CIREBON, fokusdialog.com
Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama Badan Pusat Statistik BPS
Kabupaten Cirebon resmi mencanangkan Program Desa Cinta Statistik atau Desa
Cantik Tahun 2026. Pencanangan berlangsung di Ruang Paseban Setda Kabupaten
Cirebon, Selasa 12 Mei 2026.
Langkah ini diambil untuk memperkuat tata kelola data di tingkat desa
agar setiap program pembangunan bisa lebih tepat sasaran dan menjawab kebutuhan
masyarakat secara riil.
Bupati Cirebon, Imron, menegaskan bahwa data valid menjadi fondasi
utama dalam menyusun kebijakan. Menurutnya, desa harus memiliki data yang
akurat agar potensi dan kebutuhan warganya bisa dipetakan dengan tepat.
“Karena kita membangun itu harus berdasarkan data yang valid. Kalau
datanya tidak valid, program nantinya tidak tepat sasaran,” kata Imron dalam
sambutannya.
Ia berharap kolaborasi dengan BPS terus diperluas hingga menjangkau
desa-desa lain di Kabupaten Cirebon. Dengan penguatan data statistik desa,
pemerintah bisa mengetahui sektor mana yang perlu dikembangkan dan bagian mana
yang masih butuh peningkatan.
Lebih jauh, Imron menyebut keberadaan Desa Statistik akan mengubah
posisi desa dalam proses pembangunan. Desa tidak lagi hanya menjadi objek, tapi
bertransformasi menjadi subjek yang berperan aktif menentukan arah kemajuan
masyarakatnya.
“Dengan adanya data Desa Statistik itu, nanti desa bukan sebagai objek
saja, tapi menjadi subjek untuk kemajuan masyarakat,” ujarnya.
Tiga Desa Siap Dibina, Targetkan Lolos Tingkat Nasional
Kepala BPS Kabupaten Cirebon, Januarto Wibowo, menjelaskan Desa Cantik
adalah program nasional BPS yang fokus pada penguatan tata kelola statistik di
tingkat desa. Program ini mencakup pendataan kondisi sanitasi, gizi masyarakat,
akses air minum layak, hingga potensi infrastruktur desa melalui program
Potensi Desa atau Podes.
“Data tersebut nantinya dapat digunakan pemerintah daerah untuk
menyusun kebijakan pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat,” kata
Januarto.
Kabupaten Cirebon sendiri sudah mencatat prestasi lewat Desa
Karangwangun yang meraih juara pertama Desa Cantik tingkat Jawa Barat tahun
lalu.
“Tahun lalu alhamdulillah satu desa di Kabupaten Cirebon, Karangwangun,
juara satu se-Jawa Barat,” ungkapnya.
Untuk tahun ini, tiga desa di Kabupaten Cirebon terpilih masuk program
Desa Cantik 2026. Ketiganya akan dibina dalam pengelolaan data statistik desa
dan dipersiapkan mengikuti penilaian di tingkat provinsi maupun nasional.
Januarto menambahkan, jika sistem data desa sudah berjalan optimal,
proses pengumpulan data ke depan akan jauh lebih efisien.
“Kalau data ada di desa, BPS tidak perlu lagi sensus. Data dari situ
saja, kami tinggal kompilasi,” tuturnya.
Muncul Ide “Dewi Cantik” dan Dorongan Penguatan Ekonomi Lokal
Menariknya, BPS mendorong agar data desa disinkronkan dengan sektor
lain, termasuk pengembangan desa wisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Syukur-syukur desa wisata atau Dewi, kita kawinkan dengan Desa Cantik
jadi Dewi Cantik,” ucap Januarto.
Selain itu, BPS Kabupaten Cirebon mulai memberikan masukan strategis berdasarkan hasil survei lapangan. Salah satunya terkait kebutuhan telur ayam untuk program Makan Gizi Gratis MGG yang selama ini masih banyak dipasok dari luar daerah.
“Nanti PDRB-nya ada di kabupaten terkait pengadaan telur ayam dan peternakan
ayam,” kata Januarto.



