MAJALENGKA, FOKUS DIALOG.COM. - Bukan jambore biasa. Sebanyak 808 anggota Pramuka dari 60 pangkalan se-Kabupaten Majalengka tumpah ruah di Alun-Alun Majalengka untuk mengikuti kegiatan paling hits: Jamboree On The Air (JOTA) ke-89 dan Jamboree On The Internet (JOTI) ke-47 Tahun 2026.
Acara tingkat Cabang Majalengka ini resmi dibuka langsung oleh Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Majalengka, Kak Drs. H. Eman Suherman, M.M., didampingi Kepala Dinas Pendidikan Rd. H. Umar Ma'ruf.
Membludaknya peserta jadi bukti kalau Pramuka Majalengka tidak kudet. Mereka antusias belajar teknologi komunikasi, mulai dari radio amatir sampai internet.
"Tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme anggota Gerakan Pramuka dalam mengikuti kegiatan kepramukaan yang memanfaatkan teknologi komunikasi. Ini wujud komitmen Kwarcab menghadirkan kegiatan edukatif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi," kata Kak Eman.
Bukan Sekadar Ngobrol di Radio, Tapi Soal Karakter
Dalam sambutannya, Kak Eman yang juga Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) berpesan agar peserta tidak hanya seru-seruan, tapi mengambil nilai positifnya.
“Silakan ambil hal terbaik di kegiatan JOTA-JOTI ini. Semoga menjadi peserta yang tertib, menjadi warga negara yang setia, senantiasa diberikan kesehatan, serta menjadi anak yang berbakti kepada keluarga,” pesannya.
Memang, JOTA-JOTI bukan cuma ajang ngobrol lewat radio dan internet. Ini adalah kawah candradimuka untuk pembentukan karakter, mengasah keterampilan, dan mempererat persaudaraan Pramuka se-dunia.
Materi Kekinian: Dari Literasi Digital Sehat Sampai Bikin Poster Pakai AI
Panitia sengaja menyajikan materi yang super relevan dengan anak muda zaman now:
1. Jadi Anak Digital yang Sehat & Aman
Diskominfo Majalengka membekali peserta dengan tema “Eksplorasi Dunia Digital yang Sehat, Aman, dan Edukatif.” Pramuka diajak melek cara bijak berinternet, jaga privasi, saring hoaks, dan anti nyinyir di dunia maya.
2. Bikin Konten: Pilih Estetik atau Views Banyak?
Paling ditunggu! Besokseninco membongkar rahasia jadi kreator konten. Peserta diajak bedah strategi bikin konten yang tidak cuma estetik dan banyak views, tapi juga punya nilai dan manfaat. Pas banget buat yang mau jadi admin medsos gugus depan yang kece.
3. Ngulik Kecerdasan Buatan (AI)
Tidak mau ketinggalan zaman, peserta diajari langsung praktik membuat prompt untuk menghasilkan poster digital pakai AI. Hasilnya? Mereka bisa bikin publikasi kegiatan Pramuka yang jauh lebih keren, cepat, dan informatif.
4. Skill Penyelamat: Komunikasi Saat Bencana
Materi paling vital datang dari ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia). Saat listrik padam dan sinyal HP hilang karena bencana, radio amatir jadi pahlawan. Peserta diajari bagaimana radio bisa jadi alat komunikasi darurat untuk koordinasi kemanusiaan.
Ditambah lagi materi strategi kehumasan dan protokoler di era digital dari Bidang Huminfo Kwarcab Majalengka.
"Pembekalan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya kesiapsiagaan bencana serta menumbuhkan pemahaman bahwa keterampilan komunikasi merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung keselamatan," ungkap Kak Eman.
Lahirkan Pramuka Adaptif Teknologi
Dengan paket materi selengkap ini, JOTA-JOTI 2026 diharapkan mencetak Pramuka yang tidak hanya jago baris-berbaris, tapi juga cakap digital, kritis, kreatif, dan komunikatif.
Partisipasi 808 peserta ini menjadi capaian luar biasa bagi Kwarcab Majalengka.
"Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi Pramuka yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, berkarakter kuat, kreatif, komunikatif, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara," pungkas Kak Eman. (Kom/Uj.Ar/Adi M)