di Majalengka

Berita Terkini

Polsek Kedawung Bersama Warga Amankan Pelaku Penusukan Dua Perempuan di Sutawinangun

CIREBON KOTA, Fokus Dialog@com .-- Warga bersama anggota Polsek Kedawung berhasil mengamankan seorang pria berinisial SM alias D yang diduga...

Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label di Majalengka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label di Majalengka. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Juli 2026

Kemenpora Cetak 120 Penggerak Olahraga Disabilitas Lewat ToT "Berdaya" di Majalengka


MAJALENGKA, fokusdialog.com
– Kementerian Pemuda dan Olahraga RI makin serius membangun olahraga inklusif. Buktinya, Training of Trainers ToT Penggerak Olahraga Disabilitas bertajuk "Berdaya" resmi digelar di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Kamis, 16 Juli 2026.

Majalengka dipilih sebagai salah satu daerah percontohan pembudayaan olahraga disabilitas hingga ke desa. Program ini bukan sekadar pelatihan sertifikasi, tapi strategi besar mencetak motor penggerak olahraga disabilitas langsung dari akar rumput.

Kemenpora RI menggelar ToT Penggerak Olahraga Disabilitas "Berdaya" selama dua hari di Majalengka. Sebanyak 120 peserta lokal digembleng menjadi pelatih, pendamping, sekaligus agen pembudayaan olahraga bagi penyandang disabilitas. Mereka dibekali materi olahraga adaptif, klasifikasi disabilitas, metode pelatihan adaptif, hingga teknik identifikasi bakat sejak dini.

Kegiatan dibuka Plt. Asisten Deputi Olahraga Layanan Khusus Kemenpora, Ahmad Arsani, di Hotel Fitra Majalengka, Kamis 16 Juli 2026. Pelatihan menghadirkan pakar olahraga adaptif dari kalangan akademisi dan praktisi. Peserta berasal dari 120 penggerak olahraga disabilitas se-Kabupaten Majalengka yang punya komitmen mengawal olahraga inklusif di daerahnya.

Program "Berdaya" sendiri dirancang empat fase. Fase I pembentukan master trainer sudah rampung April 2026, melibatkan 30 atlet elite internasional. Fase II berupa pelatihan intensif pelatih lokal, seperti yang kini digelar di Majalengka. Selanjutnya Fase III aktualisasi ke komunitas dan Fase IV monitoring-evaluasi.

Data Kemenpora menyebut dari 22,9 juta jiwa penyandang disabilitas di Indonesia, baru 11,6% yang aktif berolahraga. Jumlah pelatih pun sangat terbatas, baru 92 orang berlatar belakang National Paralympic Committee Indonesia NPCI.

"Untuk mendongkrak partisipasi berolahraga serta mencetak lebih banyak atlet disabilitas berprestasi, kita membutuhkan peningkatan jumlah pelatih, pendamping, dan penggerak olahraga disabilitas yang kompeten. Itulah yang melatarbelakangi dicetuskannya program ToT 'Berdaya' ini," tegas Arsani.

Empat Fase Terstruktur:

 Fase I - Master Trainer: April 2026, 30 atlet elite internasional dilatih jadi instruktur nasional. 

Fase II - Pelatihan Intensif: Melatih 120 penggerak lokal di daerah seperti Majalengka. 

Fase III - Aktualisasi: Peserta langsung mengimplementasikan ilmu ke komunitas disabilitas. 

Fase IV - Monev: Pengawasan, evaluasi dampak, hingga penyusunan laporan capaian.

Materi yang Diberikan: 

Olahraga Adaptif & Para Sport: Konsep dasar, cabang paralimpik, sistem pembinaan. 

Klasifikasi Olahraga Disabilitas: Memahami karakteristik olahraga sesuai jenis hambatan. 

Metode Pelatihan Adaptif: Menyusun program latihan yang ramah dan aman bagi atlet disabilitas.  Identifikasi Bakat: Teknik menemukan potensi atlet sejak dini di kelompok disabilitas.

"Melalui program ini, Kemenpora berharap dapat menciptakan dampak jangka panjang bagi pemenuhan hak berolahraga yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat," tutup Arsani.

Dengan ToT "Berdaya", Kemenpora menargetkan lahirnya ribuan pelatih kompeten di seluruh daerah. Dimulai dari Majalengka, gerakan olahraga inklusif diharapkan meluas ke seluruh Indonesia dan menjadi jalan lahirnya atlet paralimpik masa depan yang mengharumkan nama bangsa. (Kom/Uj.Ar) 

Editor: Adi M

Rabu, 21 Januari 2026

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Resmikan Revitalisasi dan Sosialisasi TKA 2026 di Majalengka

Sambutan Mendikdasmen,Abdul Mu’ti,saat peresmian Revitalisasi dan Sosialisasi TKA 2026 di SMPN 1 Jatiwangi-Majalengka. foto Diskominfo Majalengka 

Majalengka, Fokus Dialog@com.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, bersama Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhamad Ramdhan, menghadiri peresmian Revitalisasi Pendidikan dan Sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 yang digelar di SMP Negeri 1 Jatiwangi, Selasa (20/1/2026).

Program revitalisasi pendidikan telah menjangkau puluhan satuan pendidikan dari TK, SD hingga SMP di Kabupaten Majalengka melalui dukungan anggaran pemerintah pusat dan daerah sebesar kurang lebih Rp56 miliar untuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan yang lebih modern dan layak.


Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, menekankan pentingnya kemitraan antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan di seluruh Indonesia.Mendikdasmen Abdul Mu’ti Resmikan Revitalisasi Pendidikan dan Sosialisasi TKA 2026 di SMPN 1 Jatiwangi.

“Revitalisasi sekolah dan penerapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan langkah strategis untuk memetakan kualitas pendidikan secara objektif berbasis data. Saya berharap pelaksanaan program ini memberi dampak nyata pada proses pembelajaran di Majalengka,” ujarnya.

Dikesempatan yang sama, Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhamad Ramdhan, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Majalengka berkomitmen terus mendukung program pendidikan yang berpihak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

“Program revitalisasi ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam menghadirkan lingkungan belajar yang lebih baik, nyaman dan mampu meningkatkan prestasi peserta didik,” ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Muhamad Umar Ma’ruf, menambahkan bahwa revitalisasi pendidikan tidak hanya menitikberatkan pada fasilitas fisik sekolah, tetapi juga menyasar pemahaman dan kesiapan satuan pendidikan dalam menghadapi TKA 2026 sebagai alat ukur evaluasi akademik yang objektif.

“Kami berharap dengan dukungan semua pihak, terutama tenaga pendidik, program ini berjalan optimal sehingga mutu pendidikan di Majalengka terus meningkat,” ungkapnya.


Acara peresmian Revitalisasi Pendidikan dan Sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 yang digelar di SMP Negeri 1 Jatiwangi ini diikuti oleh jajaran pendidikan, tokoh masyarakat, serta tenaga pendidik. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam upaya bersama membangun pendidikan yang lebih berkualitas di Kabupaten Majalengka. (Kom/Ujang AR/Adi M)