Lewat

Berita Terkini

Polsek Kedawung Bersama Warga Amankan Pelaku Penusukan Dua Perempuan di Sutawinangun

CIREBON KOTA, Fokus Dialog@com .-- Warga bersama anggota Polsek Kedawung berhasil mengamankan seorang pria berinisial SM alias D yang diduga...

Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label Lewat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lewat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 September 2026

Pemdes Cantigi Kulon Mantapkan Arah Pembangunan Lewat Musrenbang RKP Desa 2027


INDRAMAYU, FOKUSDIALOG.COM
- Pemerintah Desa Cantigi Kulon, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang) RKP Desa Tahun 2027 di Aula Kantor Desa, Selasa (15/9/2026). Musrenbang yang dihadiri 10 RT dan 5 RW ini berlangsung antusias dan penuh aspirasi.


Kuwu Cantigi Kulon, Chaero Tunnisa, S.Pd.i menegaskan Musrenbang menjadi wadah utama menampung suara masyarakat dari setiap blok.


"Diadakan musrenbang desa ini adalah menampung aspirasi masyarakat Desa Cantigi Kulon untuk memberikan aspirasinya atau warga di masing-masing bloknya apapun kondisinya terkait dengan wilayahnya setempat. Mungkin kita selaku Kuwu akan memprioritas untuk bangunan yang sudah dimusyawarahkan di balai desa Cantigi Kulon untuk memprioritaskan dengan fisik yang kondisinya semakin buruk," ujar Chaero.


"Insyaallah nanti diperbaiki untuk tahun 2027, nanti kita usahakan dan kita prioritaskan untuk diperbaiki semaksimal mungkin," tambahnya.


Apresiasi datang dari Kecamatan Cantigi. Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Rahmat Hidayat SE menjelaskan, Musrenbang RKP Desa 2027 merupakan realisasi dari RPJM Desa.


"Musrenbang di Desa Cantigi Kulon tahun 2027 untuk RKP Desa ini sebenarnya realisasi dari RPJM Desa. Jadi sebenarnya hanya untuk mengambil poin-poin dari usulan-usulan aspirasi dari masyarakat dan juga sesuai dengan petunjuk dari pemerintah mengenai pokok-pokok yang harus dikerjakan atau dilaksanakan di desa," jelasnya.


"Jadi intinya sekarang itu hanya membahas dari seluruh usulan-usulan yang diprioritaskan untuk tahun ini, ataupun tahun ke depan itu apa saja. Jadi tidak mungkin dari usulan yang sekian banyak, ada ratusan itu bisa terlaksana. Tapi diambil poin-poin utamanya dulu," imbuhnya.


Rahmat juga memuji kekompakan warga Cantigi Kulon yang dinilainya paling antusias se-Kecamatan Cantigi.


"Sebenarnya untuk Desa Cantigi Kulon ini antusias masyarakat dalam menyampaikan aspirasinya sangat bagus. Itu dapat dilihat jika ada acara-acara perkumpulan, musyawarah desa ataupun apapun yang diadakan oleh Desa Cantigi Kulon itu masyarakat cukup antusias dan selalu memberikan respon yang positif dalam hal untuk pembangunan desanya", ucapnya.


Makanya, lanjut Rahmat, dari pihak kecamatan selalu mendukung program-program yang ada di Desa Cantigi Kulon, karena memang benar setiap tahun berjalan lancar dan kondusif. 

"Tahun kemarin juga jadi desa yang terpilih sebagai desa terbaik, bahkan hingga ke provinsi pun dapat juara serta mendapatkan hadiah pada waktu itu berupa uang dan piagam. Tapi dari nilai uang ada katanya cuman belum terrealisasi. Dan Desa Cantigi Kulon ini mendapat peringkat terbaik se-Kabupaten dan mendapat apresiasi dari Bupati Indramayu," ungkapnya.


"Yang pasti Desa Cantigi Kulon berhasil meraih desa terbaik se-Jawa Barat, karena sudah masuk ke provinsi sebagai desa terbaik. Saya merasa bersyukur dengan terpilihnya Desa Cantigi Kulon ini menjadi desa terbaik. Saya menginginkan semua desa yang ada di Kecamatan Cantigi terutama harus seperti Desa Cantigi Kulon pada umumnya untuk seluruh desa yang ada di Indramayu," pungkasnya.



Tulis Desa Cantigi Kulon, Chafifur Ruhon Al Islami, ST menjelaskan, Musrenbang bukan sekadar rutinitas, melainkan penentuan masa depan desa.


"Tujuan utama Musrenbang ini yakni menyepakati prioritas pembangunan Desa Tahun 2027, menjaring dan memadukan aspirasi masyarakat dengan arah RPJM Desa, menentukan kegiatan yang menjadi kewenangan desa dan usulan ke tingkat kecamatan/kabupaten, serta menyusun dasar yang kuat untuk RKP Desa 2027 dan APB Desa 2027," jelas Chafifur.


Menurutnya, pembahasan dimulai dari gambaran umum kondisi desa secara komprehensif. Mulai dari data kependudukan dan kelompok masyarakat sasaran, potret kemiskinan, kesehatan, pendidikan, dan ketahanan pangan, hingga kondisi infrastruktur dasar, lingkungan, serta potensi risiko bencana.


Tak luput dibahas potensi ekonomi lokal yang menjadi tulang punggung desa, seperti pertanian, perikanan, UMKM, dan usaha masyarakat. Termasuk perhatian khusus bagi kelompok rentan, seperti lansia, penyandang disabilitas, dan keluarga yang membutuhkan perhatian.


Fokus pada Ekonomi Kerakyatan dan Pelayanan Dasar

Untuk RKP Desa 2027, Pemdes Cantigi Kulon telah menetapkan lima arah prioritas utama:

1. Penguatan ekonomi kerakyatan dan peningkatan pendapatan masyarakat.

2. Ketahanan pangan serta pengembangan potensi pertanian dan perikanan.

3. Peningkatan kualitas pelayanan dasar, kesehatan, pendidikan, dan sosial.

4. Pembangunan infrastruktur dasar yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

5. Pemberdayaan masyarakat, kepemudaan, perempuan, dan kelompok rentan.


Setiap usulan kegiatan, lanjut Chafifur, dibahas secara matang melalui Matriks Usulan Kegiatan berdasarkan kebutuhan, manfaat, kewenangan, dan kemampuan pendanaan. Meliputi nama kegiatan, lokasi, sasaran penerima manfaat, volume/output, perkiraan anggaran, sumber pembiayaan baik Dana Desa, ADD, maupun bantuan Kabupaten/Provinsi dan sumber sah lainnya, serta indikator keberhasilan dan tingkat prioritas.


Sebelum menetapkan prioritas baru, forum juga melakukan evaluasi pembangunan Tahun 2026. Mulai dari kegiatan yang telah selesai dan dirasakan manfaatnya, kegiatan yang masih berjalan atau belum terlaksana, kendala pelaksanaan dan serapan anggaran, hingga kegiatan lanjutan yang masih diperlukan pada 2027.


Pemilahan Usulan yang Transparan

Agar perencanaan lebih terarah, seluruh usulan dipilah menjadi empat kategori: Prioritas Desa, yakni yang dapat dibiayai dan dilaksanakan melalui kewenangan desa; Usulan Kecamatan/Kabupaten, yang membutuhkan dukungan pemerintah di atas desa; Kegiatan Lanjutan, program yang belum selesai atau perlu dilanjutkan; dan Usulan Ditunda, yang belum menjadi prioritas atau belum memenuhi kesiapan pelaksanaan.


"Musrenbang ini harus menghasilkan kesepakatan nyata. Hasil yang harus disepakati adalah daftar prioritas kegiatan RKP Desa 2027, daftar usulan yang akan dibawa ke Musrenbang Kecamatan, perkiraan sumber dan kebutuhan pendanaan, indikator atau output utama setiap kegiatan, serta kesepakatan tindak lanjut penyusunan RKP Desa 2027," tegasnya.


Adapun dokumen resmi yang dihasilkan dari Musrenbang ini meliputi daftar hadir peserta, notulen dan dokumentasi kegiatan, Berita Acara Musrenbang Desa, matriks prioritas kegiatan RKP Desa 2027, daftar usulan ke Kecamatan/Kabupaten, serta bahan penyempurnaan Rancangan RKP Desa 2027.


"Dengan Musrenbang ini, Pemdes Cantigi Kulon berharap pembangunan tahun 2027 lebih tepat sasaran, partisipatif, dan berkeadilan untuk seluruh warga", terang Chafifur.


Warga Berharap Infrastruktur Dipercepat


Harapan serupa disampaikan perangkat kewilayahan. Yunengsih, Ketua RW 05 mengatakan Musrenbang diharapkan melahirkan program yang benar-benar dibutuhkan warga.


"Musrenbang Desa Cantigi ini diharapkan kedepannya lebih banyak lagi program untuk kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakatnya. Kita juga mengusulkan dalam musrenbang kali ini agar benar-benar mengedepankan apa yang dibutuhkan masyarakat. Seperti perbaikan jalan desa, lampu jalan, saluran pembuangan dapat terealisasi," harapnya.


Kurniati, Ketua RT 04 RW 02 berharap kekompakan terus terjaga. "Mengenai musrenbang di Cantigi Kulon ini semoga semakin bertambah sukses, lebih kompak lagi dalam tiap pembangunan. Harapannya sebagai RT ya pengen semakin maju desanya, pembangunan semakin bertambah serta kader-kadernya juga pengennya kompak dan siap bekerjasama," ujarnya.


Katun Susilawati, Ketua RT 08 RW 04 menambahkan, "Mengenai musrenbang ini sangat baik, harapannya pembangunan maupun perbaikan jalan desa atau jalan gang, pemasangan lampu jalan/PJU dan perbaikan selokan agar tidak mampet dapat dilaksanakan."


Makdum, Ketua RT 06 menilai Musrenbang tahun ini sangat bagus karena ada pembangunan baru. "Sebagai RT program kedepan agar lebih ditingkatkan demi kemajuan desa," katanya.


Samsi, ketua RT 05 juga mengapresiasi pembangunan yang telah berjalan. "Musrenbang Desa Cantigi Tahun 2027 sangat bagus. Terus pembangunan yang telah dilaksanakan sebelumnya berjalan sukses sehingga desa jadi makin maju. Ya seperti jalan-jalan desa sudah bagus termasuk jalan gang. Kemudian hasil pertanian juga kian meningkat," tuturnya.


Dari unsur masyarakat, Casono menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan Musrenbang. Ia mengapresiasi kepemimpinan Kuwu yang telah membawa perubahan positif terhadap pembangunan dan penataan lingkungan yang baik. Intinya berbagai penerapan program yang telah dilaksanakan telah membawa perubahan kearah kemajuan desa. 


Reporter: Jaya 

Editor: Adi Mukti 

Jumat, 17 Juli 2026

Kemenpora Cetak 120 Penggerak Olahraga Disabilitas Lewat ToT "Berdaya" di Majalengka


MAJALENGKA, fokusdialog.com
– Kementerian Pemuda dan Olahraga RI makin serius membangun olahraga inklusif. Buktinya, Training of Trainers ToT Penggerak Olahraga Disabilitas bertajuk "Berdaya" resmi digelar di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Kamis, 16 Juli 2026.

Majalengka dipilih sebagai salah satu daerah percontohan pembudayaan olahraga disabilitas hingga ke desa. Program ini bukan sekadar pelatihan sertifikasi, tapi strategi besar mencetak motor penggerak olahraga disabilitas langsung dari akar rumput.

Kemenpora RI menggelar ToT Penggerak Olahraga Disabilitas "Berdaya" selama dua hari di Majalengka. Sebanyak 120 peserta lokal digembleng menjadi pelatih, pendamping, sekaligus agen pembudayaan olahraga bagi penyandang disabilitas. Mereka dibekali materi olahraga adaptif, klasifikasi disabilitas, metode pelatihan adaptif, hingga teknik identifikasi bakat sejak dini.

Kegiatan dibuka Plt. Asisten Deputi Olahraga Layanan Khusus Kemenpora, Ahmad Arsani, di Hotel Fitra Majalengka, Kamis 16 Juli 2026. Pelatihan menghadirkan pakar olahraga adaptif dari kalangan akademisi dan praktisi. Peserta berasal dari 120 penggerak olahraga disabilitas se-Kabupaten Majalengka yang punya komitmen mengawal olahraga inklusif di daerahnya.

Program "Berdaya" sendiri dirancang empat fase. Fase I pembentukan master trainer sudah rampung April 2026, melibatkan 30 atlet elite internasional. Fase II berupa pelatihan intensif pelatih lokal, seperti yang kini digelar di Majalengka. Selanjutnya Fase III aktualisasi ke komunitas dan Fase IV monitoring-evaluasi.

Data Kemenpora menyebut dari 22,9 juta jiwa penyandang disabilitas di Indonesia, baru 11,6% yang aktif berolahraga. Jumlah pelatih pun sangat terbatas, baru 92 orang berlatar belakang National Paralympic Committee Indonesia NPCI.

"Untuk mendongkrak partisipasi berolahraga serta mencetak lebih banyak atlet disabilitas berprestasi, kita membutuhkan peningkatan jumlah pelatih, pendamping, dan penggerak olahraga disabilitas yang kompeten. Itulah yang melatarbelakangi dicetuskannya program ToT 'Berdaya' ini," tegas Arsani.

Empat Fase Terstruktur:

 Fase I - Master Trainer: April 2026, 30 atlet elite internasional dilatih jadi instruktur nasional. 

Fase II - Pelatihan Intensif: Melatih 120 penggerak lokal di daerah seperti Majalengka. 

Fase III - Aktualisasi: Peserta langsung mengimplementasikan ilmu ke komunitas disabilitas. 

Fase IV - Monev: Pengawasan, evaluasi dampak, hingga penyusunan laporan capaian.

Materi yang Diberikan: 

Olahraga Adaptif & Para Sport: Konsep dasar, cabang paralimpik, sistem pembinaan. 

Klasifikasi Olahraga Disabilitas: Memahami karakteristik olahraga sesuai jenis hambatan. 

Metode Pelatihan Adaptif: Menyusun program latihan yang ramah dan aman bagi atlet disabilitas.  Identifikasi Bakat: Teknik menemukan potensi atlet sejak dini di kelompok disabilitas.

"Melalui program ini, Kemenpora berharap dapat menciptakan dampak jangka panjang bagi pemenuhan hak berolahraga yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat," tutup Arsani.

Dengan ToT "Berdaya", Kemenpora menargetkan lahirnya ribuan pelatih kompeten di seluruh daerah. Dimulai dari Majalengka, gerakan olahraga inklusif diharapkan meluas ke seluruh Indonesia dan menjadi jalan lahirnya atlet paralimpik masa depan yang mengharumkan nama bangsa. (Kom/Uj.Ar) 

Editor: Adi M