• Jelajahi

    Cirebon (74) Kabar Daerah (91) Koran (1)
    Copyright © Fokus Dialog
    Best Viral Premium Blogger Templates

    e-koran

    FKDC Gelar Pelatihan Penulisan Dokumentasi, Dorong Advokasi Difabel yang Inklusif dan Bermartabat

    FOKUS DIALOG
    Rabu, 13 Mei 2026, Mei 13, 2026 WIB Last Updated 2026-05-13T18:50:32Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    CIREBON,
    fokusdialog.com

    Forum Komunikasi Disabilitas Cirebon FKDC menggelar pelatihan penulisan produk dokumentasi di Hotel Santika Cirebon, Selasa 12 Mei 2025. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengurus, anggota, dan pendamping FKDC dalam menghasilkan dokumentasi yang akurat, sistematis, dan ramah difabel.

    Pelatihan menghadirkan fasilitator dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon serta Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel SIGAB Indonesia. Para peserta dibekali teknik menulis dokumentasi dengan bahasa inklusif yang menghargai martabat penyandang disabilitas dan mudah dipahami masyarakat luas.

    Melalui pelatihan ini, FKDC ingin membangun budaya dokumentasi yang lebih terstruktur sebagai bagian dari tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel. Produk dokumentasi yang dihasilkan tidak hanya untuk laporan internal, tetapi juga menjadi materi publikasi media serta arsip organisasi guna memperkuat advokasi dan kepercayaan publik.

    Dokumentasi Jadi Bukti Perubahan Sosial di Desa

    Perwakilan SIGAB Indonesia, Robandi, menilai banyak praktik baik yang telah dilakukan komunitas disabilitas di tingkat desa namun belum banyak diketahui publik. Menurutnya, hal-hal tersebut perlu dipublikasikan lebih luas agar masyarakat melihat kontribusi nyata penyandang disabilitas.

    “Saya yakin banyak hal-hal baik, banyak usaha-usaha baik yang sudah dilakukan teman-teman di desa yang harus dipublikasikan, harus ditunjukkan ke orang-orang bahwa kita sudah melakukan banyak hal baik di desa,” jelasnya.

    Robandi juga menyoroti pentingnya media digital sebagai sarana memperkenalkan gerakan inklusi. Ia menekankan bahwa dokumentasi yang baik bisa menjadi bukti kuat perubahan sosial yang terjadi di masyarakat.

    “Agar praktik baik yang sudah ada itu jadi semakin kuat, kemudian punya landasan yang kuat, bahwa perubahan yang terjadi di desa itu ternyata seperti ini. Nah, itu suatu hal yang patut diapresiasi,” pungkasnya.

    Ubah Narasi Disabilitas dari Kasihan ke Kontribusi

    Perwakilan FKDC, Oni Jahoni, mengakui selama ini berbagai kegiatan dan capaian organisasi belum terdokumentasikan secara optimal. Banyak output dan praktik baik yang dihasilkan, namun sering terlewat karena keterbatasan pemahaman dalam mendokumentasikan.

    “FKDC itu sangat menyadari bahwa teman-teman banyak sekali kegiatan. Nah, di antara kegiatan-kegiatan itu, pasti banyak output atau praktik-praktik baik yang sudah dicapai. Namun, karena keterbatasan pemahaman, kami sering kali terlupakan untuk mendokumentasikan, baik secara narasi, foto, maupun video,” ujar Oni.

    Ia menegaskan pentingnya mengubah cara pandang masyarakat terhadap disabilitas melalui dokumentasi yang lebih bermartabat. Narasi yang dibangun harus menonjolkan kemampuan, kontribusi, dan hasil karya penyandang disabilitas, bukan rasa kasihan ataupun keterbatasan fisik.


    Melalui pelatihan ini, FKDC berharap para peserta mampu menghasilkan produk dokumentasi yang lebih profesional dan inklusif. Dengan begitu, praktik-praktik baik dalam pemberdayaan penyandang disabilitas di Kabupaten Cirebon dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat dan menjadi inspirasi bagi daerah lain. (Muh/M.Toip)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini