• Jelajahi

    Cirebon (74) Kabar Daerah (91) Koran (1)
    Copyright © Fokus Dialog
    Best Viral Premium Blogger Templates

    e-koran

    Curug Ciranca, Hidden Gem di Cirebon yang Menyembunyikan Tenangnya Alam Perbukitan

    FOKUS DIALOG
    Rabu, 13 Mei 2026, Mei 13, 2026 WIB Last Updated 2026-05-13T18:47:36Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    CIREBON,
    fokusdialog.com

    Di sepanjang perjalanan, hamparan sawah membentang seperti permadani hijau yang belum selesai ditenun. Sesekali, suara burung liar memecah sunyi. Jalanan kecil yang melintasi Desa Girinata, Desa Cipanas hingga ke Desa Kedongdong Kidul perlahan membawa siapa pun menjauh dari hiruk-pikuk kota, menuju sebuah tempat yang seolah disembunyikan alam dengan sengaja.

    Di balik jalur tracking yang cukup menantang itulah, Curug Ciranca berdiri tenang di Desa Kedongdong Kidul, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.

    Air Terjun 30 Meter yang Masih Perawan

    Air terjun setinggi sekitar 30 meter itu jatuh deras dari tebing batu yang kokoh dan gelap. Dari kejauhan, aliran airnya tampak seperti sehelai kain putih panjang yang dijatuhkan dari langit perbukitan. Percikan airnya membentuk kabut halus yang beterbangan, membasahi dedaunan liar di sekitarnya.

    Tak ada gemerlap lampu wisata atau deretan bangunan modern di tempat ini. Curug Ciranca justru memikat karena kesederhanaannya. Alam dibiarkan tumbuh dengan caranya sendiri. Tebing-tebing batu menjulang tanpa sentuhan berlebihan, akar-akar pohon menggantung liar, sementara sungai kecil di bawah curug terus mengalir jernih membelah bebatuan.


    Langkah menuju titik air terjun memang bukan perjalanan singkat yang mudah. Setelah kendaraan diparkir di sekitar permukiman warga atau area kantor desa, perjalanan harus dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati jalan setapak, pematang sawah, hingga pinggiran sungai. Beberapa bagian jalur bahkan cukup licin, terutama selepas hujan.

    Namun justru di situlah pengalaman itu terasa utuh. Setiap pijakan seperti mengajarkan cara menikmati perjalanan dengan lebih perlahan. Tak sedikit pengunjung yang berhenti sejenak hanya untuk mengatur napas sambil memandang perbukitan hijau yang mengelilingi kawasan tersebut. Ada juga yang sengaja duduk di batu-batu sungai, membiarkan suara alam mengambil alih percakapan.

    Ruang Istirahat dari Kebisingan Hidup

    Curug Ciranca kini sering disebut sebagai “hidden gem” oleh para pelancong lokal. Lokasinya yang tersembunyi membuat tempat ini tetap terasa alami. Tidak banyak perubahan yang menghilangkan karakter aslinya. Airnya pun dikenal sangat segar, karena berasal langsung dari mata air pegunungan.

    Bagi sebagian orang, Curug Ciranca bukan hanya tempat wisata, melainkan ruang untuk beristirahat dari kebisingan hidup sehari-hari. Di bawah suara air yang jatuh tanpa henti, waktu terasa berjalan lebih lambat. Telepon genggam kehilangan daya tariknya. Orang-orang datang bukan untuk tergesa-gesa, melainkan untuk diam, mendengar, dan merasakan.

    Penjabat Kuwu Desa Kedongdong Kidul, Nana Surana, mengatakan Curug Ciranca selalu ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan tiba.

    “Setiap akhir pekan Curug Ciranca ramai dikunjungi pengunjung untuk menikmati keindahan alamnya,” ujar Nana saat ditemui, Jumat 8 Mei 2026.

    Menurut Nana, banyak pengunjung datang dari berbagai daerah di sekitar Kabupaten Cirebon untuk menikmati suasana alam yang masih asri. Sebagian besar sengaja mencari tempat yang jauh dari keramaian wisata modern.

    Meski menawarkan ketenangan, akses menuju curug tetap menjadi perhatian. Jalur tracking yang alami membuat wisatawan perlu mempersiapkan diri sebelum datang.

    “Pengunjung yang akan ke Curug Ciranca diimbau untuk menggunakan sepatu atau sandal gunung tracking,” kata Nana.

    Saran itu bukan tanpa alasan. Beberapa jalur dipenuhi ilalang dan batu-batu licin. Namun bagi para pecinta alam, medan seperti itu justru menghadirkan sensasi petualangan yang tak bisa didapat di tempat wisata biasa.

    Bagi kamu yang ingin melepas penat tanpa harus jauh-jauh keluar kota, Curug Ciranca bisa jadi pilihan. Di sini, alam berbicara lebih keras daripada notifikasi ponsel. (Muh/Diding)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini