Fokus Dialog

Berita Terkini

Kapolres Cirebon Kota Berikan Sembako dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Ojol

Cirebon Kota, Fokus Dialog@com.-- Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., memberikan bantuan sosial berupa...

Postingan Populer

Jumat, 28 Agustus 2026

Kapolres Cirebon Kota Berikan Sembako dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Ojol



Cirebon Kota, Fokus Dialog@com.-- Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., memberikan bantuan sosial berupa paket sembako dan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada komunitas Ojek Online (Ojol) Kamtibmas di Mako Latpri Polres Cirebon Kota, Jumat (28/08/2026). Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap para pengemudi ojol yang setiap hari beraktivitas melayani masyarakat.

Pemberian paket sembako dilakukan secara langsung oleh Kapolres Cirebon Kota kepada perwakilan komunitas Ojol Kamtibmas. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para pengemudi dan keluarga, sekaligus menjadi wujud perhatian Polres Cirebon Kota kepada komunitas yang selama ini aktif menjalin kemitraan dengan kepolisian.

Selain bantuan sembako, Kapolres Cirebon Kota juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi anggota komunitas Ojol Kamtibmas. Para pengemudi mendapatkan kesempatan untuk memeriksakan kondisi kesehatan sebagai bagian dari upaya menjaga kebugaran di tengah aktivitas pekerjaan yang memiliki mobilitas tinggi.

AKBP Bimantoro Kurniawan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk perhatian Polres Cirebon Kota kepada komunitas Ojol Kamtibmas. Menurutnya, pengemudi ojol memiliki aktivitas yang cukup padat sehingga perhatian terhadap kebutuhan sosial dan kesehatan menjadi hal yang penting.

“Kami ingin berbagi dan memberikan manfaat secara langsung kepada rekan-rekan Ojol Kamtibmas. Semoga bantuan sembako dapat membantu kebutuhan keluarga dan pemeriksaan kesehatan dapat menjadi pengingat agar rekan-rekan selalu memperhatikan kondisi kesehatan,” ujar AKBP Bimantoro.

Pelayanan pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh personel Sie Dokkes Polres Cirebon Kota. Pemeriksaan tersebut memberikan kesempatan kepada para pengemudi untuk mengetahui kondisi kesehatan dasar sekaligus mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama menjalankan aktivitas di jalan.

Kapolres juga mengapresiasi kontribusi komunitas Ojol Kamtibmas yang selama ini turut membangun komunikasi dan kemitraan dengan Polres Cirebon Kota. Menurutnya, hubungan yang baik antara kepolisian dan komunitas masyarakat perlu terus dipelihara melalui kegiatan yang memberikan manfaat secara nyata.

Kegiatan bakti sosial tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Para pengemudi ojol dapat menerima bantuan sekaligus memanfaatkan layanan kesehatan yang disediakan tanpa biaya sebagai bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengatakan, kegiatan sosial tersebut menunjukkan kepedulian Polri terhadap masyarakat, termasuk komunitas Ojol Kamtibmas. “Pemberian paket sembako dan pemeriksaan kesehatan gratis ini merupakan bentuk kepedulian Kapolres Cirebon Kota kepada rekan-rekan Ojol Kamtibmas. Kami berharap bantuan tersebut memberikan manfaat dan pelayanan kesehatan dapat membantu para pengemudi menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” pungkasnya.
(Wak Diding)

Usai Apel, Polres Cirebon Kota Resmikan Cuci Motor dan Bengkel Gratis untuk Ojol

Cirebon Kota,Fokus Dialog@com.-- Polres Cirebon Kota meresmikan fasilitas cuci motor dan bengkel gratis khusus komunitas Ojek Online (Ojol) Kamtibmas setelah pelaksanaan apel di Mako Latpri Polres Cirebon Kota, Jumat (28/08/2026). Fasilitas tersebut disiapkan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap para pengemudi ojol yang setiap hari mendukung mobilitas masyarakat.

Peresmian dilakukan setelah Apel Ojol Kamtibmas yang dipimpin Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi para pengemudi ojol dalam menunjang aktivitas mereka sehari-hari.

Tempat cuci motor gratis disediakan untuk membantu para pengemudi menjaga kebersihan dan kondisi kendaraan yang menjadi sarana utama dalam menjalankan pekerjaan. Sementara itu, fasilitas bengkel gratis ditujukan untuk memberikan dukungan terhadap kebutuhan perawatan kendaraan para anggota Ojol Kamtibmas.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan mengatakan, fasilitas tersebut merupakan bentuk perhatian Polres Cirebon Kota kepada komunitas ojol yang selama ini telah menjadi bagian dari mitra kepolisian. Menurutnya, keberadaan fasilitas bersama tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan antara Polri dan komunitas Ojol Kamtibmas.

“Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh rekan-rekan Ojol Kamtibmas. Ini merupakan bentuk kepedulian kami sekaligus ruang bersama untuk mempererat silaturahmi dan membangun sinergi,” ujar AKBP Bimantoro.

Selain peresmian fasilitas cuci motor dan bengkel gratis, kegiatan juga diisi dengan pemberian tali asih serta pelayanan pengobatan gratis bagi anggota komunitas Ojol Kamtibmas. Berbagai fasilitas tersebut diberikan sebagai bentuk pelayanan yang dapat dirasakan secara langsung oleh para pengemudi.

Fasilitas tersebut juga diharapkan menjadi tempat berkumpul dan berinteraksi bagi komunitas Ojol Kamtibmas. Dengan adanya ruang bersama, komunikasi antara komunitas ojol dan kepolisian dapat terus terjalin sehingga berbagai aspirasi maupun kebutuhan di lapangan dapat disampaikan. secara langsung.

Bagi para pengemudi ojol, kondisi kendaraan merupakan bagian penting dalam menunjang aktivitas da keselamatan selama bekerja. Karena itu, fasilitas cuci motor dan bengkel gratis diharapkan dapat membantu mereka melakukan perawatan kendaraan secara lebih mudah.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengatakan, penyediaan fasilitas tersebut merupakan bentuk pelayanan Polri yang memberikan manfaat langsung kepada komunitas ojol. “Kami ingin fasilitas ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rekan-rekan Ojol Kamtibmas. Selain mendukung kebutuhan kendaraan, keberadaan fasilitas ini diharapkan semakin memperkuat silaturahmi dan sinergi antara Polres Cirebon Kota dengan komunitas ojol,” pungkasnya.
(Wak Diding)

Ojol Kamtibmas Jadi Mitra Strategis Polres Cirebon Kota Jaga Keamanan



Cirebon Kota,Fokus Dialog@com.-- Komunitas Ojek Online (Ojol) Kamtibmas menjadi bagian penting dalam memperkuat kemitraan Polres Cirebon Kota bersama masyarakat untuk menjaga keamanan lingkungan, Jumat (28/08/2026). Peran tersebut diperkuat melalui Apel Ojol Kamtibmas di Mako Latpri Polres Cirebon Kota, Jalan Dr. Sudarsono, Kota Cirebon.

Kehadiran para pengemudi ojol dinilai memiliki nilai strategis karena aktivitas mereka menjangkau berbagai ruas jalan, kawasan permukiman, pusat aktivitas masyarakat, hingga sejumlah titik yang berada jauh dari kantor kepolisian. Mobilitas tersebut menjadi kekuatan tambahan dalam mendukung pemeliharaan keamanan di wilayah Kota Cirebon.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., menyampaikan apresiasi kepada komunitas Ojol Kamtibmas yang selama ini turut menjadi mitra kepolisian. Menurutnya, kolaborasi tersebut perlu terus dibangun melalui komunikasi dan kepedulian bersama terhadap lingkungan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan Ojol Kamtibmas yang selama ini menjadi mitra Polres Cirebon Kota. Kami berharap kerja sama ini terus dilakukan dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab untuk membantu menjaga keamanan di Kota Cirebon,” ujar AKBP Bimantoro.

Kapolres juga mengajak para pengemudi ojol untuk menjadi contoh bagi masyarakat dalam berlalu lintas serta ikut memberikan informasi apabila menemukan kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan. Peran tersebut dapat dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan mematuhi ketentuan yang berlaku.

Sinergi dengan komunitas Ojol Kamtibmas tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan apel, tetapi juga dengan menyediakan ruang untuk mempererat silaturahmi dan komunikasi. Tempat yang disediakan Polres Cirebon Kota diharapkan dapat menjadi ruang bersama bagi komunitas ojol untuk berinteraksi sekaligus menyampaikan aspirasi.

Dalam kegiatan tersebut, Polres Cirebon Kota juga memberikan sejumlah dukungan kepada komunitas Ojol Kamtibmas, di antaranya tali asih, peresmian tempat cucian motor gratis, layanan servis kendaraan gratis, serta pengobatan gratis. Fasilitas tersebut menjadi bentuk perhatian sekaligus upaya memperkuat hubungan kemitraan antara kepolisian dan komunitas ojol.

Keberadaan Ojol Kamtibmas sebagai mitra strategis juga sejalan dengan pendekatan pemolisian masyarakat yang mengedepankan partisipasi warga. Dengan mobilitas yang tinggi, para pengemudi ojol dapat membantu memperluas jangkauan informasi dan kepedulian terhadap situasi di berbagai wilayah Kota Cirebon.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengatakan, komunitas ojol memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan berbagai lapisan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari. “Ojol Kamtibmas merupakan mitra strategis Polres Cirebon Kota dalam memperkuat jangkauan pemeliharaan keamanan. Kami berharap sinergi ini terus tumbuh melalui komunikasi, kepedulian dan kontribusi positif, sehingga bersama-sama dapat menjaga Cirebon Kota,” pungkasnya.
(Wak Diding)

Kamis, 27 Agustus 2026

Polresta Cirebon Sita 647 Botol Ilegal



Cirebon, - 
Polresta Cirebon melancarkan Operasi Penyakit Masyarakat (Ops Pekat) secara maraton selama dua hari berturut-turut Senin - Rabu (24-26/8/2026). Dalam razia intensif yang menyasar berbagai wilayah rawan di Kabupaten Cirebon tersebut, tim opsnal berhasil menindak 11 pedagang ilegal dan menyita total 647 botol minuman keras (miras).

Operasi tersebut berhasil melucuti barang bukti berupa miras pabrikan dari berbagai merek serta miras tradisional Rangkaian penindakan disebar di sejumlah lokasi strategis, meliputi Kecamatan Ciwaringin, Gegesik, Arjawinangun, Depok, Susukan, hingga Kedawung.

Pada hari pertama operasi, Senin (24/8/2026), petugas menyisir wilayah Ciwaringin dan Gegesik dengan mengamankan 158 botol miras dari dua pedagang, di Desa Bringin dan di Desa Panunggul dengan barang bukti 118 botol miras pabrikan dan 10 botol ciu.

Penindakan berlanjut semakin masif pada hari kedua, Selasa (25/8/2026). Tim gabungan merazia sembilan titik pedagang ilegal dan menyita 303 botol miras yang terdiri dari 214 botol ciu dan 89 botol miras pabrikan. Adapun sembilan penjual yang ditindak berasal dari sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon.

pada hari Rabu (26/8/2026) petugas berhasil menyita total 186 botol miras yang meliputi 79 botol miras pabrikan dari berbagai merek dan 107 botol miras tradisional jenis ciu serta arak bali dari enam pedagang di wilayah kabupaten Cirebon

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa operasi penindakan maraton ini merupakan langkah preventif kepolisian untuk menutup ruang gerak peredaran alkohol ilegal yang menjadi pemicu utama gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. 

"Peredaran minuman keras tanpa izin adalah hulu dari berbagai tindak kejahatan jalanan, aksi premanisme, hingga bentrokan antar golongan. Polresta Cirebon tidak akan memberikan toleransi dan akan terus menggencarkan Razia Pekat di seluruh wilayah hukum Kabupaten Cirebon demi menjaga situasi tetap aman dan kondusif," tegasnya, Jumat (28/8/2026)

(Wak Dinding)

Puluhan Driver Ojol di Kuningan Dapat Servis Motor dan Ganti Oli Gratis dari Polisi


KUNINGAN–Puluhan pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Kuningan mendapat layanan servis sepeda motor dan penggantian oli mesin secara gratis yang difasilitasi Polres Kuningan, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian memperkuat kemitraan dengan komunitas ojol sekaligus mengajak para pengemudi untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di jalan raya.
Sebanyak 70 pengemudi ojol mengikuti kegiatan yang digelar di dua lokasi, yakni Taman Kota (Tamkot) Kuningan dan Mapolres Kuningan. Selain mendapatkan servis kendaraan dan penggantian oli gratis, para pengemudi juga memperoleh vitamin serta pemeriksaan kesehatan.
Kasat Lantas Polres Kuningan AKP Aktuin Moniharapon mengatakan, kegiatan tersebut ditujukan untuk membantu menjaga kondisi kendaraan yang digunakan para pengemudi ojol dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Kami memberikan servis gratis untuk kendaraan roda dua, khususnya bagi pengendara dari komunitas ojek online. Selain servis gratis, kami juga memberikan vitamin, pemeriksaan kesehatan, dan sosialisasi safety riding,” ujar Aktuin.
Menurutnya, kondisi kendaraan yang prima menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang keselamatan pengemudi maupun pengguna jalan lainnya. Karena itu, kegiatan tidak hanya berfokus pada perawatan kendaraan, tetapi juga memberikan edukasi mengenai keselamatan berlalu lintas.
Dalam kesempatan tersebut, polisi juga mengingatkan para pengemudi ojol agar tidak menggunakan knalpot yang menghasilkan suara bising atau knalpot brong. Penggunaan knalpot tersebut dinilai dapat mengganggu kenyamanan pengguna jalan lainnya.
“Kami juga menyosialisasikan agar tidak menggunakan knalpot bising atau brong karena itu mengganggu pengendara lain. Jalan raya digunakan bersama, bukan hanya oleh satu atau dua orang,” katanya.
Aktuin berharap para pengemudi ojol yang telah mengikuti kegiatan tersebut dapat menjadi mitra kepolisian dalam menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat luas.
“Kami berharap rekan-rekan ojol yang sudah mendapatkan sosialisasi ini juga bisa menyampaikan kepada pengendara lainnya agar tidak menggunakan knalpot brong,” ujarnya.
Kepolisian menilai komunitas ojol memiliki peran strategis sebagai mitra kamtibmas karena aktivitas mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat dan berlangsung hampir setiap hari di berbagai ruas jalan.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Kuningan berharap hubungan kemitraan dengan komunitas ojol semakin kuat, sekaligus mendorong terciptanya budaya tertib berlalu lintas dan lingkungan jalan yang lebih aman serta nyaman bagi seluruh pengguna jalan.

(Wak Dinding)

Respon Cepat Polisi, Brimob dan Damkar Tangani Kebakaran Lahan Kedawung



CIREBON KOTA , Fokus Dialog@com.-- Respons cepat Polres Cirebon Kota bersama Den C Brimobda Jabar dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon menangani kebakaran lahan kosong di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, RW 05, Desa Kedungdawa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Kamis (27/8/2026) malam. Penanganan dilakukan setelah informasi kebakaran diterima dari masyarakat sehingga personel segera bergerak ke lokasi untuk mencegah api meluas.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 20.45 WIB pada lahan kosong seluas kurang lebih 1,7 hektare yang berada di pinggir Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, tepatnya di depan Perum Griya Caraka. Kondisi lahan yang banyak ditumbuhi rumpun kering serta hembusan angin menyebabkan api dengan cepat membesar dan membakar sekitar 80 persen area lahan.

Saksi pertama, Heriawan (56), pekerjaan Polri selaku Ketua RW 05, beralamat di Griyamukti RW 05, Desa Kedungdawa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, menerangkan bahwa dirinya melihat api berasal dari samping jalan di depan Klinik Mata Perum Griya Caraka. Setelah mengetahui adanya kebakaran tersebut, Heriawan kemudian menghubungi Layanan Polisi 110 untuk menyampaikan informasi agar petugas segera datang ke lokasi.

Saksi kedua, Yadi Supriyadi (50), Ketua RW 08 Desa Kalikoa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, beralamat di Perumahan Griya Caraka RW 08, Desa Kalikoa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, menerangkan bahwa dirinya awalnya mendapat informasi dari Sdr. Otong selaku petugas keamanan Perum Griya Caraka mengenai adanya kebakaran lahan di seberang perumahan. Berdasarkan keterangan yang diterima dari Sdr. Otong, api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang oleh orang yang melintas di sekitar lokasi.

Setelah menerima informasi melalui Layanan Polisi 110, personel Polsek Kedawung segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan area. Petugas kemudian berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon dan Den C Brimobda Jabar guna mempercepat penanganan kobaran api.

Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran untuk melakukan penyemprotan pada titik-titik api. Sementara itu, Den C Brimobda Jabar turut mengerahkan satu unit water cannon untuk membantu proses pemadaman, terutama pada bagian lahan yang masih terdapat bara dan material kering.

Sinergi personel Polres Cirebon Kota, Den C Brimobda Jabar dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Petugas juga memastikan area sekitar lokasi tidak membahayakan masyarakat serta melakukan pemantauan terhadap titik-titik yang berpotensi kembali terbakar.

Sekitar pukul 21.30 WIB, api berhasil dipadamkan setelah kurang lebih 45 menit dilakukan penanganan. Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas melakukan pengecekan kembali di sekitar lahan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang masih menyala atau bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka serta tidak ditemukan kerugian materiil. Berdasarkan keterangan saksi dan informasi awal yang diperoleh di lokasi, kebakaran diduga dipicu oleh puntung rokok yang dibuang oleh pengguna atau pengendara yang melintas di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, namun penyebab tersebut masih merupakan dugaan awal.

Kapolsek Kedawung Kompol Ahmad Nasori, S.H., mengatakan bahwa respons cepat dan koordinasi bersama unsur terkait sangat membantu proses penanganan kebakaran sehingga api dapat segera dikendalikan. “Begitu informasi diterima, personel langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan Damkar Kabupaten Cirebon serta Den C Brimobda Jabar untuk melakukan pemadaman. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.30 WIB, dan kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan karena pada kondisi lahan kering, sumber api kecil sekalipun dapat dengan cepat memicu kebakaran,” ujarnya.
(Wak Diding)

Gotong Royong 22 RT, Warga Bangkaloa Ilir Bangun Aula Pendopo Pesarean Mbah Buyut Warti


Kuwu Bangkaloa Ilir H. Mislam bersama perangkat desa dan warga saat meninjau 
pembangunan aula pendopo Pesarean Mbah Buyut Warti, Agustus 2026. 

INDRAMAYU, fokusdialog.com. – Semangat gotong royong dan penghormatan kepada leluhur kembali ditunjukkan warga Desa Bangkaloa Ilir, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu. Seluruh warga dari RT 1 sampai RT 22 bersama Kuwu dan jajaran perangkat desa saat ini tengah melaksanakan pembangunan aula atau pendopo di area Makam Mbah Buyut Warti.


Pembangunan ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan kepada tokoh yang dihormati warga setempat, karena beliau merupakan orang pertama yang membuka hutan atau mbabat alas untuk dijadikan pedukuhan yang kini dikenal dengan nama Desa Bangkaloa Ilir.


Kuwu Bangkaloa Ilir H. Mislam mengatakan, pembangunan aula pendopo pesarean ini sepenuhnya bersumber dari swadaya masyarakat.


“Alhamdulillah, sumber dana pembangunan murni dari swadaya seluruh masyarakat Bangkaloa Ilir. Warga juga sangat mendukung pembangunan ini, bahkan warga secara sukarela memberikan bantuan dana seikhlasnya tanpa nominal harus sekian,” terangnya saat ditemui di lokasi, Kamis (27/8/2026).


Hal senada disampaikan Saryono selaku Ketua RT 19 Blok Kuburan RW 04. Ia menegaskan tidak ada paksaan dalam pengumpulan dana. 

“Ya. Tidak dipatok harus sekian, jadi seikhlasnya saja. Bervariasi, ada yang 10.000, 20.000, 50.000, bahkan ada yang ngasih 100.000,” ucapnya.


Menurut H. Mislam, antusiasme masyarakat sangat tinggi demi suksesnya pembangunan ini. Pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu 1 bulan. Hal ini agar pendopo sudah bisa digunakan untuk acara adat tahunan.


“Oleh karena itu, mudah-mudahan pembangunan ditargetkan 1 bulan rampung, karena nanti tanggal 27 September 2026 akan diadakan acara adat ngunjung Mbah Buyut Warti,” jelas H. Mislam.


