Warga Purbalingga Kidul berharap Sungai Kramean kembali bening seperti dulu setelah aksi bersih lingkungan.
PURBALINGGA,
FOKUSDIALOG.COM – Semangat gotong royong warga Purbalingga kembali terlihat.
Sebanyak 1,5 ton sampah berhasil dikumpulkan dalam aksi bersih lingkungan di
Sungai Kramean, Jumat (21/8/2026).
Aksi yang melibatkan 330 orang dari berbagai unsur
ini menjadi langkah awal Gerakan Purbalingga Gotong Royong menuju Purbalingga
ASRI - Aman, Sehat, Resik, Indah.
3
Titik Pembersihan, 330 Orang Turun Langsung
Kegiatan ini menggerakkan aparatur pemerintah,
anggota Pramuka, pelajar, hingga pegiat lingkungan. Mereka bahu-membahu
menyisir sampah di 3 titik Sungai Kramean.
Kepala DLHPKP Kabupaten Purbalingga Bambang Triono
merinci lokasinya:
- Kawasan SDIT Madani Kelurahan Kandang Gampang
- Jembatan Purbalingga Food Center di Kelurahan
Purbalingga Kidul
- Dusun Timbang
Kelurahan Penambongan
“Sampah yang terkumpul akan kami catat dan evaluasi
untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya. Aksi bersih lingkungan juga
akan dilakukan secara rutin setiap bulan di sejumlah lokasi yang membutuhkan
penanganan,” jelas Bambang.
Bupati:
Ini Bukan Sekadar Bersih-Bersih
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif yang hadir
di lokasi menyebut aksi ini sebagai embrio awal gerakan sadar lingkungan di Purbalingga.
“Kita perlu memahami dan memperhatikan kondisi
lingkungan di Purbalingga. Jadi, aksi ini bukan hanya untuk membersihkan
lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk sama-sama
menjaganya,” kata Fahmi.
Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.
Masih banyak persoalan lingkungan yang butuh kepedulian warga. Ia mengajak
masyarakat memulai dari hal sederhana: tidak membuang sampah sembarangan,
menjaga kebersihan sungai, dan merawat tempat umum.
“Lingkungan yang bersih berpengaruh terhadap
kesehatan masyarakat dan kualitas air di sekitarnya,” tegasnya.
Harapan
Warga: Sungai Kramean Kembali Bening
Bagi warga yang tinggal di bantaran sungai, aksi ini
membawa harapan besar. Rasmini, warga Purbalingga Kidul, masih ingat bagaimana
Sungai Kramean dulu.
“Dulu bening, bisa untuk nyuci. Sekarang sudah
kotor, banyak sampah dan airnya gatal,” ujar Rasmini.
Ia berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti di
sini. Yang lebih penting, lanjutnya, ada kesadaran warga untuk tidak lagi
membuang sampah ke sungai.
Menuju
Purbalingga ASRI
Melalui Gerakan Purbalingga Gotong Royong, Pemkab
menargetkan perubahan perilaku warga. Sungai yang bersih bukan hanya indah
dipandang, tapi juga aman untuk kesehatan dan mendukung kualitas lingkungan.
Dengan 1,5 ton sampah yang berhasil diangkut di hari
pertama, Pemkab Purbalingga optimis gerakan ini akan terus meluas dan
menjadikan Purbalingga sebagai kabupaten yang ASRI. (Tim/Syamsuri)
Editor: Adi M
