Fokus Dialog

Berita Terkini

Pancasila Pengikat Bangsa! Bupati Kuningan: Rongrongan Terhadap NKRI Sangat Terasa

KUNINGAN, FOKUSDIALOG.COM. Di tengah berbagai tantangan yang dapat menguji persatuan bangsa, Pancasila kembali diingatkan sebagai pengikat...

Postingan Populer

Jumat, 02 Oktober 2026

Pancasila Pengikat Bangsa! Bupati Kuningan: Rongrongan Terhadap NKRI Sangat Terasa




KUNINGAN,
FOKUSDIALOG.COM.

Di tengah berbagai tantangan yang dapat menguji persatuan bangsa, Pancasila kembali diingatkan sebagai pengikat yang menjaga Indonesia tetap berdiri dalam satu kesatuan.

Pesan kuat itu mengemuka dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kabupaten Kuningan Tahun 2026 yang dipimpin langsung Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., pada Kamis (1/10/2026).

Upacara berlangsung khidmat di halaman Setda. Hadir lengkap Wakil Bupati Kuningan, Sekretaris Daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala SKPD, camat, pejabat di lingkungan Sekretariat Daerah, Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan beserta jajaran, Ketua Dharma Wanita Persatuan, serta para pimpinan BUMD.

Tahun ini, peringatan mengusung tema nasional “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.


Bupati Dian bertindak sebagai Inspektur Upacara. Salah satu momen paling penting adalah pembacaan Ikrar Kesaktian Pancasila atas nama Ketua DPR RI Puan Maharani.

Ikrar tersebut menegaskan tekad bulat bangsa Indonesia untuk mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan dalam membangun kebersamaan, memperjuangkan kebenaran dan keadilan, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Peringatan ini juga menjadi momentum untuk mengenang pengorbanan para Pahlawan Revolusi dalam peristiwa G30S/PKI 30 September 1965.

Bagi Bupati Dian, Hari Kesaktian Pancasila tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan.

“Peringatan Kesaktian Pancasila bagi kita tidak hanya sekadar upacara seremonial semata. Terkandung di dalamnya apa memberikan warning, memberikan semangat juga kepada kita bahwa Pancasila adalah pengikat,” ujar Bupati Dian usai upacara.

Menurutnya, Pancasila adalah pengikat secara batiniah dan lahiriah yang memastikan NKRI tetap bersatu di tengah keberagaman.

“Sebagai pengikat secara batiniah, secara lahiriah, bagaimana terus Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap bersatu,” katanya.

Bupati Dian mengingatkan, menjaga Pancasila dan NKRI adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Ia menilai tantangan terhadap persatuan saat ini hadir dalam berbagai bentuk, baik yang terlihat maupun tidak terlihat.

“Saya melihat rongrongan terhadap NKRI, rongrongan terhadap Pancasila, baik secara kasat mata maupun tidak kasat mata, ini sangat terasa,” ungkapnya.

Karena itu, momentum 1 Oktober menjadi sangat esensial untuk kembali menyadarkan masyarakat tentang posisi Pancasila.

“Momentum Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan kembali bahwa Pancasila betul-betul adalah sesuatu yang esensial bagi kehidupan kita untuk berbangsa dan bernegara,” tutur Bupati.

Bupati menegaskan, penghormatan kepada Pancasila dan para pahlawan tidak cukup hanya melalui upacara. Nilai-nilainya harus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.Yakni melalui sikap saling menghargai perbedaan, menjaga persaudaraan, memperkuat gotong royong, serta menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Pancasila bukan sekadar untuk dihafalkan, tetapi untuk dijaga, dihayati, dan diamalkan agar persatuan Indonesia tetap kokoh selamanya. (Kom/Angga P)

Tekab 852 Polresta Cirebon Bekuk Tiga Pelaku Pengeroyokan, Korban Dibacok dengan Celurit



CIREBON – Tim Tekab 852 Satreskrim Polresta Cirebon bersama Unit Reskrim Polsek Losari berhasil mengungkap kasus dugaan pengeroyokan dan penganiayaan yang terjadi di wilayah Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tiga orang terduga pelaku berinisial MTM (23), A (23), dan Z (18). Ketiganya diamankan di sejumlah lokasi berbeda di Desa Losari Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis (1/10/2026).

Pengungkapan kasus tersebut dipimpin Tim Tekab 852 Satreskrim Polresta Cirebon yang dipimpin Ipda Roni Cainudin, S.H., bersama Unit Reskrim Polsek Losari yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Toto Casriyanto, S.H.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan pengungkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan terkait aksi kekerasan terhadap korban RAF (21).

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (28/9/2026) sekitar pukul 02.30 WIB di pinggir jalan menuju Desa Astanalanggar-Barisan, termasuk wilayah Desa Barisan, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon.

"Setelah menerima laporan, anggota melakukan serangkaian penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi, rekaman CCTV dan data pendukung lainnya. Dari hasil penyelidikan tersebut, identitas para pelaku berhasil diketahui," ujar Kombes Pol. Imara Utama.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, para pelaku diduga melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap korban dengan cara memukul dan membacok menggunakan senjata tajam.

MTM diduga membacok korban sebanyak dua kali pada bagian pinggang menggunakan celurit panjang berwarna biru. Sementara A diduga membacok korban sebanyak dua kali pada bagian kaki menggunakan celurit berwarna merah.

Sedangkan Z diduga membacok korban sebanyak dua kali pada bagian punggung menggunakan celurit pendek berwarna cokelat.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka akibat senjata tajam dan lebam pada sejumlah bagian tubuh, termasuk punggung, tangan dan pantat. Korban kemudian mendapatkan perawatan medis di RSUD Waled.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dalam pengungkapan tersebut, di antaranya dua unit sepeda motor, tiga bilah celurit serta dua bilah parang yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut.

Kapolresta Cirebon menegaskan, pihaknya akan terus melakukan penegakan hukum terhadap aksi kekerasan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk aksi tawuran yang melibatkan kelompok maupun kalangan pelajar dan pemuda.

"Polresta Cirebon berkomitmen memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat. Setiap laporan akan ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan dan penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Ketiga terduga pelaku berikut barang bukti selanjutnya diamankan di Polsek Losari Polresta Cirebon untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 262 jo Pasal 466 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana.

Polresta Cirebon juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi kekerasan maupun tawuran yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Masyarakat yang mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas dapat segera menghubungi layanan Call Center Polisi 110 agar dapat ditindaklanjuti secara cepat.

(Wak Dinding)

320 Lulus, 80 Baru Dimulai!, Bupati Kuningan: Jangan Cari Kerja, Ciptakan Lapangan Kerja


KUNINGAN
,FOKUSDIALOG.COM – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memperkuat kompetensi masyarakat sebagai bekal memasuki dunia kerja sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha baru.

Upaya itu diwujudkan melalui program pelatihan berbasis kompetensi yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kuningan.

Tutup 320 Peserta, Buka 80 Peserta Baru

Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menghadiri penutupan Pelatihan Berbasis Kompetensi bagi 320 peserta Batch 1 Tailor Made Training (TMT) sekaligus membuka Pelatihan Vokasi Nasional bagi 80 peserta Batch 5. Kegiatan tersebut dipusatkan di J&J Resto, Kecamatan Cilimus, Jumat (2/10/2026).

Acara turut dihadiri Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., unsur DPRD, Kepala Disnakertrans Kabupaten Kuningan Dr. H. Toto Toharudin, M.Pd., M.H., Camat Cilimus Ade Bunyamin, S.E., M.Si., Kepala Desa Tambakbaya Lukman Mulyadi, Forkopimcam Cilimus, pemerintah desa, serta BAZNAS Kabupaten Kuningan.

Pelatihan Menyebar di 20 Titik,Biaya APBN

Kepala Disnaker Kabupaten Kuningan, Dr. Toto Toharuddin, menjelaskan pelatihan TMT dilaksanakan langsung di tengah masyarakat dan tersebar di sekitar 20 titik di Kabupaten Kuningan.

Cakupannya beragam, mulai dari barbershop, menjahit, tata boga, hidroponik, barista, tata rias hingga pengoperasian mesin Computer Numerical Control (CNC).

“Sebanyak 320 orang hari ini kita tutup pelatihannya. Kegiatannya tersebar di 20 titik, sehingga tidak seluruh peserta bisa dihadirkan dalam acara penutupan,” ungkap Toto.

Menurutnya, program ini didukung penuh pembiayaan APBN melalui Kementerian Ketenagakerjaan, termasuk dukungan peralatan dan instruktur.

Disnaker juga aktif menghubungkan hasil pelatihan dengan kebutuhan industri. Salah satunya melalui penjajakan dengan investor yang membutuhkan 500–1.000 tenaga jahit pada tahun pertama.

Di bidang teknologi, Kuningan telah memiliki 19 mesin CNC bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang sudah digunakan dalam dua gelombang pelatihan.


Jangan Hanya Cari Kerja, Berani Buka Usaha

Dalam arahannya, Bupati Dian Rachmat Yanuar menegaskan pelatihan ini bukan formalitas untuk mendapatkan sertifikat semata.

“Ini bukan pendidikan yang bersifat formalistik. Ini benar-benar bekal hidup untuk masa depan. Manfaatkan keterampilan yang diberikan oleh instruktur karena kesempatan seperti ini belum tentu datang untuk kedua kalinya,” tutur Bupati.

Ia mendorong peserta untuk tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi menjadi pencipta lapangan kerja.Bupati mencontohkan keterampilan barbershop yang kini menjadi gaya hidup dan memiliki peluang besar.

Menurutnya, usaha tidak selalu butuh modal besar, tetapi butuh keterampilan, konsistensi, dan pelayanan yang membuat pelanggan kembali.

Begitu pula dengan menjahit. Peserta tidak harus terpaku bekerja di pabrik, tetapi bisa mengembangkan usaha custom tailoring, modiste, alteration, sample maker hingga wardrobe specialist.

“Banyak peluang bisnis di sekeliling kita. Tinggal bagaimana kemampuan kita mengolahnya. Jangan gengsi untuk memulai. Harus berani memulai,” katanya.

Bupati juga mengingatkan pentingnya membangun jejaring sejak pelatihan.

“Hari ini bertemu ratusan orang, manfaatkan jejaring ini. Saling tukar pikiran, saling memberikan informasi. Orang yang terus membangun relasi dan silaturahmi akan menemukan peluang-peluang yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Bupati menyatakan dukungan terhadap rencana Disnaker menggelar cukur rambut massal yang ditargetkan memecahkan rekor MURI dengan melibatkan 1.000 hingga 1.500 peserta. Pemkab juga siap mendukung penguatan sarana dan prasarana pelatihan.

Menutup sambutan, Bupati membakar semangat peserta.

“Yang menentukan masa depan bukan siapa-siapa, tetapi kalian sendiri. Siap menjemput masa depan yang cemerlang? Siap mandiri? Siap bekerja profesional? Siap hidup sejahtera?” serunya, yang langsung disambut antusias peserta.

Kegiatan kemudian ditandai dengan pembukaan Pelatihan Vokasional Nasional Batch 5 dan penutupan Tailor Made Training (TMT) Batch 1 Kabupaten Kuningan secara resmi. (Kom/Angga P/Asep S)

Editor: Adi M

KEMENDAGRI GELAR RAKOR STRATEGI KEBIJAKAN DAERAH DI CIREBON, DORONG PERCEPATAN PERTUMBUHAN EKONOMI YANG BERKELANJUTAN


 
CIREBON, Fokus Dialog@com.--Pagi Jumat yang penuh harapan menjadi saksi langkah strategis memperkokoh fondasi pembangunan daerah. Kementerian Dalam Negeri melalui Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri menyelenggarakan Rapat Koordinasi Strategi Kebijakan Daerah dalam Rangka Percepatan Pertumbuhan Ekonomi, yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB di The Luxton Cirebon Hotel and Convention, Jalan RA. Kartini, Kelurahan Kejaksan, Kota Cirebon, 2 Oktober 2026.
 
Pertemuan tingkat nasional ini memilih Cirebon sebagai salah satu pusat penyelenggaraan, mengingat posisi strategis wilayah ini sebagai simpul pertumbuhan ekonomi yang menghubungkan wilayah Jawa Barat bagian timur dengan daerah sekitarnya. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wadah pemikiran mendalam untuk menyelaraskan arah kebijakan pusat dengan potensi serta tantangan nyata yang dihadapi di daerah.
 
Pertumbuhan ekonomi yang kokoh tidak dapat dibangun hanya dari satu sisi saja; ia memerlukan kebijakan yang berpijak pada kenyataan lapangan, mampu mengangkat potensi unggulan daerah, serta memastikan manfaatnya dirasakan secara merata hingga ke lapisan masyarakat paling bawah. Melalui rapat koordinasi ini, Kemendagri berupaya merumuskan langkah-langkah konkret yang menjembatani kesenjangan antarwilayah, memperkuat sinergi antarinstansi, serta membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi seluruh pemangku kepentingan.
 
Dalam proses pembahasan, para peserta diajak untuk tidak sekadar melihat angka pertumbuhan semata, melainkan memaknai pembangunan sebagai upaya berkelanjutan yang menjaga keseimbangan antara kemajuan ekonomi, keadilan sosial, serta kelestarian lingkungan. Kebijakan yang lahir dari pertemuan ini diharapkan menjadi panduan yang adaptif, responsif, dan solutif — mampu menjawab dinamika zaman sekaligus memegang teguh nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi jati diri bangsa.
 
Kehadiran para pemimpin daerah, perencana pembangunan, dan para pemangku kepentingan di Cirebon ini membawa pesan yang mendalam: bahwa kemajuan bangsa lahir dari kemajuan daerah, dan kebijakan yang bijak adalah kunci agar setiap langkah pertumbuhan senantiasa membawa kebaikan bersama. Semoga hasil dari pertemuan ini menjadi benih yang tumbuh menjadi kesejahteraan nyata bagi masyarakat, khususnya di tanah Cirebon dan wilayah Jawa Barat pada umumnya.
 
(Wak Diding)

Sat Reskrim Polres Ciko, Berhasil Amankan Pelajar 14 Tahun Bobol Counter HP



CIREBON KOTA, Fokus Dialog@com.-- Sungguh miris, Seorang pelajar berusia 14 tahun diamankan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cirebon Kota setelah diduga membobol sebuah konter handphone di Jalan Tuparev, Kota Cirebon.

Dalam aksinya, pelajar tersebut diduga masuk ke dalam ruko dengan cara menjebol bagian plafon belakang. Ia kemudian mengambil tiga unit handphone yang tersimpan di dalam etalase.

Untuk menyamarkan identitasnya, pelajar tersebut menutupi bagian kepala dan wajah menggunakan celana saat menjalankan aksinya.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan mengatakan pencurian itu terjadi pada Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku diduga beraksi seorang diri.

“Pelaku merusak plafon belakang kemudian masuk ke dalam ruko tersebut dan mengambil tiga buah handphone yang berada di etalase,” kata Bimantoro saat konferensi pers di Mapolres Cirebon Kota, Kamis (01/10/2026).

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi mengamankan dua unit iPhone. Selain itu, penyidik juga menyita sejumlah uang yang diduga berasal dari hasil penjualan barang hasil pencurian.

Sementara satu unit iPhone lainnya telah dijual oleh pelaku dengan nilai sekitar Rp10 juta.

“Pelaku merupakan warga Cirebon dan masih berstatus sebagai pelajar,” ujar Bimantoro, didampingi Wakapolres Cirebon Kota KOMPOL Ari Nugroho dan Kasat Reskrim AKP M. Fadlillah.

Karena masih berusia 14 tahun, pelajar tersebut diproses sebagai anak yang berhadapan dengan hukum. Penanganan perkara dilakukan dengan mengacu pada ketentuan Sistem Peradilan Pidana Anak.

Atas dugaan perbuatannya, polisi menerapkan Pasal 477 ayat (1) KUHP Baru terkait tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

“Terhadap perbuatannya kami kenakan Pasal 477 ayat 1 KUHP Baru terkait curat,” ujar Bimantoro.

Bimantoro juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas anak, baik dari keluarga maupun lingkungan sekolah. Pengawasan dinilai perlu diperkuat, terutama ketika anak berada di luar rumah pada waktu-waktu rawan.

“Kami ajak seluruh pihak agar sama-sama menjaga anak kita sehingga mereka tidak salah pergaulan,” ungkap AKBP Bimantoro Kurniawan.

(Wak Diding)

Kamis, 01 Oktober 2026

Kapolri Baru Pernah Jabat Kapolres Majalengka, Bupati Eman: Kami Bangga


MAJALENGKA,
FOKUSDIALOG.COM. – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).


Pelantikan ini menandai babak baru bagi institusi Polri. Jenderal Suyudi Ario Seto dipercaya menggantikan pucuk pimpinan Polri setelah meniti karier panjang dari bawah.


Sosok Suyudi Ario Seto bukan orang asing bagi warga Majalengka. Sebelum mencapai bintang empat, ia pernah mengabdi sebagai Kapolres Majalengka pada 2014. Kariernya kemudian terus menanjak: Kapolres Bogor, Kapolresta Bogor Kota, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Wakapolda Metro Jaya, Kapolda Banten, hingga Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI.


Kedekatan historis itu bahkan masih ia kenang saat berkunjung kembali ke Majalengka pada Agustus 2026 lalu, di mana ia mengenang masa pengabdiannya di Bumi Sindangkasih.


Bupati Majalengka, Eman Suherman, langsung menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangga atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Majalengka.


"Atas nama Pemerintah Kabupaten Majalengka dan masyarakat Majalengka, kami mengucapkan selamat kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto atas amanah baru sebagai Kapolri. Beliau bukan sosok yang asing bagi Majalengka karena pernah mengemban tugas sebagai Kapolres Majalengka pada tahun 2014," ujar Bupati Eman.


