All Posts | Fokus Dialog

Berita Terkini

Kehadiran Satgas TMMD Dongkrak Aktivitas Ekonomi Warga Cupunagara

Fokus Dialog (Subang) - Kehadiran Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, turut membawa dampak bagi a...

Postingan Populer

Selasa, 13 Oktober 2026

TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang Resmi Dibuka

 


Fokus Dialog (Subang) -
Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0605/Subang di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, resmi dibuka pada Selasa (13/10/2026).

Pembukaan ditandai dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan program TMMD dari Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP., kepada Dandim 0605/Subang Letkol Czi Deny Widi Anggoro, S.H., M.Han., selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD. Dalam upacara tersebut, Bupati bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam amanatnya, Bupati Subang menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa serta memperkuat semangat gotong royong.

“Melalui TMMD, kita berharap terbangun kerja sama yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mendukung pembangunan desa sesuai kebutuhan warga,” ujar Reynaldy.

TMMD ke-130 berlangsung hingga 11 November 2026 dengan mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”. Program ini mencakup sasaran fisik berupa pembukaan jalan baru sepanjang 1.500 meter dengan lebar 4 meter serta pembangunan sarana air bersih berupa bak air di lima titik.


Sasaran fisik tambahan meliputi rehabilitasi satu unit rumah tidak layak huni (Rutilahu), satu unit musala, dan satu unit pos keamanan lingkungan (pos kamling). Adapun kegiatan nonfisik mencakup penyuluhan dan sosialisasi, bela negara, wawasan kebangsaan, pelayanan kesehatan, penyuluhan hukum dan kamtibmas, edukasi bahaya narkoba, serta sosialisasi pengelolaan sampah organik dan nonorganik.

Dandim 0605/Subang Letkol Czi Deny Widi Anggoro mengatakan, pelaksanaan TMMD membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar seluruh sasaran yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik.

“Dukungan pemerintah daerah dan masyarakat sangat penting dalam pelaksanaan TMMD. Kami berharap semangat kebersamaan dan gotong royong terus terjaga sehingga program ini dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi warga,” kata Deny.

Melalui TMMD ke-130, Kodim 0605/Subang bersama pemerintah daerah dan masyarakat berupaya mendukung pembangunan di Desa Cupunagara sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

(Subang) - Komandan Kodim 0605/Subang Letkol Czi Deny Widi Anggoro, S.H., M.Han., memaparkan sasaran kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Selasa (13/10/2026). Program yang berlangsung hingga 11 November 2026 tersebut mencakup pembangunan infrastruktur serta berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Dalam paparannya, Dandim menjelaskan bahwa TMMD merupakan program terpadu lintas sektoral yang melibatkan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mendukung pembangunan di wilayah pedesaan. “Melalui TMMD ke-130 ini, kami berupaya menyinergikan peran TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa. Sasaran kegiatan diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, baik melalui pembangunan fisik maupun kegiatan nonfisik,” ujar Letkol Czi Deny Widi Anggoro. Pada sasaran fisik pokok, TMMD ke-130 mencakup pembukaan jalan baru sepanjang 1.500 meter dengan lebar 4 meter serta pembangunan sarana air bersih berupa bak air di lima titik. Adapun sasaran fisik tambahan meliputi rehabilitasi satu unit rumah tidak layak huni (Rutilahu), satu unit musala, dan satu unit pos keamanan lingkungan (Pos Kamling). Selain pembangunan fisik, program ini juga meliputi kegiatan nonfisik berupa penyuluhan dan sosialisasi, bela negara, wawasan kebangsaan, pelayanan kesehatan, penyuluhan hukum dan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas), edukasi bahaya narkoba, serta sosialisasi pengelolaan sampah organik dan nonorganik. Dandim menjelaskan bahwa pelaksanaan TMMD membutuhkan koordinasi berbagai pihak agar sasaran yang telah ditetapkan dapat berjalan sesuai rencana. Keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan kegiatan di wilayah sasaran. “Harapan kami, pelaksanaan TMMD ke-130 dapat berjalan dengan baik, seluruh sasaran dapat tercapai, dan hasilnya nantinya bisa dimanfaatkan serta dipelihara bersama oleh masyarakat,” tandasnya.



Fokus Dialog (Subang) -
Komandan Kodim 0605/Subang Letkol Czi Deny Widi Anggoro, S.H., M.Han., memaparkan sasaran kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Selasa (13/10/2026). Program yang berlangsung hingga 11 November 2026 tersebut mencakup pembangunan infrastruktur serta berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Dalam paparannya, Dandim menjelaskan bahwa TMMD merupakan program terpadu lintas sektoral yang melibatkan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mendukung pembangunan di wilayah pedesaan.

“Melalui TMMD ke-130 ini, kami berupaya menyinergikan peran TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa. Sasaran kegiatan diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, baik melalui pembangunan fisik maupun kegiatan nonfisik,” ujar Letkol Czi Deny Widi Anggoro.

Pada sasaran fisik pokok, TMMD ke-130 mencakup pembukaan jalan baru sepanjang 1.500 meter dengan lebar 4 meter serta pembangunan sarana air bersih berupa bak air di lima titik.

Adapun sasaran fisik tambahan meliputi rehabilitasi satu unit rumah tidak layak huni (Rutilahu), satu unit musala, dan satu unit pos keamanan lingkungan (Pos Kamling).

Selain pembangunan fisik, program ini juga meliputi kegiatan nonfisik berupa penyuluhan dan sosialisasi, bela negara, wawasan kebangsaan, pelayanan kesehatan, penyuluhan hukum dan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas), edukasi bahaya narkoba, serta sosialisasi pengelolaan sampah organik dan nonorganik.

Dandim menjelaskan bahwa pelaksanaan TMMD membutuhkan koordinasi berbagai pihak agar sasaran yang telah ditetapkan dapat berjalan sesuai rencana. Keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan kegiatan di wilayah sasaran.

“Harapan kami, pelaksanaan TMMD ke-130 dapat berjalan dengan baik, seluruh sasaran dapat tercapai, dan hasilnya nantinya bisa dimanfaatkan serta dipelihara bersama oleh masyarakat,” tandasnya.

Senin, 12 Oktober 2026

Dua Kupon PMI Bernilai Rp4.000, Uang Sumbangan Guru Disebut Rp5.000, Ada Apa?


KABUPATEN CIREBON – Mekanisme pengumpulan sumbangan dalam kegiatan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) di wilayah Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, menjadi perhatian. Sorotan muncul setelah adanya keterangan mengenai pembagian kupon kepada guru di salah satu sekolah dasar, dengan nominal uang yang disebut berbeda dari nilai kupon yang diberikan.

Keterangan tersebut disampaikan Eka Hendriyanto, Kepala Sekolah Astapada sekaligus Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Tengahtani, saat diwawancarai awak media pada Selasa (13/10/2026).

Eka menjelaskan bahwa pembagian kupon PMI kepada para siswa dan guru dilakukan secara sukarela dan tanpa paksaan. Menurut keterangannya, siswa diberikan satu kupon senilai Rp2.000, sedangkan sejumlah guru menerima dua kupon dengan total nilai nominal Rp4.000, tetapi menyerahkan uang sebesar Rp5.000.

“Kalau untuk guru dipungut Rp5.000 mendapat dua kupon, sedangkan siswa satu kupon senilai Rp2.000. Itu pun dengan sukarela dan tanpa paksaan,” ujar Eka kepada awak media.

Meski pihak sekolah menyebut sumbangan tersebut bersifat sukarela, perbedaan antara uang yang diserahkan guru dan nilai nominal kupon yang diterima memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pelaksanaannya. Apakah terdapat ketentuan teknis khusus dalam pengumpulan sumbangan tersebut, ataukah ada penjelasan lain yang mendasari perbedaan nominal itu?

PMI Kabupaten Cirebon Jelaskan Mekanisme Kupon

Sebelumnya, Kepala Markas PMI Kabupaten Cirebon, Aris Sugema, saat diwawancarai di kantornya di Jalan Otto Iskandardinata Nomor 40A, Tegalsari, Plered, Kabupaten Cirebon, Senin (12/10/2026), menjelaskan mekanisme penggunaan kupon dalam kegiatan Bulan Dana PMI.

Menurut Aris, setiap kupon sumbangan memiliki nilai nominal Rp2.000. Kupon tersebut berfungsi sebagai bukti sumbangan sekaligus bagian dari mekanisme pencatatan dana yang terkumpul.

Ia mencontohkan, apabila seseorang memberikan sumbangan sebesar Rp10.000, maka kupon yang diberikan berjumlah lima lembar, dengan nilai masing-masing Rp2.000, bahkan dari kupon yang beredar 10% nya untuk kepentingan kordinator sebagai ganti bensin.

Dengan penjelasan tersebut, mekanisme pemberian dua kupon yang secara nominal bernilai Rp4.000, sementara uang yang diserahkan sebesar Rp5.000, perlu diperjelas agar tidak menimbulkan perbedaan pemahaman di tengah masyarakat.

Namun, keterangan yang tersedia belum cukup untuk memastikan apakah terdapat ketentuan lain yang berlaku dalam pengumpulan sumbangan di sekolah tersebut. Karena itu, penjelasan lebih lanjut dari pihak PMI Kabupaten Cirebon maupun pihak sekolah diperlukan untuk memperoleh gambaran yang utuh.

Transparansi dan Sukarela Perlu Diperjelas

Bulan Dana PMI merupakan kegiatan pengumpulan sumbangan untuk mendukung kegiatan kemanusiaan. Dalam pelaksanaannya, kejelasan mekanisme, pencatatan penerimaan, kesesuaian nilai kupon, serta keterbukaan informasi menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Terlebih, apabila kegiatan melibatkan peserta didik di lingkungan sekolah, penyampaian informasi mengenai sifat sukarela sumbangan perlu dilakukan secara jelas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau kesan adanya kewajiban untuk membayar.

Hingga berita ini disusun, persoalan yang menjadi perhatian adalah perlunya penjelasan mengenai selisih nominal uang yang diserahkan dengan nilai kupon yang diterima.

(Cephy)

Ciptakan Kenyamanan Dan Kondusifitas di Wilayah Piket Koramil 01/Laweyan Laksanakan Patroli Malam

Surakarta, Senin 12/10/2026 pukul 21.00 WIB, Piket Koramil 01/Laweyan Kodim 0735/Surakarta Serka Hidayat Kurniawan melaksanakan Patroli Malam di seputaran wilayah binaan Koramil 01/Laweyan.

Dikatakan Serka Hidayat Patroli malam bersama Linmas  dilaksanakan ditempat rawan terjadinya kriminalitas dan bentuk kejahatan lainnya, melalui obyek-obyek vital Pemerintah serta kegiatan masyarakat yang ada diwilayah Koramil 01/Laweyan juga termasuk  lingkungan maupun perumahan warga masyarakat.

"Patroli bersama Linmas bukan hanya sekedar kegiatan rutinitas Piket Koramil 01/Laweyan,namun merupakan salah satu wujud tanggung jawab dan tindakan aktif Piket sebagai upaya menciptakan kondusifitas, meminimalisir terjadinya kriminalitas maupun kemungkinan terjadinya gangguan keamanan lainnya terhadap masyarakat khususnya di wilayah Koramil 01/Laweyan."tegasnya.
Uploaded Image

Paripurna Istimewa HUT Rohul, Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Kemajuan Daerah

FOKUSDIALOG. COM
ROKAN HULU
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hulu menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-27 Kabupaten Rokan Hulu di ruang rapat paripurna DPRD Rohul, Senin (12/10/2026).

Rapat dipimpin Ketua DPRD Rohul Hj. Sumiartini, didampingi Wakil Ketua M. Aidi dan Nono Patria Pratama. Turut hadir Bupati Rohul Anton, ST, MM, Wakil Bupati Syafaruddin Poti, SH, MM, perwakilan Gubernur Riau sekaligus Asisten I Setdaprov Riau Zulkifli Syukur, anggota DPR RI, Wakil Ketua DPRD Riau, Forkopimda, kepala OPD, para pendiri Rohul, serta tokoh adat dan agama.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Rohul Hj. Sumiartini mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan dan meningkatkan partisipasi aktif dalam pembangunan daerah.

Ia menegaskan, peringatan HUT ke-27 bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk mengenang jasa para pendahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan Kabupaten Rokan Hulu.

“Melalui momentum hari jadi ini, mari perkuat kebersamaan dan terus berkontribusi sesuai peran masing-masing demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Rohul,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Rohul Anton menyampaikan bahwa perjalanan pembangunan Kabupaten Rokan Hulu hingga memasuki usia ke-27 tidak terlepas dari perjuangan para pemimpin terdahulu serta kontribusi seluruh masyarakat.

Menurutnya, tema HUT ke-27, “Maju Bersinergi Membangun Negeri”, menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, bukan hanya pemerintah.

“Diperlukan sinergi kuat antara pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat,” kata Anton.

Ia juga mengakui keterbatasan fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran menjadi tantangan dalam pelaksanaan pembangunan. Meski demikian, Pemkab Rohul tetap berkomitmen memprioritaskan program yang dibutuhkan masyarakat, meningkatkan pelayanan publik, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif.

Perwakilan Gubernur Riau, Zulkifli Syukur, turut menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Riau untuk memperkuat kolaborasi dengan Pemkab Rohul, khususnya dalam pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai Rokan Hulu memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan industri pengolahan yang perlu terus dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta membuka lapangan kerja.

Selain itu, Pemprov Riau mendorong optimalisasi berbagai program pemerintah pusat, di antaranya Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Khusus program BSPS, Zulkifli meminta agar pendataan calon penerima dilakukan secara valid sehingga bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

“Apa yang dapat ditangani kabupaten kita dorong, provinsi kita upayakan, dan yang membutuhkan dukungan pusat kita perjuangkan bersama,” tegasnya.
Rapat Paripurna peringatan HUT ke-27 Kabupaten Rokan Hulu ini menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan yang terarah, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

Dengan semangat “Maju Bersinergi Membangun Negeri”, seluruh elemen diharapkan terus memperkuat kerja sama demi kemajuan Kabupaten Rokan Hulu yang dikenal sebagai Negeri Seribu Suluk.

 Editor :Wagiran

HUT ke-27 Rohul, Pemkab Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Pemerataan Pembangunan


FOKUSDIALOG.COM
ROKAN HULU,
 Hujan lebat tak menyurutkan khidmatnya upacara peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) di halaman Kantor Bupati Rohul, Senin (12/10/2026).


Bupati Rokan Hulu Anton, ST., MM., bertindak sebagai Inspektur Upacara, didampingi Wakil Bupati H. Syafaruddin Poti, SH., MH., jajaran Forkopimda, Pj Sekda Drs. H. Yusmar, M.Si., serta ribuan ASN dan non-ASN

Dalam sambutannya, Bupati Anton mengapresiasi ketangguhan seluruh peserta upacara yang tetap mengikuti kegiatan di tengah guyuran hujan.


“Harapan kita di hari jadi ke-27 ini dan seterusnya, Rokan Hulu makin bersinar, bersih dari korupsi, serta menjadi Rokan Hulu yang maju, bersinergi, dan siap membangun negeri,” tegasnya.


Anton menyampaikan, selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati, berbagai program pembangunan terus dilaksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Mengusung tema “Maju Bersinergi Membangun Negeri”, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu mendorong sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, tokoh adat, tokoh agama, dan generasi muda.


Sejumlah capaian pembangunan turut disampaikan, di antaranya pertumbuhan ekonomi Rohul sebesar 6,79 persen, program Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA ASA), pembukaan 500 lowongan kerja melalui Job Fair, serta peningkatan dan rekonstruksi infrastruktur jalan.


Di bidang pendidikan, pemerintah merevitalisasi sekolah dengan anggaran Rp79,44 miliar dan menyalurkan seragam gratis bagi 17.340 siswa. Sementara di sektor kesehatan, cakupan Universal Health Coverage (UHC) telah mencapai lebih dari 95 persen.

Pemerintah daerah juga mendorong pembangunan RSUD enam lantai, rehabilitasi Gedung Daerah, serta peningkatan fasilitas publik melalui sinergi dengan dunia usaha.

Peringatan HUT ke-27 Rohul turut diisi dengan penyerahan Satyalancana Karya Satya kepada 212 ASN, penghargaan kecamatan berprestasi, serta peresmian tiga gedung vital, yakni Kantor Bupati, Gedung DPRD, dan RSUD Rokan Hulu.


Momen penting lainnya adalah penandatanganan nota kesepahaman antara Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Rohul dan Kejaksaan Negeri Rokan Hulu terkait penerapan restorative justice berbasis adat Melayu Riau.

Selain itu, PT Bank Riau Kepri Syariah menyerahkan satu unit ambulans untuk RSUD Rokan Hulu melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (TJSL/CSR).


Usai upacara, Bupati Anton bersama Forkopimda melanjutkan kegiatan dengan menghadiri Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-27 Kabupaten Rokan Hulu di Gedung DPRD Rohul.
Momentum hari jadi ini diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan, meningkatkan pembangunan, dan mewujudkan Rokan Hulu yang maju, sejahtera, serta bersih dari korupsi.

Editor :Wagiran

Ketua dan Sekretaris Akpersi Rohul Menang LKTJ PWI Rohul 2026



FOKUSDIALOG.COM
Rokan Hulu-Riau - Dalam rangka memeriahkan har iiulang tahun Kabupaten Rokan Hulu ke-27 tahun 2026, Persatuan Wartawan Indonesia menggelar Lomba Karya Jurnalistik. Dari puluhan peserta kategori Wartawan/ Umum, nama wartawati senior sekaligus Ketua DPC Akpersi Rokan Hulu Hana Asmita S.I.Kom diumumkan sebagai juara 1. 

Lomba LKTJ PWI Rokan Hulu ini berlangsung 20 September sampai 8 Oktober 2026, dengan mengangkat tema " Jejak CSR Perusahaan Dalam Membangun Negeri ". LKTJ ini memperlombakan 2 kategori peserta yakni kategori siswa dan mahasiswa , serta kategori wartawan dan umum. 

Ketua panitia, Akhiruddin menyampaikan peserta yang mendaftar kategori siswa dan mahasiswa sebanyak 30 orang, sedangkan kategori wartawan dan umum sebanyak 20 orang. 

Pemenang LKTJ PWI Rokan Hulu ini diumumkan Senin pagi, 12 Oktober 2026, usai upacara peringatan Hari Ulang Tahun kabupaten Rokan Hulu ke 27. Untuk kategori siswa dan mahasiswa dimenangkan oleh juara 1 Putri Aulia Oktafiona, juara 2 Nova Wulandari , juara 3 Khusnul Fikri, dan harapan 1 Rasiti Harefa .  

Sementara untuk kategori wartawan dan umum, juara 1 Hana Asmita S.I.Kom, juara 2 Ermiza Indah Puspitanty, juara 3 Heru Pramono Cakty, dan harapan 1 atas nama M.Syari Faidar. 

Salah seorang pemenang lomba , yang juga merupakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Kabupaten Rokan Hulu, Hana Asmita S.I.Kom, mengaku tak menduga akan menang. 

" Awalnya hanya ingin berpartisipasi saja, untuk mempertajam pengetahuan tentang jurnalistik. Karena kan saya belum pernah ikut LKTJ. Endingnya, buat kaget, alhamdulillah, diumumkan sebagai juara 1. Prestasi ini tentunya menjadi motivasi tersendiri bagi diri saya, untuk terus berkarya dan terus sukses dalam karir sebagai seorang jurnalist. Trimakasih kami ucapkan kepada PWI Rohul yang sudah melaksanakan kegiatan ini. Kegiatan LKTJ ini, sangat bagus untuk diikuti. Memotivasi kita untuk upgrade diri dan mengasah serta mengukur kemampuan ilmu jurnalistik yang kita kuasai. Karena produk jurnalistik itu tidak hanya soft news atau breaking news, melainkan juga ada liputan in depth, feature, dan investigasi." Ujar Hana Asmita 

Sebagai wartawati senior, yang andil sebagai peserta LKTJ PWI Rohul, Hana Asmita S.I.Kom menyajikan liputan feature tentang UMKM dan IKM, yang berjudul " IKM Langgak Craf Sulap Lidi Sawit Menjadi Cuan". Karya jurnalistik ini dipublikasikan di media online Riaunet.com 
Dalam karya jurnalistik ini, Hana Asmita menggambarkan perjuangan sebuah Industri Kecil Menengah Langgak Craf yang berjuang untuk tumbuh dimusim pandemi covid 19, dengan modal swadaya anggota. Jatuh bangunnya usaha yang dibangun para ibu rumah tangga yang memanfaatkan waktu luang untuk menganyam lidi sawit ini akhirnya berkembang setelah CSR PT.SPR Langgak melakukan pembinaan dan memberikan berbagai bantuan melalui program pemberdayaan masyarakat dan pembinaan UMKM lokal. 

Pemenang lomba LKTJ PWI Rohul 2026 ini menerima hadiah berupa gadget, uang Rp 2 juta, sertifikat plus thropy untuk juara 1, uang Rp 1.5 juta , sertifikat dan trophy untuk juara 2, uang Rp 1 juta , sertifikat plus thropy untuk juara 3 dan uang Rp 500 ribu, sertifikat plus thropy untuk harapan 1. 

Hana Asmita mengapresiasi PWI Rokan Hulu yang telah menjadi organisasi pertama di Rokan Hulu yang melaksanakan kegiatan LKTJ ini. 

"Saya berharap kedepan 15 organisasi wartawan yang ada di kabupaten Rokan Hulu, berlomba-lomba melaksanakan kegiatan yang sifatnya memotivasi wartawan yang ada di Rokan Hulu untuk upgrade diri." pungkasnya.

Editor : Wagiran

Mengucapkan Selamat Hari Jadi Rokan Hulu

Gandeng Linmas, Piket Koramil 04/Jebres Patroli Malam Sambil Himbauan Kamtibmas

Surakarta - Mewujudkan lingkungan yang aman dan kondusif di lingkungan  Masyarakat Piket Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Serka Suparno melaksanakan Patroli Bersama Anggota Linmas Guna menciptakan Kamtibmas yang aman di wilayah Kec. Jebres Surakarta, Minggu  (11/10/2026).

Sembari melaksanakan Patroli Malam, Piket Koramil 04/Jebres  Serka Suparno  juga melaksanakan kegiatan Komsos dengan warga dengan memberikan himbauan untuk menjaga Kamtibmas tetap aman diwilayah binaan.

"Pada pelaksanaan ini memaksimalkan peran komunikasi sosialnya dengan sejumlah warga sebagai upaya untuk cegah dini dan deteksi dini terhadap hal hal yang tidak diinginkan. Warga dapat terjalin dengan baik diharapkan berbagai informasi yang terjadi dapat terdeteksi secara dini dan cepat tentukan langkah untuk mengantisipasinya," ungkap Serka Suparno.

"Dengan rutin melaksanakan Patroli wilayah di malam hari, kami berusaha menciptakan Kamtibmas di wilayah tetap aman dan  warga masyarakat akan terasa tenang dan nyaman, Semoga warga masyarakat akan senang dengan keberadaan kita yang rutin melaksanakan patroli," harapnya.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Dari Sumbangan Masyarakat untuk Aksi Kemanusiaan, Ini Penjelasan PMI Kabupaten Cirebon



CIREBON – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon melaksanakan program Bulan Dana PMI Tahun 2026 sebagai upaya menghimpun partisipasi masyarakat untuk mendukung berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Dalam pelaksanaannya, PMI menggunakan kupon sumbangan senilai Rp2.000 per lembar. Aris Sugema (Kepala Markas PMI Kab Cirebon), menjelaskan bahwa kupon tersebut menjadi bukti atas sumbangan yang diberikan masyarakat sekaligus bagian dari mekanisme pencatatan dana yang terkumpul. Senin. (12/10/2026). Markas Palang Merah Indonesia Kabupaten Cirebon
Jl. Otto Iskandardinata No. 40 A, Tegalsari, Plered, Cirebon 45154.

Menurut Aris, masyarakat yang memberikan sumbangan akan menerima kupon sesuai dengan nominal yang disumbangkan. Sebagai contoh, apabila seseorang memberikan sumbangan sebesar Rp10.000, maka kupon yang diberikan sebanyak lima lembar, masing-masing senilai Rp2.000.

“Kalau masyarakat menyumbang Rp10.000, kupon yang diberikan sebanyak lima lembar. Jadi, nilai kupon harus sesuai dengan jumlah sumbangan yang diterima,” jelas Aris.

Kupon yang Tidak Terpakai Dikembalikan kepada PMI

Aris menjelaskan, mekanisme tersebut juga berlaku bagi kecamatan yang menerima kupon Bulan Dana PMI untuk diedarkan kepada masyarakat.

Ia mencontohkan, apabila suatu kecamatan menerima kupon dengan total nilai Rp5 juta, sedangkan sumbangan yang berhasil dihimpun hanya Rp3 juta, maka dana yang disetorkan ke rekening Bank BJB atas nama PMI Kabupaten Cirebon sebesar Rp3 juta. Sementara itu, kupon senilai Rp2 juta yang belum terpakai dikembalikan kepada pihak PMI.

“Kalau kupon yang diterima senilai Rp5 juta, tetapi yang terkumpul hanya Rp3 juta, maka yang disetorkan Rp3 juta. Sisanya, berupa kupon senilai Rp2 juta, dikembalikan kepada kami,” ungkapnya.

Menurutnya, mekanisme tersebut bertujuan agar jumlah sumbangan yang diterima, kupon yang beredar, serta dana yang disetorkan dapat dicatat secara tertib dan sesuai dengan realisasi pengumpulan di lapangan.

Sumbangan Tanpa Kupon Perlu Diklarifikasi

Aris juga menekankan pentingnya pemberian kupon kepada masyarakat yang telah menyumbang. Ia menyebutkan bahwa sumbangan tanpa disertai kupon perlu menjadi perhatian dan diklarifikasi kepada pihak PMI agar dapat diketahui kesesuaiannya dengan mekanisme yang berlaku.

Sebagai contoh, masyarakat yang menyumbang Rp10.000 semestinya menerima lima lembar kupon senilai Rp2.000 per lembar.

Karena itu, apabila ditemukan pengumpulan uang yang mengatasnamakan Bulan Dana PMI tanpa disertai bukti kupon, masyarakat dapat meminta penjelasan kepada petugas terkait atau mengonfirmasikannya langsung kepada PMI Kabupaten Cirebon.
Aris Sugema ( Kepala Markas PMI Kab Cirebon )

Klarifikasi tersebut diperlukan untuk memastikan apakah terdapat kekeliruan administrasi atau tindakan yang tidak sesuai dengan ketentuan. Penetapan adanya pungutan liar tetap memerlukan pemeriksaan dan bukti yang memadai.

