Salurkan

Berita Terkini

Kapolres Kuningan Berikan Kuliah Umum kepada Mahasiswa Baru Universitas Kuningan

Kuningan, Fokus Dialog@com.--  Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara S.I.K., M.H. memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru U...

Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label Salurkan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Salurkan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Oktober 2025

Pemdes Cirebon Girang Salurkan BLT untuk 13 KK Kurang Mampu

Kuwu (Kepala desa) Cirebon Girang, Uto Hapid. foto dok FD.


SUMBER, Fokus Dialog.

Pemerintah Desa Cirebon Girang baru-baru ini menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 13 Kepala Keluarga (KK) kurang mampu di desa setempat. Penyaluran BLT ini bersumber dari sebagian kecil Dana Desa (DD) tahun anggaran 2025.

BLT yang disalurkan langsung oleh Kuwu Uto Hapid kepada 13 KK yang kurang mampu ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Penyaluran BLT ini merupakan bagian dari upaya pemerintah desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kemiskinan. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah memenuhi kebutuhan pokoknya dan meningkatkan taraf hidupnya. Pernyataan tersebut disampaikan Kuwu Uto Hapid pada wartawan saat ditemui diruang kerjanya belum lama ini.

Kuwu Uto juga mengatakan bahwa Pemeritahan Desa Cirebon Girang terus berupaya meningkatkan pengelolaan Bumdes dan mengembangkan potensi dari berbagai destinasi unggulan desa, seperti: Wisata religi, Wisata alam, Peternakan, Pertanian, Perikanan, Kesenian/Budaya dan Kuliner.

Selain itu, lanjut Kuwu Uto, desa juga mengalokasikan 20 persen dari dana desa untuk ketahanan pangan. Dan belum lama ini Pemdes Cirebon Girang juga telah menciptakan lagu bertajuk "Cirebon Girang Tangguh" yang sudah diunggah ke YouTube pada bulan Agustus 2025 lalu.  

“Lagu ini diharapkan dapat menjadi semangat bagi masyarakat desa, untuk terus maju dan berkembang,” jelasnya.

(M. Toip)

Rabu, 09 Juli 2025

Dinsos dan Baznas Kabupaten Semarang Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 18 Anak Yatim di Desa Jatijajar


UNGARAN,
fokusdialog.com

Menjelang tahun ajaran baru 2025/2026, BAZNAS Kabupaten Semarang bersama Dinas Sosial dan Swalayan Luwes Ungaran menggelar kegiatan santunan bagi 18 anak yatim di Desa Jatijajar, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Senin 7 Juli 2025.

Uniknya, anak-anak diajak berbelanja langsung kebutuhan sekolah dan sembako.

Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang, Khadziq Faisol, mengatakan kegiatan ini tidak hanya memberi bantuan materi, tapi juga mengajarkan anak-anak tentang cara mengelola uang.

“Belanja langsung oleh anak-anak yatim ini sekaligus untuk belajar mengelola keuangan. Mereka bebas memilih kebutuhan sekolah sesuai keinginan dan memutuskan sendiri prioritasnya,” ujar Khadziq.

Setiap anak menerima bantuan senilai Rp500 ribu, terdiri dari Rp350 ribu untuk membeli peralatan sekolah seperti sepatu, tas, dan alat tulis, serta Rp150 ribu untuk kebutuhan sembako.

Kegiatan yang berlangsung di Swalayan Luwes itu diikuti anak-anak dari Dusun Tegal Panas, Desa Jatijajar, yang selama ini terdampak lingkungan kurang sehat dan hidup dalam keterbatasan.

Turut mendampingi dalam kegiatan ini, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Semarang, Peni Ngesti Nugraha, dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang, Istichomah.

“Setidaknya saat masuk sekolah nanti, kebutuhan anak-anak ini sudah terpenuhi. Kami ingin membantu meringankan beban keluarga mereka,” kata Peni.

Sementara itu, Istichomah menambahkan, bantuan sosial serupa terus dilakukan secara bertahap oleh Pemerintah Kabupaten Semarang, termasuk kepada anak yatim di luar panti asuhan.

Salah satu orang tua penerima manfaat, Evi Arianti, bersyukur putranya bisa mendapatkan bantuan tersebut.

“Alhamdulillah, kebutuhan sekolah anak nanti sudah siap. Ini sangat membantu kami,” ungkap Evi.

Khadziq Faisol menegaskan, BAZNAS berkomitmen agar kegiatan sosial seperti ini tak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemandirian dan tanggung jawab sejak dini.

“Kami berharap anak-anak ini bisa tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan berdaya,” tutupnya. (Red)