• Jelajahi

    Cirebon (74) Kabar Daerah (91) Koran (1)
    Copyright © Fokus Dialog
    Best Viral Premium Blogger Templates

    e-koran

    Presiden Prabowo: Negara Harus Hadir, Kekayaan Alam Diselamatkan untuk Kesejahteraan Rakyat

    FOKUS DIALOG
    Rabu, 13 Mei 2026, Mei 13, 2026 WIB Last Updated 2026-05-13T20:05:18Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Sambutan Presiden Prabowo Subianto dalam acara di kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026. (Foto: BPMI Setpres)

    JAKARTA, fokusdialog.com. – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah memperkuat institusi yudikatif sekaligus mengambil langkah tegas dalam penegakan hukum guna melindungi kekayaan negara dan menjamin kesejahteraan rakyat. Penegasan itu disampaikan saat Penyerahan Denda Administratif dan Lahan Kawasan Hutan di Kompleks Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Rabu 13 Mei 2026.

    “Kalau kekayaan negara bisa kita kendalikan, akan cukup banyak uang untuk kita perbaiki semua sendi-sendi NKRI,” tegas Presiden.

    Menurut Kepala Negara, langkah tegas melindungi kekayaan negara merupakan hal mendasar untuk menjamin keberlangsungan hidup seluruh rakyat Indonesia. Kesejahteraan rakyat tidak akan tercapai apabila hasil pengelolaan kekayaan negara tidak memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kepentingan nasional.

    “Ini adalah masalah survival. 287 juta rakyat Indonesia tidak mungkin hidup baik, hidup sejahtera kalau kekayaannya diambil tiap hari, tiap minggu, tiap bulan,” ujarnya.

    Satgas PKH Baru Selamatkan Sebagian Kecil Aset Negara, meski demikian Presiden Prabowo tetap mengapresiasi capaian Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan Satgas PKH dalam menyelamatkan aset negara. Namun ia mengingatkan capaian itu baru sebagian kecil dari potensi kekayaan yang harus diselamatkan.

    “Perjuangan masih susah, masih ratusan triliun, masih ribuan triliun yang harus kita selamatkan. Pertanyaan nanti banyak pihak. Apakah bisa? Jawabannya adalah bukan apakah bisa. Jawabannya adalah harus bisa,” tegasnya.

    Karena itu, negara akan terus hadir melalui penegakan hukum yang tegas dan konsisten. Langkah tersebut, kata Presiden, merupakan fondasi bagi kebangkitan nasional dan penguatan bangsa.

    “Kita akan ambil langkah-langkah yang tegas. Tadi kita disampaikan bahwa tidak ada pilihan lain, kita harus tegakkan hukum, kita harus meyakinkan bahwa negara hadir dan negara hadir, dan negara akan hadir terus. Dan NKRI akan kuat, NKRI akan bangkit, lebih hebat lagi,” ungkapnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Presiden menyoroti penguatan sektor yudikatif sebagai upaya membangun sistem keadilan yang berintegritas. Ia menilai peningkatan kesejahteraan hakim adalah langkah strategis untuk memastikan independensi peradilan sekaligus bentuk penghormatan terhadap peran lembaga peradilan.

    “Saya percaya dan yakin masalah korupsi, masalah ketidakadilan itu harus diselesaikan di yudikatif. Karena itu hakim-hakim kita harus kita hormati, harus dipilih dengan baik, dan harus dikasih penghasilan yang cukup supaya hakim-hakim kita tidak bisa disogok,” tegasnya.

    Presiden juga mengingatkan seluruh insan peradilan agar menjaga integritas dan memastikan keadilan yang nyata bagi masyarakat. Setiap putusan pengadilan, katanya, akan selalu dinilai oleh rakyat.

    “Kita harus bikin yudikatif kita tempat rakyat mendapat keadilan. Dan itu saya pesankan kepada Ketua Mahkamah Agung, saya pesankan kepada semua hakim,” ungkap Presiden.

    “Hakim-hakim, ingat, putusan-putusanmu akan dinilai oleh rakyat. Putusan-putusanmu akan dipelajari, dan masyarakat kita, dan rakyat kita sudah tidak bodoh. Mereka akan lihat, mereka akan merasakan ketidakadilan,” sambungnya.

    Melalui penegakan hukum yang konsisten dan penguatan lembaga peradilan, Presiden berharap kekayaan negara dapat dikembalikan untuk kepentingan rakyat dan menjadi fondasi kebangkitan Indonesia yang lebih kuat. (red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +