Pemkab Kuningan Gelar Haul Syekh Maulana Akbar Rangkaian HUT ke-528

Berita Terkini

Pemkab Kuningan Gelar Haul Syekh Maulana Akbar Rangkaian HUT ke-528

Ustad Solmed Isi Tabligh Akbar: "Dari Astana Menuju Mimbar, Dari Sejarah Menuju Masa Depan" KUNINGAN, fokusdialog.com. Kompl...

Postingan Populer

Rabu, 26 Agustus 2026

Pemkab Kuningan Gelar Haul Syekh Maulana Akbar Rangkaian HUT ke-528


Ustad Solmed Isi Tabligh Akbar: "Dari Astana Menuju Mimbar, Dari Sejarah Menuju Masa Depan"

KUNINGAN, fokusdialog.com.

Kompleks Makam Astana Gede, Kabupaten Kuningan, Rabu 26 Agustus 2026 dipadati ribuan jamaah. Dengan suasana khidmat, Pemerintah Kabupaten Kuningan menggelar Haul Syekh Maulana Akbar yang dirangkaikan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Istighosah, dan Tabligh Akbar bersama Ustad Sholeh Mahmoed Nasution atau Ustad Solmed.


Kegiatan ini menjadi salah satu agenda resmi dalam rangkaian Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan dengan tema “Napak Tilas Spiritualitas dan Kepemimpinan Menuju Kuningan Melesat”.



Ziarah Buka Rangkaian, Makna Sejarah Dihidupkan

Acara dimulai dengan ziarah dan doa bersama di makam Syekh Maulana Akbar. Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Wakil Bupati Tuti Andriani, Sekda U. Kusmana, unsur Forkopimda, para ulama, pimpinan ponpes, santri, hingga zuriat Syekh Maulana Akbar bersama-sama memanjatkan Al-Fatihah.

Ziarah ini menjadi simbol bahwa ikhtiar membangun Kuningan tidak boleh memutus mata rantai dengan sejarah dan akar spiritual daerah.

“Agenda ini mengingatkan kita, bahwa kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur. Jalan, gedung, jembatan penting. Tapi harus beriringan dengan penguatan moral, SDM, dan kehidupan keagamaan,” ujar Bupati Dian dalam sambutannya.

Refleksi Sejarah: Dari Sidapurna ke Astana Gede

Dalam sesi selayang pandang, akademisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Prof. H. Didin Nurul Rosidin, M.A., Ph.D memaparkan jejak perjuangan Syekh Maulana Akbar. Menurut Prof. Didin, Syekh Maulana Akbar tidak hanya ulama, tapi juga pendidik dan pembangun peradaban. Beliau mendirikan pesantren di Sidapurna yang kemudian melahirkan pemukiman baru bernama Purwawinangun.

“Haul seorang ulama punya dua makna: mengenang jasa dan menghidupkan nilai perjuangannya. Sejarah yang hanya dikenang jadi nostalgia. Sejarah yang dihidupkan akan jadi inspirasi. Sejarah yang diteruskan akan jadi peradaban,” tegasnya.

Kepala Bagian Kesra Setda Kuningan Emup Muplihudin dalam laporannya menyebut, istighosah adalah ikhtiar spiritual memohon keberkahan dan keselamatan bagi warga Kuningan. Sementara Tabligh Akbar menjadi ruang menambah ilmu dan memperkuat ukhuwah.

Puncak acara diisi Tabligh Akbar oleh Ustad Solmed. Tausiahnya diharapkan dapat membuka mata hati masyarakat untuk memperbaiki kualitas hidup.

Bupati Dian juga mengapresiasi kehadiran penceramah nasional tersebut. Ia sekaligus mengajak seluruh elemen menjaga kondusifitas Kuningan.

“Kita tidak boleh mudah terpecah belah atau terpengaruh isu menyesatkan. Perbedaan harus jadi kekuatan dalam persaudaraan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perlu ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga,” pesannya.

Bupati juga menyinggung program Gema Saumima - Gerakan Bersama Sauyunan Miara Makam sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur.

Turut hadir Wakil Bupati Tuti Andriani, Ketua TP PKK, Ketua DWP, MUI Kuningan, Baznas, OPD, Kemenag, akademisi, dan ribuan masyarakat.

Dengan tagline “Dari Astana Menuju Mimbar, Dari Sejarah Menuju Masa Depan”, Pemkab Kuningan berharap rangkaian haul ini tidak berhenti sebagai seremoni tahunan.

Melainkan menjadi momentum bertafakur, bermuhasabah, dan memperkuat tekad melanjutkan pembangunan dengan tetap berpijak pada nilai-nilai luhur para pendahulu.

 

Fakta Singkat Syekh Maulana Akbar:

Peran: Ulama penyebar Islam di Kuningan

Jejak: Mendirikan Pesantren Sidapurna → cikal bakal Desa Purwawinangun

Warisannya: Dimensi spiritual, pendidikan, sosial, dan kultural

Makam: Kompleks Astana Gede, Kuningan. 


(Kom/Angga P/Asep S)

Editor: Adi M

Terkini