dari

Berita Terkini

PT. Bakti Artha Mulya Siap Lapor Balik Atas Laporan Kepala Desa Datar Dugaan Pemalsuan Data

Budi selaku Direktur PT Bhakti Artha Mulya Kuningan, fokusdialog.com   - PT Bhakti Artha Mulya memberikan tanggapan atas laporan dugaan pema...

Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label dari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dari. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Juni 2026

Libatkan Warga Setiap Hari, Desa Lajer Rampungkan Rabat Beton 382 Meter dari Dana Desa


Indramayu, fokusdialog.com - Pemerintah Desa Lajer, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu Jawa Barat, baru-baru ini telah merampungkan pembangunan rabat beton jalan lingkungan Tambak Limpas pada Sabtu (27/6/2026).


Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Desa Lajer, Saripudin, yang mewakili Kuwu Lajer Sujono saat meninjau lokasi di hari terakhir pengerjaan.


"Alhamdulillah, hari ini terakhir pengerjaan dan diharapkan selesai dengan baik tanpa ada halangan apapun," ujarnya.


Ia menjelaskan, pembangunan jalan lingkungan ini berukuran panjang 382 meter, lebar 2 meter, dan ketebalan 12 centimeter. Anggarannya bersumber dari Dana Desa 2026 sebesar Rp193.600.000. Pengerjaan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan 25 sampai 30 warga Desa Lajer setiap harinya.


Saripudin menegaskan, seluruh program di Desa Lajer sudah melalui mekanisme sesuai aturan pusat dan Pemda Indramayu.


"Semua kegiatan dari perencanaan hingga pelaksanaan telah dirapatkan melalui Musrenbang maupun Musdes bersama aparatur desa, BPD, RT, RW, tokoh masyarakat dan warga Desa Lajer," jelasnya.


Selain rabat beton, Dana Desa 2026 Desa Lajer juga diprioritaskan untuk BLT Jompo Rp36.000.000, PKTD Rp203.600.000, pengerasan selokan Rp10.000.000, Sunting Rp85.200.000, PMT Rp14.400.000, honor kader Rp54.000.000, honor PAUD dan Madrasah Rp16.800.000, Desa Adaptif Iklim Rp13.500.000, fogging Rp13.500.000, desa digital Rp10.000.000, ketahanan pangan Rp14.000.000, precast jalan usaha tani Rp14.000.000, dan lainnya.


Sementara menurut Ketua RT 03, Iswandi, saat ditemui awak media dilokasi proyek menyebut warga sangat senang.


"Sudah lama warga mendambakan pengecoran ini. Dulu pernah direhab tapi rusak lagi. Alhamdulillah sekarang permanen, mobilitas lancar, hasil pertanian meningkat, perekonomian pun naik. Kami ucapkan terima kasih kepada Kuwu Sujono dan perangkat desa," katanya.


Hal senada juga diungkapkan warga RT 01 RW 01, Caniwan, yang sangat bersyukur dan berterimakasih kepada seluruh jajaran aparatur desa Lajer atas terealisasinya pengecoran jalan lingkungan di sekitar tempat tinggalnya.


"Saya berterima kasih kepada aparat desa yang merealisasikan program sesuai hasil Musdes. Ini berkat support aparat desa," terangnya.


Kuwu Sujono melalui Sekdes Saripudin berpesan agar jalan yang sudah dibeton dijaga bersama.


"Mari kita jaga bersama hasil pembangunan ini, karena semua program di Desa Lajer atas dasar keinginan masyarakat. Kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik untuk kemajuan dan kesejahteraan warga Desa Lajer," pungkasnya.


Penulis: Jaya 

Editor: Adi M

Senin, 13 April 2026

Bronjong Lindungi Warga Mulyadadi dari Abrasi Kali Cibeureum


Cilacap,
fokusdialog@com.

Warga Desa Mulyadadi, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mengapresiasi pemasangan bronjong di sepanjang Kali Cibeureum. Pemasangan bronjong ini bertujuan untuk melindungi warga dari abrasi sungai yang semakin parah.

"Saya sangat berterima kasih kepada BBWS Citanduy atas pemasangan bronjong ini. Kami sudah lama menunggu ini," kata seorang warga Desa Mulyadadi, Bapak Supriyadi.Sabtu, (04/04/2026) lalu.

Abrasi di Kali Cibeureum memang sudah cukup parah, beberapa lahan pertanian dan rumah warga terancam runtuh. Namun, dengan pemasangan bronjong ini, warga merasa lebih aman.

"Kami berharap dengan adanya bronjong ini, warga Mulyadadi dapat hidup lebih tenang dan tidak perlu khawatir lagi tentang abrasi," tambah Bapak Supriyadi.

Pemasangan bronjong ini juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar. "Dengan adanya bronjong ini, kami dapat memanfaatkan lahan pertanian dengan lebih baik dan meningkatkan pendapatan," pungkasnya. (Uus)

Rabu, 31 Desember 2025

Pemkab Majalengka Raih Penghargaan Badan Publik Informatif dari Komisi Informasi Jabar


Majalengka
,Fokus Dialog@com. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka meraih penghargaan sebagai Badan Publik dengan Kualifikasi "Informatif" dari Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat. Penghargaan ini diberikan atas komitmen Pemkab Majalengka dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, menerima penghargaan tersebut pada acara penganugerahan keterbukaan informasi publik di Sasana Ganesa Institut Teknologi Bandung (ITB), Selasa sore (30/12/2025).

Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemkab Majalengka untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat. Pemkab Majalengka berhak menggunakan label "Badan Publik Zona Informatif" selama tahun 2026.


Bupati H. Eman Suherman menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas raihan prestasi tersebut. "Alhamdulillah, predikat Informatif ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah dalam memberikan pelayanan informasi publik yang terbuka, cepat, dan akuntabel," ujarnya.

Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat, Dadan Saputra, mengapresiasi Pemkab Majalengka yang dinilai konsisten menjalankan prinsip keterbukaan informasi publik. 

"Predikat Informatif menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Majalengka telah melaksanakan keterbukaan informasi publik secara baik, mulai dari regulasi, pelayanan informasi, hingga pemanfaatan teknologi," kata Dadan.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Majalengka, Irwan, menegaskan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi seluruh PPID

"Penghargaan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh perangkat daerah. Ke depan, kami akan terus memperkuat sistem layanan informasi publik agar semakin cepat, akurat, dan mudah diakses oleh masyarakat," jelasnya. (Kom/Ujang AR)

Editor: Adi M.

Jumat, 15 Agustus 2025

2.000 Keluarga Penerima Manfaat di Brebes Graduasi dari PKH


Brebes,
fokusdialog.com

Pemerintah Kabupaten Brebes menggelar acara Graduasi Sukses Brebes Beres, yang menjadi momentum penting bagi 2.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang dinyatakan lulus dari kepesertaan PKH karena telah mandiri secara ekonomi.

2.000 KPM diwisuda Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono, didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, di Gedung Islamic Center Brebes, Kamis (14/8/2025).

Paramitha mengatakan, graduasi bukan akhir dari perjuangan memerangi kemiskinan, tetapi ini adalah awal yang nantinya akan terus berjalan graduasi kemiskinan di Brebes.
"Kita tidak serta-merta lepaskan akan terus kita pantau dan latih, sehingga perekonomian keluarganya bisa terus tumbuh dan sejahtera selamanya melalui pemberdayaan UMKM," tuturnya.
Ia menambahkan, Graduasi ini menjadi momentum penting dalam upaya memerangi kemiskinan di Brebes dan Jawa Tengah, serta menjadi contoh bagi kabupaten lain untuk melakukan hal yang sama.

Lanjut Paramitha, Graduasi ini merupakan hasil kerja keras dari semua stakeholder, termasuk kementerian, provinsi, pemda, dan pendampingan PKH. Pemerintah Kabupaten Brebes akan terus memantau dan melatih KPM yang telah graduasi untuk memastikan bahwa perekonomian mereka terus tumbuh dan sejahtera.

"Alhamdulillah Brebes bisa graduasi sebagai 2.000 KPM, ini sangat luar biasa dan ini adalah hasil kerja keras dari semua stakeholder, mulai dari kementerian, Provinsi, Pemda dan pendampingan PKH," ucap Bupati Brebes.

Selain itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara kabupaten untuk memerangi kemiskinan dan telah meluncurkan program percepatan pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah.

“Dengan demikian, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi dorongan semangat KPM lainnya untuk mengejar kemandirian dan menjadi teladan di lingkungan mereka masing-masing,” harapnya.

Selain acara wisuda KPM, juga dimeriahkan oleh pameran produk KPM PKH, yang menampilkan hasil usaha kreatif mereka. Puncak kegiatan ini ditutup dengan PKH Award 2025 sebagai bentuk apresiasi KPM yang dinilai paling inpiratif dan berprestasi.
Dengan tema Graduasi Sukses Brebes Beres, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi dorongan semangat KPM lainnya untuk mengejar kemandirian menjadi teladan di lingkungan mereka masing masing.

Editor: Adi M

Rabu, 09 Juli 2025

Sedekah Waduk Cengklik, Gunungan Diarak oleh Masyarakat dari 12 Desa di Kecamatan Ngemplak Bupati Boyolali : Ini Bukti Kearifan Lokal Yang Masih Lestari Dan Berkembang Hingga Sekarang


BOYOLALI,
fokusdialog.com

Waduk Cengklik pagi ini, Sabtu (5/7/2025) terlihat dipadati oleh masyarakat dari 12 desa di Kecamatan Ngemplak dan daerah sekitarnya. Mereka berbondong-bondong ingin menyaksikan sekaligus berebut gunungan berisi ikan dan hasil bumi yang dibawa pada Kirab dalam acara Sedekah Waduk Cengklik.

Gunungan tersebut diarak dari sisi timur waduk menuju Plaza Waduk Cengklik di sisi barat oleh masyarakat dari 12 desa di Kecamatan Ngemplak. Sesampainya di Plaza Waduk Cengklik, warga yang hadir pun berebut gunungan tersebut agar mendapat berkahnya.

Selain kirab, acara Sedekah Waduk Cengklik juga dimeriahkan dengan rebutan gunungan, pembagian 1000 nasi bancakan, karnaval perahu hias, lomba fotografi on the spot, hiburan dangdut jadul dan beberapa stand UMKM.

Gusti Raden Ajeng (GRA) Ancillasura Marina Sudjiwo selaku Pengageng Kawedanan Panti Budaya Pura Mangkunegaran menyampaikan, Waduk Cengklik dibangun Pura Mangkunegaran pada masa pemerintahan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara VII yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air pada masa itu.

Ia juga mengatakan, adanya Waduk Cengklik saat ini menjadi sumber kehidupan untuk warga sekitarnya. Acara hari ini merupakan wujud syukur kepada Tuhan agar kedepannya semua yang dilakukan bisa berjalan dengan baik dan lancar.

"Semoga kita semua bisa menjaga waduk agar tetap bersih dan lestari, sehingga bisa menjadi destinasi wisata juga dan juga tetap kita kembangkan sebagai salah satu peninggalan sejarah dan budaya." ujarnya. (Red)

Minggu, 15 Juni 2025

Penonaktifan BPJS Kesehatan bagi 20.000 warga Temanggung, memicu reaksi keras dari DPRD Kabupaten Temanggung


Temanggung,
Fokus Dialog.

 Ketua DPRD, Yunianto, menyayangkan keputusan ini karena fasilitas kesehatan sangat penting bagi masyarakat, terutama yang tidak mampu. Menurutnya, keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama.

Bupati Temanggung, Agus Setyawan, juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kebijakan ini dan akan mencari solusi terbaik untuk masyarakat terdampak. Pemerintah Kabupaten Temanggung belum memperoleh data rinci mengenai siapa saja warga yang terkena penonaktifan tersebut. 

“Penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan dapat mempengaruhi pelayanan di rumah sakit, terutama bagi pasien yang tidak menyadari status keanggotaan mereka sudah dicabut,” ungkap Agus.

Sementara itu  Direktur Utama RSUD Temanggung, Tetty Kurniawati, menyarankan masyarakat untuk memeriksa status keanggotaan mereka melalui aplikasi MyJKN.

 DPRD Kabupaten Temanggung menyatakan siap bekerja sama dengan Pemkab Temanggung, untuk mencari solusi terbaik dan akan mengajak bupati untuk melakukan langkah-langkah konkret.

 “Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah menggunakan anggaran lain, seperti DBHCHT dan DBH, untuk membantu warga miskin yang terkena penonaktifan,” tandas Yunianto. (Yudhy/Syamsuri)

 Editor: Adi M