• Jelajahi

    Cirebon (74) Kabar Daerah (91) Koran (1)
    Copyright © Fokus Dialog
    Best Viral Premium Blogger Templates

    e-koran

    Pemkab Cirebon Luncurkan Desa Cantik 2026, Ubah Desa Jadi Subjek Pembangunan Berbasis Data

    FOKUS DIALOG
    Rabu, 13 Mei 2026, Mei 13, 2026 WIB Last Updated 2026-05-13T18:54:16Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    CIREBON,
    fokusdialog.com

    Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama Badan Pusat Statistik BPS Kabupaten Cirebon resmi mencanangkan Program Desa Cinta Statistik atau Desa Cantik Tahun 2026. Pencanangan berlangsung di Ruang Paseban Setda Kabupaten Cirebon, Selasa 12 Mei 2026.

    Langkah ini diambil untuk memperkuat tata kelola data di tingkat desa agar setiap program pembangunan bisa lebih tepat sasaran dan menjawab kebutuhan masyarakat secara riil.

    Bupati Cirebon, Imron, menegaskan bahwa data valid menjadi fondasi utama dalam menyusun kebijakan. Menurutnya, desa harus memiliki data yang akurat agar potensi dan kebutuhan warganya bisa dipetakan dengan tepat.

    “Karena kita membangun itu harus berdasarkan data yang valid. Kalau datanya tidak valid, program nantinya tidak tepat sasaran,” kata Imron dalam sambutannya.

    Ia berharap kolaborasi dengan BPS terus diperluas hingga menjangkau desa-desa lain di Kabupaten Cirebon. Dengan penguatan data statistik desa, pemerintah bisa mengetahui sektor mana yang perlu dikembangkan dan bagian mana yang masih butuh peningkatan.

    Lebih jauh, Imron menyebut keberadaan Desa Statistik akan mengubah posisi desa dalam proses pembangunan. Desa tidak lagi hanya menjadi objek, tapi bertransformasi menjadi subjek yang berperan aktif menentukan arah kemajuan masyarakatnya.

    “Dengan adanya data Desa Statistik itu, nanti desa bukan sebagai objek saja, tapi menjadi subjek untuk kemajuan masyarakat,” ujarnya.

    Tiga Desa Siap Dibina, Targetkan Lolos Tingkat Nasional

    Kepala BPS Kabupaten Cirebon, Januarto Wibowo, menjelaskan Desa Cantik adalah program nasional BPS yang fokus pada penguatan tata kelola statistik di tingkat desa. Program ini mencakup pendataan kondisi sanitasi, gizi masyarakat, akses air minum layak, hingga potensi infrastruktur desa melalui program Potensi Desa atau Podes.

    “Data tersebut nantinya dapat digunakan pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat,” kata Januarto.

    Kabupaten Cirebon sendiri sudah mencatat prestasi lewat Desa Karangwangun yang meraih juara pertama Desa Cantik tingkat Jawa Barat tahun lalu.

    “Tahun lalu alhamdulillah satu desa di Kabupaten Cirebon, Karangwangun, juara satu se-Jawa Barat,” ungkapnya.

    Untuk tahun ini, tiga desa di Kabupaten Cirebon terpilih masuk program Desa Cantik 2026. Ketiganya akan dibina dalam pengelolaan data statistik desa dan dipersiapkan mengikuti penilaian di tingkat provinsi maupun nasional.

    Januarto menambahkan, jika sistem data desa sudah berjalan optimal, proses pengumpulan data ke depan akan jauh lebih efisien.

    “Kalau data ada di desa, BPS tidak perlu lagi sensus. Data dari situ saja, kami tinggal kompilasi,” tuturnya.

    Muncul Ide “Dewi Cantik” dan Dorongan Penguatan Ekonomi Lokal

    Menariknya, BPS mendorong agar data desa disinkronkan dengan sektor lain, termasuk pengembangan desa wisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

    “Syukur-syukur desa wisata atau Dewi, kita kawinkan dengan Desa Cantik jadi Dewi Cantik,” ucap Januarto.


    Selain itu, BPS Kabupaten Cirebon mulai memberikan masukan strategis berdasarkan hasil survei lapangan. Salah satunya terkait kebutuhan telur ayam untuk program Makan Gizi Gratis MGG yang selama ini masih banyak dipasok dari luar daerah.

    “Nanti PDRB-nya ada di kabupaten terkait pengadaan telur ayam dan peternakan ayam,” kata Januarto.

    Dengan langkah ini, Pemkab Cirebon berharap desa-desa di wilayahnya tidak hanya memiliki data yang kuat, tapi juga mampu menggunakannya untuk menggerakkan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Muh/Din)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini