Kamis, 27 Agustus 2026
Respon Cepat Polisi, Brimob dan Damkar Tangani Kebakaran Lahan Kedawung
Gotong Royong 22 RT, Warga Bangkaloa Ilir Bangun Aula Pendopo Pesarean Mbah Buyut Warti
pembangunan aula pendopo Pesarean Mbah Buyut Warti, Agustus 2026.
INDRAMAYU, fokusdialog.com. – Semangat gotong royong dan penghormatan kepada leluhur kembali ditunjukkan warga Desa Bangkaloa Ilir, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu. Seluruh warga dari RT 1 sampai RT 22 bersama Kuwu dan jajaran perangkat desa saat ini tengah melaksanakan pembangunan aula atau pendopo di area Makam Mbah Buyut Warti.
Pembangunan ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan kepada tokoh yang dihormati warga setempat, karena beliau merupakan orang pertama yang membuka hutan atau mbabat alas untuk dijadikan pedukuhan yang kini dikenal dengan nama Desa Bangkaloa Ilir.
Kuwu Bangkaloa Ilir H. Mislam mengatakan, pembangunan aula pendopo pesarean ini sepenuhnya bersumber dari swadaya masyarakat.
“Alhamdulillah, sumber dana pembangunan murni dari swadaya seluruh masyarakat Bangkaloa Ilir. Warga juga sangat mendukung pembangunan ini, bahkan warga secara sukarela memberikan bantuan dana seikhlasnya tanpa nominal harus sekian,” terangnya saat ditemui di lokasi, Kamis (27/8/2026).
Hal senada disampaikan Saryono selaku Ketua RT 19 Blok Kuburan RW 04. Ia menegaskan tidak ada paksaan dalam pengumpulan dana.
“Ya. Tidak dipatok harus sekian, jadi seikhlasnya saja. Bervariasi, ada yang 10.000, 20.000, 50.000, bahkan ada yang ngasih 100.000,” ucapnya.
Menurut H. Mislam, antusiasme masyarakat sangat tinggi demi suksesnya pembangunan ini. Pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu 1 bulan. Hal ini agar pendopo sudah bisa digunakan untuk acara adat tahunan.
“Oleh karena itu, mudah-mudahan pembangunan ditargetkan 1 bulan rampung, karena nanti tanggal 27 September 2026 akan diadakan acara adat ngunjung Mbah Buyut Warti,” jelas H. Mislam.
Ia berharap melalui pembangunan ini, kelestarian budaya warisan para tetua desa dapat terus dijaga secara turun-temurun.
“Mudah-mudahan Desa Bangkaloa Ilir dapat terus menjaga kelestarian budaya yang diwariskan oleh para tetua desa secara turun-temurun. Pembangunan aula pendopo pesarean ini adalah salah satu bentuk penghargaan warga Bangkaloa Ilir terhadap leluhur desa yakni Mbah Buyut Warti,” katanya.
Dukungan penuh juga datang dari seluruh ketua RT. Saryono menyatakan 22 RT di Desa Bangkaloa Ilir kompak mendukung kegiatan ini.
“Alhamdulillah, Pak Kuwu H. Mislam juga sangat mendukung dan sangat royal, baik itu terhadap warga maupun RT, RW juga kepada perangkat desanya,” tuturnya.
Aparat keamanan pun turut mengapresiasi. PLH Polsek Widasari IPTU Veronika, SH menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong seperti ini sangat baik.
“Kami dari kepolisian juga mendukung kegiatan masyarakat dalam menjaga cagar budaya, dengan harapan terciptanya silaturahmi dan kerukunan yang terjalin kuat antar warga sehingga tercipta situasi aman dan kondusif khususnya Bangkaloa Ilir, Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu,” ujarnya.
Di akhir penyampaiannya, Saryono mengapresiasi kepedulian seluruh pihak.
“Alhamdulillah, semua berjalan lancar aman dan kondusif. Semoga semangat kebersamaan dalam berbagai bidang pembangunan, kegiatan sosial dan budaya dapat terus terjaga,” pungkasnya.
Reporter: Jaya
Editor: Adi M
Rabu, 26 Agustus 2026
Polres Cirebon Kota dan Polsek Kapetakan Tangani Penemuan Jenazah di Aliran Sungai Suranenggala
Tegas, Pemkab Pekalongan Bentuk Satgas dan Larang Pungli di PRK 2026
Plt Bupati Pekalongan Sukirman saat memberikan sambutan pembukaan PRK 2026 di Taman Boulevard Kajen, Selasa (25/8/2026).
PEKALONGAN,
FOKUSDIALOG.COM – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan komitmennya
memberantas praktik pungutan liar (pungli) dalam pelaksanaan Pekan Raya Kajen
(PRK) 2026. Penegasan itu disampaikan langsung oleh Plt Bupati Pekalongan
Sukirman saat membuka PRK 2026 di Taman Boulevard Kajen, Selasa sore
(25/8/2026).
"Saya bertekad memperbaiki aturan main. PRK
hari ini tidak ada lagi pungli, pungutan di luar tarif resmi, pungutan di luar
peraturan daerah yang ada," tegas Sukirman di hadapan pedagang, unsur
Forkopimda, dan kepala OPD.
Untuk memastikan hal itu, Pemkab Pekalongan telah
membentuk satuan tugas (satgas) khusus. Satgas ini bertugas mengawasi
pelaksanaan PRK dan menjadi tempat pengaduan bagi pedagang yang menemukan
pungutan tidak resmi.
"Tim kabupaten sudah membentuk satgas, jika ada
pungli silakan lapor ke satgas. Ini dilakukan agar pelaku UMKM bisa terus
berkembang tanpa beban retribusi yang berlebihan," tandasnya.
PRK
Jadi Ruang Penguatan UMKM
Sukirman menekankan PRK 2026 bukan sekadar agenda
seremonial dan hiburan rakyat. Event tahunan ini harus menjadi ruang nyata bagi
pelaku UMKM Kabupaten Pekalongan untuk memperluas pasar dan meningkatkan omzet.
Ia pun menitipkan tugas kepada Dinas Koperasi, UMKM
dan Tenaga Kerja untuk terus menata serta menghidupkan sentra-sentra UMKM di
berbagai wilayah, seperti di Kajen, Wonopringgo, Kedungwuni, Kesesi, dan daerah
lainnya.
"Semoga semuanya laris manis, dan masyarakat
daya belinya meningkat," harapnya.
Hal senada disampaikan Plt Kepala Disperindag,
Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan, Siti Masruroh. Ia menyebut
PRK 2026 digelar selama lima hari, mulai 25 hingga 30 Agustus 2026, untuk
memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus Hari Jadi Kabupaten Pekalongan
ke-404.
"PRK 2026 juga menjadi wadah integrasi pameran
pelayanan publik, promosi produk unggulan, budaya, serta penguatan kemandirian
ekonomi kerakyatan," terang Siti.
Tinjau
Stan dan Kampanyekan Integritas
Usai membuka acara, Sukirman bersama Sekda Kabupaten
Pekalongan M Yulian Akbar dan jajaran Forkopimda meninjau sejumlah stan
peserta.
Di stan Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan,
Sukirman menjadi saksi akad nikah pasangan pengantin. Selama PRK berlangsung,
stan Kemenag juga membuka layanan pendaftaran pernikahan.
Selanjutnya, Sukirman mengunjungi stan Inspektorat
Daerah Kabupaten Pekalongan. Di sana ia mengikuti permainan integritas
"Game Fokus". Dalam permainan tersebut, Sukirman menancapkan mata
panah pada kata "sederhana".
Ia menegaskan pentingnya aparatur pemerintah
menerapkan gaya hidup sederhana.Dengan penegasan larangan pungli dan penguatan
pengawasan, Pemkab Pekalongan menempatkan PRK 2026 tidak hanya sebagai pesta
rakyat, tetapi juga sebagai ajang promosi dan pengembangan UMKM yang
berlangsung transparan sesuai ketentuan. (Tim/Syamsuri)
Editor: Adi M
4 Tahun Menanti, Pemkab Banyumas Lanjutkan Pembangunan Jembatan Logawa Tahap 4
Bupati
Banyumas Sadewo Tri Lastiono bersama Anggota DPR RI Yanuar Arif Wibowo
melakukan
peletakan batu pertama Jembatan Logawa tahap 4 di Desa Sunyalangu,
Senin (24/8/2026).
BANYUMAS,
FOKUSDIALOG.COM
– Setelah empat tahun terhenti, harapan warga Grumbul Cibun, Desa Sunyalangu,
Kecamatan Karanglewas untuk memiliki jembatan permanen kembali menyala.
Pemerintah Kabupaten Banyumas resmi melanjutkan pembangunan Jembatan Sungai
Logawa ruas Baseh–Sunyalangu melalui tahap keempat, Senin (24/8/2026).
Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama
oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, didampingi Anggota DPR RI Yanuar Arif
Wibowo dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyumas Kresnawan.
Anggaran Rp7,1 Miliar, Target 5 Bulan.
Kepala Dinas PU Banyumas Kresnawan menjelaskan,
pembangunan tahap keempat ini merupakan lanjutan pekerjaan konstruksi yang
didukung bantuan dari pemerintah pusat.
“Kami ucapkan terima kasih, Pak Yanuar yang telah
ikut mengawal kegiatan ini sehingga dapatkan bantuan dari pemerintah pusat
senilai sekitar Rp5 miliar,” ungkap Kresnawan.
Selain bantuan pusat, Pemkab Banyumas juga
menggelontorkan dana dari APBD sebesar Rp2,1 miliar.
“Bantuan dari pemerintah pusat melengkapi itu. Kami
berharap bahwa pekerjaan ini tidak selesai. Ada tahapan berikutnya yaitu
meneruskan jalan yang di seberang jembatan,” tuturnya.
Jembatan permanen yang dibangun memiliki panjang 60
meter dan lebar 8 meter. Target pengerjaan ditetapkan selama 5 bulan.
Akses Vital Warga Grumbul Cibun
Bagi warga Grumbul Cibun, jembatan ini merupakan
urat nadi mobilitas. Wartun, warga RT 8 Grumbul Cibun, menuturkan pembangunan
ini sudah dinanti sejak selesainya tahap tiga pada akhir 2022.
“Sebelum ada jembatan gantung pada tahun 2004, kami
menyebrang lewat sungai,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberadaan jembatan sangat
menentukan aktivitas warga. Saat proses pembangunan sebelumnya, akses sempat
terputus total.
“Waktu dulu ada pekerjaan di jembatan ini, kita
engga bisa kemana-mana. Ke pasar harus jalan ke Sokawera. Jauh banget,”
katanya.
Rencana Lanjutan dan Dukungan Warga
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan
komitmen Pemkab untuk menuntaskan konektivitas di ruas tersebut. Setelah
jembatan, fokus berikutnya adalah pembangunan jalan di seberang jembatan.
“Kalau tahun 2027 sepertinya agak susah.
Mudah-mudahan nanti 2028 bisa jalan,” ujar Sadewo.
Ia juga mengapresiasi dukungan warga terkait
pembebasan lahan untuk pelebaran jalan.
“Saya tadi menanyakan kepada warga terkait lahan mereka,
mereka siap tanpa meminta ganti rugi,” ucapnya.
Saat ini, dengan kondisi akses yang ada, jembatan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. Dengan rampungnya tahap empat ini, Pemkab berharap mobilitas dan perekonomian warga Grumbul Cibun semakin lancar.
Pembangunan
ini sekaligus menjadi bukti keseriusan Pemkab Banyumas dalam memperkuat
infrastruktur penunjang ekonomi kerakyatan di wilayah kecamatan. (Tim/Syamsuri)
Editor: Adi M
Plt Bupati Pemalang Apresiasi Semangat Kebersamaan Warga, UMKM Ikut Bergerak di HUT RI ke-81
Plt Bupati Pemalang Nurkholes bersapa dengan warga saat mengikuti jalan sehat di Lapangan Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Minggu (23/8/2026).
PEMALANG,
FOKUSDIALOG.COM – Semangat kebersamaan dan gotong royong warga Kabupaten
Pemalang dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI mendapat apresiasi langsung
dari Plt Bupati Pemalang, Nurkholes. Apresiasi itu disampaikan saat ia hadir di
tengah ribuan warga yang mengikuti senam bersama dan jalan sehat di Desa
Pegundan, Kecamatan Petarukan dan Desa Pagergunung, Kecamatan Ulujami, Minggu
(23/8/2026).
Ribuan
Warga Antusias, UMKM Ikut Laris
Di Desa Pegundan, ribuan warga memadati Lapangan
Desa dalam rangkaian kegiatan "Petarukan Expo" yang diisi senam
bersama dan jalan sehat. Suasana serupa juga terjadi di Sport Center Kecamatan
Berdaya Ulujami dan Lapangan Sepak Bola Desa Pagergunung, Kecamatan
Ulujami.Ditemui di sela kegiatan,
Nurkholes menilai kegiatan yang melibatkan
masyarakat secara langsung memiliki dampak ganda. Selain mempererat
kebersamaan, kegiatan ini juga menggerakkan roda ekonomi.
“Saya sangat senang melihat UMKM yang ada di sini
bisa tumbuh dan bergerak bersama. Kegiatan seperti ini memberikan dampak nyata
terhadap pergerakan ekonomi masyarakat. Saya tadi melihat langsung, UMKM di
sini ramai dan dagangannya laris,” ujarnya.
Lapangan desa memang disulap menjadi pusat kegiatan. Selain arena olahraga, deretan lapak
UMKM tampak ramai dikunjungi warga yang membeli berbagai produk unggulan lokal.
Jogging
Track Jadi Ruang Publik Produktif.
Plt Bupati juga menyoroti keberadaan fasilitas
jogging track di kawasan tersebut. Menurutnya, lapangan desa kini tidak hanya
berfungsi sebagai sarana olahraga, tetapi juga sebagai ruang publik untuk
rekreasi dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Tempat ini menjadi ruang publik yang luar biasa
karena tidak hanya menjadi tempat masyarakat berolahraga dengan adanya jogging
track, tetapi juga menjadi ruang untuk berekreasi dan mengembangkan kegiatan
ekonomi masyarakat,” kata Nurkholes.
Ia berharap konsep serupa dapat ditiru di desa-desa
lain di Kabupaten Pemalang yang memiliki lapangan.
“Saya berharap seluruh desa di Kabupaten Pemalang
yang mempunyai lapangan bisa memiliki jogging track semacam ini. Masyarakat
bisa berolahraga, berekreasi, sekaligus memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk
berjualan dengan harga yang terjangkau,” lanjutnya.
Sinergi
Olahraga, Ruang Publik dan Ekonomi Desa
Menurut Nurkholes, sinergi antara olahraga,
penyediaan ruang publik, dan pemberdayaan UMKM merupakan langkah sederhana
namun memiliki manfaat luas.
Melalui momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, ia
mengajak masyarakat Kabupaten Pemalang untuk terus menjaga semangat kebersamaan
dengan menghadirkan kegiatan positif yang tidak hanya meriah, tetapi juga
memberi manfaat nyata bagi perekonomian lokal.
Kehadiran orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten
Pemalang di tengah masyarakat menjadi bentuk dukungan nyata Pemkab terhadap
antusiasme warga dalam memeriahkan kemerdekaan. (Tim/Syamsuri)
Editor: Adi M
360 Pramuka Penegak dan Pandega Cilacap Ikuti Raimuna Cabang VIII di Kesugihan
Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Lapangan Binar Jaya, Desa Bulupayung, Sabtu (22/8/2026).
CILACAP,
FOKUSDIALOG.COM – Semangat kemandirian dan kreativitas
generasi muda ditunjukkan dalam Raimuna Cabang VIII Tahun 2026. Sebanyak 360
Pramuka Penegak dan Pandega dari seluruh Kabupaten Cilacap berkumpul di Desa
Bulupayung, Kecamatan Kesugihan, selama empat hari, Jumat-Senin (21-24/8/2026).
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Plt Bupati Cilacap
Ammy Amalia Fatma Surya selaku Ketua Mabicab Cilacap, bersamaan dengan Upacara
Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Lapangan Sepak Bola Binar Jaya Desa
Bulupayung, Sabtu (22/8/2026).
Upacara tersebut diikuti 720 anggota Pramuka Siaga,
Penggalang dan Penegak dari gugus depan se-Kecamatan Kesugihan.
Wadah
Pembinaan Karakter dan Keterampilan
Waka Bidang Organisasi dan Hukum Kwarcab Cilacap
Luhur Satrio Muchsin mengatakan, Raimuna menjadi ruang strategis untuk membina
karakter generasi muda.
“Raimuna bertujuan mendorong keterlibatan aktif
generasi muda dalam menguasai keterampilan teknologi dan kewirausahaan guna
mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Menurutnya, melalui kegiatan perkemahan tingkat
cabang ini, peserta tidak hanya dilatih kedisiplinan dan kemampuan beradaptasi,
tetapi juga dibekali keterampilan yang relevan dengan tantangan zaman.
Sejalan
dengan Tema Hari Pramuka: Mandiri dan Inovatif
Dalam amanatnya, Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia
Fatma Surya menekankan bahwa tema Hari Pramuka ke-65, “Berkreasi, Berinovasi,
Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan”, sangat sejalan dengan
kebutuhan saat ini.
“Cilacap memiliki potensi besar di bidang pertanian,
perikanan, peternakan, perkebunan hingga ekonomi kreatif. Ini bisa menjadi
ruang bagi generasi muda untuk berkarya dan berinovasi,” kata Ammy.
Ia berpesan agar Pramuka Cilacap menjadi generasi
yang berkarakter kuat.
“Jadilah generasi yang berkarakter, terampil,
mandiri, kreatif, inovatif, menguasai teknologi, mencintai budaya, peduli
terhadap lingkungan dan masyarakat,” pesannya.
Lebih lanjut, Ammy menyebut Raimuna merupakan bagian
dari persiapan menyongsong Indonesia Emas 2045. Peserta Raimuna hari ini,
lanjutnya, akan berada di usia produktif dan menjadi motor penggerak
pembangunan bangsa di masa depan.
Apresiasi
untuk 56 Pembina dan Tokoh Pramuka
Dalam rangkaian upacara, Kwarcab Cilacap juga
memberikan penghargaan kepada 56 orang atas jasa, pengabdian, dan kontribusi
mereka terhadap perkembangan Gerakan Pramuka di Kabupaten Cilacap.
Pemberian penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi
atas dedikasi para pembina, pelatih, dan tokoh yang terus menjaga eksistensi
kepramukaan sebagai wadah pembentukan karakter bangsa.
Dengan berakhirnya Raimuna Cabang VIII, diharapkan
lahir Pramuka Penegak dan Pandega Cilacap yang tidak hanya terampil di
lapangan, tetapi juga siap menjadi agen perubahan dalam mendukung ketahanan
pangan dan kemandirian daerah. (Tim/Syamsuri)
Editor: Adi M
1,5 Ton Sampah Diangkut! 330 Orang Gotong Royong Bersihkan Sungai Kramean Purbalingga
Warga Purbalingga Kidul berharap Sungai Kramean kembali bening seperti dulu setelah aksi bersih lingkungan.
PURBALINGGA,
FOKUSDIALOG.COM – Semangat gotong royong warga Purbalingga kembali terlihat.
Sebanyak 1,5 ton sampah berhasil dikumpulkan dalam aksi bersih lingkungan di
Sungai Kramean, Jumat (21/8/2026).
Aksi yang melibatkan 330 orang dari berbagai unsur
ini menjadi langkah awal Gerakan Purbalingga Gotong Royong menuju Purbalingga
ASRI - Aman, Sehat, Resik, Indah.
3
Titik Pembersihan, 330 Orang Turun Langsung
Kegiatan ini menggerakkan aparatur pemerintah,
anggota Pramuka, pelajar, hingga pegiat lingkungan. Mereka bahu-membahu
menyisir sampah di 3 titik Sungai Kramean.
Kepala DLHPKP Kabupaten Purbalingga Bambang Triono
merinci lokasinya:
- Kawasan SDIT Madani Kelurahan Kandang Gampang
- Jembatan Purbalingga Food Center di Kelurahan
Purbalingga Kidul
- Dusun Timbang
Kelurahan Penambongan
“Sampah yang terkumpul akan kami catat dan evaluasi
untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya. Aksi bersih lingkungan juga
akan dilakukan secara rutin setiap bulan di sejumlah lokasi yang membutuhkan
penanganan,” jelas Bambang.
Bupati:
Ini Bukan Sekadar Bersih-Bersih
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif yang hadir
di lokasi menyebut aksi ini sebagai embrio awal gerakan sadar lingkungan di Purbalingga.
“Kita perlu memahami dan memperhatikan kondisi
lingkungan di Purbalingga. Jadi, aksi ini bukan hanya untuk membersihkan
lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk sama-sama
menjaganya,” kata Fahmi.
Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.
Masih banyak persoalan lingkungan yang butuh kepedulian warga. Ia mengajak
masyarakat memulai dari hal sederhana: tidak membuang sampah sembarangan,
menjaga kebersihan sungai, dan merawat tempat umum.
“Lingkungan yang bersih berpengaruh terhadap
kesehatan masyarakat dan kualitas air di sekitarnya,” tegasnya.
Harapan
Warga: Sungai Kramean Kembali Bening
Bagi warga yang tinggal di bantaran sungai, aksi ini
membawa harapan besar. Rasmini, warga Purbalingga Kidul, masih ingat bagaimana
Sungai Kramean dulu.
“Dulu bening, bisa untuk nyuci. Sekarang sudah
kotor, banyak sampah dan airnya gatal,” ujar Rasmini.
Ia berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti di
sini. Yang lebih penting, lanjutnya, ada kesadaran warga untuk tidak lagi
membuang sampah ke sungai.
Menuju
Purbalingga ASRI
Melalui Gerakan Purbalingga Gotong Royong, Pemkab
menargetkan perubahan perilaku warga. Sungai yang bersih bukan hanya indah
dipandang, tapi juga aman untuk kesehatan dan mendukung kualitas lingkungan.
Dengan 1,5 ton sampah yang berhasil diangkut di hari
pertama, Pemkab Purbalingga optimis gerakan ini akan terus meluas dan
menjadikan Purbalingga sebagai kabupaten yang ASRI. (Tim/Syamsuri)
Editor: Adi M
Pemkab Kuningan Gelar Haul Syekh Maulana Akbar Rangkaian HUT ke-528
Ustad Solmed Isi Tabligh Akbar: "Dari Astana Menuju Mimbar, Dari Sejarah Menuju Masa Depan"
KUNINGAN, fokusdialog.com.
Kompleks Makam Astana Gede,
Kabupaten Kuningan, Rabu 26 Agustus 2026 dipadati ribuan jamaah. Dengan suasana
khidmat, Pemerintah Kabupaten Kuningan menggelar Haul Syekh Maulana Akbar yang
dirangkaikan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Istighosah, dan
Tabligh Akbar bersama Ustad Sholeh Mahmoed Nasution atau Ustad Solmed.
Kegiatan ini menjadi salah satu agenda resmi dalam rangkaian Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan dengan tema “Napak Tilas Spiritualitas dan Kepemimpinan Menuju Kuningan Melesat”.
Ziarah Buka Rangkaian, Makna Sejarah Dihidupkan
Acara dimulai dengan ziarah dan
doa bersama di makam Syekh Maulana Akbar. Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat
Yanuar, M.Si., Wakil Bupati Tuti Andriani, Sekda U. Kusmana, unsur Forkopimda,
para ulama, pimpinan ponpes, santri, hingga zuriat Syekh Maulana Akbar
bersama-sama memanjatkan Al-Fatihah.
Ziarah ini menjadi simbol bahwa
ikhtiar membangun Kuningan tidak boleh memutus mata rantai dengan sejarah dan
akar spiritual daerah.
“Agenda ini mengingatkan kita,
bahwa kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur. Jalan,
gedung, jembatan penting. Tapi harus beriringan dengan penguatan moral, SDM,
dan kehidupan keagamaan,” ujar Bupati Dian dalam sambutannya.
Refleksi Sejarah: Dari Sidapurna ke Astana Gede
Dalam sesi selayang pandang,
akademisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Prof. H. Didin Nurul Rosidin, M.A.,
Ph.D memaparkan jejak perjuangan Syekh Maulana Akbar. Menurut Prof. Didin,
Syekh Maulana Akbar tidak hanya ulama, tapi juga pendidik dan pembangun
peradaban. Beliau mendirikan pesantren di Sidapurna yang kemudian melahirkan
pemukiman baru bernama Purwawinangun.
“Haul seorang ulama punya dua
makna: mengenang jasa dan menghidupkan nilai perjuangannya. Sejarah yang hanya
dikenang jadi nostalgia. Sejarah yang dihidupkan akan jadi inspirasi. Sejarah
yang diteruskan akan jadi peradaban,” tegasnya.
Kepala Bagian Kesra Setda
Kuningan Emup Muplihudin dalam laporannya menyebut, istighosah adalah ikhtiar
spiritual memohon keberkahan dan keselamatan bagi warga Kuningan. Sementara
Tabligh Akbar menjadi ruang menambah ilmu dan memperkuat ukhuwah.
Puncak acara diisi Tabligh
Akbar oleh Ustad Solmed. Tausiahnya diharapkan dapat membuka mata hati
masyarakat untuk memperbaiki kualitas hidup.
Bupati Dian juga mengapresiasi
kehadiran penceramah nasional tersebut. Ia sekaligus mengajak seluruh elemen
menjaga kondusifitas Kuningan.
“Kita tidak boleh mudah
terpecah belah atau terpengaruh isu menyesatkan. Perbedaan harus jadi kekuatan
dalam persaudaraan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perlu ulama, tokoh
masyarakat, dan seluruh warga,” pesannya.
Bupati juga menyinggung program
Gema Saumima - Gerakan Bersama Sauyunan Miara Makam sebagai bentuk penghormatan
kepada para leluhur.
Turut hadir Wakil Bupati Tuti
Andriani, Ketua TP PKK, Ketua DWP, MUI Kuningan, Baznas, OPD, Kemenag,
akademisi, dan ribuan masyarakat.
Dengan tagline “Dari Astana
Menuju Mimbar, Dari Sejarah Menuju Masa Depan”, Pemkab Kuningan berharap
rangkaian haul ini tidak berhenti sebagai seremoni tahunan.
Melainkan
menjadi momentum bertafakur, bermuhasabah, dan memperkuat tekad melanjutkan
pembangunan dengan tetap berpijak pada nilai-nilai luhur para pendahulu.
Fakta Singkat Syekh Maulana
Akbar:
Peran:
Ulama penyebar Islam di Kuningan
Jejak:
Mendirikan Pesantren Sidapurna → cikal bakal Desa Purwawinangun
Warisannya:
Dimensi spiritual, pendidikan, sosial, dan kultural
Makam: Kompleks Astana Gede, Kuningan.
(Kom/Angga
P/Asep S)
Editor: Adi M
Polwan Goes To School Edukasi Siswa SMPN 6 Cirebon tentang Perlindungan dari Kekerasan Seksual










