
Budi selaku Direktur PT Bhakti Artha Mulya Kuningan, fokusdialog.com - PT Bhakti Artha Mulya memberikan tanggapan atas laporan dugaan pema...

Cirebon, Fokus Dialog@com.--
Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M. menegaskan dukungannya terhadap program penataan kawasan Kali Sukalila yang menjadi salah satu proyek strategis Pemerintah Kota Cirebon. Komitmen tersebut disampaikan saat mendampingi Wali Kota Cirebon Effendi Edo meninjau progres pembangunan kawasan Kali Sukalila, Kamis (30/7/2026), usai kegiatan silaturahmi di Rumah Dinas Wali Kota Cirebon.
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan yang saat ini tengah dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Hingga akhir Juli 2026, progres pembangunan Segmen 1 telah mencapai lebih dari 50 persen dan ditargetkan selesai pada penghujung tahun sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai ruang publik yang aman dan nyaman.
AKBP Bimantoro Kurniawan menyampaikan bahwa Polres Cirebon Kota siap mendukung setiap program pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, pembangunan kawasan publik harus diiringi dengan penguatan aspek keamanan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan rasa aman dan nyaman.
Ia menilai penataan Kali Sukalila tidak hanya mempercantik wajah Kota Cirebon, tetapi juga berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi, pariwisata, serta interaksi sosial masyarakat. Oleh karena itu, Polres Cirebon Kota akan terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Cirebon dan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.
Kapolres menegaskan bahwa dukungan kepolisian terhadap pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui pengamanan kegiatan, tetapi juga dengan membangun koordinasi yang baik bersama pemerintah daerah agar setiap tahapan proyek dapat berjalan lancar, tertib, dan sesuai harapan masyarakat.
Menurut AKBP Bimantoro Kurniawan, keberhasilan pembangunan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Karena itu, Polres Cirebon Kota berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal berbagai program yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kawasan Kali Sukalila direncanakan menjadi ruang publik terpadu yang dilengkapi jalur pedestrian, jogging track, taman, serta penataan lingkungan sungai. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu menghadirkan kawasan yang lebih tertata, nyaman, dan menjadi salah satu ikon baru Kota Cirebon.
Sinergi antara Polres Cirebon Kota dan Pemerintah Kota Cirebon diharapkan semakin memperkuat pelaksanaan berbagai program pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, pembangunan dapat berjalan optimal sekaligus memberikan rasa aman bagi warga.
Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengatakan, Polres Cirebon Kota mendukung penuh program pembangunan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi yang erat antara kepolisian dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk mewujudkan pembangunan yang aman, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Cirebon.
(Wak Diding)
CIREBON – Pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 119 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik memperkuat tata kelola penyaluran dan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebagai bagian dari DAK Nonfisik.
Regulasi tersebut mengatur proses pengelolaan Dana BOS mulai dari tahap perencanaan, pengalokasian, penyaluran, pelaporan, pemantauan, hingga evaluasi. Tujuannya adalah meningkatkan efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas penggunaan anggaran di satuan pendidikan.
Dalam PMK tersebut ditegaskan bahwa Dana BOS merupakan bagian dari Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) yang penggunaannya harus sesuai dengan petunjuk teknis dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Terkait tindak lanjut hasil pemeriksaan, Nani Nur'aini, ST dari Tim Irban 2 Inspektorat Kabupaten Cirebon, saat ditemui awak media di Kantor Inspektorat Kabupaten Cirebon, Kamis (23/7/2026), menyampaikan bahwa regulasi terbaru diharapkan semakin memperkuat tata kelola keuangan daerah, termasuk dalam pengelolaan Dana BOS.
"Insyaallah ke depannya, dengan diberlakukannya PMK Nomor 119 Tahun 2025 tentang Pengelolaan DAK Nonfisik, termasuk Dana BOS, pengelolaan hasil temuan pemeriksaan akan semakin tertib. Dana yang telah dikembalikan belum tentu otomatis kembali ke rekening sekolah, melainkan mengikuti kebijakan pengelolaan keuangan daerah dan ketentuan transfer pemerintah," ujar Nani.
Menurutnya, setiap temuan hasil pemeriksaan Inspektorat wajib ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. Pengelolaan pengembalian dana dilakukan berdasarkan mekanisme keuangan daerah dan regulasi yang mengaturnya, sehingga tidak serta-merta dapat digunakan kembali oleh satuan pendidikan.
Ia berharap seluruh kepala sekolah dan pengelola Dana BOS semakin cermat dalam mengelola anggaran. Setiap penggunaan dana harus sesuai perencanaan, didukung bukti yang sah, serta dapat dipertanggungjawabkan agar tidak menimbulkan temuan pada saat pemeriksaan.
Dengan adanya PMK Nomor 119 Tahun 2025, pemerintah berharap tata kelola Dana BOS semakin transparan, akuntabel, dan tepat sasaran sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan di seluruh Indonesia, khususnya di Kabupaten Cirebon.
(Cephy)
Cirebon, Fokus Dialog@com.--
Jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Cirebon bersama tim gabungan lintas satuan menggelar operasi razia besar-besaran di sejumlah tempat hiburan malam, Sabtu (17/7/2026). Operasi penindakan tersebut menyasar dua lokasi hiburan di wilayah hukum Polresta Cirebon.
Razia berkala ini dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Polresta Cirebon Kompol Heri Nurcahyo, S.H., M.H., dengan didampingi Kasi Propam Iptu Hari Wardoyo. Selain itu, razia juga turut melibatkan unsur Polisi Militer yang dihadiri oleh Dansatlak Gakkumwal Dandenpom III/3 Cirebon Lettu Cpm Ujang Dahlan serta Danunit Gakkumwal Dandenpom III/3 Cirebon Lettu Cpm Sutarno, dan lainnya.
Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., menjelaskan, razia kali ini dilaksanakan dalam rangka operasi penanggulangan, pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba, psikotropika, obat keras terbatas (OKT), serta minuman keras (miras) oplosan.
Dalam razia di Coffee Djadoel Karaoke Family dan Apita Village tersebut, petugas gabungan bergerak cepat melakukan pemeriksaan izin edar minuman beralkohol, menyisir seluruh ruangan karaoke secara detail, serta melakukan pemeriksaan fisik berupa tes urine secara mendadak.
"Pemeriksaan urine ini diwajibkan bagi para pengunjung serta pemandu lagu yang berada di lokasi guna mengantisipasi adanya penyalahgunaan zat psikotropika di ruang hiburan. Kegiatan ini demi menegakkan aturan hukum serta mempersempit ruang gerak peredaran zat adiktif berbahaya di tempat hiburan," katanya, Minggu (18/7/2026).
Ia mengatakan, kegiatan tersebut sebagai wujud nyata perlindungan Polri kepada masyarakat demi mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Pihaknya ingin memastikan tempat hiburan malam di wilayah Kabupaten Cirebon bebas dari praktik peredaran gelap narkoba dan penjualan minuman beralkohol ilegal yang tidak berizin.
Dari hasil operasi di lokasi pertama, yakni Coffee Djadoel Karaoke Family, petugas menemukan fakta bahwa manajemen tempat hiburan tersebut tidak mengantongi surat izin penjualan minuman beralkohol yang sah. Di tempat ini, polisi menyita sedikitnya 4 botol minuman beralkohol jenis Asoka.
Sementara di Apita Village, petugas mendapati manajemen telah memiliki kelengkapan surat izin minuman beralkohol untuk Golongan A, B, dan C, serta tidak ditemukan adanya pelanggaran peredaran miras di luar batas izin operasional tersebut.
Pihaknya menerangkan bahwa tim Dokkes Polresta Cirebon telah melakukan skrining tes urine di tempat terhadap 18 orang yang terdiri dari pengunjung dan pemandu lagu dari kedua lokasi. Setelah dilakukan pengujian sampel secara ketat, seluruhnya dinyatakan negatif atau bersih dari konsumsi zat narkoba.
"Penindakan tegas terhadap peredaran miras tanpa izin ini akan terus digencarkan demi meminimalisir potensi kriminalitas dari hulu. Keselamatan masyarakat dari bahaya laten narkotika dan miras ilegal tetap menjadi prioritas paling utama dalam setiap razia cipta kondisi yang kami lakukan," ujarnya.
(Wak Diding)
CIREBON, Fokus Dialog@com.-- Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., melaksanakan kegiatan Sholat Jumat Keliling yang dilanjutkan dengan silaturahmi bersama Pengasuh Pondok Pesantren Al-Khairiyah Cirebon di Masjid Jami' Nurul Huda, Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., Dir Intelkam Polda Jabar Kombes Pol. Sukendar Eka Ristyan Putra, S.I.K., Dir Polairud Polda Jabar Kombes Pol. Edward Indharmawan E.C., S.I.K., M.H., Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., Wakil Bupati Cirebon H. Agus Kurniawan Budiman, Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H., Wakapolres Cirebon Kota Kompol Ari Nugroho, S.I.K., M.Si., para Pejabat Utama Polresta Cirebon, serta Kapolsek Sumber AKP Afandi, S.H., M.H.
Kehadiran Kapolda Jawa Barat beserta rombongan disambut hangat oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Khairiyah Cirebon, Alhabib Miqdad bin Gasim Baharun dan Habib Alwi bin Abdurrahman Al-Habsy. Setelah melaksanakan Sholat Jumat berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.
Pada kesempatan tersebut, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kegiatan Sholat Jumat Keliling merupakan salah satu upaya mempererat hubungan emosional antara Polri dengan para ulama, tokoh agama, pondok pesantren, dan masyarakat.
"Ulama dan pondok pesantren adalah mitra strategis Polri dalam menjaga persatuan dan membangun kesejukan di tengah masyarakat. Melalui silaturahmi seperti ini, kami ingin terus memperkuat kolaborasi untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, serta merawat persatuan melalui semangat Jaga Rawat Jawa Barat. Keamanan bukan hanya tanggung jawab Polri, tetapi tanggung jawab kita bersama," ujar Irjen Pol. Pipit Rismanto.
Sementara itu, Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kedekatan Polri dengan ulama dan masyarakat serta menjadi penguat sinergitas dalam menjaga kondusivitas wilayah.
"Kunjungan dan silaturahmi Bapak Kapolda Jawa Barat menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sinergitas antara Polri, ulama, pondok pesantren, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif, khususnya di wilayah hukum Polresta Cirebon," kata Kombes Pol. Imara Utama.
Ia menambahkan, Polresta Cirebon akan terus mendukung kebijakan dan program Polda Jawa Barat dengan memperkuat kemitraan bersama seluruh elemen masyarakat melalui pendekatan yang humanis, dialogis, dan Presisi, sehingga kehadiran Polri benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar serta menjadi wujud komitmen Polda Jawa Barat bersama Polresta Cirebon dalam membangun komunikasi yang harmonis dengan para ulama dan pondok pesantren sebagai mitra strategis untuk mewujudkan Jawa Barat yang aman, damai, dan semakin solid.
(Wak Diding)
CIREBON – SMP Negeri 3 Sumber, Kabupaten Cirebon, terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas, aman, dan nyaman bagi peserta didik baru. Hal tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah, yang berlangsung dengan mengedepankan nilai-nilai edukatif, inklusif, dan menyenangkan.
Sebagai sekolah yang telah menyandang predikat Sekolah Adiwiyata dan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), SMP Negeri 3 Sumber tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah kepada para siswa baru, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, pembentukan karakter, serta pemahaman mengenai isu-isu kependudukan sejak dini.
Kepala SMP Negeri 3 Sumber, Nani Sariningsih. S. Pd,M.M, mengatakan bahwa kegiatan MPLS Ramah dirancang agar peserta didik dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah tanpa adanya perundungan maupun tindakan yang bersifat intimidatif.
"Melalui MPLS Ramah ini kami berharap peserta didik baru dapat mengenal lingkungan sekolah dengan baik, merasa nyaman, serta semakin termotivasi untuk belajar dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan semangat belajar dan membentuk karakter siswa yang disiplin, peduli lingkungan, serta memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan kependudukan," ujar Nani.
Selama pelaksanaan MPLS, para siswa mengikuti berbagai kegiatan edukatif, mulai dari pengenalan budaya sekolah, tata tertib, wawasan kebangsaan, pendidikan karakter, gerakan peduli lingkungan, hingga materi mengenai kependudukan yang disampaikan secara interaktif.
Dengan semangat kolaborasi antara guru, tenaga kependidikan, dan seluruh warga sekolah, SMP Negeri 3 Sumber optimistis mampu mencetak generasi yang berprestasi, berakhlak mulia, peduli lingkungan, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Keberhasilan penyelenggaraan MPLS Ramah ini sekaligus menjadi bukti bahwa SMP Negeri 3 Sumber terus berinovasi dalam menghadirkan pendidikan yang humanis, berkualitas, dan selaras dengan visi sekolah untuk menciptakan peserta didik yang unggul, berkarakter, dan berwawasan lingkungan.
(Cephy)
Cirebon, Fokus Dialog@com.--
Dalam rangka memperingati hari ulang tahun koperasi yang ke 79 yang dilaksanakan tgl 13 Juli 2026 Koperasi Karyawan PLN Sektor Cirebon "Pelita Sejahtera" yang beralamat di jalan Brigjen Dharsono by pass kota Cirebon menghadiri acara ulang tahun koperasi di Balai Kota Cirebon
Turut hadir di acara itu ketua koperasi karyawan PLN "Pelita Sejahtera" Ibu Angela Leonara Samosir. Sekertaris Bpk Wiranto, Bendahara Bpk Khaerudin yang akrab di sapa Bro Yayoen di dalam keseharianya juga turut hadir Ketua Badan Pemeriksa Bpk Tolib Hadi.
Didalam acara itu Wali kota Cirebon Bpk Effendi Edo, S. A. P.,M.Si. yang di dampingi sekda Bpk Dr. H. Iing Daiman, S.IP., M. Si.
Dalam diskudi itu yang di hadiri seluruh koperasi yang berada di kota Cirebon.
Wali kota Cirebon membahas permasalahan koperasi yang ada di kota Cirebon
Di akhir acara Wali kota Cirebon menekankan kepada semua koperasi agar bisa meningkatkan ekonomi nasional, tutupnya. -
(Wak Diding)
Cirebon, Fokus Dialog@com.--
Silaturahmi group guyub SMP pgri 81dilakukan secara sederhana di cafe Say Ya di jln Pembangunan kota Cirebomn.
Acara di buka dengan sambutan oleh Bro Yayoen yang mewakili ketua guyub yang berhalangan hadir.
Saya haturkan banyak Terima kasih kepada panitia penyelenggara Ibu Haji Wiwi, Bunda Lastri, Bro Wawan yang begitu semangat hingga terlaksananya acara ini. Pada intinya pertemuan kali ini untuk tetap menjaga dan mempererat tali silaturahmi untuk semua guyub PGRI 81Aamiin yaa mujabassiin
Ke 2 acara ini berlangsung di suasana duka di saat acara menjelang berlangsung kehilangan sahabat kita Evie Sopiah sore hari kemarin meninggal dunia padahal sebelumnya sudah siap hadir, tp Allah berkehendak lain..
Tapi karena sudah booking tempat acara tetap belangsung secara sederhana.. tidak lupa mari kita berdoa semoga kawan kita teman" kita orang tua kita guru" Kita yang sudah mendahului kita semoga husnul khotimah, ujarnya
(Wak Diding)
Cirebon, Fokus Dialog@com.--
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Cirebon menunjukkan taringnya dalam memberantas berbagai tindak kejahatan di Kabupaten Cirebon. Sepanjang periode Juni 2026, Polresta Cirebon berhasil mengungkap total 9 kasus tindak pidana dan meringkus 10 tersangka.
Seluruh hasil capaian operasi penegakan hukum tersebut dipaparkan langsung dalam kegiatan konferensi pers yang dipimpin oleh Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., dengan didampingi Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H., di Aula Vicon Mapolresta Cirebon, pada Senin (29/6/2026).
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol. Imara Utama, menjelaskan, dari total sepuluh tersangka yang diamankan, rincian kasusnya didominasi tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) roda dua sebanyak 5 kasus dengan 6 tersangka.
Selain itu, petugas juga berhasil mengungkap 2 kasus kekerasan seksual dengan 2 tersangka, 1 kasus penipuan dan penggelapan dengan 1 tersangka, serta 1 kasus kebiasaan membeli barang dengan tidak melunaskan pembayaran sama sekali yang menjerat 1 orang tersangka.
"Pada klaster kasus curanmor, kasus pertama menjerat tersangka berinisial IA yang nekat mencongkel jendela rumah warga di wilayah Kecamatan Pabuaran, menggunakan obeng untuk menggasak sepeda motor, uang tunai Rp 8 juta, dan menguras saldo ATM korban sebesar 2,1 juta rupiah," katanya.
Ia mengatakan, kasus curanmor kedua terjadi di warung pinggir jalan di wilayah Kecamatan Pabuaran. Saat itu, dua tersangka MN dan MH berkomplot menggasak sepeda motor setelah mencuri kuncinya dari etalase saat pemilik warung tertidur.
Dalam kasus ketiga berhasil digagalkan oleh warga di area pesawahan wilayah Kecamatan Greged. Saat itu, tersangka DA tepergok mendorong motor Honda Supra X 125 milik petani.
Dua kasus curanmor lainnya merupakan pengungkapan kasus lama bermodus merusak kunci kontak dan memanfaatkan pintu rumah yang tidak terkunci, masing-masing menjerat tersangka AP di Kecamatan Plered, serta tersangka LA di Kecamatan Talun.
"Para tersangka kasus curanmor dijerat dengan Pasal 477 UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP," ujarnya.
Sementara itu, pada klaster kasus kekerasan seksual, Satreskrim Polresta Cirebon berhasil mengamankan tersangka SKT di sebuah rumah kontrakan kawasan Kecamatan Sumber. Tersangka SKT ditangkap setelah tepergok merekam dua orang perempuan tetangga kontrakannya yang sedang mandi secara diam-diam melalui celah ventilasi udara menggunakan kamera ponsel pintarnya.
Kasus kekerasan seksual kedua menjerat tersangka RM di wilayah Kecamatan Sumber, karena terbukti melakukan pelecehan fisik secara paksa di sebuah gang terhadap seorang perempuan yang sedang berjalan pulang.
"Tersangka SKT dijerat Undang-Undang Pornografi dan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), sedangkan tersangka RM dijerat Pasal 415 dan 417 UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP," jelasnya.
Tak berhenti di situ, petugas juga menuntaskan kasus penipuan berkedok penyaluran tenaga kerja ke luar negeri yang menjerat mantan pimpinan lembaga pelatihan kerja berinisial MS di Desa Pabuaran Lor. Tersangka MS terbukti menipu para korbannya dengan menjanjikan kontrak kerja di negara Turki dan menguras uang mereka melalui beberapa kwitansi, namun janji tersebut tidak pernah terealisasi.
Di tempat terpisah, Satreskrim juga menahan tersangka AS dalam kasus kebiasaan membeli barang tanpa melunaskan sama sekali. Tersangka AS terbukti melakukan penipuan dalam transaksi jual beli bawang merah dan bibit bawang di wilayah Pangenan dan Gebang senilai total ratusan juta rupiah, di mana pelaku memberikan jaminan dokumen palsu dan mengingkari surat kesepakatan cicilan hutang yang telah dibuatnya.
"Saat ini, seluruh tersangka mendekam di sel tahanan demi mempertanggungjawabkan perbuatannya, dan kami berjanji akan terus meningkatkan patroli serta penindakan tegas demi menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Cirebon," pungkasnya.
Kapolresta Cirebon juga mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan, mengamankan kendaraan maupun barang berharganya, serta tidak mudah percaya terhadap berbagai modus penipuan yang menjanjikan keuntungan atau pekerjaan secara instan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila mengetahui atau menjadi korban tindak pidana melalui kantor kepolisian terdekat atau menghubungi Hotline Polri 110 yang siap melayani pengaduan masyarakat selama 24 jam.
Melalui pengungkapan berbagai kasus tersebut, Polresta Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menghadirkan penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan.
(Wak Diding)
CIREBON, Fokus Dialog@com.-- Dugaan penghinaan terhadap profesi Wartawan kembali terjadi, kali ini diduga dilakukan oleh seorang ketua RT di Kelurahan Drajat, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon melalui status WhatsApp. Hal tersebut kini ramai diperbincangkan hingga memancing banyak reaksi khususnya dari kalangan pewarta.
Awalnya, beberapa wartawan hendak melakukan investigasi ke salah satu proyek BBWS Sungai yang ada di wilayah Kelurahan Drajat, tidak adanya penanggung jawab di lokasi akhirnya membuat para wartawan ini melayangkan surat Audiensi kepada BBWS guna mencari informasi atas pekerjaan tersebut.
Tak lama setelah surat tersebut disampaikan, koordinator Audiensi di hubungi oleh AP yang mengaku sebagai Ketua RT 03 Kelurahan Drajat. Tak hanya koordinator, AP juga diketahui menghubungi beberapa wartawan yang pernah mendatangi proyek tersebut. Menurut Pengakuan dari para wartawan yang berkomunikasi dengan AP, beberapa mengkonfirmasikan bahwa adanya perkataan yang intimidatif dari AP, hingga akhirnya muncul status WhatsApp yang diduga menghina profesi wartawan tersebut.
Menanggapi itu, Aktivis muda yang juga merupakan seorang Jurnalis, Arsy Al Banzary mengecam hal tersebut, menurutnya, apa yang di sampaikan AP dalam status WhatsAppnya merupakan suatu statement yang merendahkan profesi wartawan.
"Saya mengecam keras statement tersebut, jelas disitu dia mengatakan Wartawan Bodrex, merendahkan wartawan dan membandingkannya dengan pengamen." tegasnya, (28/06/2026).
Lebih lanjut, Arsy yang juga merupakan Ketua Harian Bikers Journalist Indonesia mempertanyakan apa korelasi antara BBWS dan AP selaku Ketua RT tersebut.
"Rekan-rekan ini kan menyampaikan surat ke BBWS, lalu tiba-tiba dihubungi oleh AP, ini yang menjadi pertanyaan, apa korelasi AP ini dengan proyek tersebut?, lalu, tau dari mana RT itu ada surat masuk ke BBWS?, " kata Arsy.
Lebih Lanjut, Arsy menyampaikan kalau pihaknya akan mengkaji perkara tersebut lebih dalam, ia juga menegaskan kalau nanti ditemukan unsur-unsur melawan hukum, pihaknya tidak segan untuk membawa hal tersebut ke aparat penegak hukum.
"Nanti akan kita kaji lebih dalam lagi ya, dan kalau nanti ditemukan unsur-unsur melawan hukum, tentu akan kami serahkan ke APH untuk tindak lanjut kedepannya." tutupnya.
(Wak Diding)
Memasuki usia ke-599 tahun, Kota Cirebon tidak hanya merayakan perjalanan panjang sejarahnya, tetapi juga menegaskan komitmen untuk terus bergerak maju menghadapi berbagai tantangan zaman. Dalam amanatnya, Wali Kota menegaskan bahwa usia hampir enam abad merupakan refleksi dari ketahanan sosial, kekayaan budaya, serta kemampuan masyarakat Cirebon untuk terus beradaptasi dan berkembang.
Wali Kota menyampaikan, tahun ini merupakan tahun kedua dirinya bersama Wakil Wali Kota, Siti Farida Rosmawati, mengemban amanah memimpin Kota Cirebon. Dalam perjalanan tersebut, keduanya menyadari bahwa pembangunan kota tidak dapat dilakukan dengan pola kerja biasa, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat dari seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, tema Hari Jadi Cirebon ke-599, "Manunggal Winangun Caruban", dipilih bukan sekadar sebagai slogan peringatan, melainkan sebagai arah gerak pembangunan kota. Tema tersebut mengandung makna persatuan dalam membangun, sekaligus merefleksikan identitas Cirebon sebagai kota yang sejak dahulu menjadi ruang pertemuan berbagai budaya.
Menurut Wali Kota, nilai Caruban yang melekat dalam sejarah Kota Cirebon merupakan modal sosial yang sangat berharga. Perpaduan budaya Jawa, Sunda, Arab, Tionghoa, dan budaya pesisir telah membentuk karakter masyarakat yang terbuka, inklusif, dan mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.
"Manunggal menuntut persatuan, Winangun berarti membangun, dan Caruban adalah identitas asli kita sebagai kota yang lahir dari peleburan berbagai unsur budaya. Dalam tata kelola pemerintahan hari ini, Manunggal Winangun Caruban bermakna kolaborasi mutlak," tegasnya.
Ia menambahkan, pembangunan Kota Cirebon hanya dapat berhasil apabila seluruh komponen bergerak dalam satu tujuan yang sama. Pemerintah, DPRD, aparat penegak hukum, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga masyarakat di tingkat lingkungan harus menjadi satu kekuatan yang saling mendukung.
"Ketika kita berbicara tentang kemajuan Kota Cirebon, kita berbicara tentang gerak serentak. Tidak boleh ada ego sektoral. Semua harus menjadi bagian dari mesin penggerak pembangunan," katanya.
Semangat kolaborasi tersebut, lanjut Wali Kota, telah menghasilkan berbagai capaian penting yang berhasil diraih Kota Cirebon sepanjang tahun 2026. Berbagai penghargaan dan prestasi yang diperoleh bukan sekadar pengakuan administratif, melainkan indikator bahwa kebijakan yang dijalankan telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Salah satu capaian yang membanggakan adalah keberhasilan Kota Cirebon meraih Penghargaan Terbaik Pertama Kategori Pengendalian Inflasi Daerah Tingkat Kota se-Jawa dan Bali dari Kementerian Dalam Negeri. Prestasi ini menunjukkan keberhasilan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta melindungi daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang dinamis.