Menurut Eman, perjalanan karier Suyudi dari Kapolres Majalengka hingga menjadi Kapolri adalah catatan membanggakan bagi daerah.


"Tentu kami merasa bangga karena beliau pernah mengabdi di Majalengka. Kami mendoakan semoga amanah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai Kapolri, serta diberikan kekuatan dan kelancaran dalam memimpin institusi Polri," katanya.


Harapan Sinergi Semakin Kuat


Bupati Eman berharap di bawah kepemimpinan Jenderal Suyudi, sinergitas Polri dengan pemerintah daerah semakin solid, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sebagai fondasi pembangunan.


"Kami berharap sinergi antara Polri dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat. Keamanan dan ketertiban merupakan fondasi penting bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.


Ia menegaskan tantangan keamanan ke depan semakin kompleks sehingga membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia pendidikan, hingga masyarakat.


"Majalengka siap terus bersinergi dengan jajaran kepolisian. Kita ingin masyarakat merasa aman, nyaman dan mendapatkan pelayanan yang baik. Semoga kepemimpinan Jenderal Suyudi membawa Polri semakin dekat dengan masyarakat," tutur Eman.


"Pengalaman beliau selama bertugas di berbagai daerah dan sejumlah posisi strategis di lingkungan Polri menjadi bagian dari perjalanan panjang pengabdiannya. Sekali lagi, selamat kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Dari Majalengka kami menyampaikan doa dan dukungan agar beliau senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan kelancaran dalam menjalankan amanah besar sebagai Kapolri," pungkasnya. (Kom/Uj Ar)

Editor: Adi Mukti

Ribuan Lowongan Dibuka, Job Fair Majalengka Jadi Jembatan Emas Pencari Kerja


MAJALENGKA,
FOKUSDIALOG.COM - Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi, dan UKM (DK2UKM) terus memperluas akses masyarakat terhadap lapangan pekerjaan.

Komitmen itu diwujudkan melalui penyelenggaraan Bursa Kerja atau Job Fair 2026 yang dipusatkan di Lapangan Gelanggang Generasi Muda (GGM) Majalengka, pada Jumat (25/9/2026) lalu.

Kegiatan ini digelar berkolaborasi dengan DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Majalengka dan diikuti oleh 20 perusahaan mitra dari berbagai sektor usaha.

20 Perusahaan, 2.789 Lowongan

Dalam Job Fair tersebut, tersedia total 2.789 lowongan pekerjaan yang bisa diakses secara terbuka oleh para pencari kerja, baik laki-laki maupun perempuan.

Kepala DK2UKM Kabupaten Majalengka, Solehudin, mengatakan Job Fair menjadi upaya konkret pemerintah daerah untuk mempertemukan secara langsung pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.

"Perusahaan mitranya ada 20 perusahaan. Lowongan kerja yang disediakan mencapai 2.789 lowongan. Kesempatan ini terbuka bagi pencari kerja laki-laki maupun perempuan sesuai dengan persyaratan dan kualifikasi yang ditetapkan masing-masing perusahaan," ujar Solehudin.

Menurutnya, bursa kerja terpusat ini diharapkan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi lowongan sekaligus mengikuti proses rekrutmen di satu lokasi.


Tekan Pengangguran dan Dongkrak Ekonomi

Solehudin menegaskan, Job Fair tidak hanya sekadar ajang rekrutmen, tetapi juga strategi untuk menekan angka pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia mengajak para pencari kerja untuk memanfaatkan momentum ini dengan menunjukkan kompetensi, keterampilan, dan kesiapan kerja terbaik mereka.

"Job Fair ini diharapkan menjadi jembatan emas bagi para pencari kerja. Mudah-mudahan mereka bisa menunjukkan kompetensi dan memanfaatkan kesempatan ini," katanya.

Penyerapan tenaga kerja, lanjut dia, akan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, daya beli, dan aktivitas ekonomi keluarga di Kabupaten Majalengka.

"Pada akhirnya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Majalengka bisa kembali turun dan menumbuhkan perekonomian masyarakat," ujarnya.

Solehudin menambahkan, upaya ini tidak bisa dilakukan satu OPD saja. Diperlukan sinergi lintas sektor, terutama dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.

"Ketika investasi masuk, lowongan kerja otomatis terbuka. Dengan bekerja dan memiliki penghasilan, tingkat kesejahteraan serta perekonomian masyarakat tentu ikut meningkat," pungkasnya.

Sinergi Pemda dan Pemuda

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kabupaten Majalengka, Anto Febrianto, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, pemuda memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah.

"KNPI Majalengka berkomitmen untuk terus bermitra dengan Pemkab Majalengka dalam memfasilitasi potensi generasi muda, khususnya dalam membuka akses lapangan kerja yang seluas-luasnya," ujar Anto.

Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak perusahaan, serta mendorong pemuda untuk terus meningkatkan pendidikan, keterampilan, dan kemampuan adaptasi menghadapi dunia industri yang dinamis.

Antusiasme Pencari Kerja

Sejak pagi, Lapangan GGM Majalengka dipadati ratusan pencari kerja. Mereka antusias mendatangi setiap stan perusahaan untuk mencari informasi posisi, persyaratan, hingga langsung mengikuti tahapan seleksi.

Salah satunya Rian (23), warga Majalengka. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya Job Fair.

"Sangat membantu karena pilihan perusahaannya banyak dan prosesnya jelas. Harapan saya dan teman-teman tentu bisa lolos seleksi dan segera diterima bekerja di perusahaan yang dilamar," ungkap Rian.

Penyelenggaraan Job Fair ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia usaha, pemerintah daerah, dan organisasi kepemudaan dalam membuka akses informasi dan kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat Majalengka. (Kom/Ujang Ar/Adi M)

Negosiasi Berhasil! LP2B Majalengka Turun Jadi 80,86%, 7.000 Hektare Disiapkan Untuk Industri


MAJALENGKA,
FOKUSDIALOG.COM – Pemerintah Kabupaten Majalengka terus mematangkan langkah strategis dalam penataan ruang daerah. Keseimbangan antara ketahanan pangan, perlindungan lahan pertanian, kepastian investasi, dan percepatan pembangunan infrastruktur menjadi fokus utama.

Salah satu langkah penting yang tengah dilakukan adalah penyesuaian penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) serta pengalokasian Kawasan Peruntukan Industri (KPI) melalui revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).


Berjuang Agar Investasi Tak Terkunci

Dari total Lahan Baku Sawah (LBS) Kabupaten Majalengka seluas 50.412 hektare, sebelumnya pemerintah pusat mengarahkan agar penetapan LP2B mencapai 87 persen.

Bupati Majalengka, Eman Suherman, menilai angka tersebut jika diberlakukan per kabupaten akan mengunci ruang gerak pembangunan dan investasi.

"Kalau hitung-hitungan 87 persen diberlakukan per kabupaten, Majalengka tidak akan bisa maju dan investasi akan terkunci. Kami berjuang melakukan negosiasi agar kalkulasinya berbasis agregat provinsi," ujar Eman, Kamis (24/9/2026).

HASIL NEGOSIASI: LP2B Turun Jadi 40.800 Hektare

Hasil koordinasi intensif dengan pemerintah pusat membuahkan kesepakatan penting. Batas LP2B Kabupaten Majalengka disepakati turun menjadi 80,86 persen atau sekitar 40.800 hektare.

"Alhamdulillah, batas LP2B Majalengka disepakati turun menjadi 80,86 persen. Ini memberikan ruang yang cukup bagi investor untuk masuk, tetapi tetap menjaga lahan pertanian yang menjadi bagian penting dari ketahanan pangan," kata Eman.

Ia menegaskan, penyesuaian ini bukan berarti mengabaikan sektor pertanian. Lahan yang telah ditetapkan sebagai kawasan perlindungan akan tetap dijaga agar tidak beralih fungsi.Selanjutnya, Pemkab Majalengka akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) Bupati mengenai LP2B untuk diajukan kepada Kementerian ATR/BPN dalam proses Integrasi Substansi (Insek), sebelum dibahas bersama DPRD Kabupaten Majalengka.

PANDANGAN DKP3: Lahan Produktif Tetap Dilindungi

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman, menegaskan LP2B adalah instrumen perlindungan, bukan untuk membuka alih fungsi secara bebas.

"Prinsipnya, kami dari DKP3 tetap berkomitmen menjaga lahan pertanian produktif. LP2B ini justru menjadi instrumen perlindungan agar lahan yang sudah ditetapkan benar-benar dipertahankan untuk kepentingan ketahanan pangan," ujar Gatot.

Menurutnya, penetapan LP2B tetap melalui pemetaan dan kajian komprehensif dengan mempertimbangkan produktivitas lahan, jaringan irigasi, dan kepentingan pangan daerah.

"Jadi bukan berarti dengan adanya penyesuaian ini seluruh lahan pertanian bisa dialihfungsikan. Ada lahan-lahan yang memang harus kita pertahankan karena memiliki produktivitas tinggi dan menjadi penopang produksi pangan Majalengka," jelasnya.

DKP3 akan terus berkoordinasi dengan perangkat daerah lain untuk memastikan kebijakan tata ruang berjalan seimbang.

7.000 Hektare untuk Kawasan Industri

Di sisi lain, Pemkab Majalengka menyiapkan sekitar 7.000 hektare sebagai Kawasan Peruntukan Industri (KPI).

Langkah ini untuk memberikan kepastian tata ruang dan hukum bagi industri eksisting yang selama ini telah beroperasi di sepanjang jalur jalan nasional, mulai dari Jatiwangi, Ligung, Sumberjaya hingga Kadipaten.Penataan ini penting untuk menjamin kelancaran aktivitas usaha, termasuk ekspor-impor.

"Kami ingin ada jaminan kepastian hukum dan tata ruang yang tertib. Semua industri eksisting kita wadahi agar aktivitas ekspor-impor mereka tidak terganggu, namun pengembangan daerah tetap tertata rapi dan tidak acak-acakan," tegas Eman.

Alokasi KPI tersebut akan melengkapi kawasan industri yang telah berkembang, seperti Kawasan Industri Kertajati-Jatitujuh, Kawasan Kertajati Industrial Modern (KIM), serta Kawasan Industri Kertajati-Kadipaten.

Dengan penataan LP2B dan KPI yang proporsional, Pemkab Majalengka berharap pembangunan bisa berjalan, investasi masuk, ketahanan pangan tetap terjaga, dan kesejahteraan petani tetap terlindungi. (Kom/Ujang Ar/Adi M)

JPO Alun-Alun Majalengka Mulai Dibangun, Ditarget Jadi Ikon Baru Wajah Kota


MAJALENGKA,
FOKUSDIALOG.COM – Wajah baru pusat kota Majalengka segera hadir. Pemerintah Kabupaten Majalengka resmi memulai pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Alun-alun Majalengka, Jawa Barat.

Fasilitas ini tidak hanya dibangun sebagai sarana penyeberangan, tetapi diproyeksikan menjadi ikon baru, ruang publik estetik, sekaligus daya tarik wisata baru di jantung Kabupaten Majalengka.

Pembangunan JPO menjadi bagian dari penataan kawasan Alun-alun agar semakin representatif, aman, nyaman, dan memiliki nilai estetika tinggi.

Berada di kawasan yang setiap hari menjadi pusat aktivitas, olahraga, tempat berkumpul dan bersantai masyarakat, JPO ini dirancang dengan konsep desain menarik dan memiliki fungsi ganda: sebagai fasilitas keselamatan pejalan kaki dan sebagai spot publik yang instagramable.

Harapan Bupati Jadi Ikon

Bupati Majalengka, Eman Suherman, mengatakan pembangunan JPO di Alun-alun memiliki fungsi strategis. Hal itu disampaikannya pada Senin (21/9/2026) pekan lalu.

Menurut Eman, keberadaan JPO harus memberi manfaat lebih luas, tidak sekadar bangunan pelengkap.

"Harapannya ini bisa menjadi ikon. Bukan hanya berfungsi sebagai tempat penyeberangan, tetapi juga menjadi daya tarik wisata dan memperindah Kabupaten Majalengka," ujar Bupati.

Ia menjelaskan, Alun-alun adalah etalase wajah Majalengka yang ramai dikunjungi warga lokal maupun luar daerah. Karena itu infrastrukturnya harus mampu memperkuat identitas kawasan.

"Jadi kita ingin ketika orang datang ke Alun-alun Majalengka, bukan hanya melihat tempat untuk beraktivitas, tetapi juga melihat ada sebuah bangunan yang memiliki ciri khas dan bisa menjadi bagian dari wajah Majalengka," katanya.


Bukan Sekadar Menyeberang, Tapi Menikmati Kota

Bupati menekankan, fasilitas publik saat ini harus mengedepankan tiga aspek: kenyamanan, keamanan, dan estetika.Dengan desain yang disebutnya "luar biasa", JPO nantinya akan memberikan pengalaman berbeda. Warga tidak hanya melintas, tetapi bisa menikmati panorama Alun-alun dari ketinggian.

"Desainnya luar biasa. Saya yakin masyarakat Majalengka atau dari luar nanti bisa menikmati suasana dari atas dan berswafoto," katanya.

"Kalau masyarakat datang, kemudian bisa menikmati suasana dari atas JPO, mengambil foto, bersantai, tentu akan memberikan pengalaman tersendiri. Mudah-mudahan ini menjadi salah satu tempat yang dikenang ketika orang datang ke Majalengka," tutur Eman.

Lebih jauh, pembangunan ini diharapkan memberi nilai sosial dan ekonomi. Kawasan yang tertata dan menarik akan semakin ramai, sehingga aktivitas ekonomi warga sekitar ikut tumbuh.

"Kita ingin pembangunan itu memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Ketika kawasan semakin ramai dan tertata, tentu aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya juga diharapkan ikut tumbuh," ungkapnya.

Eman pun mengajak masyarakat untuk menjaga fasilitas tersebut setelah selesai dibangun."Yang paling penting nanti setelah selesai, mari sama-sama kita jaga. Jangan sampai fasilitas yang sudah bagus kemudian rusak karena tidak dirawat. Ini milik kita bersama," katanya.

RESPON WARGA: Sambut Positif, Harap Aman dan Instagramable

Rencana pembangunan JPO mendapat sambutan positif dari warga. Rudi (38), warga Majalengka, menilai JPO sangat dibutuhkan karena arus kendaraan di sekitar Alun-alun cukup ramai.

"Kalau memang desainnya bagus, tentu menarik. Selama ini kalau mau menyeberang harus hati-hati karena kendaraan cukup ramai. Dengan adanya JPO, mudah-mudahan lebih aman," ujarnya.

Ia berharap JPO tetap terawat, bersih, dan memiliki penerangan yang baik agar menarik saat malam hari.Senada, Siti (29) menilai JPO berdesain unik akan menjadi ruang publik favorit anak muda.

"Kalau desainnya bagus dan instagramable, pasti banyak yang penasaran. Apalagi lokasinya di Alun-alun. Bisa menjadi salah satu tempat yang menunjukkan wajah Majalengka," tuturnya.

Dengan dimulainya pembangunan ini, Pemkab Majalengka berharap Alun-alun tidak hanya menjadi pusat aktivitas, tetapi berevolusi menjadi wajah baru kota yang memadukan keselamatan, kenyamanan, estetika, dan potensi wisata dalam satu fasilitas publik. (Kom/Ujang Ar)

21 Prajurit Kodim 0735/Surakarta Naik Pangkat, Dandim Tegaskan Amanah Harus Diiringi Peningkatan Pengabdian


Uploaded Image

Surakarta  – Sebanyak 21 Prajurit Bintara dan Tamtama Kodim 0735/Surakarta resmi menyandang pangkat baru satu tingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya pada periode 01 Oktober 2026.

Acara Laporan Korps Kenaikan Pangkat dilaksanakan pada Kamis (01/10/2026) bertempat di Aula Dharmawangsa Kodim 0735/Surakarta, Jl. A. Yani No. 349, Kerten, Kec. Laweyan, Kota Surakarta.

Hadir dalam kegiatan tersebut Mayor Cpl Warji (Kasdim 0735/Ska) Ny. Tami Arief Handoko Usman (Ketua Persit KCK Cabang L Kodim 0735/Ska), Para Danramil, Pasi Kodim, Anggota Militer dan PNS Kodim 0735/Ska, Personel yang naik pangkat beserta jajaran Pengurus Persit.

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kasdim 0735/Ska Mayor Cpl Warji, Dandim 0735/Ska Letkol Inf Arief Handoko Usman, S.H. menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar perubahan pangkat, melainkan penghargaan sekaligus kepercayaan dan amanah.

"Kenaikan pangkat bukan sekadar perubahan pangkat, tetapi merupakan penghargaan sekaligus kepercayaan dan amanah atas dedikasi, loyalitas, prestasi dan tanggung jawab yang telah ditunjukkan. Pangkat yang lebih tinggi harus tercermin dalam sikap, disiplin, tanggung jawab, kemampuan dan kinerja yang semakin baik," tegas Dandim dalam amanatnya.

"Atas nama pribadi dan selaku Komandan Kodim, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada 21 prajurit. Jadikan momentum ini sebagai penyemangat untuk bekerja lebih baik, lebih profesional dan lebih bertanggung jawab," lanjutnya.

Kesan dan pesan disampaikan perwakilan personel naik pangkat, Serka Sanyoto dan Kopka Eva Agus   yang menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas dukungan pimpinan, senior dan keluarga.

Sementara itu Kasdim 0735/Ska Mayor Cpl Warji menambahkan bahwa kenaikan pangkat harus menjadi motivasi untuk menjaga semangat, kekompakan dan moril dalam pelaksanaan tugas yang semakin kompleks, serta apresiasi kepada Dandim atas kepemimpinannya.

Penulis : Arda 72