• Jelajahi

    Cirebon (81) Kabar Daerah (109) Koran (1)
    Copyright © Fokus Dialog
    Best Viral Premium Blogger Templates

    e-koran

    Tangkal Hoaks & Sentimen Negatif, Diskominfo Majalengka Gelar Bimtek 250 Admin Medsos OPD

    FOKUS DIALOG
    Jumat, 17 Juli 2026, Juli 17, 2026 WIB Last Updated 2026-07-17T14:39:57Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    MAJALENGKA,
    fokusdialog.com – Ruang digital Pemkab Majalengka disiapkan makin kondusif. Dinas Komunikasi dan Informatika Diskominfo Kabupaten Majalengka menggelar Bimbingan Teknis Bimtek bagi 250 admin media sosial perangkat daerah. Mengusung tema “Mitigasi Sentimen Negatif Terhadap Pemerintah”, kegiatan ini dibuka Kepala Diskominfo Majalengka, Irwan, bertempat di Gedung Nyi Rambut Kasih, Rabu 15 Juli 2026 pekan lalu.

    Kegiatan dihadiri Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik IKP Diskominfo, Hj. Kusmiati. Narasumber dihadirkan dari Diskominfo Provinsi Jawa Barat, Tommy Sutami. Peserta bimtek sebanyak 250 orang, terdiri dari admin medsos perangkat daerah, kecamatan, UPTD, hingga UPT Puskesmas se-Kabupaten Majalengka.

    Tujuan kegiatan untuk memperkuat tata kelola komunikasi publik, meredam hoaks, keluhan, dan sentimen negatif di ruang digital. Sekaligus mendukung visi "Majalengka Langkung Sae" lewat optimalisasi medsos yang sehat dan konstruktif.

    Kepala Diskominfo Irwan menegaskan medsos adalah jembatan informasi efektif antara pemerintah dan masyarakat. Namun ruang digital tak selalu ramah.

    "Ruang publik digital tidak selalu ramah. Kritik, keluhan, bahkan disinformasi, hoaks, dan sentimen negatif adalah tantangan nyata yang kita hadapi setiap hari. Oleh karena itu, tema mitigasi sentimen negatif ini menjadi sangat krusial," ujar Irwan.

    Ia menekankan mitigasi bukan anti-kritik atau membungkam warga. Tapi soal cara cerdas, cepat, dan terukur meredam kegaduhan, meluruskan salah paham, dan mengubah sentimen negatif jadi dialog konstruktif.

    Irwan memberi tiga instruksi penting bagi admin medsos: Pertama, Responsif & Edukatif: Cepat merespons isu miring dengan data valid, bahasa santun, dan edukatif agar isu tak membesar. 

    Kedua, Kolaboratif: Tidak jalan sendiri. Untuk isu lintas sektor, admin wajib koordinasi dengan Diskominfo atau OPD terkait agar narasi satu pintu dan sinkron. 

    Ketiga, Proaktif Bangun Narasi Positif: Jika ada komentar negatif, balas dengan satatus positif.

    “Satu komentar negatif di masyarakat, apa salahnya balas dengan status positif, insyaallah sentimen negatif yang sedikit itu bisa tenggelam,” kata Irwan.

    Narasumber Diskominfo Jabar, Tommy Sutami, membekali peserta dengan Sistem D.A.M.P.I.N.G: Deteksi, Analisis Risiko, Mediasi Risiko, Pendampingan, Intervensi Krisis, dan Negoisasi Batas. Admin dituntut mengubah informasi birokrasi jadi konten kreatif yang mudah dipahami.

    "Admin dituntut mampu mengubah informasi birokrasi menjadi konten yang kreatif dan mudah dipahami masyarakat," jelas Tommy.

    Bimtek dikemas interaktif agar admin bisa tukar pikiran dan memperkuat jejaring.

    Elsa, admin medsos dari kecamatan, mengaku materi sangat relevan.

    "Selama ini kami sering bingung bagaimana cara merespons keluhan warga di kolom komentar agar tidak memicu perdebatan yang lebih panjang. Melalui bimtek ini, kami diajarkan cara merespons secara taktis, santun, dan berbasis data. Strategi 'keroyokan' narasi positif yang disampaikan Pak Kadis juga sangat menginspirasi agar kami bisa saling mendukung antar-instansi di ruang digital," ujarnya.

    Dengan 250 admin yang makin cakap digital, Pemkab Majalengka berharap ruang medsos pemerintah jadi lebih informatif, solutif, dan mampu menangkal hoaks. Dari mitigasi sentimen negatif, lahir dialog yang sehat untuk "Majalengka Langkung Sae". (Kom/Uj.Ar)

    Editor: Adi M

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini