Gelontorkan Rp13 Miliar untuk Irigasi, Bupati Majalengka: Petani Harus Bisa Panen 3 Kali Setahun!

Berita Terkini

Satgas TMMD dan Warga Ikuti Doa Bersama Milangkala Desa Cupunagara ke-68

Fokus Dialog (Subang) - Anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang bersama perangkat desa dan masyarakat mengikuti doa bersama dalam ran...

Postingan Populer

Senin, 26 Oktober 2026

Gelontorkan Rp13 Miliar untuk Irigasi, Bupati Majalengka: Petani Harus Bisa Panen 3 Kali Setahun!


MAJALENGKA
, FOKUSDIALOG.COM - Kabar gembira bagi petani Majalengka! Pemerintah Kabupaten Majalengka menggelontorkan bantuan irigasi jumbo senilai lebih dari Rp13 miliar untuk memastikan sawah tidak lagi kekeringan dan petani bisa panen hingga tiga kali setahun.

Bantuan berupa Irigasi Pompanisasi (Irpom) dan Irigasi Perpipaan (Irpip) ini disebar di 80 titik se-Kabupaten Majalengka, mencakup tanaman pangan, hortikultura, hingga perkebunan tebu.

Hal itu disampaikan langsung Bupati Majalengka, Eman Suherman, saat kegiatan Persiapan Penerimaan Bantuan Irpom dan Irpip di Aula Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), Senin (26/10/2026).

Petani Jadi Prioritas, Pupuk Mudah - Harga Gabah Naik

Bupati Eman menegaskan, bantuan ini adalah bukti keberpihakan pemerintah kepada petani, terutama yang lahannya masih tadah hujan.

“Kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan ditunjukkan melalui berbagai strategi, termasuk kemudahan di bidang pupuk yang sekarang tidak lagi susah dan mahal. Selain itu, harga pembelian gabah kini sangat berpihak kepada petani, dengan harga terendah mencapai Rp 6.500. Hal ini belum pernah terjadi pada periode-periode sebelumnya,” tegas Bupati.

Untuk teknisnya, setiap unit Irpom mendapat alokasi Rp155,7 juta dan Irpip *Rp97 juta*. Targetnya ambisius: menaikkan Indeks Pertanaman (IP) dari yang sebelumnya hanya 1 atau 1,7 menjadi IP 3.

“Langkah ini penting agar target Indeks Pertanaman kita bisa meningkat. Jangan sampai petani kesulitan air saat musim kemarau,” ujarnya.

Ia pun menitip pesan keras kepada kelompok tani penerima agar tidak main-main merawat bantuan.

“Saya ingatkan agar kelompok tani mengelola dan menjaga bantuan ini dengan rasa memiliki (sense of ownership), bukan sekadar mencari keuntungan, agar nilai manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Dari 500 Hektare Jadi 2.000 Hektare, Kertajati dan Jatitujuh Tak Lagi Kekeringan

Tak hanya bantuan pompa dan pipa, Pemkab juga membangun sodetan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Hasilnya mencengangkan.

Di wilayah langganan kekeringan seperti Kertajati dan Jatitujuh, luas panen yang biasanya hanya 500 hektare kini melonjak menjadi 2.000 hektare.

Bupati optimistis Majalengka bisa menjadi daerah industri yang maju tanpa mengorbankan sawah. Saat ini Pemkab telah mengunci Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) inti seluas 37 ribu hektare lebih.

“Saya optimistis Majalengka bertransformasi menjadi daerah yang maju dan terindustrialisasi, tanpa harus melupakan ketahanan pangan,” ungkapnya.

Kepala DKP3 Majalengka, Gatot Sulaeman, memastikan 80 titik penerima bantuan sudah diverifikasi dan dikaji secara objektif berdasarkan geografis dan kebutuhan air. DKP3 juga akan mendampingi Gapoktan agar pelaksanaan transparan dan akuntabel.

“Bantuan ini menyasar kawasan yang benar-benar membutuhkan pasokan air, tetapi memiliki potensi sumber air permukaan atau air tanah,” jelasnya.

Perwakilan petani, Yana, mengaku sangat bersyukur. Selama ini kendala terbesar mereka adalah air di Musim Tanam Kedua (MT2) dan Ketiga (MT3).

“Kami sangat bersyukur. Selama ini kendala utama kami di lahan tadah hujan adalah kekurangan air saat memasuki MT2 dan MT3. Dengan adanya bantuan ini, kami yakin bisa tanam dan panen hingga tiga kali dalam setahun tanpa rasa cemas akan kekeringan,” ujarnya.

Dengan irigasi baru ini, Pemkab Majalengka berharap produktivitas pertanian terus meroket dan ketahanan pangan daerah semakin kuat menghadapi perubahan iklim. (Kom/Uj.Ar) 
Editor: Adi M.

Terkini