Selain itu, Pemerintah Kota Cirebon juga kembali menerima Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat untuk yang ke-10 kalinya secara berturut-turut. Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi pemerintah dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah selama satu dekade terakhir.
Di bidang kependudukan, Kota Cirebon memperoleh Penghargaan Capaian Rumah Data Kependudukan Paripurna di atas 100 persen dari BKKBN Provinsi Jawa Barat. Penghargaan ini memperkuat fondasi pembangunan berbasis data sehingga berbagai program pemerintah dapat disusun secara lebih tepat sasaran dan efektif.
Sementara itu, di sektor kesehatan, Pemerintah Kota Cirebon menerima Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 dari Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan Republik Indonesia. Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa akses layanan kesehatan bagi masyarakat terus diperluas dan semakin merata melalui kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional yang telah melampaui standar nasional.
Menurut Wali Kota, seluruh capaian tersebut tidak mungkin diraih tanpa keterlibatan aktif berbagai pihak. Keberhasilan pengendalian inflasi, tata kelola pemerintahan yang akuntabel, penyediaan data kependudukan yang akurat, hingga perlindungan kesehatan masyarakat merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen Kota Cirebon.
"Deretan capaian tersebut adalah produk dari Manunggal Winangun Caruban. Inflasi tidak bisa ditekan tanpa kerja sama pedagang pasar, Satgas Pangan dan TPID. WTP tidak bisa diraih tanpa pengawasan DPRD. Pendataan tidak akan tuntas tanpa partisipasi aktif warga," ungkapnya.
Menjelang usia 600 tahun pada tahun mendatang, Wali Kota mengingatkan bahwa tantangan pembangunan akan semakin kompleks. Mulai dari penataan ruang kota, penciptaan lapangan kerja, penyediaan fasilitas publik yang berkeadilan, hingga peningkatan kualitas lingkungan hidup membutuhkan respons yang cepat, inovatif, dan terukur.
"Saya tegaskan, Pemerintah Kota Cirebon akan terus membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Mari kita buktikan bahwa peleburan budaya yang menjadi akar sejarah Caruban kini telah bertransformasi menjadi peleburan gagasan dan tindakan untuk membangun Kota Cirebon yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan," tuturnya.
Menutup amanatnya, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat yang selama ini telah bersama-sama menjaga semangat pembangunan Kota Cirebon.
"Mari kita melangkah menuju enam abad Cirebon dengan kepala tegak dan optimisme. Mari melanjutkan karya pengabdian untuk Cirebon," pungkasnya. sumber kominfo kota cirebon.
(M. Toip)
Secara umum Cirebon cerah berawan. Kota Cirebon minim potensi hujan. Sementara Kabupaten Cirebon berpeluang diguyur hujan ringan sore hari, terutama di wilayah yang dekat dataran tinggi atau lereng Gunung Ciremai. Kecepatan angin terpantau lambat hingga sedang.
Prakiraan berlaku untuk esok hari, Rabu 10 Juni 2026, mulai pagi hingga dini hari. Mencakup seluruh wilayah Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon. Untuk hujan ringan hanya berpotensi di beberapa titik wilayah kabupaten bagian selatan mendekati pegunungan.
Kondisi atmosfer wilayah Cirebon esok hari stabil dengan awan tipis mendominasi. Hujan lokal sore hari di kabupaten dipicu udara hangat siang hari yang naik ke dataran tinggi Gunung Ciremai, lalu terkondensasi menjadi awan hujan.
Pengguna jalan dan warga di kecamatan wilayah selatan Kabupaten Cirebon seperti Pasaleman, Losari, Waled, hingga sekitar lereng Ciremai disarankan membawa jas hujan/payung jika beraktivitas sore hari. Untuk warga Kota Cirebon, cuaca relatif aman tanpa gangguan hujan signifikan.
Wilayah Kota Cirebon:
1. Pagi: Cerah berawan merata, suhu 24°C - 30°C. Cocok untuk aktivitas luar ruang.
2. Siang: Cerah, suhu maksimal 32°C - 33°C. Terik, jangan lupa gunakan tabir surya.
3. Malam: Cerah berawan hingga berawan tebal menjelang dini hari, suhu turun ke 25°C.
4. Hujan: Persentase hujan sangat minim, hampir tidak ada.
Wilayah Kabupaten Cirebon :
1. Pagi: Berawan tebal di beberapa kecamatan, lalu berangsur cerah berawan menjelang siang.
2. Siang: Cerah berawan, suhu maksimal 31°C - 32°C, sedikit lebih sejuk dari kota.
3. Sore: Potensi hujan ringan bersifat lokal, terutama di wilayah mendekati dataran tinggi/lereng Gunung Ciremai.
4. Malam: Kembali berawan, suhu 23°C - 25°C.
BMKG mengimbau masyarakat memantau update prakiraan cuaca secara berkala karena kondisi lokal bisa berubah cepat, terutama untuk wilayah kabupaten yang berbatasan dengan pegunungan.
Editor: Adi Mukti.
Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama Badan Pusat Statistik BPS
Kabupaten Cirebon resmi mencanangkan Program Desa Cinta Statistik atau Desa
Cantik Tahun 2026. Pencanangan berlangsung di Ruang Paseban Setda Kabupaten
Cirebon, Selasa 12 Mei 2026.
Langkah ini diambil untuk memperkuat tata kelola data di tingkat desa
agar setiap program pembangunan bisa lebih tepat sasaran dan menjawab kebutuhan
masyarakat secara riil.
Bupati Cirebon, Imron, menegaskan bahwa data valid menjadi fondasi
utama dalam menyusun kebijakan. Menurutnya, desa harus memiliki data yang
akurat agar potensi dan kebutuhan warganya bisa dipetakan dengan tepat.
“Karena kita membangun itu harus berdasarkan data yang valid. Kalau
datanya tidak valid, program nantinya tidak tepat sasaran,” kata Imron dalam
sambutannya.
Ia berharap kolaborasi dengan BPS terus diperluas hingga menjangkau
desa-desa lain di Kabupaten Cirebon. Dengan penguatan data statistik desa,
pemerintah bisa mengetahui sektor mana yang perlu dikembangkan dan bagian mana
yang masih butuh peningkatan.
Lebih jauh, Imron menyebut keberadaan Desa Statistik akan mengubah
posisi desa dalam proses pembangunan. Desa tidak lagi hanya menjadi objek, tapi
bertransformasi menjadi subjek yang berperan aktif menentukan arah kemajuan
masyarakatnya.
“Dengan adanya data Desa Statistik itu, nanti desa bukan sebagai objek
saja, tapi menjadi subjek untuk kemajuan masyarakat,” ujarnya.
Tiga Desa Siap Dibina, Targetkan Lolos Tingkat Nasional
Kepala BPS Kabupaten Cirebon, Januarto Wibowo, menjelaskan Desa Cantik
adalah program nasional BPS yang fokus pada penguatan tata kelola statistik di
tingkat desa. Program ini mencakup pendataan kondisi sanitasi, gizi masyarakat,
akses air minum layak, hingga potensi infrastruktur desa melalui program
Potensi Desa atau Podes.
“Data tersebut nantinya dapat digunakan pemerintah daerah untuk
menyusun kebijakan pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat,” kata
Januarto.
Kabupaten Cirebon sendiri sudah mencatat prestasi lewat Desa
Karangwangun yang meraih juara pertama Desa Cantik tingkat Jawa Barat tahun
lalu.
“Tahun lalu alhamdulillah satu desa di Kabupaten Cirebon, Karangwangun,
juara satu se-Jawa Barat,” ungkapnya.
Untuk tahun ini, tiga desa di Kabupaten Cirebon terpilih masuk program
Desa Cantik 2026. Ketiganya akan dibina dalam pengelolaan data statistik desa
dan dipersiapkan mengikuti penilaian di tingkat provinsi maupun nasional.
Januarto menambahkan, jika sistem data desa sudah berjalan optimal,
proses pengumpulan data ke depan akan jauh lebih efisien.
“Kalau data ada di desa, BPS tidak perlu lagi sensus. Data dari situ
saja, kami tinggal kompilasi,” tuturnya.
Muncul Ide “Dewi Cantik” dan Dorongan Penguatan Ekonomi Lokal
Menariknya, BPS mendorong agar data desa disinkronkan dengan sektor
lain, termasuk pengembangan desa wisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Syukur-syukur desa wisata atau Dewi, kita kawinkan dengan Desa Cantik
jadi Dewi Cantik,” ucap Januarto.
“Nanti PDRB-nya ada di kabupaten terkait pengadaan telur ayam dan peternakan
ayam,” kata Januarto.
Forum
Komunikasi Disabilitas Cirebon FKDC menggelar pelatihan penulisan produk
dokumentasi di Hotel Santika Cirebon, Selasa 12 Mei 2025. Kegiatan ini
bertujuan meningkatkan kapasitas pengurus, anggota, dan pendamping FKDC dalam
menghasilkan dokumentasi yang akurat, sistematis, dan ramah difabel.
Pelatihan
menghadirkan fasilitator dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten
Cirebon serta Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel SIGAB Indonesia. Para
peserta dibekali teknik menulis dokumentasi dengan bahasa inklusif yang
menghargai martabat penyandang disabilitas dan mudah dipahami masyarakat luas.
Melalui
pelatihan ini, FKDC ingin membangun budaya dokumentasi yang lebih terstruktur
sebagai bagian dari tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel.
Produk dokumentasi yang dihasilkan tidak hanya untuk laporan internal, tetapi
juga menjadi materi publikasi media serta arsip organisasi guna memperkuat advokasi
dan kepercayaan publik.
Dokumentasi
Jadi Bukti Perubahan Sosial di Desa
Perwakilan
SIGAB Indonesia, Robandi, menilai banyak praktik baik yang telah dilakukan
komunitas disabilitas di tingkat desa namun belum banyak diketahui publik.
Menurutnya, hal-hal tersebut perlu dipublikasikan lebih luas agar masyarakat
melihat kontribusi nyata penyandang disabilitas.
“Saya
yakin banyak hal-hal baik, banyak usaha-usaha baik yang sudah dilakukan
teman-teman di desa yang harus dipublikasikan, harus ditunjukkan ke orang-orang
bahwa kita sudah melakukan banyak hal baik di desa,” jelasnya.
Robandi
juga menyoroti pentingnya media digital sebagai sarana memperkenalkan gerakan
inklusi. Ia menekankan bahwa dokumentasi yang baik bisa menjadi bukti kuat
perubahan sosial yang terjadi di masyarakat.
“Agar
praktik baik yang sudah ada itu jadi semakin kuat, kemudian punya landasan yang
kuat, bahwa perubahan yang terjadi di desa itu ternyata seperti ini. Nah, itu
suatu hal yang patut diapresiasi,” pungkasnya.
Ubah
Narasi Disabilitas dari Kasihan ke Kontribusi
Perwakilan
FKDC, Oni Jahoni, mengakui selama ini berbagai kegiatan dan capaian organisasi
belum terdokumentasikan secara optimal. Banyak output dan praktik baik yang
dihasilkan, namun sering terlewat karena keterbatasan pemahaman dalam
mendokumentasikan.
“FKDC
itu sangat menyadari bahwa teman-teman banyak sekali kegiatan. Nah, di antara
kegiatan-kegiatan itu, pasti banyak output atau praktik-praktik baik yang sudah
dicapai. Namun, karena keterbatasan pemahaman, kami sering kali terlupakan
untuk mendokumentasikan, baik secara narasi, foto, maupun video,” ujar Oni.
Ia
menegaskan pentingnya mengubah cara pandang masyarakat terhadap disabilitas
melalui dokumentasi yang lebih bermartabat. Narasi yang dibangun harus
menonjolkan kemampuan, kontribusi, dan hasil karya penyandang disabilitas,
bukan rasa kasihan ataupun keterbatasan fisik.
Di
sepanjang perjalanan, hamparan sawah membentang seperti permadani hijau yang
belum selesai ditenun. Sesekali, suara burung liar memecah sunyi. Jalanan kecil
yang melintasi Desa Girinata, Desa Cipanas hingga ke Desa Kedongdong Kidul
perlahan membawa siapa pun menjauh dari hiruk-pikuk kota, menuju sebuah tempat
yang seolah disembunyikan alam dengan sengaja.
Di
balik jalur tracking yang cukup menantang itulah, Curug Ciranca berdiri tenang
di Desa Kedongdong Kidul, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.
Air
Terjun 30 Meter yang Masih Perawan
Air
terjun setinggi sekitar 30 meter itu jatuh deras dari tebing batu yang kokoh
dan gelap. Dari kejauhan, aliran airnya tampak seperti sehelai kain putih
panjang yang dijatuhkan dari langit perbukitan. Percikan airnya membentuk kabut
halus yang beterbangan, membasahi dedaunan liar di sekitarnya.
Tak
ada gemerlap lampu wisata atau deretan bangunan modern di tempat ini. Curug
Ciranca justru memikat karena kesederhanaannya. Alam dibiarkan tumbuh dengan
caranya sendiri. Tebing-tebing batu menjulang tanpa sentuhan berlebihan,
akar-akar pohon menggantung liar, sementara sungai kecil di bawah curug terus
mengalir jernih membelah bebatuan.
Namun
justru di situlah pengalaman itu terasa utuh. Setiap pijakan seperti
mengajarkan cara menikmati perjalanan dengan lebih perlahan. Tak sedikit
pengunjung yang berhenti sejenak hanya untuk mengatur napas sambil memandang
perbukitan hijau yang mengelilingi kawasan tersebut. Ada juga yang sengaja
duduk di batu-batu sungai, membiarkan suara alam mengambil alih percakapan.
Ruang
Istirahat dari Kebisingan Hidup
Curug
Ciranca kini sering disebut sebagai “hidden gem” oleh para pelancong lokal.
Lokasinya yang tersembunyi membuat tempat ini tetap terasa alami. Tidak banyak
perubahan yang menghilangkan karakter aslinya. Airnya pun dikenal sangat segar,
karena berasal langsung dari mata air pegunungan.
Bagi
sebagian orang, Curug Ciranca bukan hanya tempat wisata, melainkan ruang untuk
beristirahat dari kebisingan hidup sehari-hari. Di bawah suara air yang jatuh
tanpa henti, waktu terasa berjalan lebih lambat. Telepon genggam kehilangan
daya tariknya. Orang-orang datang bukan untuk tergesa-gesa, melainkan untuk
diam, mendengar, dan merasakan.
Penjabat
Kuwu Desa Kedongdong Kidul, Nana Surana, mengatakan Curug Ciranca selalu ramai
dikunjungi, terutama saat akhir pekan tiba.
“Setiap
akhir pekan Curug Ciranca ramai dikunjungi pengunjung untuk menikmati keindahan
alamnya,” ujar Nana saat ditemui, Jumat 8 Mei 2026.
Menurut
Nana, banyak pengunjung datang dari berbagai daerah di sekitar Kabupaten
Cirebon untuk menikmati suasana alam yang masih asri. Sebagian besar sengaja
mencari tempat yang jauh dari keramaian wisata modern.
Meski
menawarkan ketenangan, akses menuju curug tetap menjadi perhatian. Jalur
tracking yang alami membuat wisatawan perlu mempersiapkan diri sebelum datang.
“Pengunjung
yang akan ke Curug Ciranca diimbau untuk menggunakan sepatu atau sandal gunung
tracking,” kata Nana.
Saran
itu bukan tanpa alasan. Beberapa jalur dipenuhi ilalang dan batu-batu licin.
Namun bagi para pecinta alam, medan seperti itu justru menghadirkan sensasi
petualangan yang tak bisa didapat di tempat wisata biasa.
Bagi
kamu yang ingin melepas penat tanpa harus jauh-jauh keluar kota, Curug Ciranca
bisa jadi pilihan. Di sini, alam berbicara lebih keras daripada notifikasi
ponsel. (Muh/Diding)
Pemerintah
Kabupaten Cirebon menegaskan komitmen menghadirkan Sistem Penerimaan Murid Baru
SPMB Tahun Pelajaran 2026/2027 yang bersih, transparan, berkualitas, dan
berintegritas. Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan Pakta Integritas
Penyelenggaraan SPMB 2026 di Hotel Apita Cirebon, Selasa 12 Mei 2026.
Kegiatan dihadiri
unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, para camat, kepala satuan
pendidikan, pengawas sekolah, serta pemangku kepentingan bidang pendidikan di
Kabupaten Cirebon.
Bupati Cirebon,
Imron, menyebut penandatanganan pakta integritas bukan sekadar seremoni. Ini
adalah bentuk komitmen bersama agar pelaksanaan SPMB berjalan sesuai regulasi dan
menjunjung prinsip keadilan.
Menurut Imron,
pendidikan adalah hak dasar setiap anak sekaligus fondasi utama membangun masa
depan daerah. Karena itu, proses penerimaan murid baru harus dipandang sebagai
pintu awal memastikan akses layanan pendidikan yang layak dan berkualitas bagi
seluruh masyarakat.
“Pelaksanaan SPMB
menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan publik
yang transparan dan berintegritas. Kepercayaan masyarakat terhadap dunia
pendidikan sering kali dimulai dari proses penerimaan murid baru,” katanya.
Tegaskan Larangan
Titipan dan Pungli
Imron menegaskan
proses SPMB yang objektif dan terbuka akan meningkatkan kepercayaan publik
terhadap pemerintah daerah maupun satuan pendidikan. Sebaliknya, praktik
penyimpangan seperti manipulasi data, titipan, dan pungutan liar dapat merusak
kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan.
Karena itu,
Pemkab Cirebon berkomitmen mengawal seluruh tahapan SPMB Tahun Pelajaran
2026/2027 agar berjalan tertib, transparan, objektif, serta berpihak pada
kepentingan terbaik bagi anak.
“Tidak boleh ada
praktik titipan, manipulasi data domisili, pungutan liar, maupun bentuk
penyimpangan lainnya yang dapat mencederai rasa keadilan masyarakat,” tegasnya.
Ia meminta
seluruh kepala sekolah, panitia SPMB, pengawas sekolah, dan pihak terkait
menjaga integritas serta profesionalisme selama pelaksanaan berlangsung.
Seluruh proses penerimaan murid baru harus dilaksanakan secara objektif,
akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi sesuai peraturan
perundang-undangan.
Buka Akses Pengaduan,
Libatkan Semua Pihak
Pemkab Cirebon
juga meminta Dinas Pendidikan memastikan mekanisme pelaksanaan, petunjuk
teknis, aplikasi, hingga layanan pengaduan berjalan optimal dan mudah diakses
masyarakat. Satuan pendidikan diinstruksikan melaksanakan seleksi secara
objektif dan transparan, melakukan verifikasi data secara teliti, serta
memberikan pelayanan yang ramah dan terbuka.
Imron menekankan
keterbukaan informasi penting dilakukan karena masyarakat kini semakin kritis
dan memahami haknya dalam memperoleh layanan pendidikan.
Ia menambahkan,
keberhasilan SPMB tidak bisa dibebankan hanya kepada Dinas Pendidikan maupun
sekolah. Dibutuhkan dukungan dan pengawasan bersama dari seluruh unsur
pemerintah daerah, Forkopimda, dewan pendidikan, organisasi profesi guru,
hingga masyarakat.
“Kita bukan hanya
menyelenggarakan proses administrasi penerimaan murid baru, tetapi juga menjaga
kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan,” pungkas Imron.
Kota Cirebon, Fokus Dialog@com.-- 30 - 04- 2.026 palang merah indonesia ( PMI) Kota Cirebon menggelar musyawarah kota X1X, musyawarah pada hari ini untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan PMI kota Cirebon selama 5 tahun terakhir sekaligus menyusun rencana setartegis kepengurusan 5 tahun ke depan yang lebih baik lagi.
Muskot ini merupakan mandat organisasi sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah tangga ( AD/ART) PMI yang di laksanakan 5 tahun sekali, tujuan nya untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan PMI kota Cirebon, kata ketua panitia d r Toat
Kepengurusan 5 tahun kedepan di harapkan lebih solid dan lebih mantap lagi , PMI kota Cirebon berkomitmen mendukung program program pemerintah kota Cirebon khususnya yang berkaitan dengan bidang sosial dan kemanusiaan,
Peserta muskot di hadiri 16 peserta yang memiliki hak TV suara dan berpartisipasi, 1 dari kepengurusan PMI provinsi jawabarat, 9 orang dari kepengurusan PMI kota Cirebon, 5 orang dari kepengurusan PMI kecamatan dan 1 orang dari relawan, imbuh nya
Dalam acara muskot tersebut ikut hadir walikota Cirebon Efendi edo S.a.p m.si ,dan dalam sambutannya wali kota Cirebon memberikan Apresiasi setinggi tinggi nya karene selama 1 tahun walikota kerja banyak prestasi PMI kota Cirebon di antaranya waktu tahun 2025 kemaren dapat rekor muri pengadan donor dara terbanyak , bahkan di salurkan bukan hanya di kota Cirebon saja tapi keluar kota dan provinsi,
Sementara itu ketua PMI kota cirebon dr.H. edial sanif sp.jp fiha ,mengucapkan banyak terima kasi ke masyarakat kota Cirebon karena suda mau mendonorkan darahnya ke PMI kota Cirebon, karena berkat darah sampean semua bisa menolang banyak orang, bukan hanya di Cirebon di bisa menolang orang sampai ke luar Cirebon. dan pak dr edial juga berterima kasi ke semua rekan rekan media yang suda ikut men sosialisasikan dan meng Expos kegiatan kegiatan PMI sehingga bisa nyampai ke semua lapisa masarakat, katanya
(Waj Diding)
Cirebon, Fokus Dialog@com.-- 30 - 04 - 2.026 BAZNAS Kabupaten Cirebon Memperingati Hari ulang tahun ( HUT ) yang ke 25 tahun, pada ulang tahun kali ini sangat berkesan dan sangat istimewa , karena bertepatan dengan hari jadi kabupaten Cirebon yang ke 544 tahun dan sekaligus peresmian gedung atau kantor BAZNAS, KABUPATEN CIREBON JAWABARAT
Ketua badan Amil Zakat ( BAZNAS ) Kabupaten Cirebon, Akmad Zaini Dahlan sangat bersyukur sekali , alhamdulillah karena rangkaian rangkaian acara , hari ulang tahun ( HUT) BAZNAS ke-25 tahun berjalan dengan lancar dan kondusif , dari mulai tanggal 27 April mengadakan acara donor darah dan ganti Oli gratis di sambung tanggal 28 April acara kitanan ceriah Khitanan masal 60 anak gratis, dan sekarang acara puncak yaitu tanggal 30 April tahun 2.026 TabliqAkbar penceramah pentolan kiai NU yaitu PROF DR k.H SAID AQIL SIRADJ,
Acara puncak HUT BAZNAS KE-25 Alhamdulillah di hadiri wakil Bupati kabupaten Cirebon H. Agus kurniawan budiman, ketua baznas Republik Indonesia ning nelah,ketua baznas jawabarat hj ruri badaria ramadati mt ,ketua baznas ciayumajakuning, ketua MUI kabupaten cirebon , Camat sumber ,waka polres kabupaten Cirebon,perwakilan kodim kabupaten Cirebon, perwakilan kejaksaan, perwakilan pengadilan negri dan dihadiri Artis indonesia panji, juga ratusan tamu undangan ,
Acara di sambung pemberian penghargaan ke pemberi zakat terbanyak dan tercepat, di antaranya polres Cirebon , kecamatan sedong , dan yang lainnya,
Ketua baznas kabupaten Cirebon, juga sangat bertrimakasi ke semuanya pegawai baznas yang sudah bekerja maksimal dan Kerja sama yang baik, juga berterimakasi ke semua masyarakat kabupaten Cirebon dan sekitarnya yang sudah percaya ke Baznas Kabupaten Cirebon dalam hal penyaluran zakat
( Wak Diding)
Cirebon, Fokus Dialog@com.-- Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang peringatan Hari Buruh Nasional, Polresta Cirebon menggelar doa bersama, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Syarif Hidayatullah, Asrama Polisi Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Doa bersama ini dipimpin langsung oleh Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Pejabat Utama Polresta Cirebon, para Kapolsek jajaran, serta personel dan ASN Polresta Cirebon.
Rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan Surat Yasin, Asmaul Husna, doa bersama, serta tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz KH. Harlah Rais. Dalam ceramahnya, disampaikan pesan penting mengenai pencegahan kejahatan melalui sosialisasi bahaya minuman keras dan narkoba di tengah masyarakat.
Kapolresta Cirebon menyampaikan bahwa doa bersama ini merupakan bentuk ikhtiar spiritual guna memohon keselamatan, kelancaran, serta terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, khususnya dalam rangka peringatan Hari Buruh Nasional.
“Melalui doa bersama ini, kita memohon agar seluruh rangkaian kegiatan Hari Buruh dapat berjalan dengan tertib, aman, dan damai. Ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan personel dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kapolresta.
Selain sebagai bentuk rasa syukur, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kesiapan dan soliditas jajaran Polresta Cirebon dalam menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas.
Polresta Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan pendekatan humanis serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menjaga stabilitas keamanan, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan nyaman selama peringatan Hari Buruh Nasional.
(Wak Diding)