Fokus Dialog

Berita Terkini

Kejuaraan Futsal Se- Indonesia Al Azhar Cup XXVTahun2026 Di Cirebon Pacu Prestasi Bentuk Karakter Dan Junjung Tinggi Sportivitas

KotaCirebon, Fokus Dialog@com"-- Kota Cirebon kembali menjadi ruang pertemuan bagi generasi muda dari berbagai daerah. Kali...

Postingan Populer

Kamis, 08 Oktober 2026

Kejuaraan Futsal Se- Indonesia Al Azhar Cup XXVTahun2026 Di Cirebon Pacu Prestasi Bentuk Karakter Dan Junjung Tinggi Sportivitas


KotaCirebon, Fokus Dialog@com"-- Kota Cirebon kembali menjadi ruang pertemuan bagi generasi muda dari berbagai daerah. Kali ini, melalui gelaran Al Azhar Cup XXV Futsal Se-Indonesia Tahun 2026 yang berlangsung di SD Islam Al Azhar 3 Cirebon, Kamis (8/10/2026).

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, hadir sekaligus membuka turnamen futsal yang mempertemukan para pelajar dari berbagai sekolah Al Azhar di Indonesia tersebut.

Wali Kota  menyampaikan apresiasi kepada YPI Al Azhar, Yayasan Siti Chodidjah Cirebon, SD Islam Al Azhar 3 Cirebon, serta seluruh panitia yang telah menjaga konsistensi penyelenggaraan Al Azhar Cup hingga memasuki edisi ke-25.

“Atas nama Pemerintah Kota Cirebon, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada YPI Al Azhar, Yayasan Siti Chodidjah, dan seluruh jajaran panitia. Bisa menyelenggarakan turnamen futsal berskala nasional hingga 25 kali tentu bukan sesuatu yang mudah. Dibutuhkan konsistensi, kerja keras, dan dedikasi yang tinggi,” ujar Wali Kota.

Menurutnya, penyelenggaraan turnamen tersebut tidak hanya memberikan ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan di bidang olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter.

Wali Kota  menilai olahraga memiliki nilai pendidikan yang kuat. Melalui futsal, anak-anak belajar mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kepatuhan terhadap aturan, sekaligus membangun mental untuk menghadapi kemenangan maupun kekalahan.

“Turnamen futsal ini adalah wadah edukasi yang sangat nyata. Anak-anak dilatih untuk disiplin, menaati aturan, dan yang paling penting belajar bekerja sama dalam sebuah tim. Untuk mencapai kesuksesan, kita tidak bisa berjalan sendiri. Kita membutuhkan orang lain dan harus mampu saling membantu,” katanya.

Karena itu, Wali Kota berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan Al Azhar Cup bukan semata-mata sebagai ajang mengejar kemenangan, tetapi juga kesempatan untuk membangun persahabatan dan pengalaman.

Ia meminta para pemain tampil maksimal, bermain dengan gembira, pantang menyerah, serta tetap menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung.

“Hal yang paling berharga dari olahraga bukan hanya siapa yang mengangkat piala paling besar atau mencetak gol paling banyak. Yang jauh lebih penting adalah siapa yang mampu bermain dengan jujur dan sportif. Hormati keputusan wasit, patuhi aturan, dan hargai teman-teman dari tim lawan,” tuturnya.

Wali Kota  juga mengajak para pelatih dan orang tua untuk memberikan dukungan yang positif dari pinggir lapangan. Menurutnya, dukungan orang dewasa sangat penting agar anak-anak dapat menikmati pertandingan dalam suasana yang aman, sehat, dan menyenangkan.

“Kalah atau menang adalah hal yang biasa. Tetapi tetap tersenyum dan mau bersalaman setelah pertandingan selesai, itu baru mental juara yang luar biasa,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Siti Chodidjah Cirebon, Emirzal Hamdani, menyampaikan bahwa menjadi tuan rumah Al Azhar Cup XXV merupakan sebuah kehormatan bagi Kota Cirebon dan keluarga besar Yayasan Siti Chodidjah.

Ia menyambut kedatangan seluruh kontingen dari berbagai daerah sekaligus mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Cirebon dan berbagai pihak yang ikut menyukseskan kegiatan tersebut.

“Merupakan sebuah kehormatan luar biasa bagi kami dipercaya menjadi tuan rumah dalam perhelatan akbar edisi perak yang ke-25 ini. Kehadiran tim-tim dari berbagai penjuru Indonesia menjadi bukti eratnya tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah di antara keluarga besar Al Azhar se-Indonesia,” kata Emirzal.

Emirzal menekankan bahwa Al Azhar Cup tidak hanya berbicara mengenai pertandingan dan prestasi. Lebih dari itu, turnamen tersebut menjadi momentum untuk menanamkan nilai sportivitas dan membangun karakter anak.

Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadi anak yang sportif, menjauhi perundungan atau bullying, serta mampu menunjukkan sikap saling menghormati di dalam maupun di luar lapangan.

Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan tiga nilai utama olahraga Olimpiade, yakni excellence, friendship, dan respect.

“Berikan kemampuan terbaik kalian. Jadikan olahraga sebagai jembatan untuk saling memahami dan mempererat persahabatan. Dan yang tidak kalah penting, hormati diri sendiri, rekan satu tim, lawan, perangkat pertandingan, serta aturan yang berlaku,” ujarnya.

Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat menjadi bagian dari kebiasaan para peserta, sehingga mereka tidak hanya tumbuh menjadi atlet yang berprestasi, tetapi juga menjadi pribadi yang memiliki karakter kuat dan mampu menghargai orang lain.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah YPI Al Azhar Jakarta, Dra. Hj. Ai Kiki Rokiba, menyampaikan salam dari Ketua Umum YPI Al Azhar beserta jajaran kepada seluruh peserta dan tamu undangan.

Ai Kiki menjelaskan, YPI Al Azhar yang telah memasuki usia 74 tahun terus berkontribusi dalam pembangunan umat dan bangsa, khususnya melalui bidang dakwah, sosial, dan pendidikan.

Saat ini, kata dia, YPI Al Azhar menaungi 236 sekolah mulai jenjang TK, SD, SMP hingga SMA dengan lebih dari 64 ribu peserta didik dan 7.000 guru yang tersebar di 22 provinsi di Indonesia.

Menurut Ai Kiki, Al Azhar Cup menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga mutu pendidikan sekaligus memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar melalui pengalaman di luar kelas.

“Turnamen futsal bukan hanya sekadar pertandingan di lapangan. Ini adalah lapangan pembelajaran yang sarat dengan nilai. Anak-anak belajar tanggung jawab, kemandirian, sportivitas, kejujuran, sekaligus nilai-nilai adab,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar kegiatan tetap menempatkan adab dan nilai keagamaan sebagai bagian penting dalam pelaksanaannya. Jika waktu pertandingan bertepatan dengan azan, panitia diharapkan memberikan kesempatan kepada peserta dan official untuk melaksanakan ibadah.

Ai Kiki juga berpesan kepada tim yang berhasil meraih juara agar tetap rendah hati. Sementara bagi tim yang belum berhasil menjadi juara, ia meminta agar menjadikan pengalaman tersebut sebagai pembelajaran untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan.

“Mudah-mudahan kegiatan dari awal sampai akhir berjalan lancar, baik, sukses, dan berkah. Sesuai dengan tema Al Azhar Cup 2026, sukses dan berkah,” ujarnya.(Wak Diding).

Pastikan Tepat Sasaran, Babinsa Purwodiningratan Dampingi Pendistribusian Makan Bergizi Gratis di SDN Purwodiningratan


Uploaded Image

Surakarta – Dalam rangka mendukung program pemenuhan gizi anak sekolah, Babinsa Kelurahan Purwodiningratan Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Serka Suparno melaksanakan pendampingan pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bertempat di SDN Purwodiningratan Jl. Martolukutan, Kelurahan Purwodiningratan, Kecamatan Jebres, Kamis (08/10/2026).

Serka Suparno menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa dalam pendistribusian MBG merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam pemenuhan gizi anak-anak sekolah.

"Kami hadir untuk memastikan program ini berjalan lancar dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh siswa penerima manfaat berupa makan bergizi," ujar Serka Suparno.

Selain melakukan pendampingan pendistribusian, Babinsa juga aktif berinteraksi dengan para guru maupun siswa serta memberikan edukasi singkat mengenai pentingnya pola makan sehat dan bergizi. Harapannya, kesadaran akan pentingnya gizi yang baik dapat tertanam sejak dini.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Kepala SDN Purwodiningratan Ibu Sri Wahyuningsih Basiroh, S.Pd. menyampaikan apresiasinya terhadap upaya Babinsa dan program MBG tersebut.

"Kami sangat terbantu dengan adanya program ini dan para siswa mendapatkan makanan bergizi yang tentunya berdampak positif terhadap kesehatan dan konsentrasi belajar mereka," ungkapnya.

Dengan adanya program Makan Bergizi Gratis ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan, semangat belajar serta kualitas generasi penerus bangsa di wilayah Kelurahan Purwodiningratan khususnya.

Penulis : Arda 72

Rabu, 07 Oktober 2026

150 Siswa SMK Ma'arif Langut Ditempa Disiplin di Bumi Perkemahan Palutungan Kuningan


INDRAMAYU, FOKUS DIALOG.COM
- Bukan sekadar kemping biasa. Sebanyak 150 siswa SMK Ma'arif Langut, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, akan ditempa kedisiplinan, kemandirian, dan jiwa kepemimpinan dalam kegiatan Kemah Bersama Ekstrakurikuler Pramuka, PMR, dan Paskibra.


Kegiatan tahunan ini akan digelar selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jum'at, 7 - 9 Oktober 2026, di Bumi Perkemahan Palutungan, Kabupaten Kuningan, yang dikenal dengan alamnya yang sejuk dan asri.



Kepala SMK Ma'arif Langut, Rusli, S.Pd, menegaskan bahwa kemah bersama ini bukan kegiatan dadakan, melainkan program wajib yang sudah masuk dalam kalender akademik sekolah.


“Tentunya ini adalah salah satu program yang memupuk kedisiplinan, kerjasama dan saling empati terhadap semua siswa sebelum pemberangkatan kegiatan kemah bersama ini,” ujar Rusli.


Menurutnya, esensi kemah adalah belajar menjaga alam sekaligus melatih tanggung jawab. Karena itu, sekolah menggandeng unsur TNI dari Koramil untuk memberikan materi yang tidak main-main.


“Program yang kami lakukan setiap tahun yaitu kegiatan perkemahan diisi berbagai kegiatan latihan dasar disiplin siswa, kemudian untuk tutor ini kita menghadirkan Unsur TNI dari Koramil untuk pelatihan PBB dasar dan materi Kebangsaan,” jelasnya.


“Karena bukan sekedar hanya berkemah saja, namun untuk memupuk kedisiplinan, tanggung jawab dan kemandirian siswa dalam semua ekstra kulikuler,” tambahnya. 


Ia juga memaparkan bahwa dalam rangka membangun kemandirian, kedisiplinan, kekompakan, kepemimpinan, dan karakter peserta didik, SMK Ma'arif Langut melaksanakan pelepasan dan pemberangkatan kegiatan Kemah Bersama Ekstrakurikuler, di Bumi Perkemahan Palutungan, Kuningan selama 3 Hari.  


Tema kegiatan: "Belajar di alam, membangun karakter, mempererat persaudaraan". 


"Satu langkah, satu semangat, satu kebersamaan!. Selamat mengikuti kegiatan kemah. Semoga menjadi pengalaman berharga dan membentuk generasi SMK Ma’arif Langut yang berkarakter dan disiplin", tandasnya.


Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Farhan Sofihara, S.Pd, menjelaskan peserta kemah tahun ini terdiri dari siswa kelas 10 dan 11. Sementara untuk kelas 12, yang ikut hanya para Dewan Pramuka, Dewan Paskibra, dan Dewan PMR.


“Jumlah keseluruhan siswa di SMK Ma'arif Langut hampir 300. Sebanyak 150 siswa yang sudah fix diberangkatkan dalam kegiatan kemah bersama,” kata Farhan.


Ia menambahkan, kelas 12 tidak diikutsertakan penuh karena sebagian besar sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari September hingga November 2026. Siswa yang sakit atau memiliki keterbatasan fisik juga tidak diberangkatkan demi faktor keamanan.


Di Palutungan nanti, agenda akan padat. Mulai dari kegiatan sesuai ekskul masing-masing, hingga acara puncak berupa pelantikan anggota baru untuk semua ekstrakurikuler SMK Ma'arif Langut.


Persiapan Matang, Fisik dan Mental Prima


Dari sisi siswa, persiapan sudah 100 persen. Sherly Melani, siswi kelas 12 TKJ selaku Dewan Pramuka, mengatakan panitia sudah membedakan materi sesuai tingkatan.


“Insya Allah fisik peserta kuat, barang-barangnya juga udah terjamin. Adapun materinya mungkin untuk kelas 10, 11 sama 12 itu kan beda, karena yang kelas 10 Bantara, kelas 11 itu Laksana. Jadi sesuai dengan pembina ekskul kita masing-masing,” ungkap Sherly.


Hal senada disampaikan Nur Hasanah, siswi kelas 12 Dewan Paskibra. “Alhamdulillah semua sudah siap untuk melaksanakan kegiatan kepramukaan di bumi perkemahan Palutungan Kabupaten Kuningan selama tiga hari,” ucapnya.


Ketua Regu Paskibra, Maulana Ibrahim, siswa kelas 11 jurusan Perhotelan, memastikan semua peserta dalam kondisi prima.


“Alhamdulillah, persiapan matang sudah dan kesehatan peserta baik jasmani dan rohani telah dicek dan semua dalam keadaan prima,” tambahnya.


Dengan persiapan matang dan lokasi yang mendukung, Kemah Bersama SMK Ma'arif Langut 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan anggota ekskul yang terampil, tetapi juga generasi yang disiplin, tangguh, dan cinta alam. 

Reporter: Jaya

Editor: Adi MUKTI

Siswi SMPN 3 Sumber Raih Juara 1 Lomba Desain Batik, Harumkan Nama Sekolah



CIREBON – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan peserta didik SMP Negeri 3 Sumber, Kabupaten Cirebon. Kali ini, prestasi datang dari Lathifatul atau yang akrab disapa Lala, yang berhasil meraih Juara 1 Lomba Desain Batik dalam rangka memperingati Hari Batik, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon dan berlangsung di Aula Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon. Lomba mengusung tema “Kreativitas Melestarikan Budaya, Mengharumkan Daerah.”

Keberhasilan Lala menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SMP Negeri 3 Sumber. Prestasi tersebut tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga menunjukkan bahwa generasi muda memiliki potensi besar dalam mengembangkan kreativitas sekaligus turut melestarikan warisan budaya Indonesia.
Rasa syukur dan apresiasi disampaikan keluarga besar SMP Negeri 3 Sumber atas pencapaian yang diraih Lala.

“Alhamdulillah, Lala mendapatkan Juara 1 lomba mendesain batik. Terima kasih atas segala doa dan dukungannya,” ungkap pihak sekolah.

Kepala SMP Negeri 3 Sumber, Nani Sariningsih, S.Pd,M.M, turut memberikan apresiasi atas prestasi yang berhasil diraih Lala. Menurutnya, pencapaian tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah penghargaan, tetapi dapat menjadi pemantik semangat bagi peserta didik lainnya untuk terus belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Semoga prestasi yang diraih Lala dapat menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk terus mengembangkan bakat dan kreativitas. Terus semangat untuk belajar dan berprestasi,” ujar Nani.

Menurutnya, keberhasilan seorang peserta didik merupakan kebanggaan bagi pribadi, keluarga, maupun sekolah. Lebih dari itu, prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi positif bagi teman-teman di lingkungan sekolah untuk berani mencoba, berkreasi, dan mengikuti berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuan diri.

Lomba desain batik juga menjadi momentum penting untuk menanamkan kecintaan generasi muda terhadap budaya bangsa. Melalui kreativitas, para peserta didik dapat mengenal lebih dekat batik sekaligus ikut mengambil bagian dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia.

Dengan diraihnya Juara 1 oleh Lala, SMP Negeri 3 Sumber kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan bakat, kreativitas, prestasi, serta kecintaan terhadap budaya daerah dan budaya nasional.

Prestasi tersebut diharapkan menjadi awal yang baik bagi Lala untuk terus berkarya dan mengembangkan potensinya. Di sisi lain, keberhasilan tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi dan motivasi positif bagi seluruh peserta didik SMP Negeri 3 Sumber untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama sekolah.

(Cephy)

Selasa, 06 Oktober 2026

Kapolresta Cirebon Tekankan Amanah Jabatan, Minta Pejabat Baru Perkuat Pelayanan Masyarakat



CIREBON, Fokus Dialog@com.-- Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pergantian jabatan di lingkungan Kepolisian bukan sekadar rotasi organisasi, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kinerja dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kapolresta Cirebon saat memimpin Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Pengabdian, Pengukuhan Kasat Binmas, serta Serah Terima Jabatan Kapolsek Ciwaringin di Aula Pesatgatra Mapolresta Cirebon, Senin (5/10/2026).

Dalam upacara tersebut, Kompol Sudarman, S.Sos., menerima kenaikan pangkat pengabdian dari Kompol menjadi AKBP. Saat ini, AKBP Sudarman menjabat sebagai Kapolsek Weru Polresta Cirebon.

Sementara itu, jabatan Kapolsek Ciwaringin diserahterimakan dari AKP Sri Nuryati, S.H., kepada AKP Suheryana, S.H. Selanjutnya, AKP Sri Nuryati, S.H., dikukuhkan sebagai Kasat Binmas Polresta Cirebon.

Rangkaian kegiatan tersebut turut ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Jabatan, Pakta Integritas, serta Berita Acara Pengambilan Sumpah Jabatan.

Kapolresta Cirebon mengatakan, setiap jabatan yang diberikan merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, pejabat yang mendapatkan kepercayaan baru dituntut mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kinerja organisasi.

“Jabatan adalah amanah dan tanggung jawab. Laksanakan dengan penuh integritas, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujar Kombes Pol. Imara Utama.

Ia juga meminta pejabat yang baru untuk segera beradaptasi dengan lingkungan tugas, memahami karakteristik wilayah, serta membangun komunikasi dan sinergi dengan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, tantangan tugas Kepolisian semakin kompleks sehingga dibutuhkan personel yang responsif, humanis dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Pastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat. Berikan pelayanan yang cepat, tepat dan humanis serta jangan pernah mengabaikan setiap kebutuhan masyarakat yang membutuhkan kehadiran Polisi,” tegasnya.

Kapolresta Cirebon menambahkan, penguatan soliditas internal juga menjadi bagian penting dalam menghadapi dinamika kamtibmas. Setiap personel harus mampu bekerja secara profesional, menjaga marwah institusi, serta membangun kepercayaan masyarakat melalui tindakan nyata.

“Jaga nama baik institusi, perkuat soliditas dan terus tingkatkan kualitas pelayanan. Kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui kerja nyata dan kehadiran Polri di tengah masyarakat,” katanya.

Dengan adanya kenaikan pangkat, pengukuhan jabatan dan serah terima jabatan tersebut, Polresta Cirebon berharap lahir semangat baru dalam pelaksanaan tugas, sekaligus semakin optimal dalam menjaga keamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah hukum Polresta Cirebon.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar.
(Wak Diding)

Senin, 05 Oktober 2026

Kapolresta Cirebon Hadiri HUT ke-81 TNI, Tegaskan Soliditas TNI-Polri Jaga Keutuhan NKRI



CIREBON, Fokus Dialog@com.-- Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 yang digelar di Stadion Ranggajati, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin (5/10/2026).

Upacara tersebut dipimpin Danrem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf. Galih Bramantyo, S.E., M.Si., selaku Inspektur Upacara. Kegiatan turut dihadiri Bupati Cirebon Drs. Imron Rosyadi, M.Ag., jajaran Forkopimda Kabupaten dan Kota Cirebon, para pimpinan satuan TNI-Polri, kepala SKPD, purnawirawan TNI-Polri, serta tamu undangan lainnya.

Peringatan HUT ke-81 TNI tahun ini mengusung tema “Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.” Tema tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, persatuan, dan gotong royong dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama mengatakan, soliditas dan sinergitas TNI-Polri merupakan bagian penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

Menurutnya, TNI dan Polri memiliki peran strategis dalam memberikan rasa aman sekaligus mendukung berbagai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Momentum HUT ke-81 TNI ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperkuat sinergitas dan soliditas TNI-Polri bersama seluruh elemen masyarakat. Dengan kebersamaan dan komunikasi yang baik, kita dapat bersama-sama menjaga keamanan, persatuan, serta keutuhan NKRI,” ujar Kombes Pol. Imara Utama.

Ia menambahkan, sinergitas TNI-Polri tidak hanya diwujudkan dalam pelaksanaan tugas pengamanan, tetapi juga melalui kehadiran bersama di tengah masyarakat dalam memberikan pelayanan dan menyelesaikan berbagai persoalan yang berkembang.

“Polresta Cirebon akan terus menjaga dan memperkuat kolaborasi dengan jajaran TNI serta seluruh stakeholder. Tujuannya tentu untuk memberikan pelayanan terbaik, menjaga kondusivitas wilayah, dan memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” katanya.

Upacara HUT ke-81 TNI tersebut berlangsung khidmat dan diikuti berbagai unsur pasukan TNI, Polri, serta ASN TNI. Kehadiran jajaran TNI-Polri dalam satu barisan menjadi simbol kuatnya persatuan dan kebersamaan dalam menjaga keamanan serta kedaulatan bangsa.

Melalui momentum HUT ke-81 TNI, Polresta Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergitas dengan TNI dan seluruh unsur pemerintahan maupun masyarakat, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Cirebon yang aman, tertib, dan kondusif serta menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
(Wak Diding)

Jumat, 02 Oktober 2026

Kapolres Kuningan Berikan Kuliah Umum kepada Mahasiswa Baru Universitas Kuningan



Kuningan, Fokus Dialog@com.-- 
Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara S.I.K., M.H. memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru Universitas Kuningan sebagai bagian dari pembekalan dalam membangun generasi muda yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, turut dilaksanakan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Polres Kuningan dan Universitas Kuningan sebagai bentuk sinergi dan komitmen bersama dalam memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, pembinaan generasi muda, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

🤝 Polri dan dunia pendidikan bersinergi, membangun generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
(Wak Diding)

Pancasila Pengikat Bangsa! Bupati Kuningan: Rongrongan Terhadap NKRI Sangat Terasa




KUNINGAN,
FOKUSDIALOG.COM.

Di tengah berbagai tantangan yang dapat menguji persatuan bangsa, Pancasila kembali diingatkan sebagai pengikat yang menjaga Indonesia tetap berdiri dalam satu kesatuan.

Pesan kuat itu mengemuka dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kabupaten Kuningan Tahun 2026 yang dipimpin langsung Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., pada Kamis (1/10/2026).

Upacara berlangsung khidmat di halaman Setda. Hadir lengkap Wakil Bupati Kuningan, Sekretaris Daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala SKPD, camat, pejabat di lingkungan Sekretariat Daerah, Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan beserta jajaran, Ketua Dharma Wanita Persatuan, serta para pimpinan BUMD.

Tahun ini, peringatan mengusung tema nasional “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.


Bupati Dian bertindak sebagai Inspektur Upacara. Salah satu momen paling penting adalah pembacaan Ikrar Kesaktian Pancasila atas nama Ketua DPR RI Puan Maharani.

Ikrar tersebut menegaskan tekad bulat bangsa Indonesia untuk mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan dalam membangun kebersamaan, memperjuangkan kebenaran dan keadilan, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Peringatan ini juga menjadi momentum untuk mengenang pengorbanan para Pahlawan Revolusi dalam peristiwa G30S/PKI 30 September 1965.

Bagi Bupati Dian, Hari Kesaktian Pancasila tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan.

“Peringatan Kesaktian Pancasila bagi kita tidak hanya sekadar upacara seremonial semata. Terkandung di dalamnya apa memberikan warning, memberikan semangat juga kepada kita bahwa Pancasila adalah pengikat,” ujar Bupati Dian usai upacara.

Menurutnya, Pancasila adalah pengikat secara batiniah dan lahiriah yang memastikan NKRI tetap bersatu di tengah keberagaman.

“Sebagai pengikat secara batiniah, secara lahiriah, bagaimana terus Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap bersatu,” katanya.

Bupati Dian mengingatkan, menjaga Pancasila dan NKRI adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Ia menilai tantangan terhadap persatuan saat ini hadir dalam berbagai bentuk, baik yang terlihat maupun tidak terlihat.

“Saya melihat rongrongan terhadap NKRI, rongrongan terhadap Pancasila, baik secara kasat mata maupun tidak kasat mata, ini sangat terasa,” ungkapnya.

Karena itu, momentum 1 Oktober menjadi sangat esensial untuk kembali menyadarkan masyarakat tentang posisi Pancasila.

“Momentum Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan kembali bahwa Pancasila betul-betul adalah sesuatu yang esensial bagi kehidupan kita untuk berbangsa dan bernegara,” tutur Bupati.

Bupati menegaskan, penghormatan kepada Pancasila dan para pahlawan tidak cukup hanya melalui upacara. Nilai-nilainya harus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.Yakni melalui sikap saling menghargai perbedaan, menjaga persaudaraan, memperkuat gotong royong, serta menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Pancasila bukan sekadar untuk dihafalkan, tetapi untuk dijaga, dihayati, dan diamalkan agar persatuan Indonesia tetap kokoh selamanya. (Kom/Angga P)

Tekab 852 Polresta Cirebon Bekuk Tiga Pelaku Pengeroyokan, Korban Dibacok dengan Celurit



CIREBON – Tim Tekab 852 Satreskrim Polresta Cirebon bersama Unit Reskrim Polsek Losari berhasil mengungkap kasus dugaan pengeroyokan dan penganiayaan yang terjadi di wilayah Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tiga orang terduga pelaku berinisial MTM (23), A (23), dan Z (18). Ketiganya diamankan di sejumlah lokasi berbeda di Desa Losari Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis (1/10/2026).

Pengungkapan kasus tersebut dipimpin Tim Tekab 852 Satreskrim Polresta Cirebon yang dipimpin Ipda Roni Cainudin, S.H., bersama Unit Reskrim Polsek Losari yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Toto Casriyanto, S.H.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan pengungkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan terkait aksi kekerasan terhadap korban RAF (21).

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (28/9/2026) sekitar pukul 02.30 WIB di pinggir jalan menuju Desa Astanalanggar-Barisan, termasuk wilayah Desa Barisan, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon.

"Setelah menerima laporan, anggota melakukan serangkaian penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi, rekaman CCTV dan data pendukung lainnya. Dari hasil penyelidikan tersebut, identitas para pelaku berhasil diketahui," ujar Kombes Pol. Imara Utama.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, para pelaku diduga melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap korban dengan cara memukul dan membacok menggunakan senjata tajam.

MTM diduga membacok korban sebanyak dua kali pada bagian pinggang menggunakan celurit panjang berwarna biru. Sementara A diduga membacok korban sebanyak dua kali pada bagian kaki menggunakan celurit berwarna merah.

Sedangkan Z diduga membacok korban sebanyak dua kali pada bagian punggung menggunakan celurit pendek berwarna cokelat.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka akibat senjata tajam dan lebam pada sejumlah bagian tubuh, termasuk punggung, tangan dan pantat. Korban kemudian mendapatkan perawatan medis di RSUD Waled.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dalam pengungkapan tersebut, di antaranya dua unit sepeda motor, tiga bilah celurit serta dua bilah parang yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut.

Kapolresta Cirebon menegaskan, pihaknya akan terus melakukan penegakan hukum terhadap aksi kekerasan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk aksi tawuran yang melibatkan kelompok maupun kalangan pelajar dan pemuda.

"Polresta Cirebon berkomitmen memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat. Setiap laporan akan ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan dan penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Ketiga terduga pelaku berikut barang bukti selanjutnya diamankan di Polsek Losari Polresta Cirebon untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 262 jo Pasal 466 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana.

Polresta Cirebon juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi kekerasan maupun tawuran yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Masyarakat yang mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas dapat segera menghubungi layanan Call Center Polisi 110 agar dapat ditindaklanjuti secara cepat.

(Wak Dinding)

320 Lulus, 80 Baru Dimulai!, Bupati Kuningan: Jangan Cari Kerja, Ciptakan Lapangan Kerja


KUNINGAN
,FOKUSDIALOG.COM – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memperkuat kompetensi masyarakat sebagai bekal memasuki dunia kerja sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha baru.

Upaya itu diwujudkan melalui program pelatihan berbasis kompetensi yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kuningan.

Tutup 320 Peserta, Buka 80 Peserta Baru

Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menghadiri penutupan Pelatihan Berbasis Kompetensi bagi 320 peserta Batch 1 Tailor Made Training (TMT) sekaligus membuka Pelatihan Vokasi Nasional bagi 80 peserta Batch 5. Kegiatan tersebut dipusatkan di J&J Resto, Kecamatan Cilimus, Jumat (2/10/2026).