Ia berharap melalui pembangunan ini, kelestarian budaya warisan para tetua desa dapat terus dijaga secara turun-temurun. 

“Mudah-mudahan Desa Bangkaloa Ilir dapat terus menjaga kelestarian budaya yang diwariskan oleh para tetua desa secara turun-temurun. Pembangunan aula pendopo pesarean ini adalah salah satu bentuk penghargaan warga Bangkaloa Ilir terhadap leluhur desa yakni Mbah Buyut Warti,” katanya.


Dukungan penuh juga datang dari seluruh ketua RT. Saryono menyatakan 22 RT di Desa Bangkaloa Ilir kompak mendukung kegiatan ini. 

“Alhamdulillah, Pak Kuwu H. Mislam juga sangat mendukung dan sangat royal, baik itu terhadap warga maupun RT, RW juga kepada perangkat desanya,” tuturnya.



Aparat keamanan pun turut mengapresiasi. PLH Polsek Widasari IPTU Veronika, SH menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong seperti ini sangat baik. 

“Kami dari kepolisian juga mendukung kegiatan masyarakat dalam menjaga cagar budaya, dengan harapan terciptanya silaturahmi dan kerukunan yang terjalin kuat antar warga sehingga tercipta situasi aman dan kondusif khususnya Bangkaloa Ilir, Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu,” ujarnya.


Di akhir penyampaiannya, Saryono mengapresiasi kepedulian seluruh pihak. 

“Alhamdulillah, semua berjalan lancar aman dan kondusif. Semoga semangat kebersamaan dalam berbagai bidang pembangunan, kegiatan sosial dan budaya dapat terus terjaga,” pungkasnya.


Reporter: Jaya

Editor: Adi M

Rabu, 26 Agustus 2026

Polres Cirebon Kota dan Polsek Kapetakan Tangani Penemuan Jenazah di Aliran Sungai Suranenggala



Cirebon Kota, Fokus Dialog@com.-- Polsek Kapetakan, Polres Cirebon Kota, menangani penemuan jenazah seorang laki-laki di aliran Sungai Anak Winong (Karangsambung), Desa Surakarta, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.

Korban diketahui berinisial H.H.D.S., 71 tahun, laki-laki, warga Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, yang sebelumnya berangkat mencari ikan menggunakan sepeda motor pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB dan tidak kunjung kembali ke rumah.

Penemuan bermula ketika Sutrisno, 39 tahun, buruh tani, beralamat di Blok Kamis RT 001 RW 004, Desa Surakulon, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, bersama Leman, 43 tahun, buruh, beralamat di Blok Kamis RT 001 RW 004, Desa Surakulon, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, hendak pulang setelah mengairi sawah dan melihat sepeda motor terparkir di pinggir tanggul Sungai Karangsambung.

Karena sepeda motor tersebut diketahui telah berada di lokasi sejak sehari sebelumnya, kedua saksi kemudian mencari di sekitar tanggul. Sutrisno selanjutnya melihat sesosok tubuh berada di aliran sungai dalam posisi telungkup dan segera menghubungi Layanan Polisi 110 untuk melaporkan penemuan tersebut.

Informasi dari masyarakat tersebut segera ditindaklanjuti personel Polsek Kapetakan dengan mendatangi lokasi. Petugas kemudian melakukan pengecekan TKP, meminta keterangan saksi, mengamankan lokasi serta berkoordinasi dengan unsur terkait untuk proses penanganan dan evakuasi jenazah.

Saksi Wawan alias Godeg, 40 tahun, perangkat Desa Surakulon/juragan, beralamat di Blok Sabtu RT 003 RW 006, Desa Suranenggala Kulon, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, turut memberikan keterangan kepada petugas mengenai informasi awal penemuan jenazah tersebut.

Kapolsek Kapetakan AKP Rudiana, S.H., M.H., C.P.H.R., bersama personel Polsek Kapetakan, Tim Inafis dan Pamapta 1 Polres Cirebon Kota kemudian melakukan pengecekan serta olah TKP. Jenazah dievakuasi dari aliran sungai dengan dibantu warga sekitar untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka.

