FGD

Berita Terkini

PT. Bakti Artha Mulya Siap Lapor Balik Atas Laporan Kepala Desa Datar Dugaan Pemalsuan Data

Budi selaku Direktur PT Bhakti Artha Mulya Kuningan, fokusdialog.com   - PT Bhakti Artha Mulya memberikan tanggapan atas laporan dugaan pema...

Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label FGD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FGD. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Juli 2025

Kemenag Majalengka Gelar FGD Cegah Konflik Keagamaan


Majalengka,
fokusdialog.com

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Penguatan Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan, Selasa (8/7/2025), bertempat di Kopi Sawah.

Kasi Bimas Islam Kemenag Majalengka, Sofyan Firdaus, menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk membangun sistem peringatan dini (early warning system) terhadap potensi konflik keagamaan di tingkat lokal.

Sofyan menuturkan, bahwa FGD ini digelar sebagai upaya preventif untuk mencegah konflik keagamaan yang dapat menjadi pemicu konflik berskala besar. Kemenag Majalengka melibatkan berbagai unsur strategis seperti Kantor Urusan Agama (KUA), penyuluh agama, dan organisasi masyarakat (ormas) Islam untuk bertindak sebagai agen deteksi dini di wilayah masing-masing.

“Penyuluh agama yang tersebar di setiap kecamatan memiliki peran penting dalam deteksi dini konflik keagamaan. Dengan jumlah penyuluh agama Islam sebanyak 187 orang, Kemenag Majalengka dapat memantau potensi konflik keagamaan di tingkat local,” ucapnya.

Sofyan menambahkan, Kemenag Majalengka akan bersinergi dengan unsur lintas sektor melalui Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) yang melibatkan kejaksaan, pengadilan, kepolisian, Kodim, pemerintah daerah, ormas Islam, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

“Deteksi dini konflik keagamaan sangat penting untuk mencegah konflik yang dapat berdampak luas. Dengan pembentukan tim deteksi dini, informasi tentang potensi konflik keagamaan dapat segera ditangani di tingkat kabupaten,” ucapnya.

Sofyan menambahkan, Kabupaten Majalengka memiliki rekam jejak konflik keagamaan di masa lalu, seperti konflik terkait komunitas Ahmadiyah di Kecamatan Argapura pada era 1990-an.

“Oleh karena itu, pembentukan tim deteksi dini ini sangat penting untuk mencegah konflik serupa terjadi di masa depan,” pungkasnya. (Uj. AR)