Pancasila Pengikat Bangsa! Bupati Kuningan: Rongrongan Terhadap NKRI Sangat Terasa

Berita Terkini

Kapolres Kuningan Berikan Kuliah Umum kepada Mahasiswa Baru Universitas Kuningan

Kuningan, Fokus Dialog@com.--  Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara S.I.K., M.H. memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru U...

Postingan Populer

Jumat, 02 Oktober 2026

Pancasila Pengikat Bangsa! Bupati Kuningan: Rongrongan Terhadap NKRI Sangat Terasa




KUNINGAN,
FOKUSDIALOG.COM.

Di tengah berbagai tantangan yang dapat menguji persatuan bangsa, Pancasila kembali diingatkan sebagai pengikat yang menjaga Indonesia tetap berdiri dalam satu kesatuan.

Pesan kuat itu mengemuka dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kabupaten Kuningan Tahun 2026 yang dipimpin langsung Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., pada Kamis (1/10/2026).

Upacara berlangsung khidmat di halaman Setda. Hadir lengkap Wakil Bupati Kuningan, Sekretaris Daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala SKPD, camat, pejabat di lingkungan Sekretariat Daerah, Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan beserta jajaran, Ketua Dharma Wanita Persatuan, serta para pimpinan BUMD.

Tahun ini, peringatan mengusung tema nasional “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.


Bupati Dian bertindak sebagai Inspektur Upacara. Salah satu momen paling penting adalah pembacaan Ikrar Kesaktian Pancasila atas nama Ketua DPR RI Puan Maharani.

Ikrar tersebut menegaskan tekad bulat bangsa Indonesia untuk mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan dalam membangun kebersamaan, memperjuangkan kebenaran dan keadilan, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Peringatan ini juga menjadi momentum untuk mengenang pengorbanan para Pahlawan Revolusi dalam peristiwa G30S/PKI 30 September 1965.

Bagi Bupati Dian, Hari Kesaktian Pancasila tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan.

“Peringatan Kesaktian Pancasila bagi kita tidak hanya sekadar upacara seremonial semata. Terkandung di dalamnya apa memberikan warning, memberikan semangat juga kepada kita bahwa Pancasila adalah pengikat,” ujar Bupati Dian usai upacara.

Menurutnya, Pancasila adalah pengikat secara batiniah dan lahiriah yang memastikan NKRI tetap bersatu di tengah keberagaman.

“Sebagai pengikat secara batiniah, secara lahiriah, bagaimana terus Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap bersatu,” katanya.

Bupati Dian mengingatkan, menjaga Pancasila dan NKRI adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Ia menilai tantangan terhadap persatuan saat ini hadir dalam berbagai bentuk, baik yang terlihat maupun tidak terlihat.

“Saya melihat rongrongan terhadap NKRI, rongrongan terhadap Pancasila, baik secara kasat mata maupun tidak kasat mata, ini sangat terasa,” ungkapnya.

Karena itu, momentum 1 Oktober menjadi sangat esensial untuk kembali menyadarkan masyarakat tentang posisi Pancasila.

“Momentum Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan kembali bahwa Pancasila betul-betul adalah sesuatu yang esensial bagi kehidupan kita untuk berbangsa dan bernegara,” tutur Bupati.

Bupati menegaskan, penghormatan kepada Pancasila dan para pahlawan tidak cukup hanya melalui upacara. Nilai-nilainya harus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.Yakni melalui sikap saling menghargai perbedaan, menjaga persaudaraan, memperkuat gotong royong, serta menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Pancasila bukan sekadar untuk dihafalkan, tetapi untuk dijaga, dihayati, dan diamalkan agar persatuan Indonesia tetap kokoh selamanya. (Kom/Angga P)

Terkini