Dari keterangan pihak keluarga, korban diketahui berangkat mencari ikan pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB dengan membawa jaring ikan menggunakan sepeda motor. Hingga sekitar pukul 19.00 WIB korban belum kembali, sehingga pihak keluarga melakukan pencarian di sejumlah lokasi sungai sebelum akhirnya menerima informasi bahwa korban telah ditemukan meninggal dunia.

Sekitar pukul 20.20 WIB, jenazah berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah duka. Berdasarkan keterangan pihak Puskesmas Kapetakan, korban diduga meninggal dunia akibat terlalu banyak kemasukan air, sementara pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum luar maupun autopsi yang dituangkan dalam surat pernyataan.

Kapolsek Kapetakan mengatakan, penanganan dilakukan setelah pihaknya menerima informasi masyarakat melalui Layanan Polisi 110 dan langsung menerjunkan personel untuk melakukan pengecekan serta penanganan di lokasi. “Kami mengapresiasi respons masyarakat yang segera menghubungi Layanan Polisi 110 sehingga informasi penemuan jenazah dapat dengan cepat diterima dan ditindaklanjuti oleh personel kepolisian,” ujar AKP Rudiana.

“Setiap informasi dari masyarakat sangat penting bagi kepolisian, terutama dalam kondisi darurat. Kami mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi Layanan Polisi 110 apabila menemukan kejadian yang membutuhkan kehadiran dan penanganan kepolisian,” tutupnya.
(Wak Diding)

Tegas, Pemkab Pekalongan Bentuk Satgas dan Larang Pungli di PRK 2026

Plt Bupati Pekalongan Sukirman saat memberikan sambutan pembukaan PRK 2026 di Taman Boulevard Kajen, Selasa (25/8/2026).

PEKALONGAN, FOKUSDIALOG.COM – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan komitmennya memberantas praktik pungutan liar (pungli) dalam pelaksanaan Pekan Raya Kajen (PRK) 2026. Penegasan itu disampaikan langsung oleh Plt Bupati Pekalongan Sukirman saat membuka PRK 2026 di Taman Boulevard Kajen, Selasa sore (25/8/2026).

"Saya bertekad memperbaiki aturan main. PRK hari ini tidak ada lagi pungli, pungutan di luar tarif resmi, pungutan di luar peraturan daerah yang ada," tegas Sukirman di hadapan pedagang, unsur Forkopimda, dan kepala OPD.

Untuk memastikan hal itu, Pemkab Pekalongan telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus. Satgas ini bertugas mengawasi pelaksanaan PRK dan menjadi tempat pengaduan bagi pedagang yang menemukan pungutan tidak resmi.

"Tim kabupaten sudah membentuk satgas, jika ada pungli silakan lapor ke satgas. Ini dilakukan agar pelaku UMKM bisa terus berkembang tanpa beban retribusi yang berlebihan," tandasnya.

PRK Jadi Ruang Penguatan UMKM

Sukirman menekankan PRK 2026 bukan sekadar agenda seremonial dan hiburan rakyat. Event tahunan ini harus menjadi ruang nyata bagi pelaku UMKM Kabupaten Pekalongan untuk memperluas pasar dan meningkatkan omzet.

Ia pun menitipkan tugas kepada Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja untuk terus menata serta menghidupkan sentra-sentra UMKM di berbagai wilayah, seperti di Kajen, Wonopringgo, Kedungwuni, Kesesi, dan daerah lainnya.

"Semoga semuanya laris manis, dan masyarakat daya belinya meningkat," harapnya.

Hal senada disampaikan Plt Kepala Disperindag, Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan, Siti Masruroh. Ia menyebut PRK 2026 digelar selama lima hari, mulai 25 hingga 30 Agustus 2026, untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404.

"PRK 2026 juga menjadi wadah integrasi pameran pelayanan publik, promosi produk unggulan, budaya, serta penguatan kemandirian ekonomi kerakyatan," terang Siti.

Tinjau Stan dan Kampanyekan Integritas

Usai membuka acara, Sukirman bersama Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar dan jajaran Forkopimda meninjau sejumlah stan peserta.

Di stan Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan, Sukirman menjadi saksi akad nikah pasangan pengantin. Selama PRK berlangsung, stan Kemenag juga membuka layanan pendaftaran pernikahan.

Selanjutnya, Sukirman mengunjungi stan Inspektorat Daerah Kabupaten Pekalongan. Di sana ia mengikuti permainan integritas "Game Fokus". Dalam permainan tersebut, Sukirman menancapkan mata panah pada kata "sederhana".

Ia menegaskan pentingnya aparatur pemerintah menerapkan gaya hidup sederhana.Dengan penegasan larangan pungli dan penguatan pengawasan, Pemkab Pekalongan menempatkan PRK 2026 tidak hanya sebagai pesta rakyat, tetapi juga sebagai ajang promosi dan pengembangan UMKM yang berlangsung transparan sesuai ketentuan. (Tim/Syamsuri) 

Editor: Adi M

4 Tahun Menanti, Pemkab Banyumas Lanjutkan Pembangunan Jembatan Logawa Tahap 4

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono bersama Anggota DPR RI Yanuar Arif Wibowo melakukan 
peletakan batu pertama Jembatan Logawa tahap 4 di Desa Sunyalangu, Senin (24/8/2026).  

BANYUMAS, FOKUSDIALOG.COM – Setelah empat tahun terhenti, harapan warga Grumbul Cibun, Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas untuk memiliki jembatan permanen kembali menyala. Pemerintah Kabupaten Banyumas resmi melanjutkan pembangunan Jembatan Sungai Logawa ruas Baseh–Sunyalangu melalui tahap keempat, Senin (24/8/2026).

Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, didampingi Anggota DPR RI Yanuar Arif Wibowo dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyumas Kresnawan.

Anggaran Rp7,1 Miliar, Target 5 Bulan.

Kepala Dinas PU Banyumas Kresnawan menjelaskan, pembangunan tahap keempat ini merupakan lanjutan pekerjaan konstruksi yang didukung bantuan dari pemerintah pusat.

“Kami ucapkan terima kasih, Pak Yanuar yang telah ikut mengawal kegiatan ini sehingga dapatkan bantuan dari pemerintah pusat senilai sekitar Rp5 miliar,” ungkap Kresnawan.

Selain bantuan pusat, Pemkab Banyumas juga menggelontorkan dana dari APBD sebesar Rp2,1 miliar.

“Bantuan dari pemerintah pusat melengkapi itu. Kami berharap bahwa pekerjaan ini tidak selesai. Ada tahapan berikutnya yaitu meneruskan jalan yang di seberang jembatan,” tuturnya.

Jembatan permanen yang dibangun memiliki panjang 60 meter dan lebar 8 meter. Target pengerjaan ditetapkan selama 5 bulan.

Akses Vital Warga Grumbul Cibun

Bagi warga Grumbul Cibun, jembatan ini merupakan urat nadi mobilitas. Wartun, warga RT 8 Grumbul Cibun, menuturkan pembangunan ini sudah dinanti sejak selesainya tahap tiga pada akhir 2022.

“Sebelum ada jembatan gantung pada tahun 2004, kami menyebrang lewat sungai,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberadaan jembatan sangat menentukan aktivitas warga. Saat proses pembangunan sebelumnya, akses sempat terputus total.

“Waktu dulu ada pekerjaan di jembatan ini, kita engga bisa kemana-mana. Ke pasar harus jalan ke Sokawera. Jauh banget,” katanya.

Rencana Lanjutan dan Dukungan Warga

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan komitmen Pemkab untuk menuntaskan konektivitas di ruas tersebut. Setelah jembatan, fokus berikutnya adalah pembangunan jalan di seberang jembatan.

“Kalau tahun 2027 sepertinya agak susah. Mudah-mudahan nanti 2028 bisa jalan,” ujar Sadewo.

Ia juga mengapresiasi dukungan warga terkait pembebasan lahan untuk pelebaran jalan.

“Saya tadi menanyakan kepada warga terkait lahan mereka, mereka siap tanpa meminta ganti rugi,” ucapnya.

Saat ini, dengan kondisi akses yang ada, jembatan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. Dengan rampungnya tahap empat ini, Pemkab berharap mobilitas dan perekonomian warga Grumbul Cibun semakin lancar. 

Pembangunan ini sekaligus menjadi bukti keseriusan Pemkab Banyumas dalam memperkuat infrastruktur penunjang ekonomi kerakyatan di wilayah kecamatan. (Tim/Syamsuri) 

Editor: Adi M