Rabu, 07 Oktober 2026
Siswi SMPN 3 Sumber Raih Juara 1 Lomba Desain Batik, Harumkan Nama Sekolah
Selasa, 06 Oktober 2026
Kapolresta Cirebon Tekankan Amanah Jabatan, Minta Pejabat Baru Perkuat Pelayanan Masyarakat
Senin, 05 Oktober 2026
Kapolresta Cirebon Hadiri HUT ke-81 TNI, Tegaskan Soliditas TNI-Polri Jaga Keutuhan NKRI
Jumat, 02 Oktober 2026
Kapolres Kuningan Berikan Kuliah Umum kepada Mahasiswa Baru Universitas Kuningan
Pancasila Pengikat Bangsa! Bupati Kuningan: Rongrongan Terhadap NKRI Sangat Terasa
KUNINGAN,FOKUSDIALOG.COM.
Di tengah berbagai tantangan yang dapat menguji
persatuan bangsa, Pancasila kembali diingatkan sebagai pengikat yang menjaga
Indonesia tetap berdiri dalam satu kesatuan.
Pesan kuat itu mengemuka dalam Upacara Peringatan
Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kabupaten Kuningan Tahun 2026 yang dipimpin
langsung Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., pada Kamis
(1/10/2026).
Upacara berlangsung khidmat di halaman Setda. Hadir
lengkap Wakil Bupati Kuningan, Sekretaris Daerah, unsur Forum Koordinasi
Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala SKPD, camat, pejabat di lingkungan
Sekretariat Daerah, Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan beserta jajaran, Ketua
Dharma Wanita Persatuan, serta para pimpinan BUMD.
Tahun ini, peringatan mengusung tema nasional
“Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.
Bupati Dian bertindak sebagai Inspektur Upacara. Salah satu momen paling penting adalah pembacaan Ikrar Kesaktian Pancasila atas nama Ketua DPR RI Puan Maharani.
Ikrar tersebut menegaskan tekad bulat bangsa
Indonesia untuk mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai
sumber kekuatan dalam membangun kebersamaan, memperjuangkan kebenaran dan
keadilan, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Peringatan ini juga menjadi momentum untuk mengenang
pengorbanan para Pahlawan Revolusi dalam peristiwa G30S/PKI 30 September 1965.
Bagi Bupati Dian, Hari Kesaktian Pancasila tidak
boleh berhenti sebagai seremoni tahunan.
“Peringatan Kesaktian Pancasila bagi kita tidak
hanya sekadar upacara seremonial semata. Terkandung di dalamnya apa memberikan
warning, memberikan semangat juga kepada kita bahwa Pancasila adalah pengikat,”
ujar Bupati Dian usai upacara.
Menurutnya, Pancasila adalah pengikat secara
batiniah dan lahiriah yang memastikan NKRI tetap bersatu di tengah keberagaman.
“Sebagai pengikat secara batiniah, secara lahiriah,
bagaimana terus Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap bersatu,” katanya.
Bupati Dian mengingatkan, menjaga Pancasila dan NKRI
adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Ia menilai tantangan
terhadap persatuan saat ini hadir dalam berbagai bentuk, baik yang terlihat
maupun tidak terlihat.
“Saya melihat rongrongan terhadap NKRI, rongrongan
terhadap Pancasila, baik secara kasat mata maupun tidak kasat mata, ini sangat
terasa,” ungkapnya.
Karena itu, momentum 1 Oktober menjadi sangat
esensial untuk kembali menyadarkan masyarakat tentang posisi Pancasila.
“Momentum Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan
kembali bahwa Pancasila betul-betul adalah sesuatu yang esensial bagi kehidupan
kita untuk berbangsa dan bernegara,” tutur Bupati.
Bupati menegaskan, penghormatan kepada Pancasila dan
para pahlawan tidak cukup hanya melalui upacara. Nilai-nilainya harus
dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.Yakni melalui sikap saling menghargai
perbedaan, menjaga persaudaraan, memperkuat gotong royong, serta menempatkan
kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Pancasila bukan sekadar untuk dihafalkan, tetapi
untuk dijaga, dihayati, dan diamalkan agar persatuan Indonesia tetap kokoh
selamanya. (Kom/Angga P)
Tekab 852 Polresta Cirebon Bekuk Tiga Pelaku Pengeroyokan, Korban Dibacok dengan Celurit
320 Lulus, 80 Baru Dimulai!, Bupati Kuningan: Jangan Cari Kerja, Ciptakan Lapangan Kerja
KUNINGAN,FOKUSDIALOG.COM – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memperkuat kompetensi masyarakat sebagai bekal memasuki dunia kerja sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha baru.
Upaya
itu diwujudkan melalui program pelatihan berbasis kompetensi yang digelar Dinas
Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kuningan.
Tutup
320 Peserta, Buka 80 Peserta Baru
Bupati
Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menghadiri penutupan Pelatihan
Berbasis Kompetensi bagi 320 peserta Batch 1 Tailor Made Training (TMT)
sekaligus membuka Pelatihan Vokasi Nasional bagi 80 peserta Batch 5. Kegiatan
tersebut dipusatkan di J&J Resto, Kecamatan Cilimus, Jumat (2/10/2026).
Acara
turut dihadiri Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., unsur DPRD,
Kepala Disnakertrans Kabupaten Kuningan Dr. H. Toto Toharudin, M.Pd., M.H.,
Camat Cilimus Ade Bunyamin, S.E., M.Si., Kepala Desa Tambakbaya Lukman Mulyadi,
Forkopimcam Cilimus, pemerintah desa, serta BAZNAS Kabupaten Kuningan.
Pelatihan
Menyebar di 20 Titik,Biaya APBN
Kepala
Disnaker Kabupaten Kuningan, Dr. Toto Toharuddin, menjelaskan pelatihan TMT
dilaksanakan langsung di tengah masyarakat dan tersebar di sekitar 20 titik di
Kabupaten Kuningan.
Cakupannya
beragam, mulai dari barbershop, menjahit, tata boga, hidroponik, barista, tata
rias hingga pengoperasian mesin Computer Numerical Control (CNC).
“Sebanyak
320 orang hari ini kita tutup pelatihannya. Kegiatannya tersebar di 20 titik,
sehingga tidak seluruh peserta bisa dihadirkan dalam acara penutupan,” ungkap
Toto.
Menurutnya,
program ini didukung penuh pembiayaan APBN melalui Kementerian Ketenagakerjaan,
termasuk dukungan peralatan dan instruktur.
Disnaker
juga aktif menghubungkan hasil pelatihan dengan kebutuhan industri. Salah
satunya melalui penjajakan dengan investor yang membutuhkan 500–1.000 tenaga
jahit pada tahun pertama.
Di
bidang teknologi, Kuningan telah memiliki 19 mesin CNC bantuan Pemerintah
Provinsi Jawa Barat yang sudah digunakan dalam dua gelombang pelatihan.
Jangan Hanya Cari Kerja, Berani Buka Usaha
Dalam
arahannya, Bupati Dian Rachmat Yanuar menegaskan pelatihan ini bukan formalitas
untuk mendapatkan sertifikat semata.
“Ini
bukan pendidikan yang bersifat formalistik. Ini benar-benar bekal hidup untuk
masa depan. Manfaatkan keterampilan yang diberikan oleh instruktur karena
kesempatan seperti ini belum tentu datang untuk kedua kalinya,” tutur Bupati.
Ia
mendorong peserta untuk tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi
menjadi pencipta lapangan kerja.Bupati mencontohkan keterampilan barbershop
yang kini menjadi gaya hidup dan memiliki peluang besar.
Menurutnya,
usaha tidak selalu butuh modal besar, tetapi butuh keterampilan, konsistensi, dan
pelayanan yang membuat pelanggan kembali.
Begitu
pula dengan menjahit. Peserta tidak harus terpaku bekerja di pabrik, tetapi
bisa mengembangkan usaha custom tailoring, modiste, alteration, sample maker
hingga wardrobe specialist.
“Banyak
peluang bisnis di sekeliling kita. Tinggal bagaimana kemampuan kita
mengolahnya. Jangan gengsi untuk memulai. Harus berani memulai,” katanya.
Bupati
juga mengingatkan pentingnya membangun jejaring sejak pelatihan.
“Hari
ini bertemu ratusan orang, manfaatkan jejaring ini. Saling tukar pikiran,
saling memberikan informasi. Orang yang terus membangun relasi dan silaturahmi
akan menemukan peluang-peluang yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya,”
ujarnya.
Pada
kesempatan itu, Bupati menyatakan dukungan terhadap rencana Disnaker menggelar
cukur rambut massal yang ditargetkan memecahkan rekor MURI dengan melibatkan
1.000 hingga 1.500 peserta. Pemkab juga siap mendukung penguatan sarana dan
prasarana pelatihan.
Menutup
sambutan, Bupati membakar semangat peserta.
“Yang
menentukan masa depan bukan siapa-siapa, tetapi kalian sendiri. Siap menjemput
masa depan yang cemerlang? Siap mandiri? Siap bekerja profesional? Siap hidup
sejahtera?” serunya, yang langsung disambut antusias peserta.
Kegiatan
kemudian ditandai dengan pembukaan Pelatihan Vokasional Nasional Batch 5 dan
penutupan Tailor Made Training (TMT) Batch 1 Kabupaten Kuningan secara resmi. (Kom/Angga P/Asep S)
Editor: Adi M
KEMENDAGRI GELAR RAKOR STRATEGI KEBIJAKAN DAERAH DI CIREBON, DORONG PERCEPATAN PERTUMBUHAN EKONOMI YANG BERKELANJUTAN
Sat Reskrim Polres Ciko, Berhasil Amankan Pelajar 14 Tahun Bobol Counter HP
Kamis, 01 Oktober 2026
Kapolri Baru Pernah Jabat Kapolres Majalengka, Bupati Eman: Kami Bangga
MAJALENGKA,FOKUSDIALOG.COM. – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Pelantikan ini menandai babak baru bagi institusi Polri. Jenderal Suyudi Ario Seto dipercaya menggantikan pucuk pimpinan Polri setelah meniti karier panjang dari bawah.
Sosok Suyudi Ario Seto bukan orang asing bagi warga Majalengka. Sebelum mencapai bintang empat, ia pernah mengabdi sebagai Kapolres Majalengka pada 2014. Kariernya kemudian terus menanjak: Kapolres Bogor, Kapolresta Bogor Kota, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Wakapolda Metro Jaya, Kapolda Banten, hingga Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI.
Kedekatan historis itu bahkan masih ia kenang saat berkunjung kembali ke Majalengka pada Agustus 2026 lalu, di mana ia mengenang masa pengabdiannya di Bumi Sindangkasih.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, langsung menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangga atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Majalengka.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Majalengka dan masyarakat Majalengka, kami mengucapkan selamat kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto atas amanah baru sebagai Kapolri. Beliau bukan sosok yang asing bagi Majalengka karena pernah mengemban tugas sebagai Kapolres Majalengka pada tahun 2014," ujar Bupati Eman.
Menurut Eman, perjalanan karier Suyudi dari Kapolres Majalengka hingga menjadi Kapolri adalah catatan membanggakan bagi daerah.
"Tentu kami merasa bangga karena beliau pernah mengabdi di Majalengka. Kami mendoakan semoga amanah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai Kapolri, serta diberikan kekuatan dan kelancaran dalam memimpin institusi Polri," katanya.
Harapan Sinergi Semakin Kuat
Bupati Eman berharap di bawah kepemimpinan Jenderal Suyudi, sinergitas Polri dengan pemerintah daerah semakin solid, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sebagai fondasi pembangunan.
"Kami berharap sinergi antara Polri dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat. Keamanan dan ketertiban merupakan fondasi penting bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.
Ia menegaskan tantangan keamanan ke depan semakin kompleks sehingga membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia pendidikan, hingga masyarakat.
"Majalengka siap terus bersinergi dengan jajaran kepolisian. Kita ingin masyarakat merasa aman, nyaman dan mendapatkan pelayanan yang baik. Semoga kepemimpinan Jenderal Suyudi membawa Polri semakin dekat dengan masyarakat," tutur Eman.
"Pengalaman beliau selama bertugas di berbagai daerah dan sejumlah posisi strategis di lingkungan Polri menjadi bagian dari perjalanan panjang pengabdiannya. Sekali lagi, selamat kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Dari Majalengka kami menyampaikan doa dan dukungan agar beliau senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan kelancaran dalam menjalankan amanah besar sebagai Kapolri," pungkasnya. (Kom/Uj Ar)
Editor: Adi Mukti




