• Jelajahi

    Cirebon (81) Kabar Daerah (109) Koran (1)
    Copyright © Fokus Dialog
    Best Viral Premium Blogger Templates

    e-koran

    Menu MBG Diseragamkan, Bupati Majalengka Ingatkan Mitra Jangan Hanya Cari Untung

    FOKUS DIALOG
    Jumat, 17 Juli 2026, Juli 17, 2026 WIB Last Updated 2026-07-17T14:35:38Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    MAJALENGKA, fokusdialog.com
    Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M. menegaskan pentingnya tanggung jawab moral pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG dalam program Makanan Bergizi Gratis MBG.

    Bupati Majalengka mengusulkan penyeragaman menu Makanan Bergizi Gratis MBG di seluruh sekolah. Tujuannya agar pengawasan lebih mudah, kualitas makanan terjaga, dan memicu kompetisi sehat antarpengelola SPPG. Ia juga memberi peringatan keras agar mitra pemerintah tidak berorientasi pada keuntungan semata.

    Pernyataan disampaikan Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M, saat meresmikan Bantuan Presiden Banpres Sekolah serta pemantauan langsung dan evaluasi program MBG pasca-libur sekolah selama tiga minggu di SMPN 1 Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, Senin, 13 Juli 2026.

    Kebijakan penyeragaman menu direncanakan berlaku untuk seluruh sekolah penerima MBG di Majalengka.

    Bupati menyebut respons anak sekolah terhadap MBG sangat positif. Anak-anak senang dan ingin program dilanjutkan. Namun, variasi menu yang bebas berisiko jadi celah menurunkan kualitas.

    "Saya sudah memberikan masukan agar menu makanan MBG ini di Majalengka coba diseragamkan. Satu minggu ini apa, minggu depan apa. Biar kita mudah memonitor dan mereka berkompetisi dalam hal kualitas," ujar Bupati.

    Dengan menu seragam, pengawas dan masyarakat bisa langsung membandingkan hasil makanan antar sekolah. Jika ada yang kualitasnya jomplang, akan cepat terdeteksi.

    Bupati Eman menekankan pengelola SPPG tak boleh profit oriented. Sebab biaya operasional seperti sewa tempat dan kendaraan sudah diakomodasi dalam regulasi.

    "Jangan hanya mengejar keuntungan, karena keuntungan itu sudah dikasih berdasarkan aturan yang ada untuk sewa mobil, sewa tempat. Artinya kita enggak usah lagi berorientasi mengejar keuntungan di pengolahan makanannya, tetapi harus ada rasa memiliki dan rasa bangga menjadi mitra pemerintah," tegasnya.

    Ia mengkhawatirkan adanya oknum yang memotong anggaran atau jatah makanan demi untung lebih besar.

    "Bayangkan, anak-anak itu kan orang yang belum punya dosa. Kalau jatahnya dipotong oleh mitra yang tidak punya hati dan keikhlasan, kasihan. Harus punya rasa takut itu. Kalau ini dibangun secara ikhlas dan punya tanggung jawab, bayangkan kebahagiaan yang muncul bisa memberi makan ribuan anak tiap hari," tambahnya.

    Pemkab Majalengka akan mempercepat penyaluran sekaligus memperketat pemantauan. Tim pengawas akan memonitor tiap sekolah secara berkala untuk memastikan makanan sesuai standar gizi.

    Kebijakan penyeragaman menu ini mendapat tanggapan positif dari para guru di SMPN 1 Leuwimunding menilai menu seragam membuat kontrol lebih terukur.

    "Guru dan komite sekolah dapat dengan mudah mencocokkan apakah makanan yang dikirimkan oleh pengelola SPPG sudah sesuai dengan standar yang disepakati secara daerah atau belum," ungkapnya.

    Dengan menu seragam dan pengawasan ketat, Pemkab Majalengka berharap program MBG benar-benar tepat sasaran: anak kenyang, gizi terjaga, dan pengelola bekerja dengan hati. (Kom/Uj.Ar) 

    Editor: Adi M

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini