimbangkan produktivitas lahan, jaringan irigasi, dan
kepentingan pangan daerah.
"Jadi bukan berarti dengan adanya penyesuaian ini
seluruh lahan pertanian bisa dialihfungsikan. Ada lahan-lahan yang memang harus
kita pertahankan karena memiliki produktivitas tinggi dan menjadi penopang produksi
pangan Majalengka," jelasnya.
DKP3 akan terus berkoordinasi dengan perangkat daerah lain
untuk memastikan kebijakan tata ruang berjalan seimbang.
7.000 Hektare untuk
Kawasan Industri
Di sisi lain, Pemkab Majalengka menyiapkan sekitar 7.000
hektare sebagai Kawasan Peruntukan Industri (KPI).
Langkah ini untuk memberikan kepastian tata ruang dan hukum
bagi industri eksisting yang selama ini telah beroperasi di sepanjang jalur
jalan nasional, mulai dari Jatiwangi, Ligung, Sumberjaya hingga Kadipaten.Penataan
ini penting untuk menjamin kelancaran aktivitas usaha, termasuk ekspor-impor.
"Kami ingin ada jaminan kepastian hukum dan tata ruang
yang tertib. Semua industri eksisting kita wadahi agar aktivitas ekspor-impor
mereka tidak terganggu, namun pengembangan daerah tetap tertata rapi dan tidak
acak-acakan," tegas Eman.
Alokasi KPI tersebut akan melengkapi kawasan industri yang
telah berkembang, seperti Kawasan Industri Kertajati-Jatitujuh, Kawasan
Kertajati Industrial Modern (KIM), serta Kawasan Industri Kertajati-Kadipaten.
Dengan penataan LP2B dan KPI yang proporsional, Pemkab
Majalengka berharap pembangunan bisa berjalan, investasi masuk, ketahanan
pangan tetap terjaga, dan kesejahteraan petani tetap terlindungi. (Kom/Ujang Ar/Adi M)
JPO Alun-Alun Majalengka Mulai Dibangun, Ditarget Jadi Ikon Baru Wajah Kota
MAJALENGKA, FOKUSDIALOG.COM – Wajah baru pusat kota Majalengka segera hadir. Pemerintah Kabupaten Majalengka resmi memulai pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Alun-alun Majalengka, Jawa Barat.
Fasilitas ini tidak hanya dibangun sebagai sarana
penyeberangan, tetapi diproyeksikan menjadi ikon baru, ruang publik estetik,
sekaligus daya tarik wisata baru di jantung Kabupaten Majalengka.
Pembangunan JPO menjadi bagian dari penataan kawasan
Alun-alun agar semakin representatif, aman, nyaman, dan memiliki nilai estetika
tinggi.
Berada di kawasan yang setiap hari menjadi pusat aktivitas,
olahraga, tempat berkumpul dan bersantai masyarakat, JPO ini dirancang dengan
konsep desain menarik dan memiliki fungsi ganda: sebagai fasilitas keselamatan
pejalan kaki dan sebagai spot publik yang instagramable.
Harapan Bupati Jadi Ikon
Bupati Majalengka, Eman Suherman, mengatakan pembangunan JPO
di Alun-alun memiliki fungsi strategis. Hal itu disampaikannya pada Senin
(21/9/2026) pekan lalu.
Menurut Eman, keberadaan JPO harus memberi manfaat lebih
luas, tidak sekadar bangunan pelengkap.
"Harapannya ini bisa menjadi ikon. Bukan hanya
berfungsi sebagai tempat penyeberangan, tetapi juga menjadi daya tarik wisata
dan memperindah Kabupaten Majalengka," ujar Bupati.
Ia menjelaskan, Alun-alun adalah etalase wajah Majalengka
yang ramai dikunjungi warga lokal maupun luar daerah. Karena itu
infrastrukturnya harus mampu memperkuat identitas kawasan.
"Jadi kita ingin ketika orang datang ke Alun-alun
Majalengka, bukan hanya melihat tempat untuk beraktivitas, tetapi juga melihat
ada sebuah bangunan yang memiliki ciri khas dan bisa menjadi bagian dari wajah
Majalengka," katanya.
Bukan Sekadar Menyeberang, Tapi Menikmati Kota
Bupati menekankan, fasilitas publik saat ini harus
mengedepankan tiga aspek: kenyamanan, keamanan, dan estetika.Dengan desain yang
disebutnya "luar biasa", JPO nantinya akan memberikan pengalaman
berbeda. Warga tidak hanya melintas, tetapi bisa menikmati panorama Alun-alun
dari ketinggian.
"Desainnya luar biasa. Saya yakin masyarakat Majalengka
atau dari luar nanti bisa menikmati suasana dari atas dan berswafoto,"
katanya.
"Kalau masyarakat datang, kemudian bisa menikmati
suasana dari atas JPO, mengambil foto, bersantai, tentu akan memberikan
pengalaman tersendiri. Mudah-mudahan ini menjadi salah satu tempat yang
dikenang ketika orang datang ke Majalengka," tutur Eman.
Lebih jauh, pembangunan ini diharapkan memberi nilai sosial
dan ekonomi. Kawasan yang tertata dan menarik akan semakin ramai, sehingga
aktivitas ekonomi warga sekitar ikut tumbuh.
"Kita ingin pembangunan itu memberikan manfaat yang
dirasakan langsung oleh masyarakat. Ketika kawasan semakin ramai dan tertata,
tentu aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya juga diharapkan ikut
tumbuh," ungkapnya.
Eman pun mengajak masyarakat untuk menjaga fasilitas
tersebut setelah selesai dibangun."Yang paling penting nanti setelah
selesai, mari sama-sama kita jaga. Jangan sampai fasilitas yang sudah bagus
kemudian rusak karena tidak dirawat. Ini milik kita bersama," katanya.
RESPON WARGA: Sambut
Positif, Harap Aman dan Instagramable
Rencana pembangunan JPO mendapat sambutan positif dari
warga. Rudi (38), warga Majalengka, menilai JPO sangat dibutuhkan karena arus
kendaraan di sekitar Alun-alun cukup ramai.
"Kalau memang desainnya bagus, tentu menarik. Selama
ini kalau mau menyeberang harus hati-hati karena kendaraan cukup ramai. Dengan
adanya JPO, mudah-mudahan lebih aman," ujarnya.
Ia berharap JPO tetap terawat, bersih, dan memiliki
penerangan yang baik agar menarik saat malam hari.Senada, Siti (29) menilai JPO
berdesain unik akan menjadi ruang publik favorit anak muda.
"Kalau desainnya bagus dan instagramable, pasti banyak
yang penasaran. Apalagi lokasinya di Alun-alun. Bisa menjadi salah satu tempat
yang menunjukkan wajah Majalengka," tuturnya.
Dengan dimulainya pembangunan ini, Pemkab Majalengka
berharap Alun-alun tidak hanya menjadi pusat aktivitas, tetapi berevolusi
menjadi wajah baru kota yang memadukan keselamatan, kenyamanan, estetika, dan
potensi wisata dalam satu fasilitas publik. (Kom/Ujang
Ar)