Acara turut dihadiri Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., unsur DPRD, Kepala Disnakertrans Kabupaten Kuningan Dr. H. Toto Toharudin, M.Pd., M.H., Camat Cilimus Ade Bunyamin, S.E., M.Si., Kepala Desa Tambakbaya Lukman Mulyadi, Forkopimcam Cilimus, pemerintah desa, serta BAZNAS Kabupaten Kuningan.

Pelatihan Menyebar di 20 Titik,Biaya APBN

Kepala Disnaker Kabupaten Kuningan, Dr. Toto Toharuddin, menjelaskan pelatihan TMT dilaksanakan langsung di tengah masyarakat dan tersebar di sekitar 20 titik di Kabupaten Kuningan.

Cakupannya beragam, mulai dari barbershop, menjahit, tata boga, hidroponik, barista, tata rias hingga pengoperasian mesin Computer Numerical Control (CNC).

“Sebanyak 320 orang hari ini kita tutup pelatihannya. Kegiatannya tersebar di 20 titik, sehingga tidak seluruh peserta bisa dihadirkan dalam acara penutupan,” ungkap Toto.

Menurutnya, program ini didukung penuh pembiayaan APBN melalui Kementerian Ketenagakerjaan, termasuk dukungan peralatan dan instruktur.

Disnaker juga aktif menghubungkan hasil pelatihan dengan kebutuhan industri. Salah satunya melalui penjajakan dengan investor yang membutuhkan 500–1.000 tenaga jahit pada tahun pertama.

Di bidang teknologi, Kuningan telah memiliki 19 mesin CNC bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang sudah digunakan dalam dua gelombang pelatihan.


Jangan Hanya Cari Kerja, Berani Buka Usaha

Dalam arahannya, Bupati Dian Rachmat Yanuar menegaskan pelatihan ini bukan formalitas untuk mendapatkan sertifikat semata.

“Ini bukan pendidikan yang bersifat formalistik. Ini benar-benar bekal hidup untuk masa depan. Manfaatkan keterampilan yang diberikan oleh instruktur karena kesempatan seperti ini belum tentu datang untuk kedua kalinya,” tutur Bupati.

Ia mendorong peserta untuk tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi menjadi pencipta lapangan kerja.Bupati mencontohkan keterampilan barbershop yang kini menjadi gaya hidup dan memiliki peluang besar.

Menurutnya, usaha tidak selalu butuh modal besar, tetapi butuh keterampilan, konsistensi, dan pelayanan yang membuat pelanggan kembali.

Begitu pula dengan menjahit. Peserta tidak harus terpaku bekerja di pabrik, tetapi bisa mengembangkan usaha custom tailoring, modiste, alteration, sample maker hingga wardrobe specialist.

“Banyak peluang bisnis di sekeliling kita. Tinggal bagaimana kemampuan kita mengolahnya. Jangan gengsi untuk memulai. Harus berani memulai,” katanya.

Bupati juga mengingatkan pentingnya membangun jejaring sejak pelatihan.

“Hari ini bertemu ratusan orang, manfaatkan jejaring ini. Saling tukar pikiran, saling memberikan informasi. Orang yang terus membangun relasi dan silaturahmi akan menemukan peluang-peluang yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Bupati menyatakan dukungan terhadap rencana Disnaker menggelar cukur rambut massal yang ditargetkan memecahkan rekor MURI dengan melibatkan 1.000 hingga 1.500 peserta. Pemkab juga siap mendukung penguatan sarana dan prasarana pelatihan.

Menutup sambutan, Bupati membakar semangat peserta.

“Yang menentukan masa depan bukan siapa-siapa, tetapi kalian sendiri. Siap menjemput masa depan yang cemerlang? Siap mandiri? Siap bekerja profesional? Siap hidup sejahtera?” serunya, yang langsung disambut antusias peserta.

Kegiatan kemudian ditandai dengan pembukaan Pelatihan Vokasional Nasional Batch 5 dan penutupan Tailor Made Training (TMT) Batch 1 Kabupaten Kuningan secara resmi. (Kom/Angga P/Asep S)

Editor: Adi M