Plt Bupati Pekalongan Sukirman saat memberikan sambutan pembukaan PRK 2026 di Taman Boulevard Kajen, Selasa (25/8/2026).
PEKALONGAN,
FOKUSDIALOG.COM – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan komitmennya
memberantas praktik pungutan liar (pungli) dalam pelaksanaan Pekan Raya Kajen
(PRK) 2026. Penegasan itu disampaikan langsung oleh Plt Bupati Pekalongan
Sukirman saat membuka PRK 2026 di Taman Boulevard Kajen, Selasa sore
(25/8/2026).
"Saya bertekad memperbaiki aturan main. PRK
hari ini tidak ada lagi pungli, pungutan di luar tarif resmi, pungutan di luar
peraturan daerah yang ada," tegas Sukirman di hadapan pedagang, unsur
Forkopimda, dan kepala OPD.
Untuk memastikan hal itu, Pemkab Pekalongan telah
membentuk satuan tugas (satgas) khusus. Satgas ini bertugas mengawasi
pelaksanaan PRK dan menjadi tempat pengaduan bagi pedagang yang menemukan
pungutan tidak resmi.
"Tim kabupaten sudah membentuk satgas, jika ada
pungli silakan lapor ke satgas. Ini dilakukan agar pelaku UMKM bisa terus
berkembang tanpa beban retribusi yang berlebihan," tandasnya.
PRK
Jadi Ruang Penguatan UMKM
Sukirman menekankan PRK 2026 bukan sekadar agenda
seremonial dan hiburan rakyat. Event tahunan ini harus menjadi ruang nyata bagi
pelaku UMKM Kabupaten Pekalongan untuk memperluas pasar dan meningkatkan omzet.
Ia pun menitipkan tugas kepada Dinas Koperasi, UMKM
dan Tenaga Kerja untuk terus menata serta menghidupkan sentra-sentra UMKM di
berbagai wilayah, seperti di Kajen, Wonopringgo, Kedungwuni, Kesesi, dan daerah
lainnya.
"Semoga semuanya laris manis, dan masyarakat
daya belinya meningkat," harapnya.
Hal senada disampaikan Plt Kepala Disperindag,
Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan, Siti Masruroh. Ia menyebut
PRK 2026 digelar selama lima hari, mulai 25 hingga 30 Agustus 2026, untuk
memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus Hari Jadi Kabupaten Pekalongan
ke-404.
"PRK 2026 juga menjadi wadah integrasi pameran
pelayanan publik, promosi produk unggulan, budaya, serta penguatan kemandirian
ekonomi kerakyatan," terang Siti.
Tinjau
Stan dan Kampanyekan Integritas
Usai membuka acara, Sukirman bersama Sekda Kabupaten
Pekalongan M Yulian Akbar dan jajaran Forkopimda meninjau sejumlah stan
peserta.
Di stan Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan,
Sukirman menjadi saksi akad nikah pasangan pengantin. Selama PRK berlangsung,
stan Kemenag juga membuka layanan pendaftaran pernikahan.
Selanjutnya, Sukirman mengunjungi stan Inspektorat
Daerah Kabupaten Pekalongan. Di sana ia mengikuti permainan integritas
"Game Fokus". Dalam permainan tersebut, Sukirman menancapkan mata
panah pada kata "sederhana".
Ia menegaskan pentingnya aparatur pemerintah
menerapkan gaya hidup sederhana.Dengan penegasan larangan pungli dan penguatan
pengawasan, Pemkab Pekalongan menempatkan PRK 2026 tidak hanya sebagai pesta
rakyat, tetapi juga sebagai ajang promosi dan pengembangan UMKM yang
berlangsung transparan sesuai ketentuan. (Tim/Syamsuri)
Editor: Adi M