Dari kupon yang beredar 10% nya untuk kepentingan kordinator sebagai ganti bensin.

Dana Dikembalikan untuk Kepentingan Kemanusiaan

Lebih lanjut, Aris menerangkan bahwa dana yang dihimpun melalui Bulan Dana PMI diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Salah satu bentuk pemanfaatannya adalah bantuan kepada warga yang mengalami musibah, seperti kebakaran rumah. Selain itu, kegiatan sosial dan lingkungan, termasuk penanaman pohon di kawasan pesisir untuk membantu mengurangi risiko abrasi, juga dapat menjadi bagian dari upaya kemasyarakatan sesuai program dan ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, partisipasi masyarakat melalui Bulan Dana PMI diharapkan dapat mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan yang berorientasi pada kepentingan umum.

“Dana yang terkumpul dari masyarakat diharapkan dapat kembali memberikan manfaat kepada masyarakat. Misalnya, ketika ada warga yang rumahnya mengalami kebakaran, PMI dapat memberikan bantuan sesuai kemampuan dan ketentuan yang berlaku. Masih banyak kegiatan kemanusiaan lainnya yang dapat dilakukan,” jelasnya.

- Aris Sugema ( Kepala Markas PMI Kab Cirebon )
- Bulan Dana PMI Berdasar Rekomendasi DPRD dan SK Bupati 
- Bulan Dana PMI Tahun 2026 berlangsung selama 3 bulan dari Bulan September - November 
- Kupon yang di edarkan besaran Rp 2000 
- Kupon Bulan Dana sebagai bukti setoran sumbangan bukan berarti keharusan atau kewajiban menyumbang atau menyetor untuk PMI
- Berikut alokasi dana Bulan Dana PMI Kabupaten Cirebon:
 
  A. Penanganan Bencana
 
- Penanggulangan banjir, tanah longsor, angin kencang, kebakaran

- Penyaluran air bersih bagi wilayah terdampak kekeringan 
 
B. Kesehatan

- Pelayanan PP ( Pertolongan Pertama)

- Pelayanan ambulans 
 
 C. Program Sosial
 
- Renovasi rumah tidak layak huni

- Bantuan sembako

- Intervensi gizi ibu dan anak
 
 D. Pembinaan SDM
 
- Pembinaan relawan, KSR, dan Palang Merah Remaja (PMR)
 
Intinya: Dana yang terkumpul dikembalikan sepenuhnya untuk kegiatan kemanusiaan — dari masyarakat, untuk masyarakat.

Transparansi Menjadi Kunci Kepercayaan Publik

Pelaksanaan Bulan Dana PMI tidak hanya berkaitan dengan penghimpunan sumbangan, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap lembaga kemanusiaan. Oleh karena itu, kejelasan mekanisme pemberian kupon, pencatatan penerimaan, penyetoran dana, serta pelaporan penggunaannya menjadi aspek penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas.

Masyarakat diharapkan memahami bahwa kupon merupakan bukti sumbangan, bukan dengan sendirinya menjadi dasar kewajiban untuk memberikan uang. Partisipasi dalam sumbangan perlu dilaksanakan sesuai ketentuan resmi yang berlaku.

PMI Kabupaten Cirebon juga diharapkan terus memberikan informasi yang terbuka mengenai pelaksanaan program, mekanisme penghimpunan dana, serta realisasi pemanfaatannya agar masyarakat dapat mengetahui manfaat dari setiap partisipasi yang diberikan.

Dengan pengelolaan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, Bulan Dana PMI diharapkan terus menjadi salah satu sarana untuk memperkuat kepedulian sosial dan mendukung berbagai kegiatan kemanusiaan di Kabupaten Cirebon.

(Cephy)