MAJALENGKA, fokusdialog.com – Ruang digital Pemkab Majalengka disiapkan makin kondusif. Dinas Komunikasi dan Informatika Diskominfo Kabupaten Majalengka menggelar Bimbingan Teknis Bimtek bagi 250 admin media sosial perangkat daerah. Mengusung tema “Mitigasi Sentimen Negatif Terhadap Pemerintah”, kegiatan ini dibuka Kepala Diskominfo Majalengka, Irwan, bertempat di Gedung Nyi Rambut Kasih, Rabu 15 Juli 2026 pekan lalu.
Kegiatan dihadiri Kepala Bidang Informasi dan
Komunikasi Publik IKP Diskominfo, Hj. Kusmiati. Narasumber dihadirkan dari
Diskominfo Provinsi Jawa Barat, Tommy Sutami. Peserta bimtek sebanyak 250
orang, terdiri dari admin medsos perangkat daerah, kecamatan, UPTD, hingga UPT
Puskesmas se-Kabupaten Majalengka.
Tujuan kegiatan untuk memperkuat tata kelola
komunikasi publik, meredam hoaks, keluhan, dan sentimen negatif di ruang
digital. Sekaligus mendukung visi "Majalengka Langkung Sae" lewat
optimalisasi medsos yang sehat dan konstruktif.
Kepala Diskominfo Irwan menegaskan medsos adalah
jembatan informasi efektif antara pemerintah dan masyarakat. Namun ruang
digital tak selalu ramah.
"Ruang publik digital tidak selalu ramah.
Kritik, keluhan, bahkan disinformasi, hoaks, dan sentimen negatif adalah
tantangan nyata yang kita hadapi setiap hari. Oleh karena itu, tema mitigasi
sentimen negatif ini menjadi sangat krusial," ujar Irwan.
Ia menekankan mitigasi bukan anti-kritik atau
membungkam warga. Tapi soal cara cerdas, cepat, dan terukur meredam kegaduhan,
meluruskan salah paham, dan mengubah sentimen negatif jadi dialog konstruktif.
Irwan memberi tiga instruksi penting bagi admin
medsos: Pertama, Responsif & Edukatif: Cepat merespons isu miring dengan
data valid, bahasa santun, dan edukatif agar isu tak membesar.
Kedua, Kolaboratif: Tidak jalan sendiri. Untuk isu
lintas sektor, admin wajib koordinasi dengan Diskominfo atau OPD terkait agar
narasi satu pintu dan sinkron.
Ketiga, Proaktif Bangun Narasi Positif: Jika ada komentar
negatif, balas dengan satatus positif.
“Satu komentar negatif di masyarakat, apa salahnya
balas dengan status positif, insyaallah sentimen negatif yang sedikit itu bisa
tenggelam,” kata Irwan.
Narasumber Diskominfo Jabar, Tommy Sutami, membekali
peserta dengan Sistem D.A.M.P.I.N.G: Deteksi, Analisis Risiko, Mediasi Risiko,
Pendampingan, Intervensi Krisis, dan Negoisasi Batas. Admin dituntut mengubah
informasi birokrasi jadi konten kreatif yang mudah dipahami.
"Admin dituntut mampu mengubah informasi
birokrasi menjadi konten yang kreatif dan mudah dipahami masyarakat,"
jelas Tommy.
Bimtek dikemas interaktif agar admin bisa tukar
pikiran dan memperkuat jejaring.
Elsa, admin medsos dari kecamatan, mengaku materi
sangat relevan.
"Selama ini kami sering bingung bagaimana cara
merespons keluhan warga di kolom komentar agar tidak memicu perdebatan yang
lebih panjang. Melalui bimtek ini, kami diajarkan cara merespons secara taktis,
santun, dan berbasis data. Strategi 'keroyokan' narasi positif yang disampaikan
Pak Kadis juga sangat menginspirasi agar kami bisa saling mendukung
antar-instansi di ruang digital," ujarnya.
Dengan 250 admin yang makin cakap digital, Pemkab
Majalengka berharap ruang medsos pemerintah jadi lebih informatif, solutif, dan
mampu menangkal hoaks. Dari mitigasi sentimen negatif, lahir dialog yang sehat
untuk "Majalengka Langkung Sae". (Kom/Uj.Ar)
Editor:
Adi M


