Kamis, 08 Oktober 2026
Kejuaraan Futsal Se- Indonesia Al Azhar Cup XXVTahun2026 Di Cirebon Pacu Prestasi Bentuk Karakter Dan Junjung Tinggi Sportivitas
Pastikan Tepat Sasaran, Babinsa Purwodiningratan Dampingi Pendistribusian Makan Bergizi Gratis di SDN Purwodiningratan
Surakarta – Dalam rangka mendukung program pemenuhan gizi anak sekolah, Babinsa Kelurahan Purwodiningratan Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Serka Suparno melaksanakan pendampingan pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bertempat di SDN Purwodiningratan Jl. Martolukutan, Kelurahan Purwodiningratan, Kecamatan Jebres, Kamis (08/10/2026).
Rabu, 07 Oktober 2026
150 Siswa SMK Ma'arif Langut Ditempa Disiplin di Bumi Perkemahan Palutungan Kuningan
INDRAMAYU, FOKUS DIALOG.COM - Bukan sekadar kemping biasa. Sebanyak 150 siswa SMK Ma'arif Langut, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, akan ditempa kedisiplinan, kemandirian, dan jiwa kepemimpinan dalam kegiatan Kemah Bersama Ekstrakurikuler Pramuka, PMR, dan Paskibra.
Kegiatan tahunan ini akan digelar selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jum'at, 7 - 9 Oktober 2026, di Bumi Perkemahan Palutungan, Kabupaten Kuningan, yang dikenal dengan alamnya yang sejuk dan asri.
Kepala SMK Ma'arif Langut, Rusli, S.Pd, menegaskan bahwa kemah bersama ini bukan kegiatan dadakan, melainkan program wajib yang sudah masuk dalam kalender akademik sekolah.
“Tentunya ini adalah salah satu program yang memupuk kedisiplinan, kerjasama dan saling empati terhadap semua siswa sebelum pemberangkatan kegiatan kemah bersama ini,” ujar Rusli.
Menurutnya, esensi kemah adalah belajar menjaga alam sekaligus melatih tanggung jawab. Karena itu, sekolah menggandeng unsur TNI dari Koramil untuk memberikan materi yang tidak main-main.
“Program yang kami lakukan setiap tahun yaitu kegiatan perkemahan diisi berbagai kegiatan latihan dasar disiplin siswa, kemudian untuk tutor ini kita menghadirkan Unsur TNI dari Koramil untuk pelatihan PBB dasar dan materi Kebangsaan,” jelasnya.
“Karena bukan sekedar hanya berkemah saja, namun untuk memupuk kedisiplinan, tanggung jawab dan kemandirian siswa dalam semua ekstra kulikuler,” tambahnya.
Ia juga memaparkan bahwa dalam rangka membangun kemandirian, kedisiplinan, kekompakan, kepemimpinan, dan karakter peserta didik, SMK Ma'arif Langut melaksanakan pelepasan dan pemberangkatan kegiatan Kemah Bersama Ekstrakurikuler, di Bumi Perkemahan Palutungan, Kuningan selama 3 Hari.
Tema kegiatan: "Belajar di alam, membangun karakter, mempererat persaudaraan".
"Satu langkah, satu semangat, satu kebersamaan!. Selamat mengikuti kegiatan kemah. Semoga menjadi pengalaman berharga dan membentuk generasi SMK Ma’arif Langut yang berkarakter dan disiplin", tandasnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Farhan Sofihara, S.Pd, menjelaskan peserta kemah tahun ini terdiri dari siswa kelas 10 dan 11. Sementara untuk kelas 12, yang ikut hanya para Dewan Pramuka, Dewan Paskibra, dan Dewan PMR.
“Jumlah keseluruhan siswa di SMK Ma'arif Langut hampir 300. Sebanyak 150 siswa yang sudah fix diberangkatkan dalam kegiatan kemah bersama,” kata Farhan.
Ia menambahkan, kelas 12 tidak diikutsertakan penuh karena sebagian besar sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari September hingga November 2026. Siswa yang sakit atau memiliki keterbatasan fisik juga tidak diberangkatkan demi faktor keamanan.
Di Palutungan nanti, agenda akan padat. Mulai dari kegiatan sesuai ekskul masing-masing, hingga acara puncak berupa pelantikan anggota baru untuk semua ekstrakurikuler SMK Ma'arif Langut.
Persiapan Matang, Fisik dan Mental Prima
Dari sisi siswa, persiapan sudah 100 persen. Sherly Melani, siswi kelas 12 TKJ selaku Dewan Pramuka, mengatakan panitia sudah membedakan materi sesuai tingkatan.
“Insya Allah fisik peserta kuat, barang-barangnya juga udah terjamin. Adapun materinya mungkin untuk kelas 10, 11 sama 12 itu kan beda, karena yang kelas 10 Bantara, kelas 11 itu Laksana. Jadi sesuai dengan pembina ekskul kita masing-masing,” ungkap Sherly.
Hal senada disampaikan Nur Hasanah, siswi kelas 12 Dewan Paskibra. “Alhamdulillah semua sudah siap untuk melaksanakan kegiatan kepramukaan di bumi perkemahan Palutungan Kabupaten Kuningan selama tiga hari,” ucapnya.
Ketua Regu Paskibra, Maulana Ibrahim, siswa kelas 11 jurusan Perhotelan, memastikan semua peserta dalam kondisi prima.
“Alhamdulillah, persiapan matang sudah dan kesehatan peserta baik jasmani dan rohani telah dicek dan semua dalam keadaan prima,” tambahnya.
Dengan persiapan matang dan lokasi yang mendukung, Kemah Bersama SMK Ma'arif Langut 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan anggota ekskul yang terampil, tetapi juga generasi yang disiplin, tangguh, dan cinta alam.
Reporter: Jaya
Editor: Adi MUKTI
Siswi SMPN 3 Sumber Raih Juara 1 Lomba Desain Batik, Harumkan Nama Sekolah
Selasa, 06 Oktober 2026
Kapolresta Cirebon Tekankan Amanah Jabatan, Minta Pejabat Baru Perkuat Pelayanan Masyarakat
Senin, 05 Oktober 2026
Kapolresta Cirebon Hadiri HUT ke-81 TNI, Tegaskan Soliditas TNI-Polri Jaga Keutuhan NKRI
Jumat, 02 Oktober 2026
Kapolres Kuningan Berikan Kuliah Umum kepada Mahasiswa Baru Universitas Kuningan
Pancasila Pengikat Bangsa! Bupati Kuningan: Rongrongan Terhadap NKRI Sangat Terasa
KUNINGAN,FOKUSDIALOG.COM.
Di tengah berbagai tantangan yang dapat menguji
persatuan bangsa, Pancasila kembali diingatkan sebagai pengikat yang menjaga
Indonesia tetap berdiri dalam satu kesatuan.
Pesan kuat itu mengemuka dalam Upacara Peringatan
Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kabupaten Kuningan Tahun 2026 yang dipimpin
langsung Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., pada Kamis
(1/10/2026).
Upacara berlangsung khidmat di halaman Setda. Hadir
lengkap Wakil Bupati Kuningan, Sekretaris Daerah, unsur Forum Koordinasi
Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala SKPD, camat, pejabat di lingkungan
Sekretariat Daerah, Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan beserta jajaran, Ketua
Dharma Wanita Persatuan, serta para pimpinan BUMD.
Tahun ini, peringatan mengusung tema nasional
“Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.
Bupati Dian bertindak sebagai Inspektur Upacara. Salah satu momen paling penting adalah pembacaan Ikrar Kesaktian Pancasila atas nama Ketua DPR RI Puan Maharani.
Ikrar tersebut menegaskan tekad bulat bangsa
Indonesia untuk mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai
sumber kekuatan dalam membangun kebersamaan, memperjuangkan kebenaran dan
keadilan, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Peringatan ini juga menjadi momentum untuk mengenang
pengorbanan para Pahlawan Revolusi dalam peristiwa G30S/PKI 30 September 1965.
Bagi Bupati Dian, Hari Kesaktian Pancasila tidak
boleh berhenti sebagai seremoni tahunan.
“Peringatan Kesaktian Pancasila bagi kita tidak
hanya sekadar upacara seremonial semata. Terkandung di dalamnya apa memberikan
warning, memberikan semangat juga kepada kita bahwa Pancasila adalah pengikat,”
ujar Bupati Dian usai upacara.
Menurutnya, Pancasila adalah pengikat secara
batiniah dan lahiriah yang memastikan NKRI tetap bersatu di tengah keberagaman.
“Sebagai pengikat secara batiniah, secara lahiriah,
bagaimana terus Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap bersatu,” katanya.
Bupati Dian mengingatkan, menjaga Pancasila dan NKRI
adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Ia menilai tantangan
terhadap persatuan saat ini hadir dalam berbagai bentuk, baik yang terlihat
maupun tidak terlihat.
“Saya melihat rongrongan terhadap NKRI, rongrongan
terhadap Pancasila, baik secara kasat mata maupun tidak kasat mata, ini sangat
terasa,” ungkapnya.
Karena itu, momentum 1 Oktober menjadi sangat
esensial untuk kembali menyadarkan masyarakat tentang posisi Pancasila.
“Momentum Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan
kembali bahwa Pancasila betul-betul adalah sesuatu yang esensial bagi kehidupan
kita untuk berbangsa dan bernegara,” tutur Bupati.
Bupati menegaskan, penghormatan kepada Pancasila dan
para pahlawan tidak cukup hanya melalui upacara. Nilai-nilainya harus
dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.Yakni melalui sikap saling menghargai
perbedaan, menjaga persaudaraan, memperkuat gotong royong, serta menempatkan
kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Pancasila bukan sekadar untuk dihafalkan, tetapi
untuk dijaga, dihayati, dan diamalkan agar persatuan Indonesia tetap kokoh
selamanya. (Kom/Angga P)
Tekab 852 Polresta Cirebon Bekuk Tiga Pelaku Pengeroyokan, Korban Dibacok dengan Celurit
320 Lulus, 80 Baru Dimulai!, Bupati Kuningan: Jangan Cari Kerja, Ciptakan Lapangan Kerja
KUNINGAN,FOKUSDIALOG.COM – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memperkuat kompetensi masyarakat sebagai bekal memasuki dunia kerja sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha baru.
Upaya
itu diwujudkan melalui program pelatihan berbasis kompetensi yang digelar Dinas
Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kuningan.
Tutup
320 Peserta, Buka 80 Peserta Baru
Bupati
Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menghadiri penutupan Pelatihan
Berbasis Kompetensi bagi 320 peserta Batch 1 Tailor Made Training (TMT)
sekaligus membuka Pelatihan Vokasi Nasional bagi 80 peserta Batch 5. Kegiatan
tersebut dipusatkan di J&J Resto, Kecamatan Cilimus, Jumat (2/10/2026).
Acara
turut dihadiri Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., unsur DPRD,
Kepala Disnakertrans Kabupaten Kuningan Dr. H. Toto Toharudin, M.Pd., M.H.,
Camat Cilimus Ade Bunyamin, S.E., M.Si., Kepala Desa Tambakbaya Lukman Mulyadi,
Forkopimcam Cilimus, pemerintah desa, serta BAZNAS Kabupaten Kuningan.
Pelatihan
Menyebar di 20 Titik,Biaya APBN
Kepala
Disnaker Kabupaten Kuningan, Dr. Toto Toharuddin, menjelaskan pelatihan TMT
dilaksanakan langsung di tengah masyarakat dan tersebar di sekitar 20 titik di
Kabupaten Kuningan.
Cakupannya
beragam, mulai dari barbershop, menjahit, tata boga, hidroponik, barista, tata
rias hingga pengoperasian mesin Computer Numerical Control (CNC).
“Sebanyak
320 orang hari ini kita tutup pelatihannya. Kegiatannya tersebar di 20 titik,
sehingga tidak seluruh peserta bisa dihadirkan dalam acara penutupan,” ungkap
Toto.
Menurutnya,
program ini didukung penuh pembiayaan APBN melalui Kementerian Ketenagakerjaan,
termasuk dukungan peralatan dan instruktur.
Disnaker
juga aktif menghubungkan hasil pelatihan dengan kebutuhan industri. Salah
satunya melalui penjajakan dengan investor yang membutuhkan 500–1.000 tenaga
jahit pada tahun pertama.
Di
bidang teknologi, Kuningan telah memiliki 19 mesin CNC bantuan Pemerintah
Provinsi Jawa Barat yang sudah digunakan dalam dua gelombang pelatihan.
Jangan Hanya Cari Kerja, Berani Buka Usaha
Dalam
arahannya, Bupati Dian Rachmat Yanuar menegaskan pelatihan ini bukan formalitas
untuk mendapatkan sertifikat semata.
“Ini
bukan pendidikan yang bersifat formalistik. Ini benar-benar bekal hidup untuk
masa depan. Manfaatkan keterampilan yang diberikan oleh instruktur karena
kesempatan seperti ini belum tentu datang untuk kedua kalinya,” tutur Bupati.
Ia
mendorong peserta untuk tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi
menjadi pencipta lapangan kerja.Bupati mencontohkan keterampilan barbershop
yang kini menjadi gaya hidup dan memiliki peluang besar.
Menurutnya,
usaha tidak selalu butuh modal besar, tetapi butuh keterampilan, konsistensi, dan
pelayanan yang membuat pelanggan kembali.
Begitu
pula dengan menjahit. Peserta tidak harus terpaku bekerja di pabrik, tetapi
bisa mengembangkan usaha custom tailoring, modiste, alteration, sample maker
hingga wardrobe specialist.
“Banyak
peluang bisnis di sekeliling kita. Tinggal bagaimana kemampuan kita
mengolahnya. Jangan gengsi untuk memulai. Harus berani memulai,” katanya.
Bupati
juga mengingatkan pentingnya membangun jejaring sejak pelatihan.
“Hari
ini bertemu ratusan orang, manfaatkan jejaring ini. Saling tukar pikiran,
saling memberikan informasi. Orang yang terus membangun relasi dan silaturahmi
akan menemukan peluang-peluang yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya,”
ujarnya.
Pada
kesempatan itu, Bupati menyatakan dukungan terhadap rencana Disnaker menggelar
cukur rambut massal yang ditargetkan memecahkan rekor MURI dengan melibatkan
1.000 hingga 1.500 peserta. Pemkab juga siap mendukung penguatan sarana dan
prasarana pelatihan.
Menutup
sambutan, Bupati membakar semangat peserta.
“Yang
menentukan masa depan bukan siapa-siapa, tetapi kalian sendiri. Siap menjemput
masa depan yang cemerlang? Siap mandiri? Siap bekerja profesional? Siap hidup
sejahtera?” serunya, yang langsung disambut antusias peserta.
Kegiatan
kemudian ditandai dengan pembukaan Pelatihan Vokasional Nasional Batch 5 dan
penutupan Tailor Made Training (TMT) Batch 1 Kabupaten Kuningan secara resmi. (Kom/Angga P/Asep S)
Editor: Adi M





